Misi Lomba #SweetMarriage #BersatuKarenaAnak
Akibat kesalahannya, akhirnya dia hamil dan ayah gadis ciliknya baru tahu setelah melihat putrinya berusia lima tahun.
Keira Wyatt adalah seorang pianis yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Savero Victor, pengusaha perhiasan Victoria and Co. Keduanya terlibat cinta semalam dan setelahnya mereka tidak bertemu lagi. Beberapa tahun kemudian, Savero melihat Keira bersama dengan seorang gadis cilik berusia lima tahun dan mirip dengannya. Kali ini Savero bertekad mendapatkan Keira dan Vevina putrinya, meskipun dirinya tidak percaya lembaga pernikahan tapi demi keduanya, Savero bersedia melangkah ke altar. Demi Veve. Tapi apakah Savero dan Keira bisa saling mencintai atau hanya demi putri mereka?
Follow my IG @hana_reeves_nt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
After Kidnapping
Bronx NY
Agen Park Joon-seo bersama dua anggota taktis menaiki tangga darurat dan mencari tempat strategis untuk bisa mengintai dengan senapan snipernya, begitu juga dengan anggota taktis lainnya.
"Aku sudah di posisi" jawab Agen Park Joon-seo sambil melihat posisi gedung apartemen yang disinyalir tempat Diana dan Vevina ditahan.
"Kita tunggu sampai terlihat Diana..." ucap Omar di earpiece nya di belakang gedung kosong itu. Ayah dua anak itu bersama dengan Maggie dan dua anggota khusus itu hendak masuk lewat pintu belakang.
"Tunggu OZ ! Aku melihat lima orang pria masuk ke dalam gedung..." ucap Tiffany.
"Aku tidak bisa menunggu ! Putriku dalam bahaya !" bisik Omar.
"OZ ... "
"Ada apa Park ?"
"Aku melihat Diana. Dia menodongkan pistol ke arah pintu !" jawab Agen Park Joon-seo yang melihat dari jendela kamar mandi. "Vevina ada di belakang punggung Diana. Mereka di kamar mandi OZ !"
"Kita menyerbu ! Bagaimana Diana bisa mendapatkan pistol?" tanya Omar Zidane sambil masuk ke dalam gedung.
Agen Park Joon-seo mengarahkan lensa snipernya dan terkejut melihat ada sosok mayat bersimbah darah, baik di paha dan kepalanya. Posisi gedung yang didatangi Agen berdarah Korea Selatan itu memang lebih tinggi dari gedung tempat Diana disekap.
"OZ ... Tampaknya salah satu penculiknya sudah dibunuh Diana."
Omar Zidane menghentikan langkahnya. "Dibunuh Diana? Ya Allah, cukup buat gila saja bukan dihilangkan nyawanya... Ampun deh !"
Maggie tersenyum simpul karena tahu bagaimana panasannya anak-anak Omar Zidane. "Mungkin dia harus melakukannya, OZ" ucap Maggie.
Omar Zidane menggelengkan kepalanya dan tetap maju menuju unit apartemen yang diperkirakan tempat putrinya dan Vevina disekap. "Park, awasi Diana !"
"Baik OZ !" Agen Park Joon-seo mengawasi dari lensa snipernya.
***
Sementara itu...
Vevina terbangun dan melihat Diana tampak mode siaga dengan pistol ditodongkan ke pintu kamar mandi yang tertutup.
"Tante..." bisik Vevina.
"Veve, kamu sembunyi di punggung Tante !" perintah Diana yang tidak mau Vevina melihat mayat penjahat di lantai. Diana tidak mau gadis cilik itu mendapatkan trauma yang lebih dramatis lagi setelah menjadi korban penculikan.
"Tante, kepala Veve sakit..." isak Vevina sambil menyandarkan kepalanya di punggung Diana.
"Bersabarlah! Bantuan akan segera datang." Diana menoleh ke belakang punggungnya. "Nanti kita ke rumah sakit ketemu Mommy dan Daddy, biar Veve satu kamar dengan Daddy ya?"
Vevina mengangguk sambil memeluk Diana. "Veve mau es klim."
"Nanti Tante belikan yang ba..."
POP ! POP ! POP !
"FBI !"
Diana mendengar suara yang dikenalnya. Daddy ! Lalu gadis itu melihat ke arah jendela dan tampak seorang agen dengan senapan sniper. Siapa itu?
Tak lama...
"Diana ! Veve !"
BRAK !
Diana nyaris menembak saat pintu itu di buka dan melihat wajah yang sangat dikenalnya.
"Daddy !" serunya membuat Omar langsung memeluk putrinya dan Diana menangis dalam pelukan ayahnya. "Daddy... Bawa Veve. Jangan sampai melihat yang di bawah ..." ucap Diana di sela-sela isaknya.
Omar melepaskan pelukannya dan tersenyum ke arah Vevina yang tampak takut. "Veve, sama Opa tapi merem ya. Veve bisa kan? Nanti kita makan gelato..."
"Bisa Opa..." jawab Vevina.
"Jangan buka mata sampai Opa bilang buka ya."
Vevina mengangguk dan memejamkan matanya. Omar langsung menggendong Vevina dan keluar dari kamar mandi itu sedangkan Diana dibantu oleh Maggie untuk keluar.
"Good job Diana" ucap Maggie sambil memeluk Diana.
"Tante tidak tahu rasanya seperti apa ..." balas Diana dengan nada gemetar. "Aku membunuh orang ..."
"It's not your fault ( bukan kesalahan kamu ). Kamu berusaha membela diri kamu, menyelamatkan nyawa. Kamu..." senyum Maggie sambil berjalan dengan merangkul Diana.
Tiffany dan Billy Boyd yang melihat Diana tampak berantakan, langsung bergantian memeluk gadis itu.
"Tangan kamu terluka Di" seru Tiffany.
"Luka kecil" senyum Diana.
"Ayo keluar..." ajak Maggie sedangkan Diana melihat ada dua orang tewas disana sedangkan tiga orang lainnya tampak terluka dan ditahan para tim khusus FBI.
Diana keluar bersama Maggie dan langsung diarahkan ke mobil ambulans. Gadis itu melihat Vevina sudah bersama Keira dan Omar membelikan es krim untuk mengurangi rasa traumanya.
Keira memeluk erat Vevina dengan dijaga Joe dan Omar Zidane serta dua agen FBI lainnya. Diana merasa lega bahwa keponakannya selamat, dia juga selamat.
"Tante Maggie..." panggil Diana.
"Ya Sayang?"
"Kepalaku pusing..." Tak lama Diana pun merasakan semuanya gelap dan sebelum dirinya jatuh ke tanah, sepasang tangan kokoh menahan tubuhnya.
"Dianaaa ! " teriak semua orang.
***
Diana membuka matanya dan melihat tiga orang yang sangat dikenalnya.
"Ya ampun sayang, kamu pingsan lama sekali..." ucap Nadya sambil memeluk dan menciumi wajah putrinya.
"Berapa hari?" tanya Diana lemah.
"Hampir 48 jam. Kata Tante Bee, kamu mengalami trauma parah..." balas Aslan.
"48 jam? Yaaaahhhh..." Diana tampak manyun.
"Kenapa princess?" tanya Omar.
"Aku kehilangan momen nonton film seri kesayangan aku di Netflix..." keluh Diana sambil manyun. "Harusnya kan kemarin episode terakhir..."
Ketiga anggota keluarga Zidane hanya melongo mendengar ucapan calon pengacara itu.
"Oke Mom, don't worry. Dindin badindin sudah normal lagi ..." ucap Aslan sambil berjalan keluar kamar Diana.
"Mas Singa Jelek !" panggil Diana.
"Apa ?" Aslan berbalik.
"Beliin Soju ... "
Omar dan Nadya hanya menggelengkan kepalanya. "Diana sudah kembali, Manusia Sphinx..."
"Kamu itu masih diinfus Dindin ! Kagak ada Soju !" hardik Aslan sebal.
***
Savero memeluk erat Vevina yang sudah lebih baik dibandingkan Diana dan putrinya tampak bisa mengatasi traumanya tapi tetap mendapatkan konseling dari psikolog anak. Nadira McCloud yang datang demi keponakannya, tampak menghibur Keira yang tampak gelisah. Bukan hanya Vevina yang mengalami trauma, tapi Diana pun juga.
"Tante Nadira, apakah Veve akan baik-baik saja ?" tanya Keira dengan cemas.
"Selama kamu dan Savero bisa membuat Veve melupakan kejadian itu, insyaallah putrimu akan baik-baik saja... Butuh proses, Kei tapi Tante yakin kalian bisa membuat Veve ceria lagi" senyum Nadira.
Karena kasus ini adalah kasus besar, otomatis sebagai chief BAU, Pedro Pascal pun datang ke New York, guna membantu penyelidikan Omar Zidane.
"Aku salut dengan Diana... Dia pemberani... Aku mungkin tidak bisa seperti dia kalau berada di sana. Dia sangat tenang..." ucap Keira yang mendengar cerita dari Maggie.
"Kalau kasus Diana, adrenalin yang bekerja, Keira. Mungkin kamu juga akan melakukan hal yang sama dengan Diana jika dalam situasi itu. Fokus Diana adalah Vevina dan berusaha menyelamatkan mereka berdua" jawab Nadira.
Keira mengangguk. "Aku sangat bersyukur Veve ada Diana disana. Dan mereka selamat semuanya..."
Nadira memeluk Keira. "Itu yang terpenting..."
***
Diana bertanya pada ayahnya, siapa sniper di atas gedung sebelah tempat dia disekap dan akhirnya dia bisa bertemu dengan pria itu.
"Astaghfirullah ! Kok bisa vampir siang-siang nembak orang? Bukannya vampir siang itu tidur ya?" goda Diana ke agen Park Joon-seo yang hanya memasang wajah datar ke putri bossnya.
"You're welcome, miss Diana..." jawab pria berdarah Korea Selatan itu dingin.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
bayikknya aja yg sering loncat bacanya ...maaf kan ya kk🤭🤭🤭
bayikknya aja yg sering loncat bacanya ...maaf kan ya kk🤭🤭🤭
Excuse me.... I am a lawyer by the way 😂😂😂😂