NovelToon NovelToon
My Sugar Daddy

My Sugar Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:10.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Bemine_97

Season 1 dan Season 2

Sugar daddyku berbeda. Temukan bedanya dalam kisahku ini. Percayalah! Ia benar-benar berbeda.


Tidak selamanya sugar daddy merupakan lelaki berperut buncit dengan kepala plontos. Pria mesum yang liurnya menetes setiap kali melihat gadis muda nan cantik.

Sugar Daddyku buktinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bemine_97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Demi Moly

“Ly, kamu baik-baik saja?” Aku menghampirinya yang sedang sibuk di wastafel. Ia mencuci piring sisa semalam, lalu mengeringkannya sebelum menyusunnya di rak.

“Tentu! Kecuali kedua belah mataku yang seperti mata panda ini.” Ia berbalik, menunjukkan kedua matanya yang memerah dengan kantong mata super gelap. Persis Panda!

“Ahaha, kompres dengan air dingin, Ly!” Aku memegangi perutku menahan tawa. Bagaimanapun, penampilan Moly sungguh berantakan. Gadis itu sangat bersih dan rapi, tapi hari ini ia terlihat memprihatinkan.

“Aku minta maaf soal semalam, aku menyebutmu gadis simpanan.” Ia menunduk menatap lantai.

“Kamu hanya sedang marah Ly, aku tahu benar dirimu.”

“Walaupun begitu, aku tidak seharusnya mengataimu Queen, kamu tidak suka disebut seperti itu.” Ia mengikuti langkahku menuju meja makan.

Aku meraih selembar roti dan mengolesinya dengan selai coklat, “Sudahlah, kamu sudah minta maaf dan aku sudah memaafkannya bahkan sebelum kamu minta maaf. Aku memang gadis simpanan Ly, hampir saja aku mengira diriku benar-benar kekasihnya. Bahkan menuntut perhatian darinya.”

“Kamu masih tersinggung bukan? Apa yang harus kulakukan agar perasaanmu membaik?” Moly terlihat khawatir sekarang.

Aku tersenyum, “Bersihkan rumah sendirian, aku tidak mau membantumu hari ini.”

Mata gadis itu membulat, ia sadar sedang kukerjai.

“Baiklah, hanya hari ini saja,” jawabnya. Aku mengangguk lalu melanjutkan mengolesi lembar rotiku.

“Aku akan menghangatkan susu untukmu!” Moly bergegas mengambil susu di kulkas begitu melihatku memulai sarapanku.

“Aku akan mengolesi roti lain untukmu,” sahutku yang diikuti anggukan Moly.

****

“Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?” tanyaku tanpa berhenti menggigit lembar roti keduaku. Bahkan roti tawar terasa enak jika kualitasnya bagus.

“Aku tidak yakin, aku tidak tahu jika patah hati bisa semenyakitkan ini.” Ia meletakkan kembali sarapannya dan memandanginya tak berselera.

“Kata orang, obat untuk patah hati paling cepat ya jatuh cinta lagi. Kamu bisa jatuh cinta pada Pak Wahyu atau Pak Bagas, mereka tidak kalah tampan dari Pak Jey. Karakter mereka berdua juga lebih bagus dibanding Pak Jey yang terlihat seperti pria mesum saat tersenyum.” Aku memutar bola mataku setelah mengucapkan kalimat itu. Kapan Pak Jey terlihat seperti pria mesum? Ah, tidak masalah, selama Moly bisa melupakannya, aku bisa mengata-ngatainya puluhan ribu kali.

“Apa menurutmu aku bisa menentukan kepada siapa saja aku jatuh cinta Queen?” Moly memandangiku, aku terus saja menahan tawa melihat kedua mata pandanya itu.

“Ah, kamu benar. Aku sendiri tidak sadar sudah mencintai pria beranak satu itu,” jawabku dengan tangan meraih lembar roti ketiga.

“Berhentilah Queen! Itu sudah roti ketigamu. Kamu mau sarapan sebanyak apa?” Ia merebut lembar roti dari tanganku saat aku mulai mengolesinya.

“Aku lapar Ly, kembalikan rotiku. Om Gabriel mengizinkan kita makan semua isi kulkas itu.”

“Berat badanmu akan naik, kamu tidak punya pakaian bagus dan penampilanmu sangat biasa. Bagaimana caramu mempertahankan Om Gabriel yang dikelilingi wanita-wanita elit itu?” Bola matanya menelusuri tubuhku dari ujung kepala hingga kaki.

“Aku hanya ingin makan, kenapa kamu mengungkit Om Gabriel?”

“Kamu harus sadar Queen! Lawanmu bukan gadis mungil 19 tahun. Selebritis, model, aktris hingga pengusaha setiap harinya mengelilingi kekasihmu!”

“Kamu membuatku kehilangan nafsu makan Ly.” Kuletakkan kembali pisau buah di tanganku dan gelas susu ke wastafel. Aku bangkit dan meninggalkan Moly sendirian. Gadis itu menyebalkan!

****

Moly membuatku kesal di pagi hari, padahal hari ini aku harus menghabiskan waktu bersamanya. Namun gadis itu mulai sibuk sendiri, merapikan seluruh rumah dan mencuci pakaian. Biasanya ia akan mengomel minta dibantu, tapi hari ini ia melakukan semuanya sendiri sesuai dengan janjinya tadi. Kuyakin ia benar-benar merasa bersalah mengataiku gadis simpanan semalam.

Aku meraih remote dan mulai menonton TV. Sepertinya acara gosip di pagi hari akan sedikit menyenangkan, ditambah sedikit cemilan dan cola. Jika tidak sedang ada Moly, akan kuhabiskan seluruh isi kulkas itu,

“Talk With Enterpreneur? Acara seperti apa itu?” Mataku mengikuti acara talk show yang baru saja tayang di TV.

“Queen, aku pamit dulu ya? Aku akan ke kampus dan bertemu dengan teman-teman, mungkin perasaanku akan membaik.” Aku menoleh setelah mendengar suara Moly. Kapan ia bersiap-siap? Kenapa aku tidak sadar? Semenakjub itukah acara yang baru saja kutonton hingga tak sadar waktu?

“Kamu tidak akan pulang nanti siang?” Aku tak beranjak dari sofa, posisiku sudah terlampau nyaman.

“Sepertinya begitu, aku akan langsung berangkat bekerja,” katanya dengan tangan yang sibuk memakai flat shoes-nya. Ia melambaikan tangannya pertanda pamit dan menutup rapat pintu apartemen.

“Hah, sangat membosankan duduk sendirian di rumah sebesar ini.” Aku menghempas tubuh di sofa setelah menghabiskan mi instan dan sebotol jus dari kulkas, perutku kekenyangan namun rasa bosanku tidak berkurang.

Dddrrttt dddrrrtt

“Halo?” Aku mengangkat telfon tanpa melihat nama yang tertera di layar.

“Queen, kamu sudah tidak bekerja lagi?”

Aku menoleh pada layar memastikan panggilan tersebut dari Mas Abim, benar saja ia menghubungiku.

“Maaf Mas, aku sudah berhenti seminggu yang lalu,” jelasku pada Bosku itu.

“Siapa yang menerima pengunduran dirimu?” tanyanya dengan suara yang sedikit ia tekan, sepertinya ia kesal aku keluar tanpa izin darinya.

“Aku sudah menyerahkan surat pengunduran diriku pada Mba Ningsih Mas, ia menyetujuinya, karena itulah aku tidak bekerja lagi di sana.”

“Kamu jahat sekali Queen, kafe ini terasa sepi tanpamu.” Mas Abim terdengar kecewa sekali di ujung sana, bagaimanapun ia sudah terlalu baik padaku selama ini. Jika aku mengajukan pengunduran diri langsung padanya, ia akan terus menolaknya bahkan menawariku tambahan gaji agar tetap bekerja padanya.

“Mas Abim bisa mencari karyawan baru yang lebih berpengalaman dariku, aku minta maaf karena tidak pamit langsung padamu. Aku berhenti bekerja karena ingin fokus pada pendidikanku Mas, sebentar lagi pendidikan Magisterku berakhir, tapi nilaiku tak kunjung membaik.”

“Baiklah Queen, kalau kamu senggang jangan sungkan untuk mampir ya? Kamu tetap bagian dari kafeku, aku kembali bekerja dulu, sampai jumpa.”

“Terima kasih Mas.” Lalu aku memutuskan telfon.

Kulemparkan ponselku pada sofa yang berbeda, rasanya suntuk sekali. Aku tidak bisa menghubungi Om Gabriel karena takut mengganggunya bekerja, tidak bisa bermain dengan Moly karena gadis itu memilih keluar untuk menenangkan diri bahkan tidak bisa mengundang teman ke apartemenku karena takut ketahuan punya Sugar Daddy. Coba saja Pak Wahyu, Pak Bagas dan Pak Jey datang kemari membawa serta si nakal Naila, rasanya pasti menyenangkan.

“Benar, Pak Jey, sepertinya aku harus bertemu dengannya, bukankah di ponsel yang diberikan Om Gabriel ada nomornya?” Aku meraih ponsel baruku itu dan mencari nomor Pak Jey, lalu menekan tombol panggil. Nada dering If You Met Me First segera mengalun dari ponselku. Ah! seleranya saja bagus, pantas Moly menyukainya.

“Halo Queen, kamu butuh bantuanku?” Suara Pak Jey terdengar dari seberang sana.

“Ah, hai Pak!” jawabku gugup.

Bagaimana caranya mengajaknya bertemu? Apa ia akan berfikir aku sedang menggodanya? Tidak, ia pasti tahu aku juga menyukai Om Gabriel dan hanya Om Gabriel.

“Ia, kamu butuh bantuanku?” tanyanya lagi.

“Begini, apa kita bisa bicara berdua? Ada hal yang ingin kukatakan padamu!”

Aku malu sekali saat ini, tapi demi Moly aku harus bicara dengannya. Ia harus menjaga jarak dari Moly agar sahabatku tidak terluka lebih jauh. Biar saja jika ia menganggapku terlalu ikut campur. Perihal Moly jauh lebih pentinh dibanding rasa malu.

“Tentu, kamu ingin bertemu dimana? Aku harus ke apartemenmu?”

“Tidak! Tidak Pak!" Aku tidak suka pria penggoda ini masuk ke apartemenku sendirian.

“Lalu?”

“Bagaimana dengan Remember Kafe?”

“Oke, aku akan menjemputmu di apartemen, 30 menit lagi aku sampai.” Ia segera memutuskan telfon tanpa mendengar jawabanku.

.

.

Jangan sengaja pergi agar dicari,

Jangan sengaja lari agar dikejar,

Berjuang tidak sebercanda itu.

-Sudjiwo Tedjo.

.

.

.

To Be Continued,

#kasihanmoly

love love

Bemine_97

1
Evi Yolanda
ky nya makin yakin molly deh .. Krn diawal mimpinya molly mati bersimbah darah 🤔🤔🤔
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Evi Yolanda
kok ky mulai mulai curiga SM molly ya 🤔🤔🤔
YaN Nie
Woooooowww Amaziiiiiiiinngggg Hihihihihihihihi
YaN Nie
😍😍😍
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
yuppsss pinter
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
waww sungguh plot twist sekali ya🤣
vitrienoor99
ceritanya seru, nyambung alur ceritanya
vitrienoor99
season 2 udah launching bet kk
Yuni Herwani
Luar biasa
halimah abdul hayes
Belajar sampai master tapi lembap
Arsy Mentasan
keren bgt
Maya Anzlina
bagus queen.... pertahankan kesombonganmu kepada makhluk2 seperti itu😂
Esti Jumaryati
you r so smart thor ,rangkaian kata dan kalimat yg cantik
Esti Jumaryati
ke 4 kali nya baca, ngga ada bosen
Santi450
keren
Esti Jumaryati
hebat 3 kali baca
Ratu Sanjaya
novel ke cerita ni?
sooya
Semangaatt terus yaa untuk berkarya 😊
Senja
sukaaaa pokoknya ama novel ini, sukaaa bngeeetttt
Wen's
novel yg selalu kuulang2 lg bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!