Aditya , seorang remaja miskin , karena dosa yang tidak sengaja dia buat , terpaksa di kejar kejar dua kelompok gangster .
lalu ada lagi para pembunuh bayaran yang mengincar nyawa nya , atas suruhan seseorang .
Ada pula sekelompok preman , yang mencari nya , juga atas suruhan seseorang .
Dapatkah Aditya mengatasi masalah nya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Evelyne yang misterius .
Seminggu sudah Aditya hilang tanpa ada kabar berita nya lagi .
Dan selama itu pula kedua wanita jelita itu berada di kantor tanpa pernah pulang ke Mansion barang sebentar saja .
Sebenar nya , kemanakah hilang nya Aditya ? ....
Kita kembali ke beberapa saat , setelah waktu terjadi nya penculikan itu .
Pagi hari nya .
Aditya membuka mata nya perlahan , mengedipkan beberapa kali agar pandangan nya yang masih buram itu menjadi normal kembali .
Di tatap nya kesekeliling nya , nampak sebuah kamar mewah yang sangat luas , dengan berbagai barang yang tidak dia mengerti .
Aditya berusaha duduk perlahan , kepala nya terasa masih pusing , mungkin karena terlalu banyak tidur .
Rupanya dia tertidur di sebuah tempat tidur mewah , namun bukan di Mansion milik Aurelia .
Aditya bermaksud bangkit berdiri , namun kembali terduduk di tempat tidur .
Entah sudah berapa lama dia tertidur , hingga kepala nya terasa pusing .
Kembali dia berusaha bangkit berdiri dengan berpegangan pada tepi spring bed nya .
Setelah keseimbangan tubuh nya normal kembali , perlahan lahan dia melangkah menuju kearah kamar mandi .
Sebuah kamar mandi yang mewah dan besar , dengan sebuah Betab terbuat dari keramik terlihat didalam kamar mandi itu .
Aditya mengguyur tubuh nya dengan semprotan air dari shower sambil mengisi Betab dengan air hangat .
Setelah air hangat memenuhi Betab , di masukan nya tubuh nya kedalam Betab itu sambil berendam beberapa saat lama nya .
Beberapa puluh menit kemudian , Aditya keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian seragam nya kembali .
Namun di luar kamar mandi , dia melihat seorang wanita muda berdiri tidak jauh dari pintu kamar mandi itu , sambil membawa satu stelan pakaian untuk nya .
"Tuan muda silahkan ganti pakaian dengan pakaian ini , tuan muda sudah di tunggu non Evelyne di ruang makan !" kata wanita muda yang cantik itu .
Tanpa mau membantah lagi , Aditya segera menyambar pakaian itu , lalu masuk ke dalam kamar mandi kembali untuk berganti pakaian .
Beberapa saat kemudian , Aditya sudah berganti pakaian dengan pakaian baru yang sangat pas di tubuh nya .
Saat dia keluar dari kamar mandi , di lihat nya wanita muda itu masih berdiri di samping pintu kamar mandi itu .
"Silahkan tuan duduk di kursi itu , saya akan merapikan pakaian dan rambut tuan muda !" kata wanita itu .
Karena risih dan tidak terbiasa dengan pelayanan aneh seperti itu , akhir nya Aditya menolak nya , "Tidak !, tidak usah kak !, saya bisa sendiri !" ...
"Tuan muda tidak boleh menolak nya , atau saya akan mendapatkan hukuman dari non Evelyne !, karena mulai sekarang , saya adalah pelayan pribadi tuan muda !" kata wanita muda itu sambil merebut sisir dari tangan Aditya , lalu menyisir rambut pemuda itu , merapikan pakaian nya .
"Tuan muda sudah rapi dan tampan , marilah kita turun , non Evelyne sudah menunggu tuan muda !" kata wanita itu lagi .
"Tunggu dahulu kak !, banyak yang saya tidak mengerti , pertama nama kakak siapa ?" tanya Aditya .
"Nama saya Irene tuan , saya pelayan pribadi tuan !" kata wanita muda cantik itu mengulangi perkataan nya .
"Nah yang kedua , dilihat dari wajah kakak , seperti nya kakak bukan asli orang sini ?" tanya Aditya lagi .
Sambil membungkukan badan nya , wanita bernama Irene itu berkata , "tebakan tuan benar , saya berasal dari Italia , seorang yatim-piatu terlantar di pinggir jalan , yang di pungut oleh tuan besar !" jawab Irene .
"Tetapi kenapa kau pandai berbahasa kami ?" tanya Aditya .
"Itu karena saya memang dipersiapkan tuan besar untuk menjadi pelayan pribadi tuan muda , sehingga sedari awal di pungut , saya sudah di biasakan berbicara dengan bahasa tuan muda !" jawab Irene sambil mempersilahkan Aditya untuk keluar dari kamar itu .
Aditya keluar dari kamar itu , sebuah ruangan sangat besar terbentang didepan mata nya .
Dari jendela ruangan itu , dia melihat keluar , nampak di kejauhan , ada bentangan lautan luas yang membiru .
Aditya menjulurkan kepala nya di jendela itu , hati nya tercekat , kini dia baru sadar jika dia berada di sebuah Mansion mewah bertingkat lima .
"Mari kita turun tuan , non Evelyne sudah lama menunggu kita !" kata Irene sambil mempersilahkan Aditya masuk ke tangga lift .
Ketika mereka keluar dari lift , kini mereka berada di lantai dasar Mansion itu .
Kali ini Aditya yang berjalan mengikuti di belakang Irene .
Setelah melewati beberapa pintu , akhirnya mereka tiba disebuah ruangan yang di kelilingi oleh hiasan ornamen seperti gunung gunung batu , dan di sekeliling ruangan itu , ada kolam hias melingkar yang berisi aneka warna ikan Koi .
Di tengah tengah ruangan yang cukup luas itu , ada sebuah meja makan panjang dengan sederet kursi di sekeliling nya .
Di meja paling ujung , ada tiga buah kursi mewah , dengan satu kursi yang kanan di isi seorang wanita muda pula dengan wajah sangat cantik , khas wanita Eropa Timur yang berhidung mancung mancung .
Irene mempersilahkan Aditya duduk di sebelah kiri dan menyisakan kursi yang tengah kosong .
Wanita Muda itu tersenyum pada Aditya , membuat wajah cantik nya menjadi semakin cantik saja .
Wanita muda itu berdiri dan membungkukan badan nya pada Aditya .
Karena tidak mengerti apa apa , Aditya ikut membungkukan badan nya dihadapan wanita itu .
"Selamat datang di istana ini adik !, maaf bila cara kakak mengundang kamu sangat berlebihan , kenalkan nama kakak Evelyne Hasanov !" kata wanita cantik itu .
"Terimakasih kak , tetapi banyak hal yang tidak Didit mengerti , kakak ini siapa ?" tanya Aditya heran .
"Nanti kita bicara lagi , sekarang kita sarapan dulu !" kata Evelyne sambil mengambil sepotong roti panggang yang sudah di taburi keju , memotong nya dengan pisau kecil , lalu memasukan nya kedalam mulut nya .
Aditya yang cerdas , meskipun belum pernah makan seperti itu , ikut memakan roti di piring nya seperti cara Evelyne makan .
Setelah selesai makan , Evelyne menegak segelas susu hambar , yang juga di ikuti oleh Aditya .
Setelah selesai makan , Evelyne bangkit berdiri , "Ikuti saya !" perintah nya .
"Ayo tuan muda !" kata Irene menggamit tangan Aditya , menyuruh nya mengikuti Evelyne .
Tanpa banyak bicara lagi , Aditya berjalan mengikuti langkah Evelyne dari belakang .
Setelah mereka tiba di depan pintu sebuah ruangan , Irene berdiri di samping pintu , mempersilahkan Aditya untuk masuk , sementara diri nya tetap di luar .
"Kau tidak ikut masuk kak Irene ?" tanya Aditya heran .
"Tidak tuan !, siapapun tidak diperkenankan masuk keruangan itu , apapun alasan nya , kecuali tuan besar dan putra putri nya !" sahut Irene sambil mendorong tubuh Aditya untuk memasuki pintu itu .
Setelah Aditya masuk , pintu itu secara otomatis menutup sendiri .
Ruangan itu tidak terlalu besar , hanya sekitar dua meter kali tiga meter saja .
Diruangan itu tidak terdapat apa apa , cuma ruangan kosong dengan sebuah lemari tua dan meja antik saja .
Beberapa saat berlalu , tiba tiba tembok di sebelah kanan bergeser kesamping , dan sebuah pintu terbuka menuju kesebuah ruangan lain nya .
Ruangan itu cukup besar , dengan beberapa lemari berdiri berjejer di dalam nya .
Melewati ruangan itu , ada lagi sebuah ruangan lain nya , mirip ruang keluarga , dengan beberapa sofa panjang disitu.
Di tembok ruangan itu , ada beberapa lukisan dan photo photo yang di gantung berjejer rapi .
Ketika melihat ke tembok ruangan itu , wajah Aditya terperanjat , saat melihat sebuah photo yang tergantung di dinding .
Photo seorang pemuda berseragam tentara , menenteng bedil di tangan nya .
Tetapi bukan itu yang membuat Aditya kaget , wajah laki laki muda di dalam photo itu , persis seperti Aditya sedang menatap cermin , cuma beda nya , pemuda di photo itu lebih tinggi dan kekar Dari pada diri nya .
Di sebelah nya lagi ada photo laki laki itu , namun sedikit lebih tua , dengan seorang wanita dan seorang bayi kecil .
...****************...