IG : nanayu_95
Syarat msuk Grup "Tuliskan satu nama pemeran Antagonis novel Author"
Zola Arkana seorang gadis desa yang cantik dan tangguh dengan masa lalu kelam. Harus kehilangan orang yang dicintai.
Karena sebuah alasan dia menikah dengan Seorang pria dingin, arogan dan kaya bernama Reymond Arya Winjaya.
"Aku hanya menganggapnya boneka! " Rey
"Tak peduli siapa dirimu, hanya cintaku yang akan jadi penerang hatimu" Zola
Mampukah Cinta mengambil alih kehidupan mereka. Atau justru menghancurkan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nanayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kantuk
Zola turun kebawah menuju Lobi, disana Rey duduk di kursi sambil fokus ke layar ponselnya. Merasa ada yang mendekatinya, Rey segera melihat orang itu.
"Kau hampir terlambat, ayo berangkat, kita tak punya banyak waktu" ucap Rey sembari memasukkan ponsel ke saku dan berjalan keluar hotel.
Beberapa menit kemudian. Mereka telah sampai disebuah Kafe mewah dengan nuansa warna grey dan black. Beberapa lampu menerangi isi dalam kafe dan hanya beberapa tempat yang minim pencahayaan. Mereka terus masuk kedalam melewati lorong kecil yang ujungnya terlihat cahaya biru lampu hias. Ada 2 orang yang sedang duduk dikursi saling bercengkrama dengan hangat. Menyadari Rey dan Zola yang mendekat, mereka menghentikan obrolannya.
"Halo Tuan Rey, apa kabar? "tanya seorang pria bernama Albert.
"Baik Tuan Albert, apa Anda menunggu lama? " Tanya Rey sambil menjabat tangan Albert.
"Tidak, aku juga baru sampai. Ayo duduklah. Emm.. Tuan Rey apa wanita ini istri Anda? "tanya Albert yang melihat Zola.
Entah kenapa saat melihat gadis itu, Albert sedikit tertarik. Asal tau saja Albert berumur tak jauh berbeda dengan Rey. Albert memiliki perawakan wajah Arab-Indo.
Mendengar itu Rey buru buru menangkis dugaan Albert.
"Dia bukan istriku Tuan Albert, dia hanya sekretarisku" ucap Rey.
"Benarkah? Halo aku Albert, senang bertemu denganmu, siapa namamu Nona? " tanya Albert sambil tersenyum
"Saya Zola Tuan, senang bertemu dengan Anda" jawab Zola sambil membungkuk memberi hormat.
"Wah, kamu sangat cantik. Baru kali ini aku melihat wanita dengan wajah alami tanpa buatan. " ucap Albert sambil tertawa
"Terima kasih atas pujian Anda. Tapi asal Anda tau juga, masih banyak wanita seperti saya Tuan, dan mungkin Anda belum bertemu mereka" ucap Zola dengan nada rendahnya.
"Bukankah sulit menemukan mereka mengingat jaman sekarang terlalu kelewat bebas" ucap Albert dengan santai.
Zola tak menanggapi ucapan Albert. Rey yang melihat mereka hanya diam dan merasa kesal. Dan juga melihat tatapan Albert pada Zola dia tahu ada rasa tertarik dalam diri Albert untuk Zola.
"Bisakah kita mulai rencana kerjasama ini Tuan Albert? "tanya Rey menimpali.
"Tentu, ayo kita bahas. Tapi sebelum itu kita makan dulu ya" ucap Albert tersenyum senang.
Mereka telah selesai membahas bisnis, dan sepakat melakukan kerjasama. Mereka bersama sama keluar dari Kafe itu dan sampai di tempat parkir.
"Oh ya Tuan Rey kalian menginap dimana? " tanya Albert
"Saya menginap di Hotel Xandria, mungkin besok siang baru pulang" jawab Rey.
"Begitu ya, sebenarnya saya sedikit tidak suka dengan pelayanan hotel kami. Kalau boleh bisakah saya ikut Anda menginap dihotel yang sama? " tanya Albert dengan antusias
"Tentu saja Tuan Albert, saya juga merasa senang bisa satu Hotel dengan Anda" ujar Rey dengan senyum dipaksakan. Rey tau niat Rekan bisnisnya ini, tentu saja menginap di hotel yang sama hanya untuk melihat Zola dari dekat. Tatapannya itu membuat Rey ingin mencongkel matanya.
Didalam Mobil, Zola diam sedangkan Rey masih fokus menyetir, dibelakang mobil mereka Albert mengikuti.
"Jika sudah sampai hotel, kau harus istirahat!! Jangan keluyuran kemana mana sampai besok!! Aku tidak mau kau menyusahkanku nanti!! " ancam Rey.
"Baik Pak, " jawab Zola dengan suara malasnya.
'Siapa juga yang keluyuran, mending tidur dikasur yang empuk itu' gumam Zola dalam hati.
Mereka telah sampai di hotel. Tuan Albert dan asistennya segera chek in dan tak lupa menyapa Rey dan Zola sebelum pergi kekamar mereka.
Zola sampai didepan kamarnya. Rasanya sangat lelah, dia ingin segera mandi dan merebahkan tubuhnya itu. Saat ingin memutar Handle tiba tiba tangan Rey menariknya dan membawanya ke kamar Rey.
Zola berusaha memberontak, tapi apa daya dia takut kalau Rey akan semakin marah. Zola ditarik sampai disofa dikamar itu. Zola melihat sekeliling, kamar itu sangat minim cahaya. Khas dengan aroma parfum lelaki, dan bernuansa black. Kamar memang selalu menciri khas kan kepribadian seseorang. Entah itu dari warna, letak tata ruang, maupun suasana didalamnya.
Rey segera menghampiri Zola dan memberikan map berisi dokumen yang harus dikerjakan. Zola menerima dokumen itu serta mengernyitkan dahinya.
"Pak, apa maksutnya ini? " tanya Zola bingung
"Kau lihat, itu adalah dokumen perjanjian kerjasama dengan Tuan Albert. Aku ingin kau mengerjakannya malam ini" ujar Rey santai
"Malam ini? Tapi Pak saya benar benar lelah. Bolehkah saya kerjakan besok pagi? " ucap Zola sedikit memohon
"Tidak boleh, aku ingin malam ini selesai!! dan kau jangan buat alasan. Jika kau lelah apalagi aku!! Cepat kerjakan!! " seru Rey sambil bersandar di sofa dan memejamkan matanya
'Dasar laki laki tak berperasaan, dia enak enak tidur sedangkan aku harus menyelesaikan ini' gerutu Zola dalam hati
Zola terpaksa segera mengerjakan tugas itu. Tangannya sibuk memegang dokumen serta mencatat kedalam laptop. Beberapa kali Zola menahan menguap dengan menutup mulut menggunakan tangan. Matanya mulai berair dan sesekali terkantuk. Rey mengintip dari sebelah matanya, melihat Zola kesusahan membuat kesenangan sendiri untuknya.
"Huh, otakku agak buntu. Aku butuh kopi sekarang " gumam Zola matanya melirik kearah meja. Tidak ada apa apa disana hanya sebotol minum yang diyakininya Alkohol.
"Apa disini tak ada minuman sejenis kopi. Benar benar menyusahkan. Mau gimana lagi aku harus melanjutkan ini. " keluh Zola dengan pelan.
Tiba tiba dokumen ditangannya terjatuh dan tubuhnya bersandar di sofa. Zola tertidur disofa itu yang tak kuat menahan kantuknya. Rey membuka mata dan melihat Zola tertidur pulas segera mendekatinya.
"Kubiarkan saja dia tidur disitu, itung itung hukuman untuknya. Dimana pun wanita ini berada ada saja laki laki perhatian dengannya. Apa spesialnya? Ingin sekali aku menyiksanya saat melihat dia mendapat perhatian khusus" ucap Rey dengan tatapan dingin dimatanya.
Rey berjalan ke tempat tidur dan segera merebahkan tubuhnya. Rey mulai merasakan kantuk hingga tertidur pulas.
~~
Paginya Zola terbangun terlebih dahulu. Mendapati dirinya masih disofa kamar Rey dan melihat diatas meja masih berantakan dengan segera dibersihkannya. Zola berjalan keluar kamar dan masuk ke kamarnya sendiri. Kemudian membersihkan diri dikamar mandi dan segera bersiap siap turun kebawah untuk memesan makanan untuk Rey dan dirinya di lantai bawah. Sebenarnya dengan mudah dia memesan lewat kamar tapi Zola sekalian ingin jalan jalan.
Di bawah dia bertemu pelayan dan memberikan pesanan makanan untuk segera di antar kekamar Rey. Zola rasanya ingin makan disana, setelah itu ingin keluar sebentar dari hotel. Dia pergi ke taman samping Hotel dan duduk dikursi menghirup udara pagi hari dengan pemandangan alam yang menyejukkan hati. Agak lama Zola disana, tiba tiba seseorang sudah duduk disampinynya. Zola menengok kesamping dan melihat Albert tersenyum kepadanya.
"Selamat pagi, Nona Zola" sapa Albert dengan senyuman manis.
"P-pagi tuan Albert. Apa yang anda lakukan disini Tuan? " tanya Zola berusaha berdiri untuk menjauh dari Albert. Sontak tangannya ditarik oleh Albert dan memaksanya tetep duduk.
"Jangan pergi, temani aku sebentar disini. " pinta Albert.
"Baik Tuan" jawab Zola.
Mereka mengobrol disana cukup lama. Tanpa mereka sadari Rey berada dibelakang mereka cukup jauh dengan wajah marahnya. Tangannya mengepal membuat botol minuman ditangannya remuk. Dalam hati, Rey akan membuat Zola merasakan akibat karena melanggar perintahnya. Walaupun hanya untuk semalam. Tapi bagi Rey perintah itu berlaku selama Albert disini. Dan melihat Zola yang menemui Albert membuat Rey mendidih melihatnya.
BSB..............
Thor mah emang hebat deh... jadi ikutan aku seperti didalam cerita 😁😁😁😁