Sungguh Erick tidak sengaja melakukannya, tapi apa mau dikata Vellin sudah hamil.
Mereka menikah tanpa landasan cinta, Erick sang superstar dan Vellin guru biologi. Apakah seiring berjalannya waktu semua akan berubah?
Bagaimana dengan murid Vellin yang bermasalah, apalah dia mampu menyelamatkannya?
Ini bukan hanya tentang kisah cinta yang menyebabkan baper semata, tapi juga sebab akibat nafsu yang tak terkendali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ka Umay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tante
"Kamu nggak papa?" Tanya Erick khawatir.
Vellin menggeleng pelan sembari memeriksa apakah lehernya masih utuh atau tertinggal di ketiak tantenya. Napasnya masih tak beraturan.
"Daus, cepat panggil polisi, paparazi ini sudah melukai istri saya," kata Erick kepada Daus yang baru saja keluar dari mobil.
Vellin menggeleng pelan, memberi kode kepada Erick untuk mengehentikan aksinya. Masalah malah akan menjadi semakin besar. Dia tahu betul bagaimana sang Tante akan berubah menjadi sangat menyeramkan.
"Kenapa? Apa wartawan ini mengancammu?" tanya Erick mengintrogasi. matanya menyelidik pada wartawan yang terlihat kumal dengan perlengkapan yang sangat lengkap berada di punggungnya.
Sang tante kini berdecak pinggang, "Vel, cepat ceraikan dia. Tante nggak merestui hubungan kalian,"
Erick sangat terkejut dengan ucapan sang wartawan.
"Tente jangan bilang gitu, maafin Erick, dia belom kenal tante. Ini juga salahku nggak ngenalin tante ke dia, seharusnya aku ... Huwekkk!" Vellin tak kuat menahan mualnya lagi.
Dia memuntahkan semua buah yang ia makan setengah jam yang lalu, kepalanya berdenyut nyeri.
"Kamu nggak papa? Ayo ke rumah sakit." Erick terlihat sangat khawatir.
Vellin menggeleng pelan, masih berusaha mengembalikan mual di perutnya. Walaupun sebenarnya itu sangat menyiksa tidak karuan.
"Kamu hamil?" tanya sang tante tiba-tiba.
Vellin dan Erick sama-sama terdiam. Terpaku. Tidak berani menjawab. mereka saling pandang dan kemudian membuang muka.
"Jangan bohong, ibumu dulu waktu hamil mualnya juga nggak karuan. Bahkan nggak bisa makan apapun, tapi ada tips dari nenek."
"Tipsnya apa? Tolong beritahu kami," pinta Erick masih memegangi Vellin. Rasa takut ketahuan hilang, lebih baik ketahuan dari pada sang istri menahan sakit dan tersiksa.
"Jadi Vellin beneran hamil? Di luar nikah donk. Jadi kalian ...."
Tiba-tiba Vellin menekuk lututnya, bersimpuh di depan sang tante dengan wajah memelas. Berusaha meluluhkan sang tante yang sangat keras dan kasar itu.
"Tolong jangan kasih tau ayah atau pun orang lain. Aku mohon tante." Vellin memohon.
Erick yang melihat Vellin seperti itu ikut berlutut. Tidak tega melihatnya menanggung seorang diri.
"Yang salah saya, tolong jangan hukum Vellin."
Tante mendesah berat, tatapan memohon datang dari sorot mata mereka berdua sedikit meluluhkan kekerasan hatinya.
Tiba-tiba sang tante menjitak kepala Vellin dan Erick dengan keras hingga mereka mengaduh kesakitan.
"Untung ya tante ini baik, coba kalo nggak udah kujual berita ini."
"Makasih tante," ucap mereka berdua.
Daus maju tiba-tiba, "anda tidak perlu khawatir, kami akan membayar anda sebagai ganti rugi."
Vellin menggeleng, sifat tantenya begitu keras bahkan dia pun lebih takut pada tantenya dari pada orang tuanya sendiri. Meneger Erick benar-benar cari mati. batin Vellin.
"Oh... Jadi kamu mau membayar saya untuk menutupi kasus keponakan saya sendiri," ucap tante dengan mata nyalang dan tangan di pinggang seolah menantang.
"Nggak ... Tante, maksud manager saya, kami akan ganti rugi lewat makan malam bersama. Ayo tante ke rumah kami, tante pasti lelah habis perjalananan jauh. Sini saya bawakan ranselnya." Erick mengambil ransel yang berada di punggung sang tante.
"Ooh.. Maksudnya gitu, yaudah ayo."
Vellin mengembuskan napas lega, beruntung ia memiliki suami yang pintar seperti Erick. setidaknya hari ini dia lolos dari kemurkaan sang tante yang terkenal ganas dan seram itu
.
.
.
bersambung.
Makasih buat like dan votenya. semoga allah senantiasa memberikan kita semua kebahagiaan
semahal apapun ikan, tetep aja ujung²nya di penggorengan 🫕🫕🫕