NovelToon NovelToon
Cermin Hati Yang Terbelah .

Cermin Hati Yang Terbelah .

Status: tamat
Genre:Berondong / Tamat
Popularitas:59.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alvinoor

Aditya , seorang remaja miskin , karena dosa yang tidak sengaja dia buat , terpaksa di kejar kejar dua kelompok gangster .

lalu ada lagi para pembunuh bayaran yang mengincar nyawa nya , atas suruhan seseorang .

Ada pula sekelompok preman , yang mencari nya , juga atas suruhan seseorang .

Dapatkah Aditya mengatasi masalah nya .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Evelyne yang misterius .

Seminggu sudah Aditya hilang tanpa ada kabar berita nya lagi .

Dan selama itu pula kedua wanita jelita itu berada di kantor tanpa pernah pulang ke Mansion barang sebentar saja .

Sebenar nya , kemanakah hilang nya Aditya ? ....

Kita kembali ke beberapa saat , setelah waktu terjadi nya penculikan itu .

Pagi hari nya .

Aditya membuka mata nya perlahan , mengedipkan beberapa kali agar pandangan nya yang masih buram itu menjadi normal kembali .

Di tatap nya kesekeliling nya , nampak sebuah kamar mewah yang sangat luas , dengan berbagai barang yang tidak dia mengerti .

Aditya berusaha duduk perlahan , kepala nya terasa masih pusing , mungkin karena terlalu banyak tidur .

Rupanya dia tertidur di sebuah tempat tidur mewah , namun bukan di Mansion milik Aurelia .

Aditya bermaksud bangkit berdiri , namun kembali terduduk di tempat tidur .

Entah sudah berapa lama dia tertidur , hingga kepala nya terasa pusing .

Kembali dia berusaha bangkit berdiri dengan berpegangan pada tepi spring bed nya .

Setelah keseimbangan tubuh nya normal kembali , perlahan lahan dia melangkah menuju kearah kamar mandi .

Sebuah kamar mandi yang mewah dan besar , dengan sebuah Betab terbuat dari keramik terlihat didalam kamar mandi itu .

Aditya mengguyur tubuh nya dengan semprotan air dari shower sambil mengisi Betab dengan air hangat .

Setelah air hangat memenuhi Betab , di masukan nya tubuh nya kedalam Betab itu sambil berendam beberapa saat lama nya .

Beberapa puluh menit kemudian , Aditya keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian seragam nya kembali .

Namun di luar kamar mandi , dia melihat seorang wanita muda berdiri tidak jauh dari pintu kamar mandi itu , sambil membawa satu stelan pakaian untuk nya .

"Tuan muda silahkan ganti pakaian dengan pakaian ini , tuan muda sudah di tunggu non Evelyne di ruang makan !" kata wanita muda yang cantik itu .

Tanpa mau membantah lagi , Aditya segera menyambar pakaian itu , lalu masuk ke dalam kamar mandi kembali untuk berganti pakaian .

Beberapa saat kemudian , Aditya sudah berganti pakaian dengan pakaian baru yang sangat pas di tubuh nya .

Saat dia keluar dari kamar mandi , di lihat nya wanita muda itu masih berdiri di samping pintu kamar mandi itu .

"Silahkan tuan duduk di kursi itu , saya akan merapikan pakaian dan rambut tuan muda !" kata wanita itu .

Karena risih dan tidak terbiasa dengan pelayanan aneh seperti itu , akhir nya Aditya menolak nya , "Tidak !, tidak usah kak !, saya bisa sendiri !" ...

"Tuan muda tidak boleh menolak nya , atau saya akan mendapatkan hukuman dari non Evelyne !, karena mulai sekarang , saya adalah pelayan pribadi tuan muda !" kata wanita muda itu sambil merebut sisir dari tangan Aditya , lalu menyisir rambut pemuda itu , merapikan pakaian nya .

"Tuan muda sudah rapi dan tampan , marilah kita turun , non Evelyne sudah menunggu tuan muda !" kata wanita itu lagi .

"Tunggu dahulu kak !, banyak yang saya tidak mengerti , pertama nama kakak siapa ?" tanya Aditya .

"Nama saya Irene tuan , saya pelayan pribadi tuan !" kata wanita muda cantik itu mengulangi perkataan nya .

"Nah yang kedua , dilihat dari wajah kakak , seperti nya kakak bukan asli orang sini ?" tanya Aditya lagi .

Sambil membungkukan badan nya , wanita bernama Irene itu berkata , "tebakan tuan benar , saya berasal dari Italia , seorang yatim-piatu terlantar di pinggir jalan , yang di pungut oleh tuan besar !" jawab Irene .

"Tetapi kenapa kau pandai berbahasa kami ?" tanya Aditya .

"Itu karena saya memang dipersiapkan tuan besar untuk menjadi pelayan pribadi tuan muda , sehingga sedari awal di pungut , saya sudah di biasakan berbicara dengan bahasa tuan muda !" jawab Irene sambil mempersilahkan Aditya untuk keluar dari kamar itu .

Aditya keluar dari kamar itu , sebuah ruangan sangat besar terbentang didepan mata nya .

Dari jendela ruangan itu , dia melihat keluar , nampak di kejauhan , ada bentangan lautan luas yang membiru .

Aditya menjulurkan kepala nya di jendela itu , hati nya tercekat , kini dia baru sadar jika dia berada di sebuah Mansion mewah bertingkat lima .

"Mari kita turun tuan , non Evelyne sudah lama menunggu kita !" kata Irene sambil mempersilahkan Aditya masuk ke tangga lift .

Ketika mereka keluar dari lift , kini mereka berada di lantai dasar Mansion itu .

Kali ini Aditya yang berjalan mengikuti di belakang Irene .

Setelah melewati beberapa pintu , akhirnya mereka tiba disebuah ruangan yang di kelilingi oleh hiasan ornamen seperti gunung gunung batu , dan di sekeliling ruangan itu , ada kolam hias melingkar yang berisi aneka warna ikan Koi .

Di tengah tengah ruangan yang cukup luas itu , ada sebuah meja makan panjang dengan sederet kursi di sekeliling nya .

Di meja paling ujung , ada tiga buah kursi mewah , dengan satu kursi yang kanan di isi seorang wanita muda pula dengan wajah sangat cantik , khas wanita Eropa Timur yang berhidung mancung mancung .

Irene mempersilahkan Aditya duduk di sebelah kiri dan menyisakan kursi yang tengah kosong .

Wanita Muda itu tersenyum pada Aditya , membuat wajah cantik nya menjadi semakin cantik saja .

Wanita muda itu berdiri dan membungkukan badan nya pada Aditya .

Karena tidak mengerti apa apa , Aditya ikut membungkukan badan nya dihadapan wanita itu .

"Selamat datang di istana ini adik !, maaf bila cara kakak mengundang kamu sangat berlebihan , kenalkan nama kakak Evelyne Hasanov !" kata wanita cantik itu .

"Terimakasih kak , tetapi banyak hal yang tidak Didit mengerti , kakak ini siapa ?" tanya Aditya heran .

"Nanti kita bicara lagi , sekarang kita sarapan dulu !" kata Evelyne sambil mengambil sepotong roti panggang yang sudah di taburi keju , memotong nya dengan pisau kecil , lalu memasukan nya kedalam mulut nya .

Aditya yang cerdas , meskipun belum pernah makan seperti itu , ikut memakan roti di piring nya seperti cara Evelyne makan .

Setelah selesai makan , Evelyne menegak segelas susu hambar , yang juga di ikuti oleh Aditya .

Setelah selesai makan , Evelyne bangkit berdiri , "Ikuti saya !" perintah nya .

"Ayo tuan muda !" kata Irene menggamit tangan Aditya , menyuruh nya mengikuti Evelyne .

Tanpa banyak bicara lagi , Aditya berjalan mengikuti langkah Evelyne dari belakang .

Setelah mereka tiba di depan pintu sebuah ruangan , Irene berdiri di samping pintu , mempersilahkan Aditya untuk masuk , sementara diri nya tetap di luar .

"Kau tidak ikut masuk kak Irene ?" tanya Aditya heran .

"Tidak tuan !, siapapun tidak diperkenankan masuk keruangan itu , apapun alasan nya , kecuali tuan besar dan putra putri nya !" sahut Irene sambil mendorong tubuh Aditya untuk memasuki pintu itu .

Setelah Aditya masuk , pintu itu secara otomatis menutup sendiri .

Ruangan itu tidak terlalu besar , hanya sekitar dua meter kali tiga meter saja .

Diruangan itu tidak terdapat apa apa , cuma ruangan kosong dengan sebuah lemari tua dan meja antik saja .

Beberapa saat berlalu , tiba tiba tembok di sebelah kanan bergeser kesamping , dan sebuah pintu terbuka menuju kesebuah ruangan lain nya .

Ruangan itu cukup besar , dengan beberapa lemari berdiri berjejer di dalam nya .

Melewati ruangan itu , ada lagi sebuah ruangan lain nya , mirip ruang keluarga , dengan beberapa sofa panjang disitu.

Di tembok ruangan itu , ada beberapa lukisan dan photo photo yang di gantung berjejer rapi .

Ketika melihat ke tembok ruangan itu , wajah Aditya terperanjat , saat melihat sebuah photo yang tergantung di dinding .

Photo seorang pemuda berseragam tentara , menenteng bedil di tangan nya .

Tetapi bukan itu yang membuat Aditya kaget , wajah laki laki muda di dalam photo itu , persis seperti Aditya sedang menatap cermin , cuma beda nya , pemuda di photo itu lebih tinggi dan kekar Dari pada diri nya .

Di sebelah nya lagi ada photo laki laki itu , namun sedikit lebih tua , dengan seorang wanita dan seorang bayi kecil .

...****************...

1
Fikri Alam
kalau mancing untuk menyiksa memang TDK boleh,tp klau untuk makan TDK masalah...jd gimana klau seorang nelayan yg istrinya hamil...👍☺️
Herybae Hery
ajak siram2 an kebon biar gak sedih lg 😃😃
Herybae Hery
ayo dit siram kebon nya,😃😃😃
Herybae Hery
Luar biasa
Apis
lain dari yg lain nich novel 🤣🤣🤣
Dida Madu Pati
lha bukanya ada pengawal dan slalu diawasi daei jarak jauh
hairul amin
Luar biasa
Bagian Pendaftaran Cristal Biru Meuligo
Lumayan
Erni Ramadan
awal cerita yg bagus..
Arsenio Cadas Hady
keren.. sy suka karyamu
Rikarico
rese jg aditditditdit🤣
Rikarico
nah kan
Rikarico
di prank oleh aditditditditdit
Rikarico
matikan aja thor
Rikarico
good
Rikarico
jgnkan Aditya aku aja marah🤣
Rikarico
bego jg ya aurelia masa rmh segitu bagusga pnya cctv
Rikarico
BKN nya klo istri LG hamil si suami ga boleh mancing ya
Rikarico
semakin.menarik
Rikarico
owh trnyata Adit ank seorg prajurit kah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!