Hay semua ketemu lagi sama si Author Garing satu ini.. pantengin ya jangan kemana-mana nanti ketinggalan 😘😘😘
Menceritakan kisah seorang pria berkepribadian ganda yang haus akan kasih sayang..harta berlimpah namun hatinya kosong..tak ada cinta yang bisa masuk kedalam hatinya yang hampa..karena kenangan masa kecil yang pahit Revano menjadi sosok yang bisa begitu hangat tapi juga bisa kejam di saat yang bersamaan.
Ariana gadis 19tahun yang masih mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan..gadis aktif dan tomboy itu seringkali tawuran dan terlibat perkelahian antar mahasiswa.
Ariana sendiri hidup dengan sang papa yang notabenenya adalah pengusaha yang selalu sibuk akan pekerjaan nya hingga tak ada waktu untuk sang putri.
Akankah takdir mempersatukan mereka...?
Takdir seperti apa yang akan mereka lalui..?
Akankah keduanya bisa bersama dan melengkapi cinta di hati masing-masing..?
Mari simak kisahnya di sini 😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alina Aprilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 19_Getaran
Keesokan paginya..Evan sudah bangun lebih dulu..dia mandi karena semalam dia tidak mandi.. terlalu malam jadi malas..setelah selesai dia menghubungi anak buahnya untuk membelikan makanan.
"Morning.." sapa Evan setelah melihat Ana membuka matanya.
"Morning juga" sahut Ana pelan.
"Bagaimana keadaan mu..apa masih sakit..?"
Ana mengangguk karena dia tidak kuat untuk bicara..nyeri nyut-nyutan di seluruh tubuhnya saat ini..Evan tau pasti Ana tidak nyaman dengan kondisi tubuh nya.
"Sudah tidak apa-apa.. istirahatlah"
"Bos..aku mau pulang saja" ucap Ana lirih.
"Pulang..Tapi keadaan mu belum swmbuh total Ana.."
Ana menggeleng..dia tidak suka bau rumah sakit..dia lebih nyaman di rumah..rumah Evan tepatnya..dia nyaman di rumah Evan..ntahlah setiap ada di rumah pasti hatinya bergetar.
"Huhh . baiklah kau di rawat di rumah saja.."
Ana mengangguk tanda setuju..dia juga tersenyum manis ke arah Evan dan itu sukses membuat hati Evan penuh kupu-kupu yang berterbangan.
*
*
*
Evan dan ana sudah ada di rumah..Evan membawa Ana ke kamarnya..dia tak peduli dengan penolakan Ana..dia akan menjaga gadisnya sendiri.
"Sudah istirahat lah..aku buatkan bubur sebentar..jangan macam-macam"
"Iya bos galak"
Evan terkekeh..gadisnya sudah kembali..Ana-nya sudah seperti sebelumnya..Evan senang melihat Ana sudah pulih lebih cepat.
"Baiklah aku turun jangan nakal"
"Iya bawel"
Cup.........
Satu kecupan singkat di kening Ana..Ana bahkan sampai melongo..dia terkejut dengan perbuatan Evan yang mendadak itu..apa baru saja dia di cium.
"Dasar bos kampret"
Evan pergi ke dapur dan membuatkan bubur untuk Ana..dia sendiri yang turun tangan..para pelayan hanya menjafi penonton pertunjukan memasak sang tuan rumah.
"Wah tuan Evan hebat ya.."
"Tak ku sangka tuan bisa memasak"
"Tingkat ketampanan nya meningkat drastis"
"Aku mau punya pendamping seperti nya"
"Mimpi" jawab mereka serempak.
Pelayan di rumah Evan memang masih muda usianya jauh lebih tua dari Ana..kisaran 25-28 jadi mereka sudah biasa seperti ini.
Evan selesai dengan urusan memasaknya..dia membawa hasil karyanya ke kamar dan memberikannya kepada Ana..Ana melihat Evan masuk dengan membawa nampan berisi bubur dan teh hangat..dia tersenyum melihat Evan seperti itu.. menggemaskan.
"Bos kau baik sekali denganku.."
"Sudah diam..makanlah"
"Ishhh..nyebelin"
"Sudah biar ku suapi"
"Huhh..andai tanganku sudah baikan pasti aku makan sendiri"
"Cerewet"
Ana makan dengan lahap..entahlah mungkin setelah kembali dari rumah sakit energinya langsung terkumpul.
Evan senang Ana menyukai makanan buatannya..dia akan memasak sendiri untuk Ana mulai hari ini..dia akan memastikan bahwa Ana tidak kekurangan gizi..lihatlah badannya sekarang sudah sedikit berisi daging daripada awal mereka bertemu.
*
*
*
Di kediaman tuan Johan..Natali tersenyum senang karena 1 Minggu lagi dia akan menjadi nyonya Arguelo yang sah..dia akan menyingkirkan tuan Johan ketika sudah berhasil mengambil alih semua aset berharga tuan Johan.
"Sayang aku mau makan pasta.." ucap Natali.
"Baiklah biar bibi yang buatkan"
"Baiklah.."
Pasta pesanannya sudah siap.. Natali memakannya dengan lahap..dia memang ingin makan pasta..dia ngidam.
"Sayang bagaimana kondisi anak kita..?"
"Dia baik-baik saja sayang..kaya dokter tidak boleh capek dan stres"
"Baiklah aku mengerti..apa kau mau berlibur sayang..?"
"Tidak usah sayang..aku hanya ingin segera menjadi istrimu saja dan melahirkan anak kita dengan selamat"
"Kau pasti akan baik-baik saja sayang...anak kita juga akan baik-baik saja.. percayalah"
"Iya aku percaya sayang..tapi bagaimana dengan Ana sayang..apakah dia akan hadir di acara pernikahan kita..aku takut sayang..aku takut dia seperti kemarin lagi"
"Kau tenangs aja..aku tidak mengundang anak kurang ajar itu..biarkan dia bersama suaminya dia bukan lagi Keluarga Arguelo"
"Sayang..jangan. seperti itu..dia anakmu satu-satunya "
"Sudah jangan bahas dia..aku malas"
"Baiklah sayang"