Belum selesai Revisi
Bagaimana rasanya jika dijodohkan dengan orang yang tidak kita Cintai? Bisakah Kita menerima perjodohan dengan menunggu kepastian masa lalu yang menghilang tanpa kabar?
Siapakah yang akan Muti pilih? Renald atau Rizky?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rendra Rizky pratama
Rizky yg sudah berhenti bekerja dari perusahaan Renald, kini ia kembali ke perusahaan Ayahnya.
Rizky menjabat sebagai CEO menggantikan Pratama, hatinya yg lagi resah, membuat dirinya menyibukkan diri di kantor, jujur saja ia sudah lelah mengejar cinta Muti yg tak kunjung ia dapatkan.
Saat jam makan siang ia melangkahkan kakinya untuk keluar ruangan, Ia memanggil Asisten pribadinya untuk mengantarnya ke restoran, sebenarnya Rizky tak nyaman di perlakukan seperti Sultan, tapi Ayahnya memaksa karna hawatir dg kondisi kesehatan Rizky, dan Rizky pun tak bisa menolaknya.
"Aldi, kita makan siang di restoran A!" Rizky mengajak Asisten pribadinya untuk makan siang.
"Baik Tuan," Aldi membungkukkan badannya, dan mengekor di belakang Rizky.
Setelah sampai di parkiran, Aldi membukakan pintu belakang mobilnya untuk Rizky, dan menutupnya kembali setelah Rizky masuk, lalu ia duduk di kursi kemudi dan melajukan mobilnya.
Rizky menatap pepohonan yg berlalu lalang dari dalam mobil, Rizky menatapnya dg tatapan kosong, dalam pikirannya hanyalah Muti, Muti dan Muti, apakah cara terbaik agar Muti bahagia memanglah perceraian?
********
Muti kini berada di kampunya, ia ada jadwal kuliah siang, tapi ia tak menyapa kedua temannya walaupun Gita memanggilnya, Muti hanya membalas lambaian tangan Gita dan berlalu pergi karna ia kecewa pada Yunda.
Gita menggigit jari telunjuknya sambil mengerutkan kening, karna ia bingung dengan sikap Muti yang tak seperti biasanya, Muti terlihat murung dan tak bersemangat. Gita hanya menatap tubuh Muti yang melangkah semakin menjauh.
"Muti kenapa ya Yun, kenapa aku merasa dia menghindar dari kita?"
"Enggak tau." Ucap Yunda.
"Yaudah ayo kita pergi aja dari sini, jangan kebanyakan mikir." Yunda menarik tangan Gita yg masih bingung.
"Yun... aku masih penasaran kenapa Muti murung, kamu duluan aja ya... aku mau nyamperin Muti dulu." Gita melepaskan tangan Yunda perlahan.
"Ya udah, terserah kamu aja." Yunda pergi meninggalkan Gita dg penuh kekesalan.
"Mereka kenapa sih? aku salah apa coba? kenapa mereka..." Gita menggantung kalimatnya. "Eh... tunggu dulu." Gita mencoba berpikir lebih keras lagi sambil menggigit jari telunjuknya.
"Apa mungkin mereka marahan ya?" Gita yg kebingungan langsung mengejar Muti.
"Muti... tunggu dulu, Gita menarik tangan Muti saat jaraknya dekat dengan Muti.
"Ada apa Git?"
"Kamu lagi ada masalah?"
"Enggak kok... aku hanya buru-buru aja, takut ketinggalan mata kuliah" Muti tersenyum.
"Yaudah kita cerita lain kali aja ya?" Muti meninggalkan Gita yg masih diam mematung, entah apa yg dia pikirkan.
********
Sore harinya, Rizky yg masih memikirkan Muti, ia pulang ke mansion Orang tuanya, ia berencana akan berobat keluar Negri sekaligus untuk belajar ikhlas melepaskan orang yg di cintainya.
Rizky mengemudi mobilnya sendiri, karna arah jalan mansion Aldi dan orang tua Renald bersebrangan, Renald melarang Aldi untuk mengantarnya, ia tak mau merepotkan Aldi, walaupun sebenarnya itu adalah tugasnya.
Beberaja jam kemudian, mobil Renald kini sudah sampai di mansion orang tuanya, ia langsung masuk setelah asisten Rumah tangganya membuka pintu Rumahnya.
"Dimana Ayah dan Bunda Bi'?" tanyanya pada Bi' Ina.
"Ada Den... Nyonya dan Tuan Besar lagi di Ruang keluarga." Bi' Ina tersenyum, karna Rizky tak pernah memandang status, ia menganggap Bi' Ina seperti keluarganya.
"Makasih Bi', aku mau menemui mereka dulu."
"Silahkan Den..." Bi' Ina membungkukkan badannya.
Rizky pergi meninggalkan Bi' Ina menuju Ruang keluarga, ia berjalan perlahan dan masih memikirkan apa yg harus ia katakan pada Ayah dan Bundanya.
"Assalamu alaikum..." Renald memanggil salam setelah sampai di ruang keluarga,
"Ayah dan Bundanya Rizky lalu menoleh setelah mendengar salam dari putranya, mereka bingung karna tak biasanya Rizky mengunjungi mereka, apalagi Rizky sendirian tanpa Muti.
🍁🍁🍁🍁🍁
Bersambung...
sukses
semngat
mksh
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa