The Strongest Mr. Max Kendrick!
Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.
Bersumpah akan membalaskan dendam kepada mereka yang telah membunuh kedua orang tuanya.
Rasa sakit, kesedihan, kehancuran akan Max berikan 100x lipat untuk mereka. Dengan kemampuan dan kelebihan yang dia miliki, Max siap menghancurkan siapa saja yang menghalangi nya menjadi debu!
Dengan membentuk Geng bernama The Strongest Warriors, Max akan membuat dunia bertekuk lutut dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FixCrazy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Kebenaran Yang Terungkap
Saat Max akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba terdengar suara mesin mobil. Bahkan, kali ini terdapat lebih dari lima buah mobil yang datang ke tempat itu.
Dengan tenang, Max menatap ke arah Smith yang juga menatap ke arahnya.
"Jayden, coba kau lihat siapa yang datang!" Perintah Genzo Lee yang saat ini sudah berkeringat dingin setelah mendapatkan tatapan mematikan dari Smith.
Max, Smith, dan kedua Bodyguard TSM Group masih berdiri dengan tenang. Hingga beberapa saat kemudian, masuk puluhan orang menggunakan jaket hitam. Terlihat seorang pria dewasa yang menutup salah satu matanya.
"Tuan Edgar." Ucap Genzo dengan kaget, lalu berjalan ke arah Edgar.
Max yang mendengar nama Edgar, menatap ke arah Natasha yang terlihat ketakutan.
"Hahahaha... Genzo Lee! Konspirasi apa lagi yang sedang kau rencanakan sebenernya?" Tanya Edgar dengan tertawa, namun setiap kata-katanya tersirat kemarahan.
"Tuan Edgar, apa yang tuan maksud?" Tanya Genzo Lee dengan bingung.
"Keluarga Lee mu itu, benar-benar br*ngsek! Setelah membunuh kedua orang tua Natasha dan merebut semua kekayaan miliknya, kini kau menggunakan putrinya sebagai bonekamu!" Edgar dengan berjalan santai ke tengah-tengah ruangan
Natasha yang mendengar hal itu, segera menutup mulutnya dengan kedua tangan. Dia benar-benar merasa kaget mendengar ucapan Edgar.
Max sendiri menggelengkan kepalanya, lalu menatap ke arah Natasha sejenak, sebelum berjalan menuju tengah ruangan.
"Tuan Edgar, bisakah anda menjelaskan kepadaku tentang ucapan yang sebelumnya anda katakan?" Ucap Max dengan tersenyum tipis.
Tuan Edgar menatap ke arah Max dengan tajam. "Aku tidak memintamu untuk berbicara, sebaiknya kau segera pergi dari tempat ini!" Ucap Edgar dengan penuh penekanan.
Max menyunggingkan bibirnya, lalu menepuk bahu Edgar. " Aku hanya meminta penjelasan darimu, setelah itu, aku akan pergi dari tempat ini." Ucap Max dengan menatap wajah Edgar.
"Singkirkan tanganmu dari tubuhku! Atau aku akan mematahkannya!"
Smith yang sedari tadi diam, melangkahkan kaki mendekat ke arah mereka berdua.
"Sebelum kau melakukan hal itu, percaya atau tidak? Aku akan memaksa mu untuk berbicara!" Ucap Smith dengan tertawa kecil.
Edgar sama sekali tidak takut dengan ancaman Smith, saat ini dia membawa banyak anggotanya.
Genzo dan seluruh anggota Lee sendiri terdiam, mereka sama sekali tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun.
Dengan gerakan cukup cepat, Edgar memegang tangan Max yang berada di pundaknya, lalu mencoba membanting tubuh Max ke depan.
Namun, suara retakan tulang tiba-tiba terdengar, hingga tidak lama kemudian suara jerit kesakitan dari mulut Edgar memenuhi ruangan.
"Kau begitu ceroboh! Aku sudah memberikan keringanan terhadapmu, namun kau sama sekali tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dengan baik." Ucap Max, yang kemudian menekan jari-jarinya yang ada di pundak Edgar.
" Arghhh....!" Sekali lagi Edgar berteriak kesakitan, dia merasakan seakan-akan tulang yang berada di bagian pundak bergeser.
"Siapa kau sebenarnya?" Tanya Edgar dengan menahan rasa sakit, sedangkan anggota yang di bawanya mendapatkan hadang dari Smith dan Bodyguard TSM Group.
"Sekali saja kalian bergerak, aku akan memastikan tuanmu mati di tempat ini!" Ucap Smith dengan tegas.
Max kemudian menurunkan tangan yang berada di pundak Edgar, lalu berjongkok menuju Edgar yang saat ini duduk di lantai.
"Kau sebelumnya telah di peringatkan oleh Smith, jadi jelaskan kepadaku tentang kata-kata mu yang menyebutkan kematian kedua orang tua Natasha!"
Genzo Lee sendiri semaki ketakutan, namun dia tidak mampu berbuat apa-apa.
"Baik. Aku akan menjelaskan kepadamu. Kejadian ini sendiri terjadi saat Natasha baru saja lahir. Genzo Lee yang menjadi asisten dan orang kepercayaan Marcell Jonathan, dengan sengaja menyabotase mobil yang di tumpangi oleh sepasang suami istri itu. Sepasang suami istri itu sendiri adalah Tuan Marcell Jonathan, dan Istrinya Aurora Hernandez. Genzo Lee telah merencanakan semuanya dengan sangat rapih, bahkan penyelidikan kasus kematian keduanya di tutup rapat-rapat hingga saat ini. Natasha sendiri selamat karena harta kekayaan yang akan di warisi oleh putri tunggalnya, dengan itu membuat Genzo Lee berpura-pura mengadopsinya. Untuk lebih jelasnya, kau dapat menanyakan hal itu kepada Genzo Lee sendiri." Ucap Edgar menjelaskan.
Max menganggukkan kepala, sedangkan Natasha sendiri kini telah mengeluarkan air mata mendengar penjelasan itu.
Natasha benar-benar tidak menyangka, jika orang tua angkat yang selama ini menjaga dan merawatnya hingga dewasa, ternyata pembunuh kedua orang tuanya.
Kehidupan Natasha sedari kecil memang tidak berjalan mulus, banyak air mata dan rasa sakit yang dia rasakan, namun dia tetap merasa bersyukur dan menganggap kedua orang tua angkatnya seperti orang tuanya kandung nya sendiri.
"Dari mana kau mengetahui itu semua?"
"Karena aku yang telah menyabotase mobil yang di tumpangi oleh mereka, dengan imbalan Natasha akan menjadi milikku kelak. Sebenernya bukan tentang cinta atau rasa kasih sayang, semua aku lakukan karena sejak dulu aku menyukai Aurora Hernandez. Namun aku harus menyerah mengejarnya setelah mengetahui jika Marcell Jonathan adalah suaminya. Aku juga tidak mengetahui bagaimana bisa Genzo Lee mengetahui masalah ini, hingga akhirnya aku menyadari kedekatan dia dengan Marcell." Jelas Edgar dengan mengingat masa lalunya.
Max bangkit dari posisinya, dia menatap ke arah Natasha yang terlihat sangat menyedihkan.
Natasha merasa sangat putus asa, dia benar-benar merasa hancur mendengar kenyataan yang baru saja dia ketahui.
Max sendiri terdiam dengan menatap ke arah langit-langit ruangan itu.
"Bersiaplah!" Perintah Smith kepada Bodyguard TSM Group.
Bodyguard TSM Group segera mempersiapkan diri mereka.
"Kalian semua benar-benar bre*ngsek! Aku akan membunuh kalian!" Teriak Max dengan membuka kedua matanya.
Terlihat pancaran api kemarahan dari kedua bola mata Max, dia benar-benar telah kehilangan kendali saat melihat bagaimana hancurnya Natasha saat ini.
Max dapat merasakan bagaimana rasa sakit yang di rasakan oleh Natasha. Hal itu membuat Max sangat murka.
Dengan gerakan cepat, Max menendang wajah Edgar yang sedang duduk di lantai.
"Bughhh...." Edgar terlempar beberapa meter hingga menabrak dinding ruangan.
Smith dan kedua Bodyguard TSM Group segera melesat ke arah anggota yang di bawa Edgar.
"Habisi mereka semua! Sisakan satu nafas mereka, lalu bawa menuju markas!" Teriak Max dengan menggila.
Max yang melihat Jayden ingin pergi, dengan cepat berlari ke arahnya, lalu melepaskan tinju ke arah punggung.
"Bughhh....." Jayden tersungkur ke lantai.
Semua keluarga Lee mulai berlarian menjauh, hingga tiba-tiba Genzo Lee membawa pisau dan bersiap menusuk Natasha yang hanya diam dengan pandangan kosong.
Max yang melihat hal itu, segera mengambil barang kecil yang ada di sampingnya, lalu melemparkan ke arah Genzo Lee.
"Awas!" Teriak Smith saat melihat pisau yang berada di genggaman tangan Genzo Lee hampir mengenai Natasha.