NovelToon NovelToon
Gold Eyes

Gold Eyes

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Fantasi
Popularitas:69k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fundhy

Mata yang bisa melihat masa depan sekilas? Apa jadinya bila kau menggunakan mata itu untuk mendapatkan gelar juara dalam olahraga bola basket...
Gyo dan Ren adalah sahabat sejak kecil, dan kini mereka mencoba menjuarai kompetisi basket antar sekolah. Rumor mengatakan bila kacamata yang sering digunakan Gyo dilepas maka segel akan terbuka dan sesuatu yang menakjubkan akan terjadi.
Melawan tim-tim besar yang memiliki kemampuan khusus ini bukan lagi olahraga basket biasa tapi basket dengan kekuatan di luar nalar.
Akankah mereka mewujudkan mimpinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fundhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Dua Sahabat

5 Tahun lalu ...

Terlihat sebuah mobil pick up berisikan barang-barang perabotan rumah dan barang-barang lainnya yang ditempatkan dalam kardus berhenti tepat di depan rumah Gyo. Tampaknya ada keluarga yang pindah rumah yang akan menempati rumah yang berada tepat di depan rumah Gyo yang sudah dijual pemilik sebelumnya.

"Halo, kami keluarga Agaki yang akan menempati rumah ini." Seorang wanita paruh baya tampak berbasa-basi pada orang-orang di lingkungan itu yang akan menjadi tetangga mereka nanti.

"Mohon bantuannya," lanjutnya lagi dengan melemparkan senyuman hangat.

Hari itu adalah hari pertama keluarga Ren pindah ke kota Masara setelah sebelumnya mereka tinggal lama di kota Kanto.

Ren kecil yang saat itu berusia 10 tahun duduk seorang diri sambil sesekali memperhatikan orang-orang yang membawa masuk barang-barang keluarganya di rumah baru mereka.

Sambil menghela nafas panjang, Ren menggerutu seorang diri," Huft... aku lelah sekali hari ini karena perjalanan yang panjang tapi sepertinya aku belum bisa istirahat walau sejenak."

Di tengah kegundahannya, tiba-tiba Ren dikejutkan oleh suara seorang anak berkacamata seumurannya yang menyapanya.

"Hey apa kau dari keluarga yang pindah itu? Kulihat kau hanya sendirian saja, apa kau mau bermain bersama denganku?" tanya anak itu dengan senyum polosnya.

"Y-ya benar aku dari keluarga Agaki yang baru saja pindah. K-kau siapa?" Ren balik bertanya dengan nada gugup karena tiba-tiba ditanya oleh anak seusianya yang belum dikenalnya.

"Oh ya aku lupa memperkenalkan diri, namaku Gyo... Gyo Takaki. Aku tinggal tepat di depan rumahmu," jawab anak yang ternyata adalah Gyo kecil sambil mengulurkan tangannya mencoba untuk berjabat tangan.

"Namaku Ren Agaki, ayo kita berteman," kata Ren sambil meraih tangan Gyo dan berjabat tangan.

Hari itu untuk pertama kalinya kedua sahabat itu bermain bersama dan tanpa disadari hari sudah mulai malam dan mengharuskan mereka untuk kembali pulang.

Sesampainya di rumahnya yang baru saja ditempati, Ren menceritakan perihal Gyo yang menjadi teman barunya hingga akhirnya tanpa disadari Ren tertidur pulas karena kelelahan. Pada saat itu juga Gyo berkunjung bersama dengan ibunya ke rumah Ren dan mereka melihat hal yang aneh dilakukan kedua orangtua Ren.

Tiga buah kincir angin berukuran besar saling berhadapan dengan Ren berada tepat di tengah-tengah kincir angin itu.

Tiba-tiba saja angin berhembus kencang meniup kincir angin di sekitarnya dan membuat Gyo tercengang.

"A-apa yang terjadi pada Ren? Apa dia baik-baik saja?" tanya Gyo polos karena heran melihat Ren berada di dalam angin puyuh.

"Tenanglah dia tidak apa-apa, inilah yang terjadi kalau dia tertidur karena kelelahan," jawab ayah Ren.

"Biasanya dia akan masuk mode ini 5 menit setelah dia tertidur karena kelelahan sehingga kami bisa mempersiapkan peralatan untuk menekan kemampuannya agar tidak terlalu berlebihan," sambung ibu Ren yang membuat Gyo terkejut mendengar jawabannya.

Gyo hanya bisa takjub melihat apa yang terjadi di depan matanya namun berbeda dengan ibunya yang seakan terbiasa dengan hal yang aneh seperti itu.

"Sepertinya rahasia keluarga kami sudah ketahuan, aku harap sebagai tetangga yang baik untuk bisa merahasiakan hal ini," kata ayah Ren tegas.

"Kalau seperti itu tidak adil rasanya bila hanya satu sisi saja. Sebaiknya kita saling menjaga rahasia agar kita impas," jawab ibu Gyo santai.

"Apa maksudmu dengan itu?" tanya ayah Ren heran.

"Nanti juga kau akan tahu," jawab ibu Gyo singkat.

Setelah mengatakan hal itu, ibu Gyo menyuruh Gyo untuk membuka kacamatanya dan menunjukkan Gold Eyes miliknya pada orangtua Ren. Berbeda dengan bentuk Gold Eyes yang dimiliki saat ini, Gold Eyes Gyo saat itu hanya terlihat mata emas biasa tanpa ada bentuk hexagram di dalamnya.

"Ini adalah mata warisan dari leluhur kami yaitu Gold Eyes. Saat ini mata itu belum aktif tapi saat Gyo berusia 16 tahun nanti maka segel pertama akan terbuka," kata ibu Gyo memberi penjelasan.

"Aku harap anak kita bisa berteman baik hingga dewasa nanti karena sejujurnya Ren adalah teman pertama Gyo," lanjutnya lagi.

"Begitu rupanya, jadi dengan ini kita bisa saling menjaga rahasia ini," ujar ayah Ren senang.

"Satu hal lagi, aku akan membantu menyegel kemampuan Ren agar tidak merepotkan dan akan aktif lagi saat segel pertama Gyo terlepas," kata ibu Gyo.

"Namun sebelum itu aku ingin persetujuan kalian," lanjutnya lagi.

"Kalau begitu aku setuju karena aku yakin mereka nantinya akan saling melengkapi di masa depan," balas ayah Ren senang.

Setelah itu ibu Gyo menyuruh Gyo untuk memakaikan kacamata Gyo pada Ren dan setelah itu angin di sekitar Ren seperti terhisap dalam Gold Eyes milik Gyo dan membuat kedua anak itu ambruk di lantai dan tertidur pulas.

"Segelnya kini sudah selesai dan aku harap nanti saat segelnya terlepas mereka akan saling membantu mengendalikan kemampuan mereka ini," kata Ibu Gyo.

"Dan satu hal lagi, aku lupa untuk memberikan ini. Aku memasak terlalu banyak jadi aku berinisiatif untuk bersilaturahmi pada tetangga baru kami," kata Ibu Gyo lagi sambil menunjukkan sebuah kotak berisi makanan yang dibawanya.

"Ah terima kasih, anda seharusnya tidak usah repot-repot begini. Tapi aku berterimakasih atas pemberian ini," kata Ayah Ren.

"Ya aku juga mengungkapkan terima kasih, karena sibuk mengatur perabotan aku sampai tidak sempat untuk memasak," kata Ibu Ren sungkan.

Mulai saat itu kedua keluarga memulai hubungan baik dan saling menjaga rahasia yang mereka simpan baik-baik.

Kembali ke masa sekarang . . .

Ren yang tertidur dengan pusaran angin di sekitarnya telah menghilangkan kabut yang dibuat oleh Taki namun tiba-tiba saja angin itu menghilang dan membuat Ren terjatuh hingga dia terbangun dari tidurnya.

"A-apa yang terjadi? Kenapa kabutnya menghilang?" tanya Ren heran saat terbangun dari tidurnya.

"Itu karena kemampuanmu bodoh, apa kau tidak bisa mengingat yang terjadi?" jawab Ryu kesal.

"Percuma saja kau bilang begitu, tadi dia tertidur pulas jadi mana mungkin dia ingat," jelas Gyo.

Pertandingan terus berlanjut namun Ren yang baru saja terbangun kini merasakan angin yang berhembus di sekitarnya seperti berkomunikasi dengannya. Namun tetap saja Ren masih bingung dengan apa yang terjadi sehingga Hibike yang kini membawa bola dapat dengan mudah melewati penjagaan Ren dan melakukan tembakan ke arah ring.

"Kamu lengah !! Dengan ini aku pasti mencetak angka pertama kami," ujar Hibike senang.

Bola melambung tinggi di udara dan perlahan jatuh ke arah ring namun dengan sigap Ren mencoba meraih bola tersebut.

"Sial bolanya terlalu jauh dari jangkauanku," gerutu Ren.

-"Seandainya bola itu dapat kuraih pasti aku bisa menggagalkan tembakan Hibike," gumam Ren.

Tiba-tiba saja bola yang seharusnya masuk ke dalam ring tertiup angin yang kencang dan mengarah ke tangan Ren sehingga dengan mudah dapat diraih oleh Ren.

"A-aku seperti melihat jalur lintasan di lapangan ini, sepertinya aku bisa mencetak angka dari sini mengikuti jalur lintasan itu," ujar Ren heran namun tetap melepaskan tembakan setelah kakinya mendarat di lantai lapangan.

Bola seperti mengikuti kemauan Ren kini melambung tinggi hingga akhirnya mendarat masuk ke dalam ring dan membuat penonton seketika terdiam menahan nafas.

"Akhirnya angka lagi untuk team Eagle," teriak komentator memecah keheningan.

"Kau hebat Ren, sepertinya kau mulai bisa mengendalikan kemampuan yang kau punya," kata Gyo senang.

Berbeda dengan team Eagle, team Wolf terlihat geram karena tidak bisa mencetak satupun angka.

"Sepertinya kita harus menggunakan teknik rahasia kita," kata Tomoi dengan amarah yang meluap-luap.

"Tapi kan kapten akan memarahi kita kalau melakukannya sembarangan," balas Taki.

"Sekarang atau tidak sama sekali," kata Tomoi sambil memungut bola dan mengopernya pada Hibike.

Seakan tahu apa yang hendak dilakukan, Hibike mengoper bola pada Taki dilanjutkan dengan Taki mengoper bola kembali kepada Tomoi. Hal itu dilakukan terus menerus dan semakin lama semakin cepat hingga terlihat seperti gambar berbentuk segitiga jika dilihat dari atas.

"Apa yang mereka lakukan? sepertinya mereka terlihat putus asa sehingga melakukan hal yang sama berulang-ulang seperti itu," ujar Ren heran.

"Aku akan mencoba mencuri bola saat mereka saling mengoper tidak jelas seperti itu" kata Ryu berinisiatif.

Ryu mencoba melakukan steal bola dan masuk dalam segitiga yang diciptakan oleh team Wolf.

"Ini adalah teknik terkuat yang kami miliki," kata Tomoi.

"Ayo lakukan!!!" Ketiga orang tersebut merapalkan teknik mereka serentak.

-"Bermuda Triangle - Paralyze"

Setelah merapalkan teknik tersebut tiba-tiba saja tubuh Ryu tidak bisa digerakkan dan membuatnya hanya berdiam diri dilewati ketiga orang itu.

"A-apa yang sebenarnya mereka lakukan padaku?" ucap Ryu terbata.

"Inilah perbedaan kekuatan yang kita miliki," ujar Hibike dengan senyuman mengintimidasi.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

To be continued...

1
Ahmad Abdilah
GG patah
anggita
lile👍 dri pendekar tanpa kawan.
anggita
trus 💪berkarya
anggita
like lgi.,
anggita
blue flash., 🏀🏀
anggita
gyo takaki,, ren agaki..
anggita
mampir, ikut lihat masa depan. gold eyes.
leooo
menurut ku ini masih belum bener tulisan nya ada saltik bahasanya agak kaku
saran ku bikin yang judul menarik dan cerita yang epik salam boruto😊🙌
mohon maaf
#harapan2020
~_~
lanjut trs thor jangan lupa semangat dan jaga kesehatan ;)
▶◆●▪•F I Y A H•▪●◆◀
Waah" Bgs Bnget Kak
......
#Harapan2021
Black Heaven
saran kak, menurutku bahasanya terlalu kaku dan masih ada yg saltik. Setelah titik tiga tidak perlu menggunakan huruf kapital.

2021 Bismillah dapet kuin, glow up, dapet hadiah, dapet doi, and the last yg pling penting dapet duit😂😂

#Harapan 2020
mizumi
aku kesini gara gara pengen dapet koin
Black Heaven
maaf, saran lagi kak ... penulisan elipsis itu spasi terlebih dahulu baru titik tiga dan kata setelahnya.

contohnya:
"Basket, basket, basket, basket ... menyenangkan sekali aku bisa bermain. Bahkan, aku bisa mengalahkan seorang dari mereka. Kau lihat tadi kan, Ren?" Gyo tidak bisa menahan diri karena bermain basket.

kalimat di atas itu menurut revisi aku.

semoga tahun depan bisa dapat doi dan terlepas dari gelar single😂

#Harapan 2020
Black Heaven
Alur ceritanya bagus kak, tapi menurutku penempatan tanda bacanya msih ada yg kurang tepat. pemilihan kata yg di gunakan sedikit aneh dan itu menyebabkan pembaca agak bingung untuk mencerna maksud dari kalimatnya. itu aja sih saran dri ku, tetap semangat kak.

yaaah semoga di masa depan gk ada lgi musibah seperti di tahun 2020😂

#harapan 2020
Light: qqqqqqqqqqqqqqqqqqqqp0p
total 1 replies
Black Heaven
akhir dri semua ke khawatiran semoga di 2021 tdk ada ke khawatiran seperti ini lgi😂

#harapan 2020
Novellette (akun thor hiatus)
#harapan 2020
semoga cepat sembuh
Novellette (akun thor hiatus)
#Harapan 2020
tetap semangat
Novellette (akun thor hiatus)
#Harapan 2020
aku bc rules di gc td,makanya aku datang kemari utk bc karya km.aku like dulu ya^^
~_~
btw semangat kedepannya kak
~_~
sering2lah up kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!