NovelToon NovelToon
ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Beda Usia / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:287.3k
Nilai: 5
Nama Author: 01Khaira Lubna

Raisa, gadis cantik berusia dua puluh tahun terpaksa harus kehilangan kesuciannya demi menyelamatkan nyawa sang adik. Sang adik yang sedari kecil mengidap kanker butuh biaya banyak untuk menjalani kemoterapi dan pengobatan lainnya.

Waktu itu Raisa tidak punya pilihan lain lagi, ia terpaksa mengadaikan dirinya kepada seorang CEO tampan untuk mendapatkan uang yang banyak. Uang itu akan ia pergunakan untuk mengobati sang adik. Orang tua mereka sudah meninggal, kerasnya hidup sudah Raisa jalani sedari belia, hingga sekarang saat dirinya sudah benar-benar lelah dan tak punya pilihan lain lagi ia lebih memilih menjadi simpanan CEO dengan jaminan hidup yang terjamin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 01Khaira Lubna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Raisa duduk di depan gundukan tanah yang di atasnya telah bertaburan berbagai macam jenis kembang. Kepalanya menunduk, tangannya memegang tanah liat berwarna kekuningan, lalu ia berkata, ''Kakak pamit pulang dulu ya Dek. Kakak akan selalu mengirimkan doa untuk kamu dan untuk kedua orang tua kita.'' Ucap Raisa dengan air mata terus mengucur membasahi pipi. Hendrick berdiri di sampingnya, begitu juga Imam dan Mama nya Imam. Mereka bertiga masih setia mendampingi Raisa, sedangkan warga yang lain sudah pulang ke rumah mereka masing-masing.

''Sudah Nak Raisa, sekarang ayo kita pulang, sebentar lagi malam akan datang,'' ujar Mama Imam. Ia membelai punggung Raisa dengan pelan.

''Iya Raisa. Sekarang Yumna sudah berada di tempat yang sesungguhnya dan sebaik-baik nya, selanjutnya tinggal menunggu giliran kita lagi yang akan menyusul diri nya. Kamu jangan pernah merasa sendiri di dunia ini, karena aku dan Mama akan selalu ada untukmu.'' Kini Imam yang bersuara dengan nada yang begitu lembut. Mendengar apa yang di katakan oleh Imam di akhir kalimat, membuat Hendrick merasa cemburu. Dari tadi Hendrick memang sudah bisa melihat gelagat aneh pada diri Imam, sebagai sesama lelaki, ia tahu kalau Imam menyukai istrinya, ia bisa menebak dari cara Imam dalam menatap Raisa. Raisa hanya mengangguk kecil menanggapi perkataan Ibu dan anak yang berada di dekatnya. Sedangkan dari tadi Hendrick hanya diam, Hendrick sibuk dengan pikirannya masing-masing. Setelah itu Raisa berdiri dari hadapan makan, lalu mereka berjalan dengan saling beriringan menuju rumah.

Raisa berjalan berdampingan dengan Ustadzah, dan di belakang mereka Hendrick berjalan berdampingan dengan Imam.

''Terimakasih ya Hendrick, karena kamu sudah berkenan untuk ikut membantu proses pemakaman Yumna di tempat yang sempit ini,'' ucap Imam mengajak Hendrick mengobrol.

''Iya. Sama-sama. Sempit apanya, masih lapang gini kok di bilang sempit,'' balas Hendrick disertai kekehan kecil.

''Ya pastinya berbeda lah dengan area tempat tinggal orang kaya dan berduit, dan tempat pemakaman nya pasti juga berbeda, pemakaman orang berduit pasti bersih dan terurus, tidak seperti di sini, kamu pasti,'' balas Imam lagi.

''Menurut aku tidak ada yang berbeda. Bukankah semua manusia yang hidup di dunia ini punya kedudukan yang sama di hadapan Allah SWT. Yang membedakan hanya amal ibadah saja, sedangkan yang miskin dan kaya di pandangannya sama,'' balas Hendrick terdengar bijak. Mendengar apa yang di katakan oleh sang suami, Raisa tersenyum simpul, ia tidak menyangka kalau Hendrick cukup tahu tentang agama.

Imam tak membalas perkataan Hendrick lagi, ia hanya menepuk-nepuk kecil punggung Hendrick di sertai kepalanya yang terus mengangguk, ia setuju dengan apa yang di katakan oleh Hendrick.

Tidak lama setelah itu, mereka berpisah di pertigaan jalan, Imam dan Mamanya berjalan menuju rumah mereka, sedangkan Hendrick dan Raisa berjalan ke kontrakan.

Tadi Hendrick sudah memberikan uang sebanyak dua puluh juta kepada Imam, katanya uang itu ia sumbangkan untuk biaya tahlilan Yumna selama beberapa hari, tahlilan yang akan di adakan di masjid saja dan untuk di bagikan kepada orang-orang tidak mampu juga anak yatim-piatu di gang tempat tinggal mereka. Imam menerima uang sumbangan dari Hendrick dengan senang hati. Dan Raisa juga sudah mengetahui perihal itu.

''Sayang, sekarang kita pulang, ya,'' ucap Hendrick manja saat hanya ada dirinya dan Raisa saja di dalam kontrakan. Ia memeluk Raisa dari belakang, mencium tengkuk sang istri yang begitu dia rindukan. Raisa sedang memasak makan malam untuk Hendrick dengan bahan seadanya. Yaitu hanya ada telor dan beras saja. Dalam waktu beberapa menit Raisa sudah selesai menyulap beras dan telor itu menjadi nasi dan telor dadar.

''Di makan dulu Mas. Kalau kamu tidak suka tidak usah di makan,'' ucap Raisa seraya meletakkan piring yang berisi nasi dan telor dadar di hadapan Hendrick yang telah duduk lesehan di atas lantai yang berlapiskan tikar tipis. Raisa juga meletakkan segelas air putih di hadapan sang suami.

''Siapa bilang Mas tidak suka Sayang. Apapun yang kamu masak Mas akan melahapnya,'' balas Hendrick tersenyum simpul. Rasanya ia ingin selalu membuat sang istri merasa bahagia, Hendrick benar-benar sudah mencintai Raisa.

''Baguslah kalau begitu, aku senang dengarnya.''

''Setelah ini kita pulang ke rumah, ya.''

''Em Iya.''

''Kamu tenang saja, Mas akan menemani kamu setiap harinya untuk mengunjungi makam Yumna.''

''Terimakasih banyak Mas karena kamu telah banyak membantu aku.''

''Mas senang bisa membantu istri Mas dan adik ipar Mas sendiri.'' Ucap Hendrick lagi. Raisa begitu senang mendengar apa yang di katakan oleh sang suami. Raisa tidak menyangka kalau ia bisa menikah dengan pria yang tampan, baik dan juga selalu perhatian dengan nya. Ternyata dugaannya mengenai sosok Hendrick selama ini salah besar, Hendrick tidak seburuk tentang apa yang orang-orang katakan. Tentang orang-orang yang selalu mengatakan kalau Hendrick adalah CEO sombong, angkuh dan dingin.

Bersambung.

1
Rahelyas Rahel
knpa s raisy g nunggu d tlp aja sih kan jd ktauan deh
Rahelyas Rahel
hadeeh ngapain juga d omongin klw aku sih mndingn diam aja yg penting kbutuhn d penuhi dan sikapnya lembut terserah s hendrik mau ngapa2in d blakangku...hehe
Boonen Colektion
masih bersambung itu
Farida Deka
Luar biasa
eenmangung
ceritax udah tamat tp endingx kurang bagus
Enung Samsiah
jadi Surserrrrrr,,,,,
Anisa
katakan sesuatu bosan
Anisa
lanjut Thor lagi seru serunya ni
Anisa
lanjut Thor
Kris Biantoro
nanggung
jy
next
Sumi Narita
cari dimana lanjutqnnya thor
Yethi Hirnawati
wah nanggung cerita nya thor di lanjut thor
Hosniyah Niyah
sangat bagus ceritax🥰🥰🥰
Partini Maesa
kok udah ada tulisan karya udah tamat gmn ini
Partini Maesa
kok raisa gx blng tadi tlpn
Partini Maesa
gawat.geger gedhen iki
Partini Maesa
feeling aku yg dijodohkan dgn hendrik mungkin raiso bkn anggia
Partini Maesa
aku setuju klo raiso pindah rmh.ayo dong hendrik raiso dibeliin rmh yg kecil ato apartemen yg sederhana aja.klo dilnjutin raiso makin trtekan kasian kan
Yuli Anti
lanjut,nanggung ni😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!