NovelToon NovelToon
Jeritan Hati Seorang Istri

Jeritan Hati Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Tamat
Popularitas:214.7k
Nilai: 5
Nama Author: Amallia

Viona tidak pernah ingin jika pernikahannya hancur. Walaupun dia menikah bukan karena cinta, tetapi Viona sudah berjanji pada diri sendiri untuk menikah hanya sekali seumur hidup. Tentu banyak perjuangan, cobaan, dan air mata yang harus Viona hadapi.

Meluluhkan hati suaminya begitu sulit, bahkan setelah berjuang pun, perjuangannya itu masih tidak di hargai. Rey sang suami, masih menganggap Viona wanita perusak hubungannya dengan Laura. Karena pernikahan mereka membuat Rey tak bisa menikah dengan Laura yang sudah lama menjadi kekasihnya.

Akankah Viona bertahan disisi suaminya dan mempertahankan rumah tangganya? Atau memilih pergi untuk meraih kebahagiaannya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep.21

Viona berdiri di depan ruangan Dio. Kebetulan Dio memintanya untuk datang. Viona mengetuk pintu itu dan tak lama Dio memintanya masuk.

"Permisi, Pak Dio memanggil saya?"

"Benar, silakan masuk!" pintanya.

Viona mengikuti langkah Dio. Hingga kini dia berdiri tak jauh dari Dio yang sedang duduk di sofa. Dio juga meminta Viona untuk duduk.

"Maaf, ada apa Pak Dio memanggil saya?" tanya Viona.

"Panggil saya Kakak saja karena kita sedang berdua disini," pinta Dio.

"Baik, Kak," jawab Viona.

"Sebenarnya saya ingin mengajak kamu makan siang di luar. Apa kamu mau?"

"Sekarang?" tanya Viona.

"Benar, saya harap kamu mau karena saya ingin sekali makan siang berdua denganmu di luar," ucap Dio.

Viona tak enak jika harus menolak ajakan Dio. Tetapi jika teman satu kantornya melihat, nanti bisa jadi kesalahpahaman. Viona tak mau jika nantinya mereka berpikiran yang tidak-tidak kepadanya.

Dio melihat Viona yang masih diam. "Vio, bagaimana?"

"Em iya Vio mau," jawabnya.

Dio senang karena Viona menerima ajakannya.

Kebersamaan Viona dan Dio tentu menjadi sorotan. Para karyawan saling berbisik membicarakan mereka. Namun, Viona mencoba untuk mengabaikan itu. Karena jika dia mendengarkan apa kata orang, maka tidak akan pernah ada habisnya. Jadi, Viona mencoba untuk cuek.

Hanya menempuh perjalanan selama 20 menit, kini mereka sampai di sebuah restoran mewah. Dio mengajak Viona masuk ke dalam. Namun, Viona merasa aneh melihat ke sekitar. Tidak ada siapa pun di restoran itu selain mereka berdua.

"Kak, kok restorannya sepi sekali? Memangnya dimana semua orang?" tanya Viona.

"Restoran ini sengaja kakak booking," ucap Dio.

"Tapi untuk apa?" Viona tak menyangka jika Dio akan membooking restoran hanya untuk makan siang mereka berdua. Baginya itu membuang-buang uang saja.

"Nanti juga kamu tahu. Ayo ikut!" Dio mengajak Viona pergi ke tempat spesial yang sudah di sediakan.

Viona menatap kanan kirinya. Banyak dekorasi bunga-bunga di sekitarnya. Dia jadi semakin yakin jika makan siang kali ini bukan makan siang biasa.

"Vio, kamu kenapa? Apa tidak nyaman berada disini?" Dio memperhatikan Viona yang sedang menatap sekitar.

Viona menggelengkan kepalanya. "Ini terlalu bagus. Sebenarnya kenapa restoran ini di hias seperti ini?"

Dio tak langsung menjawab, tetapi malah meraih jemari Viona. Di pandanginya wajah Viona yang terlihat begitu cantik. Walaupun sedang hamil, tetapi postur tubuhnya masih terlihat ramping.

"Vio, maukah kamu menjadi pendamping hidupku?" Dio menatap Viona dengan tatapan serius.

Tentu Viona terkejut mendengar penuturan Dio. Ini terlalu cepat dan dia tak mungkin menerima Dio karena kondisinya yang sedang hamil. Jika menikah pun pernikahan mereka tidak sah. Kecuali mereka menikah setelah anak itu lahir.

Perlahan Viona melepaskan tangan Dio. "Maaf, Kak. Aku belum siap."

Dio kecewa dengan jawaban Viona. Dia kira dengan semua kebaikan yang dia lakukan untuk Viona, itu mampu membuat hati Viona luluh. Tetapi nyatanya semuanya tidak seperti yang dia bayangkan.

"Apa lagi yang membuatmu ragu?" tanya Dio.

Viona menggelengkan kepalanya. "Tidak ada sedikit pun keraguan di hatiku. Terlebih Kak Dio yang selalu baik kepadaku. Hanya saja aku tidak mau memaksakan perasaanku untuk Kak Dio. Berpura-pura mencintai itu sangatlah berat."

Dio menghela napasnya. Begitu sulit untuk mendapatkan Viona. Namun, ambisinya yang begitu besar tidak akan membuatnya berhenti sampai disini. Mungkin masih butuh perjuangan yang lebih besar lagi agar bisa memiliki Viona.

Dio mencoba tersenyum walaupun dalam hatinya kecewa. "Lupakan perkataanku tadi. Sekarang lebih baik kita langsung makan siang saja."

"Maaf ya, Kak." Viona merasa tak enak hati.

"Jangan terlalu di pikirkan. Kasihan anak yang ada di dalam kandunganmu kalau ibunya banyak pikiran," ujar Dio.

Viona mengangguk, tatapan matanya tertuju pada raut wajah Dio yang sedikit muram. Sudah pasti Dio sangat kecewa kepadanya. Sebenarnya Viona tak tega karena Dio sudah repot-repot menyiapkan makan siang spesial untuk mereka berdua. Hanya saja Viona tidak mau memberikan harapan kepada Dio.

Setelah selesai makan siang, mereka kembali ke kantor. Viona langsung saja kembali mengerjakan pekerjaannya. Viona mencoba mengabaikan bisik-bisik yang masih dia dengar di kantor.

...

...

Setelah beberapa kali berpikir, Viona memutuskan untuk mengundurkan diri dari kantor Dio. Viona akan semakin tidak enak jika terus berada di kantor Dio. Viona sengaja datang ke kantor lebih pagi. Dia akan mengajukan pengunduran dirinya pagi ini juga.

Viona menghampiri Arya yang baru berangkat kerja. "Pak Arya, saya mau bicara penting."

Arya menoleh ke samping menatap Viona. "Kenapa Vio?"

"Saya ingin menyerahkan ini." Viona memberikan amplop putih yang sedang dia pegang kepada Arya.

"Apa ini?"

"Surat pengunduran diri saya, Pak."

"Kenapa mengundurkan diri? Bukankah terasa enak jika bekerja di kantor calon suami sendiri?"

"Saya punya alasan tersendiri, Pak.”

Arya tidak mau bertanya lebih karena sepertinya itu menyangkut hal pribadi Viona.

"Baiklah, saya akan serahkan surat ini kepada atasan."

"Saya akan langsung pergi sekarang, Pak."

"Tidak bisa, Vio. Kamu harus menunggu putusan dari atasan barulah kamu bisa pergi. Lagian kamu juga harus menerima uang pesangon."

Viona menggeleng. "Saya akan tetap pergi. Tolong bapak jangan halangi saya."

Setelah selesai berbicara dengan Arya, kini Viona pergi menemui semua teman kerjanya untuk berpamitan. Setelah selesai berpamitan, dia bergegas pergi dari kantor. Sengaja Viona pergi begitu saja karena takut jika Dio nanti mencegahnya. Yang penting dia sudah mengajukan pengunduran dirinya sesuai prosedur perusahaan.

30 menit kemudian, terlihat seseorang memasuki ruangan Dio.

"Permisi, Pak," ucapnya saat memasuki ruangan Dio.

"Ada apa, Sel?" Dio bertanya kepada bawahannya yang bernama Selin.

"Ini ada surat pengunduran diri yang di ajukan oleh salah satu office girl." Selin menaruh amplop putih itu ke atas meja.

"Dari siapa ini?"

"Viona," jawab Selin.

Mendengar nama wanita yang di cintai membuat Dio terkejut. Mungkin karena hal kemarin yang membuat Viona mengundurkan diri. Semakin jauh jarak mereka, maka semakin kecil kesempatan untuk Dio bisa mendekati Viona.

"Kamu boleh pergi!" pinta Dio.

Setelah kepergian Selin, Dio segera bersiap untuk pergi. Dia akan pergi ke apartemen Alan untuk menemui Viona. Semoga saja Viona ada disana dan Dio bisa langsung berbicara empat mata.

...

...

1
ayu cantik
suks
difaq aisyah
Lumayan
Jue
Untuk orang Islam saat isteri tengah hamil suami menceraikannya maka penceraian itu tidaklah sah di mata hukum melainkan ketika anak tersebut sudah lahir ke dunia maka gugurlah talak satu setelah hitungan hisab talak idah penceraian 3 bulan 10 hari , Talak tidak akan gugur ketika suami minta rujuk sebelum jatuh iddah , Permintaan rujuk boleh dilakukan dengan berwalikan wali dan beberapa saksi dari belah pihak wanita itu sendiri , Untuk perkahwinan yang tidak sah pula , Apabila si wanita telah berzina terlebih dahulu maka si wanita hamil dan untuk menutup malu dilakukan pernikahan dengan si Penyumbang benih ataupun Pak sanggup yang mahu bertanggungjawab , Tidak sahnya perkahwinan tersebut kerana wanita tersebut dalam keadaan saat hamil anak tanpa nasab , Untuk agama yang bukan Islam aku tidak
Tien Tiennesdha Titin
sering up author ,nulis yang banyak 😄🤭💪
Rizky Sandy
aduh sm2 lagi,,,,🤣🤣🤣🤣🤣
Rizky Sandy
pain nangis juga, orang bgitu juga ditabgisin apa bagusnya,,,,,
Rizky Sandy
Rey g pintar ya,,,,,,🤣🤣🤣🤣 lucu bin aneh ceritamu thor,,,, gitu aja sdh kalah SM Laura,,,
paty
mkn aneh ceritanya thor masa si rey bisa dibodohi
paty
dio lo yg punya krt kok bisa punya karyawan spt renata ob tp gayanya
paty
ktr apa ini ob sj sok2an
paty
bodoh si rey dan ceritanya byk drama gak masuk akal
paty
baru bab awal sj sdh aneh, tinggal periksa ke dokter apakah viona msh perawan klu iya kan mrk tdk berzina
Nur Adam
smgt untuk krya thor
yustina arie
Luar biasa
Rina Rina
tp jgan balik sama Rey lgi
Yunerty Blessa
walaupun singkat cerita nya tapi mantap..
teruskan usaha kak thor dalam penulisan nya..
moga sukses selalu 😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya Rey hidup bahagia bersama Rey dan Naura anaknya..
makasih kak thor buat cerita nya..😘
Yunerty Blessa
smoga kesempatan kedua buat Rey untuk dimanfaatkan.. jangan mengulangi lagi kesalahan silam..
Yunerty Blessa
tiada kesempatan buat Dio..
Yunerty Blessa
seperti nya Laura yang mengupah Alina..dasar licik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!