NovelToon NovelToon
My Husband Is Psycopath

My Husband Is Psycopath

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Perjodohan / Mafia / Pembunuhan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:60.5k
Nilai: 4.5
Nama Author: Peony Light

Akira Andrylaw, seorang pria berdarah dingin. Ia tidak akan segan-segan membunuh seseorang jika keinginannya tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan.

Suatu hari tanpa sengaja Akira bertemu dengan Reina, gadis yang sangat cantik dan Solehah. Sejak pertemuan pertamanya itu Akira sudah jatuh cinta pada Reina dan ingin menikahinya.

Sepertinya takdir memang berpihak padanya, ia dijodohkan oleh anak teman papanya yang tak lain adalah Reina. Ia sangat mencintai Reina, sehingga apapun akan ia lakukan demi Reina.

Reina yang memiliki pengalaman buruk dalam soal percintaan, awalnya ragu untuk menerima perjodohan tersebut. Tetapi demi melihat kedua orang tuanya bahagia, akhirnya ia dengan terpaksa menerimanya.

Reina tidak tahu kalau Akira adalah pembunuh berdarah dingin, entah apa reaksinya jika ia mengetahui bahwa suaminya itu adalah seorang psikopat. Apakah ia akan tetap bersama Akira, atau pergi meninggalkannya.

Ini adalah cerita pertamaku, jika kalian ingin krisar silahkan itu boleh banget.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peony Light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia

Hari sudah berubah menjadi tengah malam untuk waktu di Tokyo, tetapi Akira masih berkutat dengan pekerjaannya di kantor. Hening, tak ada suara sama sekali di ruangan itu kecuali suara ketikan keyboard di laptop milik Akira.

Drrtt... Drrtt..

Ponsel Akira berbunyi, tertera nama Akai sahabat sekaligus orang kepercayaannya di layar ponselnya. Akira segera mengangkat panggilan tersebut.

"Akira kau harus ke tempat ku sekarang!" Ucap Akai disebrang dengan nada serius.

Tut...

Tanpa menjawab ucapan Akai, Akira langsung memutuskan panggilannya.

"Dasar manusia patung dari kutub Utara!!!!" Umpat Akai kesal, karena sikap Akira yang selalu sesukanya.

"Sabar Akai, sabar, istrimu bilang orang sabar tingkat ketampanannya akan bertambah berkali-kali lipat." Akai menyemangati dirinya dengan mengelus dada.

Setelah mendapat telepon dari Akai, Akira segera membereskan meja kerjanya. Laptopnya yang masih menyala langsung ia matikan setelah sebelumnya mensave file yang sedang ia kerjakan tadi.

Jika Akai sudah berbicara dengan nada serius, itu berarti memang ada sesuatu yang benar-benar penting. Ia lupa kalau tadi ia sudah berjanji akan ke proyek yang sedang Akai kerjakan, dan seharusnya malam ini ia berada di rumahnya dengan Akai untuk membahas benda yang Akai bilang sudah bisa membukanya.

Dengan langkah lebar dan tegasnya, Akira keluar dari ruangannya menyusuri lorong kantor yang sudah sepi karena para karyawan sudah pulang semua. Hanya terlihat para security yang sedang berjaga, para security itu melihat Akira yang keluar dari lift, mereka langsung membungkuk memberi hormat.

Akira melewati mereka begitu saja, tidak ada sapaan yang keluar dari bibirnya. Jangankan menyapa, tersenyum saja tidak. Hanya wajah datar nan dingin serta tatapan matanya yang tajam bak elang yang siap menerkam mangsanya yang ia berikan pada mereka, pandanganya selalu lurus ke depan seakan-akan ia ingin segera mencapai sesuatu disana.

Para security itu sudah paham dengan karakter pimpinan tertinggi mereka, jadi mereka hanya menunduk tak berani memandangnya. Karena mereka tahu, jika mereka macam-macam dengannya maka mereka harus kehilangan nyawanya dengan sangat tragis.

Akira terus melangkahkan kakinya hingga ia sampai di area parkiran kantor. Ia memasuki mobil sport hitamnya dan menyalakan mesin mobil, setelah itu ia melajukan mobilnya keluar dari area gedung IT Global, gedung perusahaan yang tak lain adalah miliknya. Akira mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata, berhubung ini adalah tengah malam jadi jalanan sepi. Ia bisa sampai di tempat Akai tanpa hambatan sedikit pun.

Hanya membutuhkan waktu lima belas menit untuk Akira agar sampai di tempat Akai. Ia memasukkan mobil sportnya ke halaman rumah Akai setelah bodyguard yang menjaga pintu gerbang membukakan pintunya.

Akira keluar dari mobilnya, dengan tubuh tegap ia mendekati pintu khusus yang hanya ia dan Akai saja yang bisa masuk ke dalam. Bahkan istri Akai pun dilarang memasukinya.

Ia mulai memasukkan kode yang diberikan Akai.

"Maaf, kode yang anda masukkan salah."

Akira membulatkan matanya sempurna setelah membaca tulisan yang ada di layar monitor kecil itu. Ia sangat yakin, telah memasukkan kode yang benar.

Akira mengulangi lagi memasukkan kodenya, kali ini ia teliti lagi bahwa kodenya tidak akan salah.

Tetapi nihil, jawabannya masih sama seperti sebelumnya

"Shiitt, Akai kau membuang-buang waktu ku." Umpat Akira kesal.

Ia menggunakan cara lain agar bisa memasuki ruangan yang ada di depannya.

Sedangkan disisi lain, Akai sedang tertawa puas melihat wajah kesal Akira yang selalu salah memasukkan kodenya dari cctv yang ia pasang di monitor kecil. Ia ingin mengerjai Akira karena telah memutuskan panggilannya sesuka hatinya.

"Aku sangat suka ekspresi itu, masa bodo dengan apa yang akan dia lakukan nanti. Ha ha ha..." Tawa Akai.

Setelah berusaha sekitar sepuluh menit, akhirnya Akira tahu kode yang Akai ganti.

Ternyata kodenya adalah, " Tuan Akai yang paling tampan sedunia." Benar-benar Akai sudah membuat seorang Akira sangat-sangat kesal.

Akira segera masuk ke ruangan setelah pintunya terbuka. Ia ingin segera melihat reaksi Akai yang sudah pasti sedang mentertawakannya.

Dengan cepat ia berjalan sudah tidak sabar dengan sahabatnya yang sedang mengerjainnya itu.

"Welcome to my home!!!" Sambut Akai dengan senyum yang memperlihatkan deretan giginya tanpa rasa bersalah.

Dengan memasang wajah datarnya, Akira sudah mengepalkan tangan menahan emosinya yang siap meledak.

"Mengapa kau lama sekali bung?" Akai masih memperlihatkan senyum tanpa dosa itu, membuat Akira mengumpat dalam hati.

Sabar Akira, sabar, istri Akai bilang orang sabar tingkat ketampanannya akan bertambah berkali-kali lipat.

Tanpa menjawab pertanyaan Akai, Akira langsung duduk di sofa. Ia sedang malas berdebat dengan Akai, jadi ia membiarkan Akai yang mengoceh tak jelas.

Beruntung kau Akai, Akira sedang berbaik hati sekarang. Jadi kau tidak langsung dikunyah oleh sahabatmu, mungkin nanti jika kau membuatnya kesal lagi kau akan langsung ditelan tanpa harus dikunyah terlebih dahulu olehnya.

"Sudah cukup omong kosongnya, cepat katakan apa yang kau temukan. Waktuku tidak banyak Akai." Ucap Akira melihat jam tangannya, ia merasa jengah dengan sikap Akai. Kalau bukan karena sesuatu yang sangat penting, ia tidak akan datang ke sini.

"Baik, kurasa juga sudah cukup kita berbasa-basi." Akai bangkit dari sofa singlenya, ia berjalan menuju monitor.

Ruangan yang bisa dianggap laboratorium itu merupakan ruangan kerja yang Akai desain secara khusus untuk dirinya. Memang jika dibandingkan dengan ruangan kerja Akira di rumahnya masih lebih canggih milik Akira.

Akai mengetikkan sesuatu di hologramnya tersebut, dan keluarlah gambar hologram berbentuk tiga dimensi yang bisa ia sentuh, dan ia buka dalamnya.

Akira segera mendekati Akai yang sedang sibuk dengan gambar tersebut.

"Aku berhasil membuka benda yang waktu itu kita temukan, dan hasilnya? Waw.. kau bahkan tidak akan menduganya sama sekali." Jelas Akai ditengah kesibukannya.

Dan setelah Akai selesai mengetikkan sesuatu di hologramnya, dinding yang berada di ruangan tersebut menyala menampilkan sebuah tulisan dan gambar.

Akira memperhatikan setiap tulisan dan gambar yang ada di dinding tersebut, ia memperhatikan setiap inci.

Tangannya mengepal menahan emosi yang ada di dalam tubuhnya.

"Jadi ini rencana mereka?" Ucap Akira mengeluarkan smirknya.

Akai yang melihat Akira mulai bergidik, karena itu tandanya Akira mulai tertarik dengan musuhnya. Habislah mereka yang berani bermain-main dengan Akira, mereka telah bermain-main dengan nyawa mereka sendiri.

"Kirim ke ruangan kerja milikku di rumah!" Titah Akira, suaranya tegas dan dingin tak bisa dibantah.

Akai mengangguk, ia segera mengcopy isi dari benda tersebut dan mengirimnya ke komputer yang berada di ruang kerja Akira.

Akira sekarang benar-benar sedang menahan emosinya mati-matian agar tidak meledak. Ia butuh sesuatu untuk dilampiaskan. Ya, jiwa psikopatnya merasakan haus yang tak bisa dibendung lagi. Hasratnya sudah bangun dan ingin segera dilepaskan.

"Kau harus bertanggung jawab Akai." Ucap Akira dingin. Auranya sangat terasa kental sekali.

Akai yang paham dengan maksud itu, langsung menelan salivanya kasar. Ia tahu pasti akan seperti ini, maka dari itu sebelumnya Akai sudah menyiapkannya.

"Aku mempunyai sesuatu untuk kau lampiaskan." Ucap Akai mencoba untuk tenang, padahal dirinya sudah gugup.

Akira melirik Akai dari ekor matanya.

"Ikut aku!" Ajak Akai.

Akai berjalan mendahului Akira, ia memasuki ruangan tersebut lebih dalam lagi dan turun ke ruangan bawah tanah.

Creek...

Saat pintu dibuka, hanya ada cahaya remang-remang yang menerangi ruangan tersebut. Tak terlihat apapun, hanya hawa dingin yang menjalar. Ditambah aura yang diberikan oleh Akira membuat ruang bawah tanah itu semakin mencekam.

Semakin mereka memasuki ruangan itu, baru terlihatlah seorang pria yang sedang duduk terikat. Wajahnya sudah penuh dengan luka lebam akibat pukulan yang mungkin selalu diberikan oleh Akai.

Tap tap tap...

Suara langkah kaki memenuhi seluruh ruangan, menciptakan irama lagu yang sangat menyeramkan bagi siapapun yang mendengarnya.

Mendengar langkah kaki yang mendekat kearahnya, pria itu mendongakkan kepalanya. Ia tersenyum miring melihat siapa yang datang.

"Akira Andrylaw"

🍁🍁🍁

1
saraswati dewisrikandi
uppppppp
Garinda Pristyawati
semangat kk 🙂
temok
brtempur lagi......
reyna putri reyyan
semangat ya thor 💪
saraswati dewisrikandi
seruuuu lanjuttt jgn lammmma
Peony_Akasia424: Do'ain aja supaya authornya gk males :v wkwk
total 1 replies
Akasia
Aish knp pas tempurnya gk sekalian thor?????
Peony_Akasia424: Sabar ya...
total 1 replies
🌚Author Cans👩🏻
next thor,dan semangat buat authornya dan jangan lupa jaga kesehatan ya.
saraswati dewisrikandi
uppppp
temok
aaiiisshhh..,kok trtangkap sih dua2 ny...
Nadinta
Miku mampir kk
Putri Sri Ayu
lanjutannya mana kak?
saraswati dewisrikandi
up
Akasia
Kpn up lagi thor??
ayuans
semangat ka🤓
temok
ttap semangat y...,
reyna putri reyyan
tetap semangat thor nulisnya 💪💪
saraswati dewisrikandi
up yang banyakkkkk
Marsyani Erlina
up
Mariyana Diana
Up dong... 😞🙏
Mariyana Diana
Seruuuu thor ...., aq suka sekali.... 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!