Mengisahkan tentang han jiho, seorang putra dari keluarga kaya yang memiliki penampilan elegan juga kecerdasan yang tajam.
Akan tetapi,ia memiliki sikap yang sombong,egois,dan dingin sehingga membuat dirinya sangat sulit untuk menjalani hubungan asmara dengan wanita manapun.
Namun,pada suatu hari ia akhirnya dipertemukan dengan Choi Seo-Ah , seorang gadis cantik nan manis yang juga dari keluarga kaya namun, memilih untuk meninggalkan kekayaan keluarga nya demi hidup layaknya orang biasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon metha_bts, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Recurring disputes
...˚ ༘♡ ·˚꒰ₑₚᵢₛₒdₑ 22꒱₊˚ˑ༄...
Seo ah pun secara tidak sadar membalas pelukan dari jiho, dengan hatinya yang masih berdegup kencang.
”maaf,maaf,aku tidak sengaja memeluk mu,seo ah"
"aku harap kau tidak tersinggung dengan apa yang aku lakukan barusan" ucap jiho yang juga merasa aneh dengan sikapnya ini, seolah benar-benar sangat merindukan sosok dihadapan nya itu.
Karena dalam hampir 1 bulan ini, jiho sama sekali tidak bisa melihat seo ah karena dia lebih memfokuskan diri nya di persaingannya antara ia dan kakak nya yoojung.
"tidak apa-apa pak,sekali lagi saya ucapkan selamat atas jabatan baru bapak, kalau begitu saya permisi pak"
"tunggu sebentar seo ah".jiho menghentikan langkah seo ah dan kembali berdiri di hadapan seo ah.
"iya pak,ada apa?"
"saat dinner waktu itu, bukan kah ada sedikit kekacauan di sana,saat tiba-tiba kau melihat ayahmu, bagaimana kalau malam ini kita kembali dinner " ucap jiho kepada seo ah mengingat kejadian tempo hari yang merusak makan malam mereka.
"baiklah, kalau begitu saya permisi pak".Seo ah pun pergi dari ruang kerja jiho dengan senyuman yang mengembang di bibir nya.
Begitu pula dengan jiho yang tersenyum sumringah, melihat senyuman dibibir seo ah.Namun, senyuman nya pun memudar dikala pintu ruangannya terbuka dan memperlihatkan sosok wanita yang paling ia benci sedari kecil,yaitu kakak nya Han yoojung.
"CEO Han group" ucap yoojung sembari menyeringai kecil kearah jiho.
Melihat kehadiran sang kakak diruang kerja nya, benar-benar menghancurkan mood baik nya di hari itu.
Jiho lalu melangkah menuju ke meja kerja nya,dan menyibukkan diri dengan layar laptop nya.
"Dengarkan hal ini jiho,jangan anggap semua nya sudah berakhir,ya... perusahaan ini memang sudah menjadi milikmu"
"tapi kekayaan dari keluarga Han, tidak akan pernah aku biarkan menjadi milikmu,Han jiho". Terlihat jelas ekspresi marah yang ditunjukkan oleh yoojung kepada adiknya itu.
"sedari kecil,kau selalu merampas apa yang aku inginkan, termasuk ayah ku.Tapi ini baru permulaan, seperti yang telah ku katakan barusan"
"bahwa aku tidak akan membiarkan mu, merampas apa pun yang menjadi hak ku" Tegas yoojung dengan sedikit meninggikan suaranya.
Jiho pun menatap yoojung,dan beranjak dari tempat duduk lalu berdiri dihadapan Han yoojung. "aku tidak pernah berniat, dan merasa merampas apa pun yang kau inginkan, termasuk ayah"
"yang benar itu adalah,kau tidak berani merampas karena takut dengan kemampuan ku,bukan tidak berniat " Pungkas yoojung dengan semakin meninggikan suaranya.
Dengan masih bersikap tenang,jiho sedikit menghela nafasnya mencoba untuk tenang menghadapi sikap emosional dari sang kakak, karena telah merebut posisi penting di perusahaan.
"sejak dulu, hingga sekarang aku selalu bilang kepada mu,bahwa aku tidak ingin bertikai dengan mu karena kita adalah keluarga juga karena kau adalah kakak ku" Jelas jiho yang menyangkal semua ucapan kakaknya, kalau dia ingin merampas semua kekayaan keluarga Han.
Mendengar itu, yoojung hanya tertawa kecil dengan nada mengejek.
"keluarga?kita keluarga katamu?dari dulu,aku tidak pernah menganggap mu sebagai bagian dari keluarga atau pun seorang adik"
"bagiku,kau adalah benalu dalam hidupku, dimana selalu aku yang dirugikan dan tersingkirkan,hanya karena ada dirimu dan ibumu si Lim Mina yang hadir ditengah-tengah kebahagiaan keluarga ku" Ketus yoojung dengan menunjuk wajah jiho.
Dengan marah nya,jiho pun menepis dengan kasar tangan kakaknya yang menunjuk wajahnya dengan begitu ketus nya.
"jangan bawa-bawa nama ibuku,atau aku tidak akan segan-segan menyakiti mu,Han yoojung"
"aku tahu kau yang menyingkirkan ibuku di perusahaan ini,tapi aku akan terus mencari bukti bahwa kau benar-benar pelaku nya" murka jiho dengan meninggikan suaranya,yang untuk pertama kalinya dia lakukan kepada kakaknya.
Yoojung lalu pergi, sembari mengepalkan kedua tangannya seakan masih menyimpan dendam dengan jiho.
Setelan yoojung pergi,jiho pun terduduk di lantai dekat tangan yang masih gemetar dengan air mata yang keluar dari pelupuk matanya.Karena dia tidak pernah sekalipun meninggikan suaranya kepada siapa pun itu,bahkan ketika ia bertikai dengan kakaknya sedari kecil ia hanya diam dan menatapnya dengan dingin.
Pintu ruangan pun terbuka, dengan langkah kaki seseorang yang berjalan menuju kearah jiho,lalu memeluk nya seakan berusaha menenangkan nya.
"semua nya akan baik-baik saja" ucap nya dengan lembut,sembari memeluk jiho.
Jiho pun perlahan melihat orang yang kini memeluknya,dan menatap nya cukup lama.
...-...
...-...
...-...
...-...
...·*˚ ༘₊· ͟͟͞͞꒰➳Bₑᵣₛₐₘbᵤₙgˏˋ°•*⁀➷*...