Desri Winandra, gadis yang dibayar menikahi lelaki lumpuh untuk melunasi hutang-hutang biaya pengobatan almarhum ayahnya.
Ternyata lelaki lumpuh itu Arkhan Ghani, dia tak lain CEO di perusahaan tempatnya bekerja. Lelaki yang selama dua tahunan ini dia kagumi. Lelaki yang begitu dingin dan seolah bersikap tidak menyukainya.
Dibalik kisah hidupnya yang penuh lika-liku dan penderitaan yang selalu datang bertubi-tubi, Desri memiliki sikap tegas, baik, tulus dan penyayang.
Di dalam kisah mereka, kalian juga akan tertarik dengan beberapa karakter pendukung lainnya yang menjadi lakon utama pada diri mereka masing-masing. Terutama sang pengawal tampannya keluarga Arkhan.
Mampukah Desri melalui penderitaan yang bertubi-tubi menghampirinya?
Dapatkah dia memikat hati Arkhan yang dikaguminya selama dua tahun itu?
Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MULAI TERBIASA
Sudah lebih seminggu ini Desri bolak-balik ke luar kota untuk menyelesaikan urusan kantor cabang yang sedang dilanda kekacauan. Terkadang dia tidak sempat pulang dan terpaksa harus menginap di hotel.
Nur pun sudah terlihat percaya kepada menantunya itu.
Setiap kepulangannya dari luar kota, Desri selalu menemui ibu mertuanya itu di kamarnya. Desri bercerita banyak tentang kegiatannya selama perjalanan bisnisnya. Nur terlihat bahagia dan tidak memiliki sedikit kecurigaan apa pun lagi terhadap menantunya itu.
Sore itu Desri lebih awal sampai ke rumah, dia bergegas ke kamar mertuanya.
Mereka berbincang-bincang dengan hangat. Binar-binar kebahagiaan terpancar jelas di mata mertua dan menantu itu.
"Ma, bagaimana keadaan Arkhan?" Tanya Desri memberanikan dirinya. Selama ini hanya Nur yang selalu memulai untuk membicarakan tentang Arkhan kepadanya. Tapi kali ini, Nur seperti tidak ingin bercerita tentang Arkhan.
"Arkhan baik-baik saja, Sayang... Apa kamu mengkhawatirkannya?" Tanya Nur menatap sayu wajah polos menantunya itu.
"Desri lebih mengkhawatirkan Mama... Mama pasti kelelahan, kan?" Ujar Desri
"Seharusnya itu tugas seorang istri, Ma... Tapi, maafin Desri, Ma... Desri tidak bisa menjadi menantu Mama yang baik di mata Arkhan..." Sahut Desri dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Kamu jangan bicara seperti itu, Nak... Kedatangan kamu membawa berkah untuk kami semua..." Nur menggenggam jemari menantunya dengan erat dan hangat.
"Endro benar, kamu sangat pantas berperan sebagai menantu Mama, iparnya Yuni juga... Gadis manja itu sekarang semakin dewasa saja semenjak bersama kamu, Sayang...
Dan, kamu bahkan sangat pantas menjadi istri CEO di perusahaan... Kamu telah banyak mengubah hidup kami, Nak... Kalau tidak ada kamu, entahlah... Entah apa yang akan terjadi..." Ucap Nur panjang lebar dengan air mata yang telah bercucuran deras di pipinya.
Desri mengusap air mata mertuanya itu dengan lembut.
"Mama tidak boleh bicara seperti itu... Ini sudah jalannya, Ma..." Ujar Desri menenangkan.
"Sayang, maafin Mama selama ini tidak terlalu percaya sama kamu, Nak..." Ucap Nur memelas.
"Mamaaa..." Sahut Desri seolah mencegah kata-kata yang akan terucap dari mulut mertuanya itu. "Mama tidak perlu meminta maaf... Tidak ada yang perlu dimaafkan dari sikap Mama... Semua terlihat wajar..." Desri meyakinkan mertuanya itu agar tidak bicara yang bukan-bukan lagi.
"Mama berharap kamu bisa bersabar menghadapi Arkhan... Dia memang tidak mudah untuk bisa luluh..." Pinta Nur memelas sambil mengatupkan kedua tangannya memohon.
Desri meraih tangan mertuanya itu dan tersenyum seakan mengiyakan permintaan beliau.
Tatapan mata Desri tertuju pada jari telunjuk kiri mertuanya yang diplester. Dia mengernyitkan dahinya.
"Ini tangan Mama kenapa?" Tanyanya kecemasan.
"Tidak apa-apa kok, Sayang... Semenjak kamu sering keluar kota dan jarang masak, Arkhan tidak mau memakan masakan lain selain masakan Mama... Jadi, tangan Mama terluka ketika mengiris bawang..." Jelasnya.
"Ya ampun, Maa... Mama harus jaga-jaga kesehatan dan keselamatan dong, Ma... Kalo seperti ini, kan Desri jadi khawatir, Ma..." Ujar Desri cemas sambil membuka plester yang menempel di tangan mertuanya itu dan menggantinya dengan plester yang baru.
"Mama udah mandi?" Tanya Desri lagi.
"Sudah..." Sahut Nur seraya menganggukkan kepalanya.
"Kalau gitu Mama istirahat, biar Desri yang masak dan menyiapkan makan malam." Ujar Desri sambil mengecup kening mertuanya itu.
"Tapi, Sayang... Kamu 'kan capek baru pulang..." Cegah Nur.
"Nggak apa kok, Ma... Nggak capek pun..." Elaknya.
"Ya udah... Tapi tunggu dulu... Mama mau tanya satu hal lagi." Cegat Nur sambil menahan tangan menantunya yang hendak beranjak itu.
"Mama mau tanya apa?" Desri menatap lekat wajah mertuanya dengan penuh keseriusan.
"Bagaimana dengan keadaan ibu kamu, Sayang...?" Tanya Nur.
"Oh ibuu... Ibu baik, Ma... Tadi Desri mampir sebentar ke tempat ibu... Sambil tinggalin uang belanja yang kemaren Mama kasih... Beliau senang sekali dan berterima kasih sama Mama..." Jawab Desri terharu.
"Syukurlah... Mama senang mendengarnya, Nak... Lain kali ajaklah ibumu kesini." Pinta Nur lagi.
"Iya, Ma... Pasti Desri akan ajak ibu kesini lain kali... Ya udah ya, Maa.. Desri ke dapur dulu..." Pamit Desri beranjak dari tepi tempat tidur Nur seraya disahut anggukan kepala Nur.
.
.
.
.
.
dulu iparku anemia , bukan amnesia biasa ada jenisnya jg , selalu operasi melahirkan anaknya ... Alhamdulillah selamat .
semoga ada keajaiban untuk Desri .
kasihan klo Desrinya metong .
perempuan utama baik begitu.
sementara ayah arkhan bisa aja sengaja di celakai jg , sama halnya seperti arkhan.
jodoh Yuni siapa ya .
rival atau Endro
kasihan jg si Endro .
apa maksudnya dengan mentari yang sama?🤔
enakan melawak aja ndro jangan ganti profesi🤭😁
kakak ipar idaman
menantu idaman.