NovelToon NovelToon
Melati, Cinta Yang Terkoyak

Melati, Cinta Yang Terkoyak

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: istia akhtar

Melati harus menelan pil pahit ketika dirinya harus di benci oleh suaminya.
Kesalahan melati di masa lalu, membuatnya mau tak mau menerima luka demi luka akibat pernikahannya yang berawal dari fitnah yang ia lakukan terhadap Faisal.

Duka demi duka ia lalui.
Pedih demi kepedihan ia lewati.
Hingga ia tak tahan dan memilih pergi.

Sayangnya, keputusannya untuk pergi menjauh, membuatnya menyesali segalanya.
Untuk kembali pun, Melati tak lagi memiliki nyali.
Hatinya seakan mati seiring penyiksaan yang Faisal lakukan terhadapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istia akhtar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Hari berganti. Minggu berlalu.

Tanpa terasa, sudah tiba masa sepuluh hari menjelang pernikahan Melati dan Fian.

Melati sudah bertekad untuk mempersiapkan diri akan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi ke depan. Terutama akan seringkali bertemunya dirinya dengan ayah biologis Gibran.

Keluarga Winata juga sudah menjemput Melati empat hari yang lalu. Pram sengaja menyuruh Fian untuk menginap di salah satu kediaman kerabat Pramono yang tak jauh dari kediaman Pram sendiri. Sedang melatih, melati sendiri menjalani prosesi pingitan dan tinggal di kediaman Winata. Tepatnya kamar Fian yang di tempatnya.

"Melati.... Boleh ibu masuk, sebentar?"

Suara Ratri terdengar dari luar pintu kamar Melati. Melati segera membuka pintu tanpa pikir panjang.

"Injeh, Bu. Monggo silahkan".

Membuka pintu kamar lebar-lebar, Melati lantas menutup pintu setelah Ratri masuk.

Saat ini, Melati dan Ratri tengah duduk bersebelahan di sebuah sofa panjang di ujung ranjang.

"Melati.... ibu bahagia, akhirnya Fian mau menikah di usianya yang memasuki tiga puluh empat.

Ibu kira, Fian akan melajang di sepanjang hidupnya"

Ratri terkekeh kecil. Dirinya teringat akan betapa bebalnya Fian bila ia dan otak memberi titah anak itu agar segera menikah.

"Oh ya? Saya kira, bukan hal yang sulit untuk mendapatkan jodoh bagi mas Fian, mengingat mas Fian tampan dan juga mapan, Bu".

Melati menjawab seadanya.

"Ibu titip Fian, ya nak. Selama ini, Fian merasa kurang percaya diri karena anak itu...... merasa tidak nyaman yang entah karena apa.

Kadang.... Fian menutup diri dan tidak membiarkan siapapun memasuki dunianya."

Ratri menatap sendu Melati.

Ada banyak pikiran yang berkecamuk dalam pikirannya.

"Tapi... mas Fian tidak begitu terhadap saya, Bu. Beliau selalu terbuka dengan apapun yang menyangkut dengan hidupnya".

"Itu karena kamu adalah wanita spesial baginya. Percayalah, nak....."

Ratri lantas meraih dan meremas pelan jemari Melati.

"Kamu satu-satunya harapan ibu untuk bisa membuat Fian bahagia. Selama ini, senyumnya nampak palsu, tapi tidak saat dia bersamamu.

Ibu tidak melihatnya dengan mata, tapi ibu menyaksikan dengan hati. Dia bahagia bersamamu".

Senyum hangat terukir di bibir keduanya. Melati bahagia, bila ia bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi Fian. Setidaknya, dengan hadirnya Fian, sosok Faisal bisa enyah dari dalam hatinya.

"Pasti, Bu. Saya akan membahagiakan mas Fian semampu saya".

"Maafkan ibu, Melati"

"Untuk apa, Bu? Ibu sama sekali Ndak bersalah".

"Tentang.... Tentang ibu yang Nggak bisa mendidik Faisal".

Hening sejenak. Setiap nama Faisal di sebut, Melati merasakan hatinya berdenyut ngilu. Sakit itu masih ada. Luka hatinya masih menganga. Mana mungkin Melati akan melupakan sikap acuh Faisal padanya.

Terlebih dengan pelecehan yang Faisal lakukan padanya, hingga menghadirkan Gibran di antara mereka.

Andai Melati egois, sedikit saja.......

Boleh kah ia menuntut semuanya pada Faisal?

Tapi mengapa Melati selalu tak bisa?

Hatinya seolah.... entah bagaimana bermula, semakin terpaut rapat lada Faisal.

Dulu.....

Dulu Melati selalu menceritakan tentang Faisal pada teman-teman sekolahnya, tentang impiannya untuk bisa memiliki suami seperti Faisal.

Tapi mengapa luka yang selau Faisal berikan, tidak juga menumbuhkan kebencian di hatinya?

Melati nelangsa bila mengingatnya.

"Melati... Melati......."

Suara Ratri lantas membuyarkan lamunannya.

Kemudian Melati tersenyum hambar, karna hatinya masih menikmati sensasi perih yang menjalar ke seluruh sisi hatinya.

"Ii....iya, Bu"

"Kamu memikirkan Faisal karna ibu menyebutnya?".

Ratri jelas bukan wanita bodoh yang tak mengerti akan perubahan wajah Melati ketika Ratri menyebut nama Faisal.

"Saya... saya ingin melupakannya, Bu. Tapi sulit. Saya harap, kehadiran mas Fian nanti, mampu menggantikan sosok mas Faisal...... di sini".

Jemari Melati meras dadanya kencang dengan berlinangan air mata.

Sebagai seorang wanita, tentu Ratri paham apa yang sedang menimpa Melati. Perasaannya bergejolak hebat antara rasa iba, namun sakit.

Ratri mengerti dengan hati Melati. Bahkan lebih dari sekedar mengerti. Tapi ia tak bisa melakukan apapun lagi.

Tuhan, angkatlah segera beban dari Melati dan Faisal, anakku. Berikanlah jalan agar mereka bisa hidup bersama bila mereka berjodoh. Namun bila mereka tak berjodoh, ku mohon segeralah sirnakan perasaan yang mereka miliki, agar tak menyiksa keduanya.

Aku mohon tuhan....

Aku mohon......

~~

Faisal semakin kacau saat sepuluh jari menjelang pernikahan adik dan mantan istrinya dulu.

Dadanya seperti di hantam ranjau bercakar runcing.

Pikirannya semakin gelisah dan tidak bisa berkonsentrasi dalam hal apapun.

Tak jarang, ia harus berulang kali mengecek laporan-laporan di kantotnya.

Rianti yang melihat betapa frustasinya Faisal, hanya bisa mengelus dada.

Beberapa malam terakhir, bahkan Faisal tak pernah mempedulikan Melati. Pria itu selalu keluar rumah dan berakhir mabuk saat tengah malam tiba di rumahnya.

Rianti ingin marah, Rianti ingin protes. Tapi sekali lagi, dirinya tak mampu membuat sang suami semakin terpuruk dan tertekan.

"Mas.... Kenapa aku harus lihat kamu sehancur ini?"

Lirih Rianti saat lagi dan lagi, Faisal mengacuhkannya.

Kalimat lirih rianti, mampu mengalihkan pandangan Faisal sejenak. Kemudian Faisal bangkit dan berdiri di balik jendela.

"Perasaan yang saya miliki ini, bukan hanya perasaan bersalah saja terhadap Melati. Juga bukan perasaan semu karna rasa bersalah itu sendiri.

Saya mencintainya, Rianti. Saya menyesal karna pernah meninggalkannya. Tapi sayangnya, Saya tidak memilikinya kembali. Mungkin Melati sudah membenci saya, hingga saya tidak lagi di berinya kesempatan."

Memejamkan mata, Faisal akhirnya menyerah dengan kerapuhan hatinya.

Rianti terisak pilu.

Dalam hati ia bertanya, mungkinkah ini karmanya dulu yang pernah membuat Melati melepaskan Faisal karena dirinya. Rianti merutuki kebodohan di masa lalunya, yang dengan sangat kejam membantu Faisal menyingkirkan Melati.

"Lalu aku harus bagaimana, mas? Apa kamu nggak mikirin perasaanku dan anak-anak?"

Faisal diam, hingga kemudian Faisal mendekati Rianti.

"Saya seperti tidak kuat, Rianti. Tidak kuat."

Kemudian Faisal berlalu dari kamar. Pikirannya semakin buntu. Otaknya serasa mau pecah di saat-saat mendekati acara pernikahan Melati dan Alfian.

Rianti semakin tergugu dalam tangisnya. Hatinya seolah hancur berkeping saat karma Melati dulu, menimpanya dengan sangat mengenaskan.

Di luar, langkah Faisal semakin lebar meninggalkan kediamannya. Seutas rencana picik karena gelap mata, terbersit di kepalanya. Bayangan rencana culas, muncul di dalam otaknya.

Faisal gelap mata.

Saat saya tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa bersama kamu, maka biarkan saya mengambil langkah drastis ini, Melati.

Saya tidak bisa berdiam diri lebih lama lagi.

Maafkan saya, bila saya harus menempuh jalan ini.

Bersabarlah sebentar lagi. Hingga saya harus mendapatkan dirimu, atau mati tanpa kamu.

Bisik hati Faisal. Wajahnya memerah menahan, entah apa.... Yang jelas, Faisal tidak bisa membendung lebih lama lagi akan perasaannya.

....

....

....

1
Dewi Dama
kok gk..di jelasin yg cacad nya itu di mana...
ega lestaluhu
aduh, kosakatanya itu loh. aku-saya-aku, tolong bahasanya kak
Siska Febriana
kok dah abis z...lanjutin thor cerita tentang kemesraan Gibran n Rana beserta anak anakny
Siska Febriana
si Gibran cacat apanya kok gk dijelasin...ini gegara melati kekeh mau gugurin anakny kykny
falea sezi
karna pelakor mana nih
Amid Eko
heleh jijik bgt bilang cinta setelah di sakiti dan di ceraikan..
ingat loh masih punya istri gak mikir apa udah punya dua anak sama rianti,, mau melati juga🤣🤣🤣
Erni Fitriana
mampir🙏
Ran Aulia
terimakasih author 👍👍👍

bawangnya banyak banget 😩😩😩😩😩
ina tae
Luar biasa
Rahma Lia
senang baca ceritanya Thor,gaya bahasanya luar biasa👍👍👍
Haryanti Puji Rahayu
lah tau tau tamat!
Rahma Lia
Luar biasa
Haryanti Puji Rahayu
aku suka dr Fian langsung memberi pil anti hamil biar tdk hamil krn oerkosaan,, biasa klo di novel lain ,, diperkosa mesti hamil , walo ada obat pencegahnya
Bun Yian Cu Dumpit
dah tamat deh,sumpah ak sampai nangis baca kalimat paisal cinta sampai mati sm melati meskipun mereka sudah memiliki pasangan Masing² Thor klo bleh sy minta kelanjutan nsib Arum SM adek² Gibran yh klo bisa hehe
Bun Yian Cu Dumpit
tuh kn Rana kmu dlu tu yg Blang, klo terjadi kecelakaan untuk bisa hmil anak Gibran bisa buat kmu dn Gibran bersatu, jdi terkabulkn deh,tu udh d kaburkn SM Thor ny
Bun Yian Cu Dumpit
aduuuh,..tolong gagalkan rencana busuk Arum yah Thor pliisss
Istia Akhtar ❤️: Terima kasih sudah singgah. Jangan lupa singgah pada kisah Unwanted Husband dan kisah Petunia Amarilys, ya.
total 1 replies
Bun Yian Cu Dumpit
kayaknya tu rana anaknya lintang kan Thor SMA suaminya yg pertama?
Bun Yian Cu Dumpit
terharu ak Thor sampai mewek 😭😭😭
Istia Akhtar ❤️: Terima kasih, mari singgah ke kisah Petunia Amarilys, dan kisah Unwanted Husband, ya?
Tidak kalah seru.
total 1 replies
Bun Yian Cu Dumpit
suruh anak melati membenci Faisal Thor ,agar Faisal menyesal kemudian hari nanti sudah melantarkan mereka
rey_ya
siapa lg Fatin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!