NovelToon NovelToon
Suamiku Ceo Arrogant

Suamiku Ceo Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak
Popularitas:192.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: najwatirta

namaku aurora. mungkin kalian akan terkejut mendengar nama lengkapku, ya aurora borealis.

aku tidak tau siapa yang memberikan nama ini, tapi yang ibu angkatku katakan, siapapun yang memberi nama ini adalah sebuah pengharapan agar hidup ku lebih berwarna seperti aurora yang menghasilkan cahaya menyala nyala dan menari nari..

aku hidup dalam kesederhanaan dan belum mempunyai pekerjaan tetap karena aku hanyalah tamatan SMA

bekerja serabutan untuk membantu keuangan keluarga. sampai suatu hari aku ikut temanku yang bekerja di make up artist lumayan selain uang yang aku dapat agak besar, aku bisa bertemu dengan beberapa artis yang biasa aku lihat di televisi.

berawal dari sini aku bertemu dan mengenal lelaki angkuh dan arrogant.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwatirta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepergian Aurora

Malam ini, menjadi malam terakhir aurora berada di kota kelahirannya. berat rasanya harus pergi, tapi tak ada pilihan lain. hidup ibunya kini berada di tangan lady.

aurora meyakinkan dirinya, bahwa dia akan baik baik saja di negeri orang. ibu menolak untuk ikut bersamanya, aurora juga tidak bisa memaksa. dia sendiri belum tentu bisa memberikan kehidupan yang layak kalau membawa ibu pergi bersamanya.

"bu, apa ibu sungguh tidak akan ikut denganku?."

"tidak nak, ibu akan tetap disini. kamu jaga diri baik baik. jangan lupa selalu mengabari ibu, nanti ibu pinjam ponsel bu marni agar kita tetap saling menghubungi."

"ma'afkan aku bu, aku harus meninggalkan ibu. aku berjanji akan segera kembali dan akan memberikan kehidupan yang layak untuk kita."

"tidak nak, hidup ibu sudah sempurna dengan hadirnya kamu dalam hidup ibu. hidup kita sudah layak. jangan terlalu memikirkan ibu, bekerjalah dengan baik dan jadilah orang sukses, hiduplah dengan sehat, dan segeralah kembali."

"terimakasih bu." aurora tidak kuat menahan kesedihannya, dia memeluk ibu angkatnya dan menumpahkan beban beratnya dengan menangis di bahu perempuan tua itu.

malam panjang terasa begitu cepat berlalu sampai mentari menampakkan cahayanya dari ufuk timur. memasuki celah celah jendela kayu kamar aurora. aurora merenggangkan kedua tangannya, dan membuka matanya yang sedikit membengkak karena terlalu banyak menangis.

selamat pagi dunia, selamat datang kehidupan baruku! semangat aurora!

"ra, kamu sudah bangun?."

"iya bu, sebentar lagi aku akan keluar."

setelah mandi dan mengganti pakaiannya, aurora membereskan sebagian barang yang belum sempat dia packing. melihat beberapa fotonya bersama ibu, dan beberapa lagi bersama teman kerjanya. dengan cepat dia mengambil foto itu dan memasukkannya ke dalam koper.

"ayo sarapan dulu!."

aurora mengambil kursi dan duduk di sebelah ibunya. masakan ini, rumah ini, sebentar lagi tidak akan dilihatnya lagi. aurora dengan susah payah menelan makanannya karena menahan tangis.

"makan yang banyak."

"em," dengan cepat aurora menghabiskan makanannya, bukan karena dia terburu-buru ingin meninggalkan ibu. tapi karena dadanya terasa sesak saat melihat wajah sedih ibunya.

"bu, aku berangkat dulu. ibu jaga kesehatan ya. kalau dia datang, katakan kalau aku sudah tidak tinggal lagi di rumah ini. dan katakan padanya kalau aku bahagia dengan pilihan ku ini."

"ra, kenapa kamu menyiksa dirimu sendiri?."

"tidak bu, aku memang mencintainya. tapi, cinta tak selamanya harus memiliki. kalau begitu aku pamit." ibu lasmi hanya mengangguk pelan sambil menangis.

*********

"tuan, tuan," agam menggoyangkan tubuh bima yang sudah terkapar di lantai, tangannya masih dalam keadaan memegang botol bir kosong.

"tuan, bangun!." dengan susah payah bima membuka matanya, mengumpulkan jiwanya dan menyenderkan tubuhnya.

"ada apa denganmu tuan?."

"keluarlah! aku ingin membersihkan diri terlebih dahulu."

"anda tidak perlu bantuanku?." agam diam seketika saat mendapatkan tatapan tajam bima.

"baiklah, kalau begitu hati hati tuan."

bima membawa dirinya, ke dalam kamar mandi. mendinginkan kepalanya di bawah shower air dingin, mencoba menjernihkan pikirannya yang sejak kemarin mulai keruh.

ting

tong

"selamat pagi tuan bintang."

"selamat pagi asisten agam, apa tuanmu belum bangun?."

"sudah tuan. tuan bima sedang membersihkan diri."

bintang melihat keadaan apartemen adik bungsunya itu, sampai pandangannya terfokus pada mini bar yang terlihat sangat berantakan.

"apa dia mabuk?."

"iya tuan."

"dasar bocah!."

ting!

-aurora-

kak, sebentar lagi pesawatku akan lepas landas. terimakasih atas kebaikan kak bintang selama ini.

-Bintang-

jangan kemana-mana, cukup datang ke alamat yang sudah aku berikan. aku yang akan menjamin keselamatanmu, ingat! dunia begitu kejam dan banyak orang jahat berkeliaran di sampingmu. maka dari itu, kamu harus menuruti ucapanku.

-aurora-

iya kak, sekali lagi terimakasih.

bintang tersenyum mengingat tadi subuh sebelum pergi ke apartemen bima, dia terlebih dahulu mengantarkan aurora ke bandara. bintang sengaja memberikan alamat kenalannya di Jepang agar aurora bisa dalam pantauannya.

"kak bintang?." tanya bima yang sudah rami dengan jas kantornya.

"apa kabar adik bungsu?."

"sudahlah, aku sudah dewasa. jangan memanggilku seperti itu." bintang terkekeh, karena dia memang sengaja menggoda bima.

"apa kau sudah sarapan?."

"belum."

"kebetulan aku juga belum sarapan, bagaimana kalau kita sarapan di restoran depan perusahaanmu."

"baiklah." agam mempersilahkan dua bersaudara itu berjalan di depannya.

mereka bertiga sampai di restoran jepang yang berada di depan perusahaan bima. sudah lama rasanya mereka tidak sarapan bersama, bintang lebih banyak menghabiskan waktunya di luar negeri, membuat bima memilih tinggal di apartemen daripada di rumahnya.

"bagaimana hubunganmu dengan lady?."

"baik."

"kapan kau akan menikah?."

"lusa."

"lusa? yang benar saja bima sakti!."

"ada yang salah?."

"tidak, hanya saja kamu tau kan kalau di keluarga kita tidak ada yang setuju kamu menikah dengannya."

"em." jawab bima singkat.

"terserah kamu sajalah."

"gam, apa kamu sudah mendapat kabar tentang aurora?."

"belum tuan."

"siapa aurora?." tanya bintang

"dia temanku."

"sejak kapan kamu punya teman perempuan?."

"K-E-P-O," jawaban bima membuat bintang kembali terkekeh

"aurora??? em,, bagus juga namanya. dia aurora? aku bintang? bukankah aku dan dia terdengar cocok?."

"jangan ngaco." bima mulai sebal

"benar kan gam? aurora dan bintang terdengar sangat serasi, seperti aurora borealis dan bintang yang bertaburan. wah sungguh keindahan yang menakjubkan." agam yang ditanya, hanya bisa menelean salivanya kasar. tidak mungkin dia mengiyakan ucapan bintang. bisa bisa dia kehilangan pekerjaannya.

"dia gak cocok buat kakak."

"kenapa? apa dia jelek?."

"dia sangat cantik." puji bima tanpa sadar

"lalu? apa dia matre seperti kebanyakan perempuan?."

"tentu saja tidak, dia sangat mandiri dan pekerja keras." bintang tertawa dalam hatinya, ternyata adik bungsunya ini memang benar mencintai aurora.

"wah... aku sepertinya tertarik. apa aku boleh meminta nomer ponselnya."

"jangan harap!." ancam bima sarkas.

"jangan jangan kamu yang tertarik dengannya?." pancing bintang

"aku hanya berteman dengannya."

"maka dari itu, jangan pelit pelit sama kakakmu ini, ayo bagi kontaknya."

"Big no!."

bintang tidak lagi menggoda bima saat pesanan mereka sudah datang, bintang yang menghadap ke luar, tidak sengaja melihat lady sedang memperebutkan sesuatu dengan seorang pria.

bintang ingin memberi tahu bima, tapi belum sempat dia mengatakannya, terlihat lady sudah menghentikan taxi. pria itupun berusaha mengejarnya tapi tidak berhasil dan si pria juga menghentikan taxi untuk mengejar lady.

apa yang dilakukan perempuan itu? siapa pria itu? dan apa hubungan mereka? aku harus segera pergi dan mengikuti mereka. bintang berdiri membuat bima menghentikan aktivitas makannya.

"bim, aku pergi dulu. tagihannya biar aku yang bayar." biasanya mereka berdua akan berdebat siapa yang akan membayar tagihan makan mereka. namun saat ini bintang tak ingin berdebat dan ingin segera menyusul lady.

bima hanya melihat kakak keduanya itu keluar dari restoran dengan terburu buru dan menghentikan taxi.

"dasar aneh!."

1
Yunidawati Yuni
lanju ceritanya dong
Ani Ani
lanjut dong
Candra Pursita
ceritanya cukup bagus hanya saya mungkin pada umumnya pembaca menginginkan tokoh antagonisnya memdapat balasan yang setimpal jangan diberi kesempatan menang
saya juga ingin tokoh yang tersakiti memperoleh kesempatan, sehingga kariernya gemilang melebihi tokoh yang merendahkanya sehingga tidak ada kesempatan lagi untuk diremehkan......
Candra Pursita
ingin baca lanjutanya ...
itu lady jangan biarkan wanita jahat itu menang moga bintang selamat dg bantuan yang tidak terduga ....... Aamiin
Abi Winda
menarikk
Mendalen Sabat
gadis cantik tak semestinya peribadinya cantik oleh itu hati2lah wahai anak muda
Rahmayani Fitria
Kecewa
Boru Damanik Sipolha
lanjut dong ceritanya tor
Boru Damanik Sipolha
keren ceritanya
Marlina Mandaso
bagus bangat
Yustikarini Susanti
lanjut thor
Bintang Yafi
aku mampir thor
Siti Maynar
🙏salam kk authorrr,,,aku nunggu byk dulu ah🙏😊😍😍😍😍
Fitri Fitriah
kapan lgi ini KK ada sambungan ny...
Poni Puspasari
Lanjutttt Thorrrrr..
Novi Azza
hadir
Susi Herawati
kenapa cerita nover too my tidak tamat bikin orang penasaran,tlg klu bikin novel sampai tamatlah
Latifatun Nimah
semoga sukses
Nor Khartina
lanjut cerita nya. ermmpphhh
Siti Fatima
😞😞😞😞 bikin penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!