NovelToon NovelToon
Dewa Di Dunia Lain

Dewa Di Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Pendekar / Petualangan Fantasi-Fantasi Timur / Identitas Tersembunyi / Barat
Popularitas:36.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arisky wa

Di dunia ini hanya yang kuatlah yang berkuasa dan yang lemah hanya menjadi pion, oleh sebab itu aku harus menjadi yang terkuat agar bisa membuat seluruh dunia berada di bawah kendali ku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisky wa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 22.Eksekusi

Setelah berhenti sejenak untuk mempersiapkan pertandingan selanjutnya, pembawa acara mengumumkan bahwa pertarungan selanjutnya bukan lagi pertandingan persahabatan.

Ia mengatakan bahwa pertarungan selanjutnya adalah eksekusi para tahanan yang akan di hukum mati, para tahanan ini adalah para pendekar tingkat tinggi dan akan di eksekusi oleh anggota Dragon Hammer.

"Saudara saudara ku, hari ini beberapa penjahat keji akan di eksekusi lewat pertarungan hidup dan mati, mereka adalah pendekar pendekar yang berhati iblis, memperbudak,memperkosa dan membunuh orang-orang yang bernasib sial karena bertemu mereka"

Pembawa acara memberitahu kejahatan yang telah mereka lakukan, meskipun kebanyakan korban bukan berasal dari kota Naga,namun para korban juga manusia yang tidak bersalah.

Mendengar kejahatan mereka, para penonton segera mencaci dan melempari mereka dengan botol dan benda lainya.

"Bunuh mereka!"

"Mereka tidak pantas hidup!"

"Berikan keadilan untuk para korban!"

Sorak para penonton yang geram kepada para penjahat.

Para penonton kebanyakan hanya orang biasa, mereka tidak punya kekuatan untuk melawan para penjahat, namun mereka punya pelindung seperti Cakar Naga dan Dragon Hammer yang melindungi mereka.

Dalam keadaan di rantai para tahanan ini hanya bisa mengumpat dan menerima hukuman mereka, ada sepuluh tahanan yang akan di eksekusi hari ini, mereka semua berada di tingkat Master sembilan dan ada satu yang berada di Tingkat Bumi.

Feng Ying sedikit terkejut karena cara mengeksekusi para tahanan ini tidak pernah terpikir olehnya di kehidupan pertamanya sekalipun.

"Mari kita sambut Penegak Keadilan yang kita banggakan!"

Seru pembawa acara memanggil para pendekar yang akan menjadi Algojo.

Tiga pendekar Dragon Hammer pun naik keatas arena sambil membawa pedang khusus untuk mengeksekusi para tahanan ini.

"Jika kalian bisa mengalahkan mereka bertiga kalian akan bebas"

Ucap pembawa acara kepada para tahanan dengan nada mengejek yang segera di tertawai oleh para penonton karena mustahil mengalahkan Algojo yang mereka hadapi.

Ratai yang menahan mereka pun di lepas, mereka juga di beri senjata milik mereka masing-masing.

Pertarungan pun di mulai ketika semuanya sudah bersiap, pertarungan ini adalah pertarungan kelompok antara sepuluh tahanan melawan pendekar Dragon Hammer.

Meskipun menang jumlah dan bertarung dengan kerja sama yang cukup baik, para tahanan ini tidak mampu menekan mereka bertiga.

Seorang tahanan tingkat Bumi memilih melawan seorang pendekar Dragon Hammer satu lawan satu agar tahanan yang lain melawan Dua pendekar Bumi yang lain.

Tahanan tingkat Bumi yang bisa di bilang pemimpin tahanan yang lain karena memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari yang lainnya.

Meskipun terlihat lebih kuat dari pendekar Dragon Hammer, pemimpin tahanan itu berhasil di tekan oleh pendekar Dragon Hammer dengan mudah.

"Tau kenapa aku sangat kuat?"

Tanya pendekar Dragon Hammer yang berhadapan dengan pemimpin tahanan.

Pemimpin tahanan itu tidak menjawab melainkan terus mencoba menyerang balik pendekar yang menjadi lawannya itu.

"Dasar penjahat, aku lebih kuat darimu karena jiwa yang kau bunuh sedang bersama ku!"

Ucap pendekar Dragon Hammer dengan geram karena kesal.

Pendekar itu kemudian mengeluarkan jurus yang luar biasa hebatnya, bisa terlihat pendekar itu terlihat sangat marah.

Melihat kejadian itu Dua pendekar Dragon Hammer yang lain segera keluar dari arena pertarungan kemudian ikut menonton dari luar arena.

"Kudengar para tahanan ini membunuh menantu dan cucunya"

Tanya pendekar Dragon Hammer yang keluar dari arena kepada rekannya.

"Benar, maka dari itu dia meminta agar bisa mengeksekusi mereka sendiri"

Jawab pendekar Dragon Hammer yang satunya sambil melihat rekannya yang sedang bertarung melawan mereka sendiri.

Para penonton pun bersorak dan menyemangati pendekar Dragon Hammer itu agar bisa membunuh para tahanan itu.

Di dalam arena pendekar itu terus menyerang para tahanan itu tanpa memberikan kesempatan sedikit pun.

Hanya dalam beberapa serangan, tahanan yang berada di tingkat Master mendapatkan luka yang cukup serius, pemimpin mereka juga tidak mampu membantu menahan serangan pendekar yang sedang membalas dendam keluarganya itu kepada bawahanya.

Dalam waktu singkat pendekar itu sudah mengeluarkan ratusan jurus secara terus menerus tanpa ampun.

Beberapa tahanan yang belum mencapai tingkat Bumi kini sudah tewas dengan tubuh yang terpotong potong, sedang kan yang lain tak lama lagi akan segera menyusul rekanya yang sudah tewas.

"Ampuni aku.."

Ucap pemimpin tahanan itu dengan lemas setelah tangan kanannya terlepas karena tebasan pendekar itu.

"Apakah kau mengampuni cucuku yang menangis saat itu?"

Ucap pendekar itu sambil menahan kesedihannya mengingat jasad menantu dan cucunya yang di penuhi luka saat di temukan.

"Aku tidak tau mereka keluarga mu"

Ucap pemimpin tahanan itu sambil mencoba mengehentikan pendarahan di bahu kanannya.

"Sepertinya nyawa manusia tidak ada harganya di matamu"

Jawab pendekar Dragon Hammer kemudian mengeluarkan jurus terbaiknya untuk mengakhiri pertarungan ini.

"Naga Penghakiman!"

Pendekar itu menebaskan pedangnya ke arah para tahanan yang tersisa, tebasan itu mengeluarkan tebasan energi hitam yang sangat cepat.

Setelah energi itu melewati tubuh para tahanan yang tersisa, tubuh mereka terbelah menjadi di Dua memisahkan perut dan dada mereka semua.

Para penonton yang menyaksikan itu pun terdiam, bukan karena para tahanan yang mati mengenaskan melainkan karena isak tangis pendekar tua dari Dragon Hammer yang berhasil membalas dendam menantu dan cucunya.

Dua pendekar yang dari awal menonton pertarungan itu kini mendekati rekan mereka yang berada di atas arena itu, mereka mencoba menghibur rekanya itu.

Setelah beberapa saat akhir nya pendekar itu menahan kesedihannya dan berterimakasih kepada semua yang mendukungnya di arena itu, ia juga memberi hormat kepada Patriark Long yang mengizinkan ia mengeksekusi para tahanan ini.

Para penonton kemudian bertepuk tangan karena di mata mereka pendekar itu adalah orang sekaligus kakek yang baik.

"Bukankan ini sedikit aneh"

Ucap Feng Ying sambil melihat jasad para tahanan yang sedang di bersihkan.

"Bagi orang dari luar kota memang aneh namun kejadian seperti ini biasa saja di kota Naga, lihat ibumu"

Jawab Long Fei sambil memakan cemilan Feng Ying.

Feng Ying segera melihat ke ibunya, ia melihat Feng Jia Li yang terlihat sudah biasa melihat adegan berdarah.

"Ibu tidak takut melihat kejadian seperti itu?"

Tanya Feng Ying.

"Semenjak menikah dengan ayahmu, ibu sudah terbiasa dengan pemandangan seperti ini"

Jawab Feng Jia Li sambil tertawa kecil.

Feng Ying kemudian melirik ke adiknya yang masih memasang ekspresi biasa saja sambil menatapnya juga.

"Eh seperti keluarga ini memang tidak normal"

Ucap Feng Ying sambil kembali duduk dengan tenang.

Long Fei dan Feng Jia Li pun tertawa kecil karena memang sejak kelahiran Feng Ying dan Long Ai, kehidupan keluarganya berbuah, namun mereka yakin perubahan itu ke arah yang lebih baik.

Kerena hari sudah siang dan semua pertarungan sudah selesai,para penonton pum mulai meninggal stadion untuk kembali ke rumah masing-masing.

Long Fei langsung mengajak keluarganya kembali ke kediamannya karena menurutnya akan repot jika bertemu keluarganya sekarang karena ada tamu dari Kekaisaran juga.

1
Ardian Tunasmobil
lama gak update thorr
Ardian Tunasmobil
mantabzz
Buang Sengketa
aku gak lanjut ya kk author....gak enak kali bacanya mc n gengnya lebih jahat dr penjahat..hehehe....
Buang Sengketa
baru ini baca tokoh utamanya dan kelompoknya jadi penggerak penjahat membantai manusia biasa..
Ardian Tunasmobil
lanjutt thor... josss
Si paling OP: baik senior
total 1 replies
Si paling OP
untung di ingetin:v
P Febrian
jir anal😅😂
Envoy
keren
Ardian Tunasmobil
josss
Arga Wijaya
up
Handi Adi
ngopi Thor biar dpt ide bagus
Handi Adi
up thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!