kisah tentang berbagi cinta antara seorang gadis belia berusia 16 tahun bernama dinda kanaya yang terpaksa menjadi dirinya madu sementara kakak tirinya yang sedang koma hampir dua tahun lamanya. ia terpaksa mengikuti keinginan ayahnya demi pengobatan ibunya. menikah karena terpaksa mengatasnamakan bakti kepada orang tua tanpa membawa cinta dan berharap ini segera berakhir.
apakah dia akan bahagia selama menjalani lakonnya sebagai madu sementara kakak tirinya atau ini awal dari penderitaannya.
apakah kontrak pernikahan yang diberikan suaminya menjadi neraka sendiri bagi dirinya sedangkan senyum merendahkan selalu diberikan suaminya.
akankah Reno abraham seorang CEO Garment terbesar di negeri ini yang terkenal dingin dan keras hati akan luluh dan menerima dinda.
IG : titeue_keumalasaringl
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon titeue keumala sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
akhirnya tau
rendy mengetuk pintu ruang kerja papanya dan ia diijinkan untuk masuk kedalam. ia melihat papanya masih sibuk dengan beberapa berkas dokument ditangannya dan kacamata baca yang bertengger dihidung mancungnya.
"ada hal apa yang membuat kau kemari nak" tuan abraham
"aku ingin mengetahui segalanya tentang dinda sekarang juga pa" ucap rendy
"ada apa denganmu nak, apa kah kau tertarik dengannya" ucap tuan abraham
"papa bicara apa dia sudah seperti adikku" ucap Rendy
"kau mungkin bisa menutupi perasaanmu dari dinda tetapi tidak dari papa dan mama, kau itu anakku" ucap tuan abraham
"apa sangat kelihatan pa" ucap Rendy yang malu perasaannya diketahui papanya
"tentu saja, papa harap setelah kau mengetahui kebenaran tentang dinda kau tidak akan kecewa atau marah padanya, karena ini permintaanku menutupinya darimu" ucap tuan abraham
"sebenarnya ada apa pa" ucap reno
"duduklah" ucap tuan abraham
tuan abraham pun menceritakan segalanya kepada Rendy, dari awal sampai terjadi pernikahan hanya bertahan dua hari, ibu dinda meninggal hingga keduanya resmi bercerai dan apa latar belakang reno mencoba mencelakai Dinda.
Rendy begitu terkejut dan tidak menyangka dinda melewati banyak kepahitan diusianya yang sangat belia. pria itu begitu marah dan ia mengepalkan kedua tangannya. ia berdiri dari duduknya. ia ingin berlalu dari ruang kerja papanya
"kau mau kemana" ucap tuan abraham
"aku mau memberi pelajaran kepada kakak reno pa" ucap rendy
"tidak perlu, jika kau benar mencintai dinda dan menerima statusnya papa tidak akan melarang, tetapi jika kau kecewa dengan kebenaran hidupnya aku tidak mengapa" ucap tuan abraham
"aku memulainya dari awal bertemu dan selama ia disini aku melihat dia gadis yang baik dan patuh kepada mama dan papa, sama sekali tidak memanfaatkan kebaikan kita" ucap rendy
"dia yang memang gadis yang baik dari itu papa dan mama akan selalu melindunginya sampai ia menyelesaikan pendidikannya, mendapatkan pekerjaan yang layak hingga menemukan jodoh yang tepat untuknya" ucap tuan abraham
"kenapa cari orang lain, ada aku disini pa" ucap rendy
"dekati ia perlahan buat dia nyaman denganmu jangan memaksakan hatinya dulu" ucap tuan abraham
"soal itu papa tidak perlu khawatir aku ahlinya" ucap rendy
"kau saja tidak punya kekasih sampai sekarang, malah menyukai ABG" ucap tuan abraham
"etsss papa jangan salah, aku hanya belum menemukan yang tepat, nanti saat sudah waktu" ucap rendy
"umurmu sudah tiga puluh" ucap tuan abraham
"ya sudah nikahkan aku dan dinda besok" ucap Rendy dengan percaya diri.
" kau terlalu percaya diri, apa dia mau dengan om-om sepertimu" ucap tuan abraham
"aku masih muda, tampan dan perjaka pa" ucap rendy
"buktikan dulu ucapanmu dan dapatkan hatinya tapi setelah dia tamat SMA kau boleh mendekatinya" ucap tuan abraham
"jika dia mau jadi pacarku dan mau menikah denganku" ucap rendy
"jangan terlalu percaya diri tidak ada pernikahan sebelum ia lulus dan menjadi seorang dokter" ucap tuan abraham
"tapi pa itu lama sekali" ucap Rendy mengeluh
"jika memang cinta pasti rela menunggu dan berkorban demi orang yang dicintai" ucap tuan abraham.
Rendy tidak menjawab lagi dia hanya menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti segala ucapan papanya.
"menunggunya sampai jadi dokter aku pasti sudah tua, oh cinta harus begini kah" batin rendy.
dan tuan abraham melihat putranya memikirkan kata-katanya. dan ia tersenyum melihat tingkah anaknya itu. putra keduanya itu memang tidak pernah terdengar dekat dengan seorang wanita sejak SMA sampai kini lain halnya dengan kakaknya yang suka gonta-ganti kekasih hingga akhirnya menikah dengan karina. Rendy pun keluar dari ruang kerja papannya. ia bertekat mulai besok akan terus memberi perhatikan kepada dinda. ia pun masuk kekamarnya untuk tidur.
keesokan harinya Rendy bangun lebih awal karena ia ada jadwal operasi pagi ini, ia menyiapkan dirinya ia lalu keluar kamar dan meminta asisten rumah tangganya untuk membawakan sarapan sehat untuk dinda. kemudian mengetuk kamar dinda yang ada disebelah kamarnya
"din... din..... kau sudah bangun" ucap rendy
"ia kak aku sudah bangun, masuk saja pintunya tidak dikunci kak" ucap dinda
Rendy pun masuk bersama asisten rumah tangga yang membawa sarapan sehat untuk dinda.
"pagi non" ucap bik tatik
"pagi bik" ucap dinda
"ini sarapan non dinda" ucap bik tatik
"banyak sekali sayurnya" ucap dinda mengeluh
"kau sedang dalam masa penyembuhan ayo kita sarapan" ucap rendy
"sarapan kakak enak sekali, roti bakar" ucap dinda
"sarapanmu juga enak dan baik untuk kesehatanmu, jika kau ingin cepat pulih dan cepat kembali sekolah maka turuti aku" ucap rendy
"baiklah pak dokter tapi kita bagi dua ya sayurnya" ucap dinda bernegosiasi dengan rendy
"habiskan, aku akan menunggumu selesai sarapan setelah itu baru aku berangkat keruma sakit" ucap rendy
"ok, Kak nanti kapan-kapan ajak aku melihat kakak Praktek ya" ucap dinda
"tentu saja kau akan aku jadikan asistensi tetapi makan sayur dulu agar kau cepat pulih" ucap Rendy sambil menuangkan sup sayur kepiring dinda
"astaga Kak, banyak sekali" ucap dinda
"biar cepat besar katanya mau jadi dokter" ucap Rendy
"ya Allah beri aku kesabaran" ucap dinda dengan memposisikan tangannya seperti berdoa.
"sudah jangan banyak bicara cepat habiskan sarapanmu" ucap Rendy
dinda mengangguk pasrah, ia menguatkan diri dan berusaha menghabiskan semua sarapan yang sudah disiapkan rendy untuknya walau dinda sebenarnya ia bukanlah pecinta daging dan sayuran. tetapi demi cepat masuk sekolah ia akan melakukannya. ia lebih tergiur dengan sarapan rendy yaitu roti bakar dengan selai stawberry. dinda makan dengan cemberut sambil memperhatikan rendy yang menikmati sarapannya.
"kak Rendy tega sekali tidak menyisakan roti bakar selai itu" batin dinda
hingga Dinda dan Rendy menyelesaikan sarapan mereka. dan piring dinda bersih sayur dan daging ia habiskan dengan pantauan rendy
"good job girl" ucap Rendy mengusap rambut dinda
"nanti siang aku bolehkan makan roti bakar selai strawberry seperti Kak rendy" ucap dinda
"tentu setelah makan siang" ucap rendy
Rendy bangkit mengambil obat di nakas dinda dan menyerahkan beberapa tablet obat kepada dinda.
"minum obatmu lalu istirahat ya din jangan terlalu banyak bergerak dan jangan turun dari tangga, jika ingin sesuatu minta saja kepada para bibik" ucap rendy
"siap laksanakan komandan" ucap dinda
"aku pergi kerumah sakit dulu, ingat semua pesanku" ucap rendy
"baik kak" ucap dinda
Rendy memanggil asisten rumah tangganya untuk membawa piring kotor dari kamar dinda dan memberi pesan kepada mereka tentang menu sehat dan makanan dan minuman pantangan untuk dinda. setelah itu ia pergi kerumah sakit.
nanti kalau sudah timbul fitnah dan salah paham, dinda selalu berlindung dengan asas kepercayaan tapi faktanya dinda tidak pernah menjaga kepercayaan yang diberikan padanya, dan dia buka merasa salah tapi malah merasa korban dan malah balik menyalahkan pasangannya, dan parah dinda akan membuat masalah seolah masalah paling besar, dan dia mau pasangan bersujud dan mengemis maaf padanya
wanita kayak dinda kalau dijadi kan istri, niscaya suaki pasti akan makan hati dan faktanya istri2 bersifat kayak dinda ini pasti rumah tangganya tidak bertahan lama