kisah persahabatan, cinta, keluarga dan masa lalu
Bagaimana akhir kisahsi kembar tiga?bisakah mereka bersatu lagi dalam satu keluarga?
Cerita ini kelanjutan dari novel sebelumnya yang berjudul l LOVE YOU PAK POLISI
jangan lupa beri dukungannya pada Author dengan like, komen, vote dan follow juga ya ditunggu banget dukungannya😍😊 tekan favorit juga untuk novel ini.terimakasih untuk semua yang udah setia dukung Authornya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nindira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hasil Tes
Angga segera menangkap tubuh Arsya agar tidak terjatuh kemudian dia membawanya ketempat tidur dan merebahkan tubuh arsya ditempat tidurnya
"Arsya kamu kenapa sayang? kenapa kamu pingsan?"tanya Ayu panik dia lalu memegangi jidat Arsya yang terasa sangat panas
"Ya ampun Arsya apa kamu sakit"Ayu makin khawatir
Tak lama Arsya mulai sadarkan diri lagi meski pandangannya masih belum bisa melihat dengan jelas karena rasa pusingnya.
"Iya mom aku gak enak badan tapi tadi om Radit sudah memanggil dokter ke sini aku sudah minum obat sekarang aku hanya perlu istirahat"jawab Arsya dengan nada suara pelan
"Oh gitu ya udah kamu tidur lagi aja ya sekarang"Kata Ayu sambil memakaikan selimut pada Arsya
Angga yang dari tadi berdiri disamping tempat tidur Arsya hanya menatap Arsya dengan sedih dan Khawatir. Tak lama Arsya pun tidur kembali
"Sekarang kamu sudah melihat Arsya dan dia sudah tidur lagi jadi sebaiknya kamu pulang saja, aku tidak mau orang berprasangka buruk padaku karena membawa masuk seorang laki-laki dimalam hari apa lagi statusku seorang janda"Kata Ayu tanpa melihat wajah Angga
"Aku masih rindu pada Arsya, aku mohon ijinkan aku untuk menjaganya setidaknya sampai pagi saja"bujuk Angga
Dengan kesal dan malas akhirnya Ayu mengijinkan Angga untuk menjaga Arsya sampai pagi. Radit yang penasaran terus mengintip dibalik pintu yang agak terbuka sedikit namun dia tak bisa melihat wajah dari mantan suaminya Ayu karena terus membelakangi Radit
Batinnya berkata dengan sedih"Jika papa Arsya kembali kekehidupan mereka lalu bagaimana dengan aku? apakah Arsya akan berhenti mendukungku untuk jadi papa sambungnya? akan kah pengorbanan dan ketulusanku ini akan berakhir sia-sia?"
"Aku rasa tak ada gunanya aku disini, sudah ada papanya Arsya yang jagain dia lebih baik aku pulang saja"gumam Radit sambil menunduk sedih
kemudian Dia pulang kerumahnya dengan menaiki taxi dan meninggalkan mobilnya didepan rumah Arsya karena Radit tidak mau Ayu tahu kalau mantan suaminya datang lagi dikehidupan Ayu. kalau dia pulang dengan membawa mobilnya Ayu pasti berpikir Radit melihat mantan suaminya karena waktu pulang mobil Radit masih terparkir didepan rumahnya
Pagi menunjukan pukul 06.00 Angga masih tidur sambil duduk dikursi dekat ranjang Arsya.Ayu yang baru masuk kekamar Arsya lalu membangunkan Angga dengan menepuk-nepuk bahunya.tak lama Angga lalu bangun dia kemudian mengucek-ngucek matanya
"Eh! Cinta udah pagi ya"kata Angga
"Iya, cepat pulang sebelum Arsya bangun dari tidurnya"Kata Ayu jutek sambil menyilangkan kedua tangannya didada sambil berdiri
Angga lalu berdiri kemudian mengambil kartu namanya didompet lalu dia memberikan pada Ayu
"Ambil ini kartu namaku nanti kamu telepon aku ya kabarin aku tentang keadaan Arsya"
Ayu lalu mengambil kartu nama itu kemudian dia menyobek-nyobek kartu nama itu didepan mata Angga
"Aku gak butuh ini lebih baik sekarang kamu pergi dari rumahku dan jangan pernah ke sini lagi CEPAT PERGI!!"bentak Ayu dikalimat terakhirnya
Angga lalu pulang tapi sebelum dia pergi dia menatap Arsya yang masih tertidur
"Arsya papa sangat merindukan kamu,kamu sangat mirip dengan Arsel,maafin papa karena belum bisa menyatukan lagi keluarga kita"batin Angga
Setelah itu Angga pergi. ketika Angga sudah pergi Arsya baru bangun dari tidurnya dan Ayu sedang membereskan kamar Arsya
"Mom ini sudah pagi ya?"kata Arsya sambil duduk ditempat tidurnya
"Eh! Arsya udah bangun, iya ini udah pagi kalau kamu masih pusing tiduran aja lagi hari ini kamu ngga usah masuk sekolah momy sudah minta ijin kesekolah supaya kamu tidak masuk"
"Aku udah ngga pusing lagi ko mom, ngomong-ngomong apa om Radit sudah pulang mom ko dia gak pamitan dulu ya sama aku?"
"Emang semalam dia kerumah kita?"tanya Ayu khawatir Radit melihat pertengkarannya dengan Angga semalam karena dia tak ingin ada orang yang tahu tentang masa lalunya
"Iya aku yang nelepon dia supaya datang kesini karena nomor momy gak aktif jadi aku minta tolong pada om Radit"
"Tapi semalam momy gak lihat dia dan dia juga gak pamitan sama momy terus tadi malam dia pergi kemana dong? itu mobilnya masih didepan rumah?"
"Terakhir om Radit pamit sama aku mau nyuci mangkuk bekas aku makan bubur, dia juga bilang dia gak akan pulang mau nemenin aku karena om Radit gak mau aku sendirian dirumah"
Ayu mulai khawatir dan gelisah pada Radit jangan-jangan semalam Radit melihat pertengkarannya dengan Angga lalu dia pulang tanpa pamitan karena dia kecewa mantan suaminya datang lagi kekehidupan Ayu
"Mom semalam aku dengar keributan diluar sebenarnya apa yang terjadi? terus tadi malam aku lihat ada laki-laki lain selain om Radit lalu siapa dia?"tanya Arsya
"Apa kamu ingat jelas bagaimana wajah laki-laki itu"Ayu malah nanya balik pada Arsya
Arsya lalu menggelengkan kepalanya sambil menjawab"Aku tidak ingat karena kepalaku pusing dan pandangan mataku buram"
"Syukurlah Arsya tidak ingat wajah papanya sendiri"batin Ayu
"Dia itu teman momy yang udah lama gak ketemu, Ayahnya dia dan kakek kamu atau Ayahnya momy itu bersahabat jadi kami pun bersahabat kebetulan dia lewat dan akhirnya mampir dirumah kita dan tadi malam itu ada kucing yang nabrak guci hingga pecah jadi terdengarlah suara gaduh diluar kamar kamu"
"Oh gitu ya aku kira ada apa?"
Saat mereka sedang ngobrol tiba-tiba terdengar suara pintu kamar diketuk
Tok,,Tok,,Tok
"Masuk"Sahut Ayu dari dalam kamar
Radit lalu masuk kekamar Arsya dan menyapa mereka dengan senyuman yang merekah disudut bibirnya sambil membawa parsel buah-buahan untuk Arsya
"Selamat pagi semua"
"Pagi juga"jawab Ayu
"Kata Arsya semalam kamu kesini tapi ko aku gaqk lihat kamu, kamu kemana ko ga pamitan?"tanya Ayu
"Aku ikut pulang sama dokter yang datang kesini"jawab Radit
"kenapa mobil kamu ditinggal disini? kenapa harus ikut pulang sama dokter?"tanya Ayu lagi
"Dokternya itu teman aku, katanya dia ngantuk dan minta dianter pulang makannya aku juga pulang sama dia"jawab Radit
Ayu lalu mengangguk-angguk.kemudian Radit pamit lagi untuk pergi kerja. sedangkan Ayu minta ijin untuk tidak masuk kerja karena ingin menjaga Arsya yang lagi sakit.ketika Ayu pergi untuk masak didapur tinggallah Arsya sendirian dikamarnya. tiba-tiba dia ingin pergi kekamar mandi lalu dia bangun dari tidurnya kemudian dia mencari sandalnya tapi tak sengaja pandangannya tertuju pada sobekan kertas yang ada dilantai
"Itu sobekan kertas apa?"batin Arsya penasaran lalu dia mengambil sobekan kertas itu
"Kayanya ini kartu nama deh, ko disobek-sobek ya? emang siapa sih nama yang ada dikartu nama ini? aku simpan dulu deh dilaci nanti aku susun sekarang aku mau kekamar mandi dulu"kata Arsya
Kemudian Arsya kekamar mandi setelah selesai dari kamar mandi Arsya malah tidur lagi dia lupa kalau dia akan menyusun kartu nama yang disobek-sobek itu
...****************...
Tiga hari kemudian,Sudah lama Arsya tak menjenguk Cahaya dirumah sakit.setelah dia sembuh dari sakitnya dia memutuskan untuk menjenguk Cahaya dirumah sakit.sesampainya dirumah sakit dia melihat Caca sedang menangis didepan kamar rawat inap Cahaya
"Ca kenapa kamu nangis?"tanya Arsya penasaran
"Arsya, maaf ya saat kamu sakit aku gak jengukin kamu aku harus nemenin Aya, kondisi Aya semakin buruk"kata Caca sambil terisak-isak
"Iya ngga apa-apa, maksud kamu kondisi Aya semakin buruk itu gimana?"Arsya mulai khawatir pada Cahaya
"Dokter bilang Aya butuh pendonor sumsum tulang belakang agar dia bisa bertahan hidup, kalau tak ada yang mendonorkan sumsum tulang belakangnya kita semua hanya bisa pasrah dan menunggu sampai sejauh mana Aya bisa bertahan hidup"kata Caca sambil menangis
"Apa separah itu kah sakitnya Aya sekarang Ca?"tanya Arsya merasa terpukul hatinya mendengar kabar buruk itu
"Lalu apakah ada yang mau menyumbangkan sumsum tulang belakangnya pada Aya?"
"Iya ada semua keluarganya bersedia menyumbangkan sumsum tulang belakangnya tapi tak ada satu pun dari mereka yang cocok dengan sumsum tulang belakang Aya, aku pun juga sudah mencoba tapi hasilnya tetap nihih itu yang membuat aku sedih padahal kata dokter cuma saudara kandungnya yang sedarah dengan Aya yang bisa menyumbangkan sumsum tulang belakang tapi mentari tidak cocok dengan aya begitu pula dengan pak Aryo dan bi Ina semua sumsum tulang belakang mereka tidak cocok dengan Aya"
"Ko bisa gitu bukan kah Aya ini anak kandungnya pak Aryo dan bu Ina kan?"
"Aku ngga tahu pasti aku rasa sih begitu tapi yang anehnya tak ada satu pun dari mereka yang sumsum tulang belakangnya cocok dengan Aya"
"Kalau begitu aku juga akan mencoba untuk mendonorkan sumsum tulang belakangku pada Aya"kata Arsya tiba-tiba
"Tapi sya kata dokter cuma saudara kandung yang sedarah yang ada kemungkinan bisa cocok dengan sumsum tulang belakang Aya"
0Kamu juga mencoba kenapa aku tidak"jawab Arsya
Lalu mereka pergi kedokter untuk menjalani serangkaian tes, Arsya juga melakukan tes DNA dengan Cahaya hasilnya baru keluar beberapa hari kemudian. ketika hasilnya keluar Arsya Caca dan kedua orang tua Cahaya menanti dengan harap-harap cemas kemudian dokter mulai bicara
"'Hasil tesnya sekarang sudah keluar dan disini ada dua kabar yang ingin saya sampaikan, ada kabar baik dan ada kabar buruk yang mana dulu yang ingin kalian dengar?tanya dokter
"Kabar baiknya aja dulu dok"jawab Arsya yang waktu itu duduk berhadapan dengan dokter
"Kabar baiknya adalah sumsum tulang belakang Arsya cocok dengan sumsum tulang belakang Cahaya karena dari tes DNA Arsya dan Cahaya menyatakan kalau kalian berdua adalah saudara kandung yang sedarah"kata Dokter
Deg,,
Pak Aryo, bu ina, Arsya dan Caca kaget mendengar penjelasan dokter itu.
"Bagaimana bisa Arsya dan Cahaya bisa jadi Saudara kandung yang sedarah?padahal dari kecil mereka hidup terpisah"
Pertanyaan itulah yang menggelatuti pikiran pak Aryo, bu Ina,Arsya dan Caca
"Sya ko bisa kamu jadi saudara kandung Cahaya?"
Arsya hanya terdiam karena dia sangat kaget dan bingung dengan pernyataan dokter itu, dia pun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan Arsya tidak bisa menjawab dengan pertanyaan Caca
"Dok apa dokter yakin ini hasilnya benar? coba dicek lagi kali aja dokter salah baca"tanya Arsya karena dia tidak yakin
Dokter lalu mengecek lagi beberapa kali dan hasilnya masih sama kalau disana dinyatakan sumsum tulang belakang Arsya cocok dengan sumsum tulang belakang Cahaya karena dari hasil tes DNA Arsya dan Cahaya itu saudara kandung yang sedarah
"Hasilnya sama kenapa kalian masih meragukan dari hasil tes ini? bukan tidak mungkin kan Arsya dan Cahaya itu bersaudara lihat saja wajah mereka sangat mirip saya rasa Arsya dan Cahaya itu anak kembar"Kata dokter meyakinkan
like n favorit buat karyamu thor
mampir ya "Tambatan Hati Ceo Tampan "
atau "Akibat Nikah Muda. "
like♥️
like...♥️♥️☺️
salam dari
Gadis tiga karakter
salam dari
Gadis Tiga Karakter
semangaat...
Salam dari
GADIS TIGA KARAKTER