NovelToon NovelToon
LOVE IN VALMOR

LOVE IN VALMOR

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Misteri / Contest / Sci-Fi / Romansa-Percintaan bebas / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:375.8k
Nilai: 5
Nama Author: NAHDA_SHANIA

♡LOVE IN VALMOR♡

2 Hati
2 Kutukan

2 Jiwa
2 Galaxi

Semuanya sangatlah berbeda dibandingkan dengan Cinta dan Benci...
sehingga aku merasa bahwa Cinta itu adalah Benci dan Benci itu adalah Cinta...

Karena keduanya mengalir dalam darahku...berhembus dalam nafasku...dan berdetak dalam jantungku...

Namun...seluas jagat raya dan dengan jarak 300 juta tahun cahayalah aku mencintaimu...hingga pada akhirnya salah satu galaxi kita menyerah akan Cinta kita...

Menyatukan kita dengan kebencian, air mata dan bahkan kutukan yang berubah menjadi sebuah Cinta abadi...karena Valmor dan Bumi...adalah bukti Cinta kita...

"Bumi atau Valmor?...dimanakah tempatku yang sebenarnya?...begitu banyak Benci yang kuterima namun hanya ada 1 Cinta yang kuterima...Cinta yang berubah menjadi Benci akan selalu menjadi momok yang menyakitkan dan memunculkan sebuah kutukan atas hancurnya hati seorang Cinta...begitulah aku terlahir...Alena Vins seorang gadis terkutuk yang membenci kutukannya" (Alena Vins)

"Kita berbeda dan tak akan mungkin bersama...2 dunia dan 2 kutukan yang sulit disatukan...yang hanya akan berakhir air mata...jangan berlari...jangan menghilang dan jangan pergi...biar aku yang berlari...menghilang dan pergi...seperti angin yang berhembus tanpa meninggalkan jejak...agar penyesalan tak lagi meliputiku dengan gelapnya kutukan" (Avan Valmor)

⚠️Jangan lupa Bintang 5, Like, Komen & Vote nya ya🤗💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NAHDA_SHANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PAGE 11 : Dia tidak menyeramkan

♡LOVE IN VALMOR♡

Saat ini situasi Istana Valmor sangatlah sibuk...dengan hilangnya pangeran Avan...seluruh prajurit dan bahkan keluarga kerajaan mencari keberadaan Avan yang belum juga ditemukan sejak semalam...

"Kenapa kalian baru mengatakannya pagi ini???...apakah kalian pikir ini adalah hal yang sepele???" (Teriak ratu Valerin dengan cemas)

"Ampun yang mulia ratu...saya tidak bermaksud untuk..." (Ucap Bara dengan gugup)

"Yang mulia ratu...ini adalah kesalahan saya...sayalah yang meminta Bara untuk merahasiakan hilangnya pangeran Avan...hamba mohon hukumlah hamba" (Saut tabib Nars sambil berlutut dihadapan ratu Valerin)

Ratu Valerin hanya terdiam dan menatap tabib Nars dengan kesal...dirinya pun pergi tanpa memperdulikan ucapan tabib Nars kepadanya...

Baru saja ratu Valerin pergi meninggalkan tabib Nars dan Bara...tiba-tiba langkah kakinya terhenti ketika dirinya melihat Avan berada tepat dihadapannya...

"A..Avan!!" (Ujar ratu Valerin melihat Avan berada dihadapannya)

Seketika ratu Valerin pun berlari menuju Avan dan memeluk putranya tersebut...

"Kenapa kau membuat ibunda takut?" (Gemetar ratu Valerin sambil memeluk Avan)

"Kenapa Ibunda masih memberlakukan ku seperti anak kecil?" (Tanya Avan sambil mencium pundak ibundanya)

"Kau!...anak nakal!...selalu bertanya jika Ibunda bertanya!" (Ucap ratu Valerin sambil menepuk dada Avan dengan raut wajah seriusnya)

"Ya ampun...aku iri dengan kak Avan...sudah besar tapi masih suka dipeluk dengan ibunda...hahaha!!" (Saut pangeran Varo sambil tertawa menatap Avan)

"Itu sama sekali tidak lucu!" (Ucap Avan dengan datar)

"Avan...sekarang periksalah...tabib Nars sudah membawa obat penenang untukmu"

"Baik Ibunda..!"

Disisi lain...BUMI...

Dengan tubuh yang lemas Dylon masuk kedalam Apartement milik Alena...saat dirinya masuk kedalam apartement tersebut secara pas-pasan dirinya berhadapan dengan Merin yang keluar dari kamar Alena...

"Dylon?!!" (Terkejut Merin menatap Dylon dengan kondisi yang lemas)

Dylon pun duduk disofa dengan tangannya yang meremas rambutnya...

"Dylon..ada apa denganmu?" (Tanya Merin dengan cemas)

"Alena!...apa kau Alena??...Alena?" (Tanya Dylon dengan terbata-bata menatap Merin)

Seketika Dylon berdiri dari duduknya dan mendekat kearah Merin dengan tubuhnya yang sempoyongan...

"Dylon apa kau mabuk??...ada apa denganmu??" (Tanya Merin dengan cemas)

Merin pun memundurkan langkahnya karena saat ini Dylon semakin dekat dengan dirinya...

Belum sempat menghindar seketika Dylon memeluk Merin dan menangis...

"Alena!...apa kau tau?...aku...sangat mencintaimu!!...kau adalah cinta pertamaku!...aku tidak sanggup jika harus kehilanganmu...bagiku...kau adalah...hidupku!...aku mohon!...jangan membuatku gila dengan rasa takutku ini...jangan tinggalkan aku...jangan menghindar dariku...dan jangan menolak cintaku...a..aku...sangat..mencintaimu...Lena!!" (Bisik Dylon dipelukan Merin dengan terbata-bata)

"[Sebegitu besarkah cintamu untuk Alena Dy?...lalu bagaimana denganku?...sakit Dy!!...setiap kaliku melihatmu perhatian dan senyum kepada Alena...setiap kali kau menceritakan tentang cintamu untuk Alena kepadaku...kenapa kau tidak pernah menyadari tatapanku kepadamu?...kenapa kau tidak menyadari senyumku untukmu?]" (Menangis Merin mengucapkannya didalam hatinya sambil memeluk Dylon dengan erat)

Disisi lain...VALMOR...didalam kamar Avan...

"Tabib bagaimana keadaan Avan?" (Tanya Ratu Valerin dengan cemas)

"Yang mulia...saat ini kondisi pangeran sudah membaik...saya juga tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi dengannya hanya dalam 1 malam...tapi ini patut disyukuri...semoga saja ini adalah awal yang baik untuk pangeran" (Tersenyum tabib Nars sambil menatap Avan)

"Syukurlah...kalau begitu...mulai sekarang...saya berharap tabib Nars dan juga Bara untuk lebih dekat lagi dengan pangeran...saya percayakan kondisinya kepada tabib dan juga Bara" (Tersenyum ratu Valerin menatap Avan)

"Sudah kukatakan Ibunda...aku baik-baik saja...tidak ada yang perlu dikhawatirkan...lagi pula sebentar lagi kutukan ini akan menghilang...jadi...Ibunda tidak perlu mengkhawatirkan aku lagi" (Ucap Avan sambil memakai Jubah miliknya)

Disisi lain...Pondok tabib...

Terlihat Queli terus menerus berada disamping Alena dengan tatapan sejuta pertanyaan kepada Alena...

Beberapa saat kemudian...Alena pun terbangun dari tidurnya...dan terkejut saat membuka matanya dirinya melihat wajah Queli yang begitu dekat dengan wajah dirinya...

"Aaaah!!" (Teriak Alena dan Queli karena sama-sama terkejut)

"Alena kenapa kau berteriak??...aku jadi kaget kan!!!" (Teriak Queli dengan cepat)

"A..aku juga berteriak karena wajahmu sangat dekat dengan wajahku...bagaimana aku tidak terkejut!!...lagi..untuk apa kau menatapku sedekat itu?!" (Ucap Alena dengan ngegas)

"Alena Alena!!" (Saut Queli dengan cepat)

Seketika Queli mendekat ke Alena dan berbisik...

"Apa yang kau lakukan dengan pengeran semalam?" (Bisik Queli dengan penasaran)

"A..apa maksudmu?...aku dan pangeran tidak melakukan apapun!" (Saut Alena dengan gugup)

Tatapan Queli pun semakin curiga kepada Alena...

"Apa kau yakin berkata jujur denganku??...aku mencium aroma kebohongan loh!!" (Ujar Queli dengan menatap Alena dengan tajam)

"Si..siapa juga yang bohong...kau menyebalkan!!" (Saut Alena dengan kesal)

Alena pun membangunkan dirinya dari tempat tidur dan langsung pergi meninggalkan Queli sendirian...

"Alena!!...kau mau kemana???" (Teriak Queli menatapi Alena yang terburu-buru meninggalkan dirinya sendiri)

"Aku mau mandi!!!" (Jawab Alena dengan berteriak dari luar)

Istana Valmor...

Terlihat para prajurit dan binatu kerajaan sibuk mempersiapkan untuk acara makan malam besar antara keluarga kerajaan dengan Alena...

"Kak Vibero!...kenapa aku tidak diberi tugas?...aku kan mau mempersiapkan acara nanti malam agar berjalan lancar!" (Cemberut Varo kepada pangeran Vibero sambil merampas dokumen yang sedang Vibero pegang)

"Varo!!!...kau benar-benar lancang!!!" (Teriak Vibero dengan tatapan tajamnya)

*(Foto ini hanya ilustrasi gambaran tokoh pada cerita...latar, pakaian dan asesoris pada gambar bukanlah yang terlihat pada situasi cerita)

"Lagian!...kak Vibero sibuk mempersiapkan penyambutan...kak Veraham sibuk mempersiapkan hidangan...lalu aku?...aku juga mau seperti kalian!" (Ujar Varo dengan cemberut)

"Kenapa kau tidak mengurus gadisnya???...sekarang pergilah...jangan menggangguku!!!" (Teriak pangeran Vibero sambil merampas dokumen miliknya)

Vibero pun pergi meninggalkan Varo yang cemberut...

"Haa!...benar juga...kenapa aku tidak kepikiran hal itu!" (Seru Varo yang tiba-tiba)

Dikamar Avan...

Terlihat Avan yang sedang berendam pada bak mandinya (kolam mandi)...dengan matanya yang tertutup Avan terus menerus mengingat kejadian semalam tentang dirinya yang menemui Alena...

"[Ada apa denganku?...kenapa aku menemuinya?]" (Ujar Avan didalam hatinya sambil memejamkan matanya)

Avan pun membuka matanya dan kemudian menenggelamkan dirinya kedalam bak mandinya yang besar tersebut...

Beberapa ingatan dirinya pun muncul...termasuk kenangan ia bersama Amera di 5 veva yang lalu...

Disebuah tempat dekat dengan danau yang bertaburan kelopak bunga Mawar...

"Avan!...apakah kau benar-benar mencintaiku?" (Tanya Amera kecil yang berada dihadapan Avan)

"Kenapa kau menanyai hal itu?...bukankah sudah jelas aku mencintaimu?" (Bisik Avan ditelinga Amera dengan tiba-tiba mendekat)

"Jika suatu hari nanti...kita dipisahkan oleh galaxi yang berbeda...atau dengan suatu hal...apakah kau masih mencintaiku dan menungguku?" (Tanya Amera dengan ekspresi cemasnya)

Seketika Avan pun menatap Amera dengan tersenyum...

"Aku berjanji kepadamu...jika suatu hari nanti kita dipisahkan oleh suatu hal...aku akan tetap mencintaimu...karena kau adalah yang pertama dan terakhir untukku!" (Ujar Avan lalu mencium tangan Amera)

Avan pun tersadar oleh ingatannya tersebut...dan terengah-engah kehabisan nafasnya karena sudah cukup lama merendamkan dirinya sendiri kedalam bak mandi...

"Hah!!...hah!!...hah!!"

Dengan cepat Avan pun keluar dari bak mandi tersebut...

"Pangeran!...apakah terjadi sesuatu?" (Tanya Bara yang berlari menghampiri Avan ke ruang bak mandi)

"Bara!...siapkan pakaianku...aku ingin ke danau Xeverania" (Pinta Avan dengan wajahnya yang murung)

"[Apakah pangeran mengingat putri Amera lagi?]" (Ujar Bara didalam hatinya yang menatap Avan berekspresi murung)

Beberapa saat kemudian...

Sebuah danau indah dengan air yang berwarna biru muda bening...dengan taman disekitarnya yang terhempas luas bunga mawar merah mempercantik pemandangan danau tersebut...

Terlihat pangeran Avan berdiri tepat dihadapan danau tersebut dan terdiam menatap kosong ke arah danau tersebut...

"[Aku berharap!...suatu hari nanti luka dihati pangeran bisa terobati...dan rasa bersalahnya akan menghilang dengan sembuhnya dia nanti!...Gadis itu adalah satu-satunya cara agar pangeran Avan bisa melepaskan kutukan yang ada pada dirinya!!]" (Ujar Bara didalam hatinya sambil menatap Pangeran Avan dari kejauhan)

Avan pun bersiul dan menghempakkan air danau tersebut dengan perlahan...beberapa saat kemudian muncul lah sebuah binatang besar yang berbentuk seperti anjing laut dengan bentuk wajahnya seperti beruang kutub dan berwarna putih...

"Bubu!...apakah kau merindukanku?" (Ujar Avan dengan senyum tipisnya sambil mengelus Binatang tersebut)

"Kuoook Kuoook!!"

Bersuara binatang tersebut yang rupanya adalah salah satu binatang peliharaan pangeran Avan yang diberi nama Bubu...

"Apakah kau lapar?" (Tanya Avan sambil mengusap Bubu dengan lembut)

Avan pun melemparkan binatang kecil yang berbentuk mirip seperti udang jika dibumi kearah danau...

Seketika Bubu pun mengejar pakannya tersebut...

"Anak pintar!" (Ujar Avan sambil menatapi Bubu yang masuk kedalam danau)

"Pangeran...sebentar lagi Bubu dan binatang lainnya yang ada didanau ini akan dipindahkan ke danau yang lainnya...mengingat...apa yang terjadi sebelumnya...saya takut Bubu dan bianatang lainnya yang ada didanau Xeverania...bisa terbawa ke bumi" (Ujar Bara dengan berbisik)

"Lakukan...secepatnya..." (Saut pangeran Avan sambil mengusap Bubu dengan lembut)

Disisi lain...Dipondok tabib...

Terlihat didalam Asrama wanita tersebut sangat sepi...karena saat ini para murid telah masuk kedalam kelas mereka masing-masing...

Dengan santai kini pangeran Varo pun memasuki pondok tersebut sambil membuka satu demi satu kamar yang ada dipondok tersebut...

Sampai pada akhirnya dirinya saat membuka sebuah kamar...rupanya dikamar tersebut ada Queli yang baru saja ingin mengganti pakaiannya...

Queli pun berteriak sambil melempari barang apapun yang ada disekitarnya mengarah pangeran Varo...

"Aaah!!...siapa kau???...kenapa murid pria masuk ke asrama wanita???" (Teriak Queli dengan panik)

"A..ampun kak!!!...ampuuun!!!" (Teriak Varo dengan panik dan menutup kembali pintu kamar tersebut dengan cepat)

"Kau benar-benar lancang!!!...aku akan melaporkanmu kepada tabib Nars!!!" (Samar suara teriakan Queli dari kamarnya)

Sekejap Queli pun keluar dari kamarnya dengan pakaian dan rambutnya yang berantakan...

"Siapa kau sebenarnya???" (Teriak Queli sambil menyodorkan kayu digenggaman tangannya)

"A..aku...aku pangeran Varo...tolong maafkan aku kak!...aku tidak tahu kalau ini adalah asrama wanita!" (Cepat Varo mengatakannya dengan panik)

"Apa??...kau...kau pangeran Varo??"

"Iya kak...ini Cincin kerajaanku!" (Ujar Varo sambil menunjukan Cincin kerajaan miliknya)

"Ya Syaro!!...pangeran!!...tolong maafkan aku...aku tidak bermaksud menyakiti pangeran tadi!" (Berlutut Queli dihadapan Pangeran Avan)

"Kau tidak perlu berlutut...umurku pasti lebih muda dari kakak!" (Tersenyum Varo)

"Tapi.."

"Sudah lupakan...aku kesini berniat untuk menjemput kaka iparku...apakah kakak melihat putri Alena?" (Tersenyum Varo sambil melihat sekeliling)

"Alena?...dia tadi ada dikamar mandi pondok...belum lama dia bilang padaku ingin ke ladang dibelakang pondok...ohiya...semalam apakah pangeran tau?...Alena dan pangeran Avan bertemu?"

"Bertemu?...itu tidak mungkin...karena semalam kak Avan sedang sakit" (Ujar Varo dengan bingung)

"Loh!...tadi pagi pangeran Avan sendiri yang mengantar Alena ke pondok ini digendongannya"

"[Kalau itu benar!...apakah kak Alena melihat secara langsung kak Avan yang berubah??...tabib Nars bilang kalau kak Alena tumbuh dikota kecil...pasti kak Alena belum mengetahui bahwa kak Avan adalah Xavanmor!!]" (Ucap Varo dengan cemas didalam hatinya)

Tanpa menjawab pertanyaan Queli...Varo pun mengganti topik pembicaraan mereka...

"Ba..baiklah aku harus cepat kebelakang pondok...terima kasih kak!"

"Tunggu!!"

"A..ada apa kak?"

"Namaku Queli...dan umurku 12 Veva dibintang Nera dan marga ku adalah Rey"

*(Hitungan umur pada negeri Valmor adalah 1 banding 2 dari umur dibumi, Co/ Queli berumur 12 tahun di negeri Valmor jika dilihat dari perhitungan umur bumi Queli berumur 24 tahun)

"Ooh aku kira ada apa!...namaku Varo umurku 8 Veva dibintang Aprioti...salam kenal ya kak!" (Tersenyum sambil memutarkan kelopak tangannya yang mengartikan bentuk hormat kepada teman baru)

Varo pun berlari mengarah ladang dibelakang pondok...

Diladang belakang pondok (Ladang Qerai)...

Terlihat Alena yang berbicara sendiri dengan ingatannya tentang semalam...

"Apa yang sebenarnya terjadi padanya tadi malam?...aku sangat yakin itu semua nyata...sayap itu dan...matanya yang berubah menjadi merah"

Sambil menatapi ladang tersebut Alena pun melukis kejadian yang semalam iya lihat...

"Apakah sekarang dia baik-baik saja?...semalam dia terlihat sangat kesakitan...mungkinkah dia terluka?" (Gumam Alena dengan penasaran)

Tiba-tiba...

"Siapa yang terluka kak?" (Tanya Varo dengan tersenyum kaku)

"Siapa kau...?" (Ujar Alena dengan terkejut)

"Aaah! Iya aku lupa memperkenalkan diriku...aku pangeran Varo...aku adalah adik ipar kak Alena" (Tersenyum sambil mengintip sketsa gambar yang Alena buat)

Seketika Alena pun menutupi sketsa yang dia buat dengan panik...

"Aaah pasti pria yang kak Alena buat itu adalah kak Avan ya?...hehehe!" (Ejek Varo sambil duduk disamping Alena)

"Ti...tidak!!"

"Lalu siapa?...bukankah kak Alena dan kak Avan diam-diam semalam bertemu?"

"Queli!...pasti dia yang memberitahumu ya?"

"Iya...hahaha!"

"Semalam...aku dan pangeran tidak sengaja bertemu"

"Tidak sengaja?...memangnya kalian bertemu dimana?"

"Ki..kita...kita bertemu di..disini!"

"Disini?...dihadapan ladang ini?" (Tanya Varo dengan rasa tak percayanya)

"I..iya...memangnya kenapa?"

"Apakah kak Alena lupa?...ladang ini tepat berada dibelakang pondok...untuk apa kak Avan ke ladang ini?"

"Heem...a..aku juga tidak tahu kenapa pangeran bisa ada disini" (Jawab Alena dengan gugup)

"[Aku yakin pasti kak Alena sudah mengetahui tentang keadaan kak Avan semalam!]" (Ujar Varo didalam hatinya)

"Mungkin saja semalam pangeran ingin menemui tabib Nars...dan pada akhirnya bertemu denganku disini" (Ujar Alena sambil merobek sketsa yang dia buat)

"Apakah kak Alena takut dengan kak Avan?"

Seketika Alena pun menoleh dan menatap Varo dengan terkejut...

"Dia pasti sangat menyeramkan ya?" (Tanya Varo sambil menunjuk Sketsa yang dirobek oleh Alena)

"Tidak!!...dia sama sekali tidak menyeramkan!!!" (Saut Alena dengan tegas)

"Benarkah?...kak Alena harus tau...kak Avan itu sangat menyeramkan saat dia marah!...pasti semalam dia marah dengan kak Alena...karena kak Alena berada diluar pondok saat malam hari" (Tersenyum Varo sambil menatap Ladang Qerai)

Seketika Alena pun menghelakan nafasnya dengan tenang...

"Aaah itu...iya di..dia memarahiku...tapi aku sangat mengerti kemarahannya" (Tersenyum Alena menatap ladang Qerai)

》》》》》》》

1
Adidtya13
ko gw ngerasa si merin jahat ya
🐍🍆KimBabyBig
Kakak semangat yah
🍫ѕнαηια🦖🌶🦇🌙🌠👄♾: Maaciw😊
total 1 replies
🐍🍆KimBabyBig
Wah cogan nya bnyk , kl baca galaxy jd ingat hp
🐍🍆KimBabyBig: Salah yah xixix
total 2 replies
Ifha Yuniar
tabibnya mungkin baik tp karna mungkin dia tau takdir keduanya mknya berprilaku sprt itu dan kemungkinan dia jglah yg membantu bpknya alena biar bisa lolos ke bumi
☆chika
sebenar nya kamu cinta nya sama siapa.
jangan 2 2 nya di embat dong.
serakah banget
☆chika
omg..kenapa visual emak bapak nya masih muda² semua.
berasa anak dan orang tua muka muda semua
☆chika
visual nya cakepp cakep semua.
☆chika
papa mama nya aja cakep²
apa lagi anak nya
oh..akuu irii
Hello_Clo
Megawati Harefa
senang baca dan menyedihkan...
🍫ѕнαηια🦖🌶🦇🌙🌠👄♾: terima kasih sudah mampir di dunianya Valmor🤗
total 1 replies
Makhluk_Hidup
keren Thor👍
🍫ѕнαηια🦖🌶🦇🌙🌠👄♾: terima kasih 🤗
total 1 replies
Indah🍑
keren banget epilog tokohnya🤗
Eva Lesmana
cerita awal sama akhir..gak ngerti thor..hehe..ilmuku dan pengetahuanku belum nyampe kesono..lieuur..tapi keren, dan alhamdulilah alena avan bahagia..xaron..hebat
🍫ѕнαηια🦖🌶🦇🌙🌠👄♾: Ya allah kak...sini sini kamu gak ngerti yg mananya nanti aku jelasin😅😘...

Terima kasih banyak ya kak Eva atas supportnya selama ini untuk Love In Valmor...jangan kapok buat baca novelku yg lainnya atau next novelku🤗
total 1 replies
Lilis anggraini
semoga ada S2 nya semangat thor💓💓
Lilis anggraini
para tokohnya cantik ganteng dan cocok sama karakternya😊👍🏻💓
Lilis anggraini
kereeen👍🏻
Lilis anggraini
happy ending yg menyentuh hati terima kasih thor 😘💓
🇨🇳Xian Qelin🇨🇳
hey kita kaget ba lia ini astaga thor😱😱
Hiatus bentar🧸
udah mampir yh kak
🍫ѕнαηια🦖🌶🦇🌙🌠👄♾: terima kasih😊
total 1 replies
Nur Afifah🧕🏻
sweet banget dylon,, semanis itu dia tapi sayangnya alena gak bisa jatuh cinta sama siapapun kecuali sama avan :v
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!