PENHGIANATAN PERNIKAGAN 1
awal aku mengenal soni merupakan sebuah kebahagiaan untuk ku karna aku berfikir Soni adalah orang yang baik dan orang yang tepat untuk menjadi imam ku
sebelum pada akhirnya aku menyadari semua nya
sampai pada akhir nya kami menikah selama enam tahun dan memiliki dua orang anak dan setelah kelahiran anak ku yang kedua terbongkar semua nya.
dia bahkan berhianat dan memiliki wanita lain hingga ia tega memfitnah ku sungguh memang aku sangat bodoh selama ini telah mempercayai dia.
hingga aku pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah dan lumayan lama aku mengumpulkan uang untuk biaya perceraianku
tepat dua tahun kami berpisah aku pun lantas langsung menggugat cerai Soni.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahmawijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kejutan 2
matahari mulai nai menandakan hari semakin siang, ku lihat jam sudah menunjukan pukul 11:30 siang itu tandanya sudah jam pulang nya Fania. aku pun menunggu Fania pulang di teras depan
lumayan lama aku menunggu Fania, dan akhirnya ia sufah terlihat sedang berjalan bersama teman-trmannya.
"aku udah sampe rumah, duluan ya temen-temen" kata Fania berpamitan pada teman-teman nya
" iya Fa, dah Fania" kata mereka berbarengan sambil melambaikan tangannya
" dahhh" balas Fania dengan melambaikan tangan
dan Fania pun membuka gerbang dan menutup nya kembali lalu berjalan menghampiri ku.
"assalamualaikum, ma" salam Fania lalu mengulurkan tangan nya dan ku balas uluran tangan nya lalu ia cium
"waalaikumssalam" jawab ku sembari tersenyum
" gimana sekolah nya Fa" tanya ku
" lumayan melelahkan ma" jawab Fania dengan wajah yang lesu
" ya udah ayok masuk, ganti baju nya dulu habis itu makan ya" kata ku mengajak Fania masuk dan Fania menjawab dengan anggukan.
Fania pun langsung menuju kamar nya untuk berganti baju, sedangkan aku menyiapkan makan siang untuk Fania. setelah selesai Fania pun langsun menuju meja makan dan dduk di kursi nya, aku pun menemaninya makan siang setelah Fania selesai makan aku pun langsung membereskan makanan dan piring kotor langsung di cuci oleh Fania.
" ma udah selesai aku mau ke kamar ya, "
" iya, jangan lupa sholat dzuhur dulu, sebelum tidur siang ya" pesan ku
" iya ma" jawab Fania
Fania pun masuk kamarnya, sebelum beristirahan ia pun melaksanakan sholat dzuhur terlebih dahulu, selesai sholat baru lah ia tidur siang.
aku pun ke kamar dan melaksanakan kewajiban ku pada sang pencipta, setelah selesai aku merebahkan tubuh ku di atas tempat tidur ku sambil memainkan ponsel ku membuka sosmed ku. lumayan lama aku memainkan ponnsel ku dan mata mulai berat ku rasakan perlahan aku memejamkan mata ku karna sudah tak tahan dengan kantuk nya.
**********
merasa cukup lama tidur aku pun mengerjapkan mata ku dan mengumpulkan kesadaran sepenuh nya, setelah sudah benar-benar terjaga aku pun melihan jam di ponsel yang menunjukan pukul 3:39 sore lalu ku taruh ponsel di sembarang arah dan segera melangkah kr kamar mandi untuk membersihkan badan ku setelah selesai dengan kegiatan di kamar mandi langsung ku kenakan pakaian dan mengambil mukena, segera ku laksanakan sholat Asar.
setelah selesai aku pun keluar dari kamar dan melangkah menuju kamar Fania untuk membangunkan nya jika belum bangun. tapi saat hendak menuju kamar Fania ternyata ia sudah duduk di ruang keluarga dengan buku nya dan di temani cemilan tentu saja dengan tv yang menyala pula.
" sudah bangun Fa, sudah sholat belum" tanya ku pada Fania
" udah ma tadi " jawab nya
" ya sudah, mama mau masak dulu ya sebentar lagi bapak pulang" kata ku dan berlalu ke dapur
" iya ma" sahut Fania
cukup lama aku di dapur untuk menyiapkan makan malam dan akhir nya selesai, lalu ku bereskan bekas masak ku tadi, dan mulai menata makanan di atas meja setelah selesai aku pun menghampiri Fania di ruang keluarga dan duduk bersantai sambil menunggu bamg Soni pulang.
tepat pukul 5 sore terdengar suara mobil bang Soni mulai memasuki halaman rumah, tak lama pintu rumah pun di buka tampak lah bang Soni yang masuk ke dalam
"assalamualaikum" salam nya
"waalaikumssalam" jawab ku dan Fania bersama
" lagi apa nih" tanya bang Soni dan menghampiri menyalami Fania dan mengecup kening ku yang di mulai bang Soni belakangan ini
" lagi bikin tugas pa, tadi di kasih tugas sama bu guru" jawab Fania
" ya sudah bapak ke kamar dulu ya mau mandi" kata bang Soni
" iya udah sini tas nya aku yang bawa sekalian" tawar ku
" Fa mama ke kamar dulu ya" sambung ku
" iya ma" jawab Fania
aku dan bang Soni pun lalu menuju ke kamar, aku pun menaruh tas bang Soni di meja khusus tempat kerjanya, dan bang Soni ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya, ku siapkan pakaian santai nya di atas kasur agar lebih mudah ia mengganti pakaian nya tak berapa lama bang Soni pun keluar hanya mengenakan handuk lalu menuju baju ganti nya, setelah selesai mengganti pakaian ia pun menghampiri ku yang tengah duduk di pinggiran tempat tidur dan bersandar di sandaran ranjang
" yang" panggil bang Soni dan merengkuh tubuh ku
" iya, kenapa bang" tanya ku
" hari ini kamu enggak ingat hari apa" tanya bang Soni
" hari senin, emang kenapa" tanya ku balik
" ih bukan itu,masa lupa" tanya bang Soni lagi
" apa sih, hari ini ya senin" tanya ku masih merasa bingung
" ya udah kalo lupa, aku punya sesuatu untuk kamu" kata bang Soni lalu melepas rengkuhannya fan menuju tas kerja nya
" kamu ngapain bang" tanya ku heran
"ada deh sesuatu buat kamu" kata bang Soni dan menghampiri ku lagi
" apa sih bang" tanya ku
" ini buat kamu happy berth day sayang" kata bang Somi yang mengejutkan ku karna aku benar-benar lupa hari ini hari apa
" ya allah bang, ko kamu ingat sih " tanya ku lagi
"ingat dong, coba buka kado dari aku" kata bang Soni
" bang ini kalung, bagus banget" aku tersenyum bahagia
"iya, sini aku pake kan" tawar bang Soni dan aku pun menyerahkan nya untuk di pasangkan
" makasih bang" aku langsung memeluk nya dan meneteskan air mata haru
" iya sayang, aku akan kasih kamu apa pun yang kamu mau" bang Soni berkata-kata
aku pun sangat bahagia karna bang Soni ternyata ingat hari ultah ku, padahal aku sendiri lupa hari ultah ku karna selama ini bang Soni sangat cuek dan tak pernah mengingat hari ultah ku.
hubungan haram