Ayang harus rela menikah dengan Rezef, seorang tuan muda kaya yang mempunyai bayi misterius.
Status Ayang yang sebelumnya seorang baby sitter mendadak berubah menjadi istri.
Apa yang terjadi diantara mereka? Dan siapa bayi misterius itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shim Chung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Deep Talk I
Rezef pulang ke mansion dengan penuh kekesalan, dia masih merasa dipermainkan oleh kakek Regis.
Sementara Ayang sendiri seperti biasa mengurus bayi Kiko sebagai tugas utamanya.
Ketika melihat Rezef pulang, Ayang menyambut kedatangan pemuda itu dengan menggendong bayi Kiko.
"Kenapa pulang terlambat?" tanya Ayang ingin tahu.
Rezef yang masih kesal tidak menjawab pertanyaan Ayang, matanya justru mengarah pada bayi Kiko yang tampak tenang digendongan istrinya itu.
"Untuk sementara jangan perlihatkan Kiko padaku dan kita pisah kamar," ucap Rezef kemudian.
Pasti terjadi sesuatu, Ayang tidak mau menambah emosi Rezef jadi yang bisa gadis itu lakukan hanyalah menuruti permintaan sang tuan muda.
"Baiklah kalau itu maumu," balas Ayang.
Keduanya benar-benar pisah kamar dan Ayang berusaha tidak memperlihatkan bayi Kiko pada Rezef.
"Padahal bayi ini tidak salah sama sekali," gumam Ayang ketika bayi Kiko tertidur di gendongannya.
Sebenarnya Ayang ingin membicarakan masalah parenting bayi jaman sekarang supaya bayi terbiasa mandiri sejak bayi.
Tapi, sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat.
"Dasar labil!" Ayang jadi kesal pada Rezef.
*
*
Padahal Rezef yang meminta pisah kamar dengan Ayang tapi pemuda itu yang justru gelisah sendiri.
Dia merasa seperti suami brengsekk walaupun Rezef sendiri tidak mengakui pernikahannya.
Mungkin ini yang dinamakan kekuatan sakral.
Akhirnya Rezef sendiri yang mencari Ayang di kamar bayi Kiko.
Di dalam sana Ayang sudah tampak tidur dan perlahan Rezef mencoba menggendong gadis itu.
"Untung aku rajin angkat beban," batin Rezef yang merasa mampu menggendong tubuh Ayang.
Namun, Ayang yang sensitif langsung membuka matanya karena merasa ada yang memegang tubuhnya.
"Tuan muda, apa yang kau lakukan?" tanya Ayang seraya menggeser tubuhnya menjauh.
Gadis itu berdiri dan menatap jengkel ke arah Rezef.
"Kenapa kemari?"
"Ke kamarku yuk!" ajak Rezef yang ingin berbicara empat mata.
"Bukankah kau tadi meminta pisah kamar?" Ayang tak habis pikir.
"Aku tadi terbawa emosi, sekarang mau ya?" balas Rezef dengan wajah memelas. Dia berusaha membujuk istrinya itu.
Sebenarnya Ayang masih kesal tapi dia juga ingin tahu apa yang terjadi pada suami labilnya itu.
"Baiklah, aku juga ingin berbicara padamu," balas Ayang setuju.
Akhirnya keduanya pergi ke kamar Rezef setelah melihat bayi Kiko aman untuk ditinggal.
Di dalam kamar, Rezef berbaring di atas ranjang dan meminta Ayang berbaring di sampingnya.
"Kau tidak akan menggosokkan benda aneh itu lagi, 'kan?" tanya Ayang yang waspada.
"Milikku bukan benda aneh, aku merasa tersinggung," Rezef tidak terima benda pusakanya dikatakan seperti itu.
"Janji dulu walaupun kau tidak bisa menepati janji," Ayang menuntut supaya dirinya aman.
"Aku berjanji tidak akan menyentuhmu, apa kau puas sekarang?" balas Rezef membuat janji.
Karena sudah merasa yakin, Ayang mendekat dan membaringkan dirinya di samping pemuda itu.
Di tengah mereka ada sebuah guling sebagai pembatas.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Ayang memulai pembicaraan.
Rezef menghela nafasnya sejenak. "Aku tadi siang menemui kakek di kantor dan kami sedikit bertengkar lagi!"
"Hah?" Ayang tidak habis pikir.
"Aku menuduh kakek dalang dibalik semua ini," jelas Rezef.
"Atas dasar apa kau menuduh kakek melakukan itu?" Ayang bertanya lagi.
"Karena laki-laki tua itu menikahkan kita begitu saja," jawab Rezef dengan nada yang kesal.
"Maksudmu aku bekerja di sini bagian dari rencana kakek?" Ayang semakin mengerti arah pembicaraan mereka.
makin seru niichh...
Sungguh mantap sekali 🌹🌹🌹🌹 terus lah berkarya dan sehat selalu ✌️
mantap..