NovelToon NovelToon
Penunggu Pohon Jambu

Penunggu Pohon Jambu

Status: tamat
Genre:Kutukan / Persahabatan / Cintapertama / Mengubah Takdir / Horor / Tamat
Popularitas:55.7k
Nilai: 5
Nama Author: 🌹Ossy😘

Kematian Arin yang tidak disangka malah menimbulkan petaka. Padahal keluarga dan semua teman sahabat tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba mereka mendapatkan teror dari makhluk yang mengaku roh dari Arin. Ikuti kisahnya . Banyak rahasia tersembunyi di balik apa yang terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 🌹Ossy😘, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Pagi itu semua berjalan seperti biasanya. Aktivitas pagi tetap berjalan normal. Bunda dan Ran memasak di dapur. Rama berangkat sekolah dan Ayah bersiap untuk berangkat kerja. Tidak ada satupun dari mereka yang membahas kejadian semalam

Mereka seperti sengaja tidak ingin membahas hal tersebut. Mereka ingin semua itu segera berlalu.

Semalam setelah kejadian di halaman, mereka berempat langsung masuk kamar dan tidur. Ayah sudah berpesan pada mereka agar jangan sampai terlihat kalau mereka terganggu dengan kejadian aneh belakangan ini.

" Kalian harus bersikap biasa kalau keluar rumah. Ingat jangan sampai orang melihat kalau kita merasa takut dan terpengaruh dengan kejadian-kejadian dan isu-isu yang ada belakangan ini. Anggap tidak terjadi apa-apa."

Itu yang ayah ucapkan tadi malam. Tentu saja bunda dan Ran merasa bingung. Bagaimana mungkin bisa bersikap biasa setelah mengalami kejadian menyeramkan. Namun ucapan ayah selanjutnya membuat mereka semua paham.

" Ada orang yang sengaja ingin membuat keluarga kita dalam ketakutan. Ada orang yang ingin melihat keluarga kita hancur. Mungkin ada yang dendam sama kita. Mereka ingin membuat orang-orang benci sama keluarga kita. jangan keluar rumah kalo tidak penting. Ingat itu. Demi kebaikan dan ketenangan keluarga kita. Tunjukkan bahwa kalian baik-baik saja. Tunjukkan bahwa keluarga kita tidak terpengaruh sedikit pun dengan semua cerita yang tersebar di masyarakat. Ayah akan segera mencari tahu inti permasalahannya."

Semua orang menjadi mengerti keadaan sebenarnya. Entah apa yang ayah lihat tadi malam. Sepertinya ayah menemukan sesuatu yang bisa jadi petunjuk dari semua yang terjadi belakangan ini. Namun ayah tidak mengatakan apa yang dia temukan semalam.

" Ran, pulang kerja langsung pulang dan minta Rama menjemput. Ingat jalan lewat jalan yang sepi. Ayah tidak mau kamu mengalami hal yang menyeramkan lagi. "

" Baik ayah..." Ran mengangguk. Memang benar ucapan ayah. Dia harus waspada. Harus bisa menjaga diri agar terhindar dari hal yang aneh lagi. Ran mulai mengerti keadaan, Selama ini dia mengalami kejadian aneh ketika sendirian. Dan dia harus menghindari melakukan sesuatu di tempat sepi dan sendiri.

" Bunda juga, bunda di rumah saja ya. Masih ada bahan masakan di kulkas kan. Belanja besok saja hari Sabtu . Ada Nia dan Rama . Biar ada yang mengantar. Dan ingat, jangan dengarkan omongan tetangga sekitar."

Ucap ayah.Dia memandang bunda dengan wajah tegas. Karena ayah tahu sifat bunda yang sangat lemah. Ayah hanya ingin menjaga kejiwaan sang istri agar tidak terpengaruh dengan apa yang akan terjadi di luar sana.

Ayah yakin setelah ini akan ada isu-isu yang lebih menakutkan beredar di masyarakat sekitar rumah mereka. Isu yang tersebar yang sengaja dibuat seseram mungkin. Isu yang sengaja ingin menjatuhkan martabat keluarga Yanto. Entah apa sebenarnya tujuan orang tersebut ayah tidak tahu. Karena dia masih mencoba menyimpulkan apa yang dia amati selama ini.

Rumah sudah sepi. Tinggal bunda saja. Ayah sudah berangkat kerja. Begitupun Rama sudah berangkat sekolah. Sedangkan Ran sedang bersiap. Ran memang berangkat agak siang. Karena memang jam kerjanya mengharuskan dia berangkat siang dan pulang agak malam. Ran kerja di sebuah mall di bilangan Jakarta Selatan. Ran bekerja di sebuah food court yang buka dari jam sepuluh pagi sampai jam delapan malam.

Pagi itu Ran berangkat kerja seperti biasa. Dia juga melewati jalan yang biasa dia lalui. Dan dari kejauhan, dia sudah mendengar suara orang yang sedang berbincang. Samar-samar Ran mendengar orang sedang berbicara tentang arwah gentayangan.

Ran terus melangkah. Kata ayah Ran tidak boleh mendengarkan cerita seperti itu. Kata ayah itu akan membuat kita akan selalu berpikir tentang hal tersebut. Ran mempercepat langkah. Dia tidak mau lagi mendengar cerita tersebut. Ran tidak mau jiwanya terganggu.

Ran ingin menuruti apa yang ayah ucapkan. Tapi apa yang ayah bilang memang benar. Suatu hal yang tidak pantas kita dengar kita tidak perlu mendengarkan. Karena itu akan mengganggu pikiran kita.

Ran semakin mempercepat langkah. Dia benar-benar ingin segera sampai tempat kerjanya. Dia tidak ingin lagi ingin tahu apa yang diperbincangkan warga desa itu. Biarlah mau ada arwah penasaran atau apapun itu, semua adalah urusan mereka. Ran hanya ingin konsentrasi bekerja dan mencari bukti atas semua yang terjadi di ruang mereka saja.

Sesampainya di tempat kerja Ran langsung menyibukkan diri dengan pekerjaan. Dia harus fokus bekerja agar tidak terpikirkan lagi hal-hal yang terjadi beberapa hari ini. Dan juga dia ingin melupakan sejenak desas-desus yang dia dengar tadi.

" Raaan.."

Ran tidak mendengar panggilan dari temannya. Saking fokusnya pada kerjaan Ran sampai mengabaikan semuanya.

"Hey Raan..."

Sari teman kerja Ran menepuk pundak Ran sedikit keras sambil memanggil namanya.

"Hah... Ada apa mbak.." Ran terlonjak dia sangat terkejut. Bahkan piring yang dia pegang sampai terlepas. Untuk piring plastik sehingga tidak pecah.

" Kamu kenapa sih Ran. Melamun ya. Kamu mikirin apa ?"

Ran hanya tersenyum. Dia menggeleng. Kemudian meneruskan pekerjaannya. Ran sedang tidak ingin berbincang dengan siapapun.

"Ran, sini dulu.."

" Apa sih mbak. Ran mau mengantar pesanan dulu. Itu meja nomer lima sudah menunggu dari tadi. Sudah tidak sabar kelihatannya." Ran melanjutkan pekerjaannya. Dia terus melangkah menuju meja nomer lima.

Sari menatap Ran dari jauh. Dia mengamati Ran dengan seksama. Sari melihat keanehan di diri Ran. Dia terlihat pendiam sekali. Walaupun baru kenal, namun sari sudah merasa cocok dengan Ran. Karena Ran anaknya rajin. Semua pekerjaan juga bisa.

" Ran , sini . Sudah selesai kan."

" Ran mau bersihin meja yang di ujung, terlihat kotor tadi." Ran seperti menghindar dari sari.

Ran tahu kalau sari ingin mengajaknya berbincang. Namun Ran sedang tidak ingin. Dia hanya ingin fokus bekerja tidak yang lain.

Tak terasa waktu cepat berlalu. Sore telah tiba. Seharian ini Ran bekerja sangat. rajin. Tidak sekalipun dia beristirahat. Dia berhenti bekerja hanya saat waktu sholat dan saat makan saja. Ran sengaja melakukan itu. Ran hanya ingin melupakan sejenak perkataan orang di warung tadi. Bagaimana orang tersebut mengatakan yang tidak baik tentang Ayah yanto. Tentu saja hal tersebut mengganggu pikiran Ran. Selama ini Ran tahu bagaimana ayah,mana mungkin semua berita itu benar.

Suasana mall tersebut sepi. Foodcourt ada di lantai 3A. Lantai khusus makanan itu tersedia lima puluh stand. Namun hanya tiga yang dibuka. Bukan karena tidak ada yang berminat berdagang, namun karena memang mall tersebut mulai sepi pengunjung. Di depan Mall tersebut juga berdiri mall lain. Mungkin pengunjung lebih merasa nyaman di sana sehingga yang disini menjadi sepi.

Adzan Maghrib berkumandang. Waktu sholat Maghrib telah tiba. Ran berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah wudhu Ran membetulkan jilbab yang dia pakai di cermin besar yang ada di wastafel.

Ran terperanjat. Dia menengok kanan dan kiri. Tidak terlihat seorang pun.

"Lalu siapa bayangan di cermin barusan." ucap Ran pelan.

Ran kembali membetulkan jilbabnya. Di layar kaca terlihat seorang perempuan berdiri di belakang Ran. Ran menoleh lagi. Tidak ada siapapun. Bulu kuduk Ran sudah meremang. Ran menyadari ada makhluk lain di sekitarnya.

Ran bergegas berlari keluar. Dia tidak ingin berlama-lama dalam kamar mandi. Dia tidak ingin mengalami hal aneh lagi.

Ran segera melaksanakan sholat Maghrib. Setelah itu akan merapikan warung dan ingin segera pulang. Area makan disana sudah sepi. Tidak terlihat satu pengunjung pun. Jarak stand yang buka lumayan berjauhan. Ada sekitar lima atau enam stand. Satu stand berukuran tiga kali enam meter. Jika diukur jarak stand yang buka kira-kira ada lima belas meter.

Setelah sholat Maghrib selesai, Ran segera mengerjakan tugasnya. Dengan sigap dia mengambil piring kotor, mengelap meja dan membawa piring kotor ke wastafel yang akan dicuci oleh Sari. Setelah itu merapikan etalase makanan juga.

Di saat dia masuk ke stand, tidak sengaja pandangan Ran melihat ke arah tempat duduk dipojok ruangan. Suasana malam yang sepi membuat pikiran kita berkelana entah kemana. Tapi ini bukan halusinasi Ran. Dengan sangat jelas Ran melihat perempuan yang tadi di kamar mandi sedang duduk di salah satu kursi.

Perempuan cantik dengan rambut hitam legam sepanjang punggung itu duduk menunduk. Wajahnya tidak terlihat jelas. Karena lampu yang sedikit temaram. Dan juga tertutup rambut.

Ran menghela nafas berat. Dadanya kembali sesak. Dia tahu itu bukan manusia. Bulu kuduk sudah berdiri. Ran mengalihkan pandanganya. Dia tidak ingin melihat ke arah sana. Ran merasa takut. Ran menunduk walaupun tangannya sambil merapikan perkakas.

Ran tidak ingin berteriak walaupun sebenarnya ingin. Dia hanya tidak ingin membuat gaduh. Tidak ingin membuat rekan kerjanya ketakutan. Ran mempercepat pekerjaannya. Masih dengan menunduk.

" Astaghfirullah Al adzim..."

Ran terkejut. Sosok perempuan itu sudah berdiri tidak jauh dari etalase.

" Ada apa Ran. Kenapa kamu berteriak." Sari yang mendengar teriakkan Ran menghentikan pekerjaannya dan mendekati Ran.

" Ada apa..?"

Ran melihat ke arah dimana sosok itu berada. Namun sekarang sudah tidak terlihat lagi. Ran menarik nafas lega.

" Tidak mbak, tadi tersenggol pinggiran etalase. Untung tidak terluka."

" Oh syukurlah. Ayo cepat selesaikan pekerjaan kita. Biar kita segera pulang. Cici sebentar lagi datang. Bisa mengomel dia kalau pekerjaan kita belum rapi " Sari berkata sambil berlalu ke belakang. Dia akan meneruskan pekerjaannya yang tinggi sedikit lagi.

" Iya mbak. Ini sedikit lagi kok."

Dengan cepat Ran merapikan semuanya. Dia harus segera selesai. Sebentar lagi pemilik stand datang dan mereka akan menutup stand.

Suasana semakin sepi. Tidak ada percakapan diantara mereka berdua. Mereka hanya ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya dan pulang.

" Tolong...."

Ran terkejut. Di depan etalase berdiri sosok tadi. Ran memandang tak berkedip.

" Tolong..."

" Apa yang bisa saya tolong.." Ran memberanikan diri untuk menjawab.

" Tolong sa..ya..."

Sosok itu berkata lagi. Tiba-tiba sosok itu mengangkat wajahnya. Ran terperanjat. Muka yang rusak, penuh darah. Bibir pecah. Bau anyir darah tercium dari luka tersebut.

Ran mundur selangkah. Wajah Ran sudah pucat. Tubuh Ran gemetaran.

" Tooolooong....."

Ran masih memandang wajah itu. Walaupun takut Ran menguatkan hatinya.

"Kenapa harus saya..." Ucap Ran dengan suara bergetar.

Sosok itu memandang Ran dengan muka sedih. Darah menetes dari luka tersebut. Bau anyir semakin menguar. " Tooolooong... Tolooooooong..."

Setelah itu sosok itu menghilang. Suara melolong itu terdengar sangat memilukan. Ran terduduk di lantai. Kedua kakinya gemetar. Tidak sanggup menopang tubuh Ran.

Ran memejamkan mata. Kepalanya menunduk. Dia mengatur nafas. Dadanya terlihat turun naik menahan sesak.

" Ran kamu kenapa..?" Sari yang melihat Ran duduk di lantai terkejut dan mendekati Ran. Sari mengusap pundak Ran dengan perlahan.

" Kamu sakit? Kamu kenapa ? Apa kamu sedang ada masalah ?" Tanya Sari bertubi-tubi. Sari sangat khawatir melihat keadaan Ran.

Ran menggeleng. Tapi wajahnya yang pucat membuat Sari semakin curiga.

" Ya sudah kalau tidak mau cerita, tidak apa-apa. Sekarang kamu minum dulu. " Sari menyodorkan segelas air putih.

Ran menerima gelas itu dan meminumnya dengan cepat dan isi gelas itu langsung habis.

" Sekarang bangun. Keburu Cici datang. Kamu bisa kan.."

Ran mengangguk. Menggapai tangan Sari yang terulur. Kemudian bangkit secara perlahan. Ran duduk di kursi yang ada di sana.

" Sudah lebih baik kan. Sebentar lagi Cici sampai. Jangan perlihatkan muka pucat kamu. Kamu tahu bagaimana dia kan? "

Ran mengangguk. Dia menarik nafas panjang. Ran harus kuat. Dia merasa akan terus dibayangi sosok tersebut. Dia harus menyiapkan batinnya. Dan juga lahirnya.

Semoga Ran bisa menghadapi semua kejadian yang akan terjadi di depan sana. Ran yakin sosok itu memang butuh pertolongannya.

Namun siapa sosok itu sebenarnya?

Bersambung

Terima kasih sudah mampir. Love buat kalian semua ❤️❤️❤️

1
estycatwoman
very nice 👍💯👋
𝐀⃝🥀Ossy: terima kasih 🙏🏾🙏🏾
total 1 replies
🗣️🏡s⃝ᴿ GueJoe🦅
Bagus ceritanya mbak Ossy, kalo ada waktu senggang aku ikutan baca ya 😊
𝐀⃝🥀Ossy: terima kasih
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ αηтιє
iya udah langsung tamat aja ka ossy
𝐀⃝🥀Ossy: iya ..
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻
penasaran baca nya lompat jauh 🤣🤣🤣
🏡s⃝ᴿ 🎻FEBBY🥑⃟🎻: Hooh penasaran sama Dokter Bara
total 2 replies
RAIN
menghibur ,
༄⃞⃟⚡⏤͟͟͞͞𝐀leaᵖʰᵉˢᵉᵏ🐾
siapa sih yg brani bermain" sm makamnya Arin😤tuk apapula bongkar" makam orang
bakalan cerita ga ni si Ran😵😵
༄⃞⃟⚡⏤͟͟͞͞𝐀leaᵖʰᵉˢᵉᵏ🐾
Katakan saja yg sbnrnya terjadi Ran ,ayah Yanto juga harus tau apa yg sbnrnya terjadi sm panti asuhan Pak Yusuf,,
eh eta penunggu pohon jambunya mulai nongolin diiri yaa 🙈🙈hiii ko seremm🏃‍♀🏃‍♀
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
aaa.. sapa tuh?
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
eelaaah somplak parah yusuf
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
dia pegang detonator?
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
aku lagi pke Uyul, gak bisa buka pintu 😅
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰
ko udah tamat sih ossy ,,blum juga Arin dan RAN menikah.
terimakasih sudah menghadirkan cerita ini sukses terus oyys.
di tunggu novel berikutnya
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰: ok siap
total 2 replies
FLA
dan kasus selesai dengan akhir yg bahagia, walau si Amel masih jadi penunggu pohon jambu yg mayan jail
FLA: haaa boleh lah
total 8 replies
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰
semoga setelah ini gk ada lagi dendam dan untuk Arin dn RAN semoga bisa melewati semua ini
𝐀⃝🥀Ossy: Aamiin
total 1 replies
FLA
dan ternyata yg sikopet Rizal dan yg kena virus Yusuf ish ish, tapi lega selamat semua kecuali Amel yg jadi demyt
FLA: ya boleh lah
total 6 replies
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰
karena dendam Rizal menggauli Nia yg ternyata anak kandungnya
𝐀⃝🥀Ossy: Semoga blm sampai ke situ
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰
semoga mereka selamat dari reruntuhan rumah itu
𝐀⃝🥀Ossy: Aamiin.. selamatin ga ya 🤣🤣
total 1 replies
FLA
Rizal emang jahata parah, ahhh semoga masih selamat semua
FLA: syippp deh
total 16 replies
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
aayeekk bom... aku satee 😅
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅: bumbu rujak kek nay enak 😁
total 2 replies
FLA
uwahh makin seru ayo lanjuttt
FLA: yah sayang sekali
total 8 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!