NovelToon NovelToon
Mahligai Cinta Zeda Humaira Emerson

Mahligai Cinta Zeda Humaira Emerson

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Romansa / Cinta Murni / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:10.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: SkySal

SEQUEL LENTERA DON GABRIEL EMERSON

Meskipun menikah atas dasar perjodohan, Zeda Humaira Emerson dan Arsyad Ibrahim menjalani pernikahan dengan cinta yang tulus.
Arsyad adalah seorang pria yang sholeh, pintar, dermawan, pendiri sekolah TK gratis, dan tentu Arsyad juga sangat tampan, tidak ada alasan bagi Aira untuk menolak perjodohan itu.
Cintanya pada Arsyad tumbuh semakin besar saat Arsyad tak mempermasalahkan Aira yang tak kunjung hamil setelah 5 tahun pernikahan mereka berjalan.
Namun, Aira tertampar sebuah kenyataan pahit saat ia menemukan fakta, bahwa sang suami telah menikah lagi dengan salah satu guru TK-nya, bahkan istri kedua suaminya itu kini tengah mengandung.

Sementara Arsyad, ia sangat mencintai Aira lebih dari apapun, Aira adalah wanita muslimah yang begitu taat pada agama, orang tua, dan suami. Namun, ia terpaksa menduakan Aira karena sebuah alasan yang tak bisa ia tolak.
Apakah karena Aira yang tak kunjung hamil?
Atau ada alasan yang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MC Zeda Humaira #20 - Panah Luka

Arsyad menunggu Aira di kamarnya dengan tidak sabar, ia sudah menyiapkan diri dan hati untuk mengungkapkan semua kebenaran yang telah ia sembunyikan selama ini.

Arsyad juga telah menyiapkan hati untuk menerima akan seperti reaksi Aira nanti.

Sementara itu, Aira kembali ke kamarnya setelah ia dari kamar ibu mertuanya dan mengungkapkan isi hatinya. Aira tahu, mungkin ibu mertua kesal, atau tidak terima atas apa yang Aira katakan. Tapi Aira tahu dengan pasti, hal itu sudah seharusnya ia lakukan, demi kesehatan hatinya, juga demi ibu mertuanya sendiri, karena mempermalukan Aira di depan orang lain sama saja seperti memperlakukan Arsyad.

"Mas, kamu nggak mau kerja?" Tanya Aira karena ia melihat suaminya itu masih duduk santai di tepi ranjang, bahkan Arsyad belum mengganti bajunya.

"Ada yang mau ... aku bicarakan," ucap Arsyad gugup. Ia membawa sang istri duduk bersamanya di tepi ranjang, Aira menatap suaminya itu dengan satu alis terangkat.

"Oh ya? Tentang apa? Apa sesuatu yang kamu sembunyikan itu? Hm?" Tanya Aira sambil terkekeh yang membuat Aira semakin kehilangan kata-kata.

"I-iya," jawab Arsyad, tangannya gemetar dan tubuhnya terasa panas dingin, dadanya bergemuruh.

"Sebenarnya, kamu...."

Arsyad"...." ucapan Arsyad harus terpotong saat tiba-tiba Ummi Ridha masuk ke kamarnya, ia tampak sangat cemas membuat Arsyad dan Aira merasa bingung.

"Ada apa, Ummi? Apa semuanya baik-baik saja?" tanya Aira yang ikutan cemas.

"Nggak apa-apa, Aira. Ummi cuma..." Ummi Arsyad menatap Arsyad kemudian mendekati putranya itu. "Emh, Arsyad. Ada yang mau Ummi bicarakan sama kamu," tukasnya kemudian ia menyeret Arsyad keluar dari kamar.

Sementara Aira menatap penasaran dengan apa yang di katakan ibu mertuanya, kenapa tidak ia katakan di depannya saja?

"Ada apa?" Tanya Arsyad setelah mereka menjauh dari kamar.

"Kita harus ke rumah sakit sekarang, Anggun masuk rumah sakit, Syad," seru Ummi Ridha panik yang tentu saja membuat Arsyad juga panik.

"Masuk rumah sakit bagaimana? Kenapa?" Tanyanya.

"Ummi juga tidak tahu, tapi kata Husna dia pingsan dan sekarang sudah ada di rumah sakit. Kita harus kesana sekarang!" Arsyad tak bisa langsung menjawab, ia masih berfikir sejenak.

Di satu sisi, ia ingin segera mengatakan kebenaran yang ia sembunyikan. Namun di sisi lain, ia juga cemas dengan keadaan Anggun yang kini sedang hamil.

"Ayo, Arsyad. Kita pergi sekarang, tunggu apalagi?" desak Ummi Ridha.

"I-iya, Ummi...." jawab Arsyad gelagapan.

Ia pun kembali ke kamarnya untuk pamitan pada Aira. "Ada apa?" Tanya Aira saat Arsyad kembali ke kamar.

"Em, Sayang. Aku pergi sebentar, ya. Nanti aku kembali secepatnya," ujar Arsyad, ia mengecup pelipis Aira kemudian pergi dengan buru-buru bahkan ia tak membiarkan Aira bertanya atau mengatakan sesuatu.

Aira hanya menatap suaminya itu dengan nanar dan ia memegang dadanya yang tiba-tiba saja berdebar kencang.

"Ya Allah, mungkin mas Arsyad hanya sedang ada pekerjaan penting," gumam Aira, mengusir perasangka yang mulai menggelitik dalam hatinya atas perubahan sikap Arsyad akhir-akhir ini.

Untuk mengalihkan fikirannya, Aira pun pergi ke kamar Via untuk membangunkan putrinya yang pasti masih tertidur itu.

Saat masuk ke dalam kamar Via dan menatap wajah tenang sang putri, seketika hati Aira pun sedikit tenang.

"Sayang...." Aira mengusap pipi Via dengan lembut. "Ayo bangun, ini sudah siang," bujuknya. Via menggeliat malas sambil menguap dan mengucek matanya.

"Ayo, Sayang. Subuhmu sampai hilang lho," ucap Aira lagi.

Via pun bangun meskipun dengan mata yang masih terasa begitu berat. "Ngantuk, Ummi," rengeknya.

"Iya, nanti siang bobok lagi. Sekarang Aira bangun, mandi, Ummi mau buat sarapan yang enak, Via mau apa?"

"Roti yang ada isi telur dan ayamnya, Ummi," ujar Via antusias.

"Hem, baiklah, Tuan puteri. Akan Ummi Siapakan," kata Aira.

Via pun segera turun dari ranjangnya dan bergegas menuju kamar mandi, sedangkan Aira turun ke dapur untuk membuatkan roti yang Via mau.

Saat Aira sibuk mempersiapkan sarapan, tiba-tiba ia mendengar suara teriakan Via dari kamarnya yang membuat Aira sangat terkejut dan tanpa fikir panjang ia langsung berlari ke kamar Via.

"VIA...." teriak Aira saat ia melihat anak angkatnya itu sudah tergeletak di lantai kamar mandi.

Aira sangat panik apalagi saat ia melihat kepala Via berdarah, Aira langsung menggendong putrinya itu dan membawanya ke ranjang kemudian Aira langsung menelepon Arsyad, namun suaminya itu tidak menjawab.

Aira menghubungi ambulance karena ia sangat panik, ketakutan dan ia tidak bisa berfikir apa yang harus ia lakukan sekarang selain memanggil ambulance dan membawa Via ke rumah sakit.

...***...

Kini Via sudah berada di rumah sakit dan di tangani oleh Dokter, Aira masih tak bisa menyembunyikan ketakutannya apalagi saat ia melihat noda darah Via di bajunya.

Aira juga merasa bersalah, sangat merasa bersalah. Seharusnya ia tidak membiarkanku Via ke kamar mandi sendirian, itu berbahaya.

"Ini salahku, ya Allah. Maafkan aku, aku nggak bisa jadi ibu yang baik untuk Via. Maafkan aku." Aira terus menggumamkan hal yang sama sejak tadi.

Tak lama kemudian seorang Dokter mendatangi Aira yang masih tampak sangat cemas.

"Bu Aira...." Aira langsung menoleh.

"Dok, bagaimana keadaan putriku? Dia baik-baik saja, 'kan?" Tanya Aira dengan suara gemetar.

"Tenanglah, Bu. Pasien hanya mengalami cidera ringan," ucap Dokter yang menangani Via yang membuat Aira langsung bernapas lega dan mengucapkan puji syukur dari lubuk hatinya yang paling dalam.

"Alhamdulillah, ya Allah. Lalu, apa Via sudah sadar, Dok?" Tanya Aira.

"Belum, saya yakin sebentar lagi akan sadar, Bu. Pasien pingsan hanya karena shock, lukanya tidak parah," ujarnya.

"Apa boleh saya menjenguknya sekarang?"

"Iya, tentu. Silakan, Bu Aira. Saya permisi, panggil saya jika terjadi sesuatu."

"Terima kasih banyak, Dokter."

Aira masuk ke ruangan Via, ia menatap anak angkatnya itu dengan sendu. "Maafin Ummi, Sayang. Ummi nggak bisa jadi ibu yang baik sampai kamu celaka seperti ini," gumam Aira, ia mengecup tangan mungil Via dengan lembut. "Ummi janji, In Shaa Allah, setelah ini Ummi akan jauh lebih hati-hati menjagamu."

Aira membelai kepala Via dengan sayang kemudian mengecupnya. "Cepat sembuh ya, Nak."

Tak berselang lama seorang suster menemui Aira dan meminta Aira menyelesaikan registrasi rumah sakit.

Aira pun mengikuti Suster itu namun ketika keluar dari kamar Via, kening Aira berkerut saat ia melihat Arsyad bersama masuk ke salah satu ruangan disana.

"Tunggu, Sus...." seru Aira. "Em, aku ingin menemui seseorang yang sepertinya aku kenal, apa bisa suster menjaga anakku sebentar saja?" Tanya Aira namun pandangannya lurus menatap ruangan yang di masuki Arsya.

"Tentu, Bu. Tidak masalah." setelah mendengar jawaban suster, Aira langsung menghampiri itu.

Dengan pelan ia membuka pintu itu dan seketika hatinya seperti di hujam ribuan anak panah saat ia melihat pemandangan di depannya.

Sang suami, sedang duduk di sisi seorang yang terbaring di ranjang rumah sakit dan keduanya saling berpegangan tangan.

"Arsyad...."

1
Sandisalbiah
LUAR BIASA
Sandisalbiah
bakal seru kisah Thanvir dan Livia ini nantinya... sedari kecil aja Thanvir udah terlihat begitu posesif terhadap Via...
Sandisalbiah
emang keluarga toxic dan muka badak.. udah jelas terbongkar kedoknya pun masih kekeh dgn kesombongan mereka.. dan pak Arif tp sayang gak bijak sana sama sekali, sebagai seorang bapak.. ank salah bukan di ingatkan malah di dukung.. definisi org tua keblinger ini..
Sandisalbiah
Alhamdulillah.. bahkan kebusukan Anggun langsung terbongkar melalui dr. Tiya bahkan sebelum mereka melihat dan menemui Anggun di Bandung..
Sandisalbiah
sepertinya otak Tanvir dan otak Jibril ini ke tuker... 🤭
Sandisalbiah
detik deti mendekati eksekusi drama picisan yg Anggun ciptakan.. semoga gak ada episode tambahan yg bikin tegang otot leher karena ulahnya..
Sandisalbiah
diagnosa abi Gabriel jelas ngawur walau masuk di akal tp bagus krn dgn begitu tes DNA akan tetap di lakukan biar kebohongan Anggun segera terbongkar
Sandisalbiah
yg namanya kebohongan gak akan bisa di simpan utk selamanya... Anggun terlalu sombong kalau dia berfikir dapat memanfaatkan Arsyad dan menipunya lagi tp pasti bakal kebongkar itu kebusukannya mengingat dr. Tiya yg melakukan CS pdnya adalah sahabat ummi Firda.. kali ini harus di bui dia biar beneran jerah..
Sandisalbiah
hanya keledai bodoh yg bisa jatu di lubang yg sama dan lagi² Anggun menunjukan betapa bpdphnya dia krn egonya yg tinggi yg gampang terpancing emosinya.. tdk bercermin atau belajar dr kesalahannya di masa lalu dan kini dia akan mengulanginya lagi.. dasar keledai dungu..
Sandisalbiah
nah.. ada aroma² gak sedap plus galagat lain dr Anggun.. apa coba maksudnya bilang akalu ank adopsinya itu anaknya Arsyad dan kasih nama belakang Arsyad juga... modus baru dia ini buat menjerat Arsyad lagi.. awas aja
Sandisalbiah
pentingnya memiliki bahkan menjadi orang tua yg ber pemikirannya luas dan terbuka.. selalu memberi kesempatan buat anak utk mengungkapkan pendapat mereka bahkan memberi kesempatan mereka buat berusaha membuktikan keinginannya walau tetap harus di pantau dan di ingatkan krn emang itulah tugas org tua..dan sayang gak semua org tua bisa bersikap sebijak itu
Sandisalbiah
seorang perempuan mungkin merasa bangga kalau sudah bisa merebut perhatian, cinta dr seorang suami terhadap istri sahnya tp dia lupa.. hal papun yg di peroleh dgn cara menyakiti perasaan org lain tdk akn pernah membawanya pd kebahagiaan bahkan keberkahan... jika pun dia terlihat bahagia tp hatinya juga tdk akan pernah merasa tenang dan damai
Sandisalbiah
hanya perempuan berhati iblis yg dgn tega menyakiti perempuan lain, apa lagi ibu Arsyad ini.. jelas tau Aira itu menantu Sholeha dan sangat berbakti tp tetap menyakitinya... jelas mertua biadap yg tak berhati.. perkara cucu... ank adalah titipan , siapa dia yg bersikap seolah Tuhan menentukan nasib ank dan menantunya
Sandisalbiah
cinta tp nikah lagi...? pernikahan gak akan bisa terjadi tanpa persetujuan kedua belah pihak.. dasarnya kamu maruk, gak sabaran dan kurang bersyukur makanya tega menghianati istri sesholeha Aira... dasar plin plan..
Sandisalbiah
terkadang org ketiga dlm rumah tangga yg bisa jd penghancur justru ibu sendiri.. terlalu ikut campur urusan rumah tangga anak, ikut mengatur kehidupan ank krn merasa paling tau apa yg terbaik utk sang anak tp justru semua itu mala mendorong ank dlm jurang kehancuran..
Tatan Utari
Aduhh cerita nya menguras air mata, semangat Aira
Nova Nurdin
baaguuusss
Nova Nurdin
kok vak kenal si javeed ama arsad.... kandia pindah setwlah diownjara nusuk istrinya mikail
Saadah Rangkuti
ibu macam apa kamu, namanya aja yg bagus tp tak sesuai dgn sifat dan hatinya..😡😡
Saadah Rangkuti
padahal Aira sedang hamil jg tanpa disadarinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!