NovelToon NovelToon
PERJODOHAN CEO JEWELERY

PERJODOHAN CEO JEWELERY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:296k
Nilai: 5
Nama Author: ovhiie

" Gadis kecil sebaiknya kamu tanda tangani saja surat itu "

Begitulah ucapan dari Hendra saputra pemilik perusahaan Jewelery yang terkenal di kota ini kepada seorang gadis bernama Yesa. Dia mengancam dengan sorot matanya. Dan akhirnya kerena tidak memiliki kekuasaan. Yesa menanda tangani surat itu.
Sesaat senyum puas penuh kemenangan muncul di bibir Hendra Saputra.

Cerita novel ini hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan

Nulis nya cuma iseng
Update na semau gue 😋

selamat membaca ^^,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ovhiie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERIMAKASIH ARYA

Di sepanjang perjalanan Arya hanya diam menatap jalanan. Sedangkan Yesa tak henti hentinya menatap wajahnya. Ini kali pertamanya dia melihat tatapan Arya begitu terlihat kesepian.

"Ada apa?" Arya bertanya setelah menyadari Yesa sedari tadi memperhatikannya

"Tidak! Hanya saja suasananya begitu tenang. Apa kau ingin mendengarkan radio?"

Arya mendengus

"Lupakanlah! Apa yang kau lihat tadi."

Yesa mengangguk."Baiklah, lagi pula aku hanya ingin membuatmu tenang."

Ya Tuhan bagaimana cara ku menghiburnya

Suasana hening kembali, hingga mobil berhenti di kastil. Mereka melepaskan sabuk pengaman lalu turun dari mobil. Arya berjalan menuruni anak tangga, Yesa mengikuti langkahnya dari belakang.

"Ahh lelahnya." Ujar Yesa saat sudah duduk dan bersandar di sofa

"Ini ambilah!" Arya melempar sebuah benda berwarna hitam secara tiba-tiba. Yesa sampai gelagapan saat menangkapnya.

"Apa ini?"

"Handphone! Kamu pakailah itu agar aku bisa memanggil mu dengan mudah." Arya duduk di sofa sambil bersandar bersebelahan dengan Yesa. "Aku sudah menyimpan nomerku dan beberapa nomer orang lainya di hp itu. Kamu bisa melihatnya dalam kontak."

"Benarkah? Terimakasih Arya." Yesa tersenyum girang bagaikan menemukan harta karun yang sudah lama tersembunyi di dasar bumi ini.

Sial kenapa aku merasa dia imut begini

"Aku merasa gerah." Ujar Arya sambil melepaskan kancing satu persatu agar kemeja putihnya, tapi tidak dengan segera di melepaskan kemejanya. Melihat otot dadanya yang sempurna Yesa terbelalak lalu membalikan tubuhnya.

"Apa dia berpikir kita berpacaran. Kenapa dia membuka baju seenaknya begitu?" Menutup mulut keceplosan dan sialnya Arya mendengarnya.

"Jangan bermimpi." Sahut Arya dingin. Namun berbeda dengan wajahnya yang merona senang.

"Aku tahu! Lagi pula, takkan lama lagi aku

segera pergi dari rumahmu." Jawab Yesa ketus

Bodohnya aku

Setelah mendengar kalimat dari Yesa. Arya diam membisu lalu bangkit dari duduknya. Melangkahkan kaki menuju kamar mandi dan menatap diri di depan cermin.

"Kenapa aku merasa kesal, saat dia bilang akan segera pergi dari rumah ku." Arya membuka keran lalu membasuh wajah kesalnya dengan air dingin.

*****

Indonesia

Di sebuah jalan trotoar terdengar percakapan singkat di antaranya dua orang wanita setelah keluar dari tempat peminjaman uang atau biasa di sebut dengan Renternir.

"Imas bukankah berlebihan memakai pinjaman untuk membeli perlengkapan mu." Ucap salah satu bibi yang sedang berjalan seraya membawa uang hasil pinjamannya.

"Tenang saja. Hei ! itu hanya lima juta. Keponakan ku sudah lama bekerja di rumah putra dari perusahaan terkenal itu pasti akan mengurusnya." Ucap Imas

Imas adalah bibi dari Yesa, tapi kabarnya gadis itu belum pernah sekalipun bertemu dengannya. Entah kenapa aku merasa ini terkesan sangat aneh. Begitu pikir teman Imas

"Kamu bilang, bahkan kamu tidak bisa

menemui dia." Teman Imas bicara

"Aku akan menemuinya jika dia sudah kembali ke rumah ibu ku. Dan aku yakin dia pasti akan senang bertemu denganku. Karena dia tidak mempunyai siapapun lagi selain Ibu ku di dunia ini." Sahut Imas panjang lebar.

"Sungguh ! Aku tidak yakin dia akan sesenang itu. Jika dia tahu bahwa kamu orang seperti ini "

"Hei! Aku terpaksa melakukannya ! Jika aku tidak berpisah dengan suamiku yang sialan itu. Aku juga tidak akan melakukannya. Haaahh.. Seberapa senang mendiang Kakak ku. Kalau dia tahu putrinya bekerja di kediaman putra perusahaan terkenal itu."

"Lalu kapan dia pulang? " Teman Imas bertanya lagi

"Entahlah, tapi aku yakin dia pasti akan kembali demi bertemu dengan ibu ku "

"Kenapa kamu tidak berkunjung saja ke rumah itu. Bukankah itu lebih baik daripada kamu menunggu lama."

"Ahh benar juga yang kau katakan. Kenapa aku tidak menyadari ini dari awal."

Haha,, tawa serentak muncul di bibir dua wanita itu.

Benar lebih baik aku pergi menemuinya

 

Di ruangan Presdir Jewelery Grop hp sekretaris Dani berbunyi lalu ia mengangkatnya

"Selamat siang." Dani mendengar jawaban di seberang sambil menatap Hendra yang sedang duduk menyandarkan diri di kursinya" Seorang wanita mencari Nona Yesa?" Melihat Hendra lagi, mendengar nama yang di sebutkan, dia memasang datar. Seperti berkata Beraninya. "Baik, suruh dia dia menunggu di lobi lantai dasar." Dani menutup panggilannya

"Tuan Besar, apakah Anda ingin saya mengurus masalah ini?"

"Lakukanlah." Hendra bicara

''Baik Tuan." Sekretaris Dani menunduk sekali sebelum akhirnya pergi meninggalkan ruangan Hendra, memasuki lift sampai di lantai dasar.

Siapa wanita itu. Jika dia teman dari Nona Yesa. Mungkin dia tidak akan seberani itu datang kesini hanya ingin bertemu dengannya.

"Nona Imas" Dani sedikit terkejut saat bertemu dengan orang yang sedang duduk di depannya ini siapa

"Maaf, apakah Anda Sekretaris Dani?" Imas bertanya

"Benar." Sahut Dani, lalu duduk di sofa

"Kalau begitu, perkenalkan saya Imas bibi Yesa. Saya adalah adik dari Ibu kandung Yesa."

"Baik, apakah Anda benar-benar sekedar ingin bertemu dengan Nona Yesa ?" Dani bicara

"Benar Tuan, sejujurnya saya belum pernah bertemu dengan Yesa. Meski begitu ada masalah penting yang ingin aku bicarakan dengannya berdua. Jadi, bolehkah aku bertemu dengannya sekarang juga?"

"Masalah penting?"

Nona Imas, ternyata Anda masih sama saja melakukan hal-hal yang memalukan demi mendapat ke untungan sendiri ya. Tidak peduli seberapa besar urusan Anda dengan Nona Yesa. Tuan Besar tidak akan mengizinkannya.

"Benar, tolong beritahu saya alamat rumah dimana tempat Yesa bekerja. Saya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan keponakan saya Tuan."

"Mohon simaklah peraturan ini Nona. Meski Anda mempunyai hubungan darah dengan Nona Yesa sekalipun. Maaf Anda tidak di izinkan. Dan terkait dengan pesan yang ingin Anda sampaikan, silahkan Anda bisa mengungkapnya disini. Dengan senang hati saya akan menyampaikannya langsung pada Nona Yesa nantinya."

Imas diam tidak bergeming setelah mendengar kalimat yang sangat panjang itu. Tengkuknya merinding, saat menerima tatapan yang mengintimidasi.

"Baik Tuan, sejujurnya saya bukan hanya ingin bertemu dengannya saja. Selebihnya saya ingin meminjam uang padanya. Untuk melunasi hutang saya yang menumpuk di bank keliling Tuan."

"Apakah hanya ini yang ingin Anda sampaikan pada Nona Yesa?" Melihat sikap imas yang tidak tahu malu Dani bertanya dengan suara dingin

"Iya Tuan hanya itu, mohon sampaikan pesan ini pada keponakan saya dan saya yakin dia akan mengerti."

"Baik, Jika hanya itu mohon Anda terimalah. Anda bisa menyimpulkan ini hadiah terakhir dari Nona Yesa. Kedepannya tolong jangan menggunakan nama Nona Yesa sebagai alat untuk pinjaman Anda pada bank manapun. Seandainya itu terjadi lagi. Bersiaplah mungkin Anda akan menetap di penjara."

Imas menelan ludah, seluruh badannya merinding setelah mendengar ancaman barusan. Tangannya gemetar saat meraih cek di atas meja, tercengang setelah membaca nominal yang tertulis di dalamnya.

"Baik Tuan terimakasih, saya berjanji di masa mendatang. saya tidak ingin melakukan kesalahan apapun lagi pada keponakan saya."

"Anda tidak perlu sungkan Nona Imas"

Benar-benar tidak tahu diri

"Kalau begitu saya pamit, sekali lagi terimakasih banyak Tuan." Imas bangun dari duduk, lalu membungkukkan badannya.

"Baik, selamat tinggal Nona, saya sarankan sebaiknya Anda benar-benar menepati janji Anda."

"Tentu saja Tuan, saya berjanji."

Dani bangkit dari duduknya, lalu berjalan

meninggalkan Imas. Setelah lift membawa tubuh Dani melayang ke lantai atas. Imas tak henti-hentinya menatap lembaran kertas kecil di tangannya. Tidak terasa air mata menetes di pipinya.

Dengan uang sebanyak ini. Aku bisa membeli rumah mewah dan membuka usaha sendiri di kampung halaman ku. Yesa maafkanlah Bibi sayang. Bibi selalu berbuat salah padamu. Bibi doakan semoga kamu cepat menemukan kebahagiaan mu sayang.

1
J S N Lasara
cari yg lah deri
J S N Lasara
sayang tetus
J S N Lasara
saling cinta
J S N Lasara
nikH
J S N Lasara
baru sadar
J S N Lasara
aduh sdh ad
J S N Lasara
PLN tpi psti
J S N Lasara
ad perasaan
J S N Lasara
jgn km hrs tmni arya
J S N Lasara
sabar km psti bisa
J S N Lasara
salah paham
J S N Lasara
lulus ujian itu i
J S N Lasara
wah km dpt
J S N Lasara
ktmu orang bedar
Widuri
aish si ethor emang bikin senewen pas bacanya, untung q rada pinter, ya kadang juga begok pas dompetku kosong
Nora Ish
enggak kok thor. tetep semangat. pemilihan kata² mu sehingga jd kalimat memang ditujukan untuk mereka yg ingin membaca dengan santai dan hati². aku menikmati setiap kalimat mu thor. krn aku membaca dengan pelang dan merasakan setiap kalimatnya. semangattt 🌻🌻🌷🌷
Onna Lake
Kok gak diupdate lgi thor?
Onna Lake
Terimakasih thor sudah diupdate lagi. Klo bisa, ritme updatenya jangan kelamaan thor 😊😄
Betty Richard
lanjut
Onna Lake
Update lagi dong thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!