Menikah saat masih SMA? Yang benar saja? Akankah kisah ku ber akhir dengan bahagia?
Ikuti kisah Alifea dan Azrel yang absurd dalam cerita Nikah muda SMA!
Salam Author-Jangan lupa follow, like and coment!✓
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dek_Zhea♡《, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Khawatir
Warning! (banyak keuwuan gaje😌)
"Kak Az, Azrel?"
Deg.
"Alifea?"
Suara yang Azrel rindukan. Mata yang Azrel harap terbuka. Kini sudah bangun dengan wajah sanyu yang manis di atas ranjang.
"Kak Azrel, nggak papa?"
Greb!
Tanpa menunggu Alifea bicara, Azrel lebih dulu berlari dan mendekap gadisnya itu. Memeluknya sangat erat. Untung saja tali infus Alifea sudah lepas.
"Kak? Kenapa?" tanya Alifea bingung dengan nada rendah.
"Ukh ..."
Tes.
"Eh?"
Titik air mata jatuh beruntuhan di piyama Alifea. Siapa lagi kalau bukan Azrel yang menangis. Nadanya tersendat-sendat. Wajahnya memerah.
"Syukurlah kamu udah bangun. aku takut kalo kamu nggak bisa buka mata lagi. Aku takut kehilangan kamu Fe."
Suara Azrel terdengar sangat serak. Wajahnya penuh dipenuhi air mata. Ia takut akan kehilangan Alifea. Takut sekali jika itu memang terjadi.
Alifea mengangkat kepala suaminya itu ke arah wajahnya yang tengah tersenyum layu.
"Iya. Maaf ya. Nih, aku udah bangun. Udah ya nangisnya?" ucap Alifea menghibur, mengusap pipi Azrel lembut.
"Kamu nggak tau, betapa khawatirnya sama kamu kalo nggak bangun hah?"
Alifea terkikik geli saat Azrel menggesekan hidungnya dengan hidung Alifea. Akhirnya kedua sejoli itu tertawa dengan haru bahagia. Tawaan dan senyum merekah di dalam ruangan itu.
"Dasar, jago banget sih bikin orang khawatir."
" Haha, iya deh. Maaf ya, sayangku," ucap Alifea masih terkikik geli.
"Hah?"
Sret!
Kini, Azrel mendudukan Alifea di atas pahanya. Mendekatkan wajahnya dengan Wajah Alifea. Menangkup pipi chubby yang mulai hangat.
"Bilang apa tadi?" goda Azrel.
"Hm? Hm ... apa ya ..." ujar Alifea pura-pura tak mengucapkan sesuatu. Jarinya dia jentik-jentikan di dagunya.
"Samyang! wkwkwk!"
"Dasar!"
Alifea tertawa ketika Azrel mulai mengecup semua wajahnya. Gadis itu sama sekali tak menolak, karna dia tahu. Dalam dirinya sudah tumbuh perasaan cinta pada laki-lakinya ini.
Cup!
Alifea menghentikan aksi Azrel yang mulai mengecup lehernya, dengan membalas mengecup bibir Azrel duluan. Lalu berseringai dan tertawa lagi. Memeluk Azrel dan mengalungkan kaki di tubuh Azrel. Gadis itu membisikan perasaannya dengan lembut di telinga Azrel.
"I love you."
Bisikan Alifea yang lembut, terdengar menggema di telinga Azrel. Pria itu tersenyum lebar. Lalu mencium bibir Alifea dan menggigit telinganya.
"I love you too."
Perlahan ciuman mereka yang biasa berubah menjadi *******. Azrel membaringkan Alifea pelan-pelan, mencium bibir itu lagi sembari membuka pakaian yang mereka gunakan dari tadi. Azrel menatap Alifea dengan tatapan smirk.
"I gonna make with you."
"Just shut up, okay?"
Malam itu, malam yang Azrel tunggu-tunggu. Malam panas di ruangan Alifea. Hanya setan, malaikat, dan tuhan, Alifea dan Azrel. Yang tahu apa yang terjadi malam itu. Malam penuh cinta.
****
Reon merebahkan dirinya pada kasur di kamarnya. Wajahnya tampak sangat sanyu. Sampai mirip sama bunga mawar author yang udah mati.
'Alifea, nikah diam-diam sama Azrel?'
Reon menatap layar hp nya sebentar, mendengus lelah. Hatinya seketika sakit. Entah kenapa. Rasanya sakit sekali. Air matanya kadang ia tumpahkan di atas bantal. Enah kenapa, perasaan nya pada Alifea terlalu dalam. Sejak kapan?
"Kak Reon! Alifea mau pindah kak! hiks, Alifea nggak mau ninggalin kak Reon!"
"Nggak papa Al, nanti. Yang pas Al gede, kak Reon bakal cari Al kok. Oke?"
"Janji?"
"Janji!"
[Bersambung°]