"Mommy tidak mau tahu Alex, Nikahi dia...!
karena dia sedang mengandung cucu Mommy. Dan kau akan tahu akibatnya jika Daddymu tahu semua ini!" Ancam sang Mommy.
"Aku akan menikahimu hingga anak itu lahir, setelah itu kita berpisah." Alex.
"Baiklah, saya setuju Tuan." Ucap lntan menatap Nanar.
Arinda lntan Ranaya atau lntan, terpaksa harus menikah dengan Alexander Mark Jameson. Lelaki yang dingin dan tak punya hati. lni semua ia lakukan hanya karena anak yang di kandungnya.
5 Tahun berlalu lntan kembali dipertemukan dengan orang yang pernah memberinya cinta, sekaligus menorehkan luka.
"Aku sangat mencintaimu lntan. Dari dulu, sekarang, nanti dan selamanya, beri aku kesempatan untuk mengurangi rasa luka yang pernah aku beri"
Akankah lntan kembali pada cintanya itu?
Yuk Kepoin mereka jangan lupa dukungannya ya 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chacha shyla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KSI Part 22.
Sementara itu di sebuah tempat seorang lelaki yang setengah baya mengepalkan kedua tangannya saat melihat data-data perusahaannya, seperti ada yang meretas. la pun segera menelpon seseorang.
"Martin kau bilang jika kau mengambil handphone anak itu dan memberikan aku data-datanya maka kau akan membuatku bertemu dan mendapatkan anak itu, kau lihat sendiri dia mengacaukan sistem keamanan data perusahaan Carson, bahkan data yang pernah kita Ambil tidak bisa di akses sama sekali, Mark benar-benar licik ia tahu aku yang melakukannya tapi dia menyuruh putraku sendiri untuk menyelesaikan masalah perusahaannya. Aku benar-benar kecewa padamu Martin, bagaimana caranya aku akan mendapatkan Alex, jika perusahaannya baik-baik saja, kau tahu sendiri aku menginginkan Alex hanya untuk menyerahkan kepemimpinan perusahaan milikku, karena Sebastian tidak dapat di percaya anak itu masih labil, dia selalu sesuka hati untuk bertindak." Ucap lelaki paruh baya tersebut berapi-api.
"Tapi Sam… bukankah ide ini kau sendiri yang merencanakan, bahkan aku menggunakan putriku untuk mendekatinya sampai sekarang, wanitamu itu belum merestui hubungan keduanya karena Della tahu kalau Grace itu adalah putriku." Mendengar penuturan Martin, Sam pun tertawa terbahak-bahak.
"Kenapa kau mentertawakan aku?" kesal Martin.
"Bagaimana aku tidak menertawakanmu bodoh. Apa kau lupa kalau Della itu mengetahui kalau kau adalah sepupuku, jadi sampai kapanpun Della tidak akan pernah merestui putrimu itu, untuk bersama putaku itu." Martin hanya mendelik kesal mendengar ejekan dari sepupu tirinya itu.
"Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan? aku juga kasihan melihat putriku semenjak kemarin dia hanya duduk termenung itu semua gara-gara Putra Brengsekmu itu!" umpatnya tanpa sadar.
"Martin...! berani kau mengatakan Putraku brengsek akan ku hilangkan kau dari muka bumi ini!" Ucap Samuel penuh dengan nada ancaman, membuat Martin bersusah payah menelan salivanya.
"Mam-Maksudku bukan seperti itu Sam, Maafkan Aku Sam," ucap Martin gugup. "Dengarkan Aku hentikan putrimu itu sebelum aku yang melakukannya" lanjut Sam, lagi.
"Apa maksudmu?" tanya Martin binggung.
"Kau pasti tahu apa maksudku tanpa aku menjelaskannya." Sam pun beranjak dari tempatnya.
"Tapi Sam, mereka saling mencintai,"
"Tidak Martin, Alex tidak Mencintainya, kalau dia mencintai putrimu dengan tulus pasti dia akan berusaha mati-matian dan bahkan menentang kedua orang tuanya itu. Tapi sepertinya Putraku itu hanya kasihan pada putrimu, jadi kau harus membuatnya berhenti untuk mendekati Alex, Aku tidak mau Rencanaku semua gagal untuk mengambil Putraku dari tangan Mark." Ucap Sam panjang kali lebar.
"Kau itu lucu sekali, Apa kau lupa kalau yang bertanggung jawab selama ini atas Putramu itu adalah Mark, bahkan namanya ada di belakang nama Alex." Balas Martin telak membuat Sam geram.
"Sudah diam kau Martin...! tahu apa kau tentang semua ini? aku yang lebih mengetahuinya daripada dirimu. Sudahlah berbicara denganmu sia-sia saja, sebaiknya sekarang kau lakukan apa yang telah Aku perintahkan tadi, karena aku akan memilih mengatakan semua ini kepada Alex secara langsung." Sam pun memilih keluar dari ruangannya untuk menenangkan pikirannya yang sedang tidak baik-baik saja.
"Sebaiknya kau ikuti apa yang akan ku katakan tadi!"
Setelah berucap Sam pun mematikan sambungan teleponnya secara sepihak membuat Martin merasa kesal dengan kakak sepupunya itu, karena ia selalu bertindak Seenaknya saja.
"Kau fikir akan mudah untuk mendapatkan putramu kembali? kita lihat saja apakah Alex akan menerimamu Atau tidak." Gumam Martin.
Keesokan harinya.
"Bagaimana Li, apa semuanya sudah beres?" tanya Alex begitu sambungan telepon terhubung dengan Sang asistennya itu.
"Sudah tuan, saya sudah melakukan seperti apa yang Anda perintahkan." Adunya.
"Baguslah, terima kasih karena kau sudah banyak membantuku."
"Sama-sama Tuan," ucap Li, dari seberang telepon.
"Apa anda tahu siapa orangnya?"
"lya aku sudah mengetahui semua itu, dan aku tidak menyangka jika orang tua Grace di balik semua ini dan aku curiga kalau Grace ikut terlibat dalam rencananya ini" terang Alex kembali.
"Sebaiknya anda mencari tahu lebih dahulu dan menanyakannya pada Nona Grace Apakah dia ikut terlibat dalam hal ini atau tidak Tuan," tumpal Li memberi saran.
"Baiklah kau benar sekali, aku akan mencari tahu apakah ia terlibat atau tidak," Alex pun menutup sambungan teleponnya, Alex mengepalkan kedua tangannya saat mengingat Grace adalah wanita yang bersamanya selama 3 tahun ini.
"Aku tidak menyangka Grace kau menikamku dari belakang, kau dan orang tuamu, aku tidak akan kumaafkan jika kau juga terbukti terlibat di dalamnya."
*
"Alex sayang… Aku sangat senang sekali saat kau menelponku dan meminta kau untuk bertemu denganmu disini, dan malam ini aku ingin menghabiskan waktuku denganmu sayang" ucap Grace sambil duduk di pangkuan Alex dengan posisi saling berhadapan, apa lagi Grace hanya memakai pakaian yang begitu terbuka dibagian dadanya.
la sengaja melakukan itu untuk memikat Alex, ia ingin malam ini Alex akan menjadi miliknya selamanya.
Apa lagi Alex memesan sebuah ruangan VVIP untuk mereka berdua ditambah lampu ruangan yang remang-remang membuat suasana semakin mendukung.
"Alex…akh…desahnya saat tangan lelaki itu mulai menyentuh bagian dadanya. Alex tak ingin melakukannya namun Grace terus berusaha menggodanya dengan meraih tangan Alex, lalu ia pun memulai gerakannya dengan sangat sensual.
"Apa kau menyukainya, atau apa kau sangat menginginkan ku?" bisik Alex di telinga Grace, membuat wanita itu begitu menggebu ingin segera melakukannya.
"Tentu saja aku sangat menginginkanmu sayang, dan malam ini aku akan menjadi milikmu selamanya" ucap Grace penuh percaya diri. Alex pun hanya tersenyum devil tanpa di ketahui oleh Grace.
"Bagaimana keadaanmu sekarang apakah sudah jauh lebih baik kan atau kau akan berpura-pura sakit lagi seperti waktu itu hanya untuk mencari perhatian dariku?" tanya Alex tiba-tiba.
Deg.
"A-Alex kau…"
"Ya! aku sudah mengetahuinya, kau menghubungiku sewaktu itu, dan berpura-pura sakit parah membuatku begitu sangat khawatir padamu. Tapi sayangnya kau memanfaatkanku untuk menghancurkanku dan keluargaku."
Alex pun mendorong tubuh Grace dengan kuat hingga membuat Grace terjatuh dengan keras.
"Aukh…Alex, sakit sekali" cicitnya sambil mengusap bokongnya yang mendarat sempurna di atas lantai.
"Alex dengarkan aku dulu Sayang, semuanya tidak seperti itu, A-aku hanya melakukan apa yang Daddy perintahkan padaku untuk bersatu denganmu, kalau aku tidak mau Daddy mengancam tidak akan merestui hubungan kita," Adunya berharap Alex percaya kembali.
"Apapun itu, dan Apapun alasannya mulai hari ini hubungan kita berakhir di sini" tegas Alex tanpa ingin di gangggu gugat.
"Apa? tidak Alex, Aku tidak mau. Kau memutuskanku hanya gara-gara hal sepele seperti ini" protes Grace.
"Sepele katamu? aku tahu dirimu juga hampir saja membuat perusahaan Daddy ku dalam masalah besar. Untung saja aku bisa menanganinya dengan cepat karena Daddy mu itu Terlalu bodoh untuk melakukannya" geram Alex.
"Apa maksudmu Alex?" tanya Grace dengan bingung.
"Apa kau belum faham! kalau Daddymu itu hampir saja membuat perusahaan Daddy ku dalam masalah, karena kelakuan busuk Daddy mu itu apa kau faham sekarang!" sentak Alex berapi-api.
"Tapi ini semua bukan kesalahanku Alex. Aku tidak tahu menahu tentang semua ini." Sanggahnya kembali.