Bijaklah dalam memilih bacaan
azizah fatimah azzahro gadis dekil dari 10 bersaudara.hidupnya yang serba kekurangan tak membuat keceriaan dan semangatnya berkurang.Hidup susah sepertinya sudah melekat di kehidupannya.
zizah yang masih sekolah mampukah menghadapi kelakuan sableng evan pengusaha kaya namun hobinya menjelajahi wanita cantik.
Bagaimanakah kisah hidup dan percintaan seorang azizah antara ran dan evan
apakah ia akan mendapatkan seorang kekasih hati yang tidak melihat dari wajah dan kekayaan?
maaf ya baru pertama kali bikin novel jadi bahasanya sedikit kaku.tapi semoga kalian menyukainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
wanita langka
Mendengar suara adzan subuh zizah bangun dari tidur,meregangkan otot otot yang terasa linu karna tidur di atas tikar
Sementara evan dengan nyenyaknya tidur di atas ranjang zizah yang kecil
Seusai sholat subuh zizah mencoba membangunkan evan yang masih tidur,tapi evan tidak bangun bangun
Ia pergi meninggalkan evan sendirian dirumah zizah,semua kakak zizah tidak ada yang menginap di sana,karna tidak muat untuk menampung jumlah keluarga zizah yang banyak
Baru saja menutup pintu rumah,terdengar teriakan evan
"Hantuuuu" evan keluar dari kamar menyusul zizah
"Ada hantu...." evan ngos ngosan
"Hantu?" zizah diam memikirkan sesuatu
'Aku kerjain ah...'batin zizah
"Oh itu peliharaan bapak aku namanya jin mansyur,dia suka gangguin orang yang males sholat.jinnya baik ko,dia yang suka jagain rumah ini" jawab zizah sengaja menakut nakuti evan supaya evan menurut kepadanya,padahal dia tahu suara itu pasti suara kucing mimi yang suka menggaruk garuk cakarnya di bilik rumah zizah
"Terus aku harus gimana?"
"Ya.... ka evan harus sholat biar ga di ganggu sama si mansyur itu"
meskipun evan seorang mua'lap tapi dia tidak pernah mengerjakan sholat yang lima waktu,biar urusan dia sama tuhan saja yang tahu.apa sebenarnya tujuan evan melakukan semua ini.
"Baiklah tapi antar aku ya"jawab evan terpaksa
'Yes...katanya CEO tapi masih aja bisa ditipu kaya gini,ga apa apakan bohong dikit buat kebaikan'
Zizah mengantar evan untuk berwudhu,dan sholat subuh di ruang tamu.
Flash back
Evan yang sedang tidur nyenyak terganggu dengan suara dari luar bilik,cakaran kuku terdengar nyaring di telinganyah
Bulu kuduk evan semakin merinding
Karena suara itu terus naik sampai ke atas bilik
"Siapa itu?" tetapi tidak ada jawaban
Malahan suaranya semakin nyaring terdengar
Karna penasaran evan membuka jendela,melihat kiri kanan tapi tidak ada orang.kepalanya di dongakan ke atas untuk mencari sumber suara itu berasal,namun hasilnya tetap sama
evan memicingkan mata saat melihat pohon asem yang berada di belakang rumah zizah
Evan mengucek matanya supaya tidak salah dengan apa yang dia lihat
Nampak sosok seorang
kakek kakek berada diatas pohon asem berbaju putih dan rambut panjang gimbal menggelayun di atas pohon
Sosok itu tersenyum kearah evan sambil melambaikan tangannya
Evan sangat kaget,di pagi pagi buta seperti ini melihat sosok seperti itu
Tanpa pikir panjang ia langsung lari terbirit birit ke luar kamar
Coba kalian tebak Siapakah itu?jawab ya author pengen tau jawaban kalian
Flash one
"Aku ikut" evan membuntuti zizah dari belakang
"Beneran kamu mau ikut?"
"Dari pada gue ketemu sama si mansyur meningan aku ikut loe aja,tunggu di sini gue ambil dulu dompet sama hendpond gue"evan kembali ke kamar mangambil barang yang ia maksud
" di sana gak ada supermarket ka evan, ngapain bawa dompet segala"tanya zizah di hadapan evan yang baru saja datang
"Buat jaga jaga"
"Ya udah" zizah dan evan keluar rumah menuju kebun bambu,sambil menyoren golok di pinggang seperti seorang jawara kampung
kebun bambu jaraknya lumayan jauh dari kediaman zizah,evan uring uringan belum terbiasa berjalan sejauh ini.tibalah zizah di kebun bambu
"Clas.....clas..."
Dengan lihai zizah memotong batang pohon bambu
Evan hanya melotot melihat kepiawaian istrinya
"Penampilannya aja yang kelihatan anggun, dalem dalemnya kaya si pitung"
Zizah tidak mendengar omongan evan ia pokus memotong motong bambu menjadi beberapa bagian kecil untuk membuat pintu wc yang hancur ulah mereka berdua
Satu persatu zizah memaku bambu di gabungkan menjadi satu.Keringat mengujur deras di kerudung dan baju gamis zizah
" zah udah belum aku udah ga tahan nih banyak nyamuk"evan menggaruk garuk badan
"Udah ko ayo kita pergi" zizah membawa pintu bambu itu diatas kepalanya
"Buji bune.....loe itu laki atau perempuan si?"
"Menurut kamu" tanya zizah balik
"Wah ....jangan jangan loe berkelamin ganda ya?"evan bergeridig
" sembarangan,,, jelas jelas aku ini perempuan asli"
"Gue gak percaya sebelum gue lihat...."mata evan menyelidiki bagian terpenting dari anggota tubuh zizah
" dasar mesum....."zizah melempar pintu yang di bawanya
"Brug" evan terjatuh,badan pintu menidih leher evan
"Dasar perempuan sialan"evan meringis kesakitan
" makanya kalau jadi orang yang sopan jangan sembarangan ngomong,sini aku bantu"zizah mengambil pintu yang menindih evan dan menarik tangan evan untuk bisa berdiri
"Jalan" titah zizah singkat
'Ya tuhan malang bener nasib gue punya istri macem begini,gue pengen cepat cepat balik ke bandung'batin evan dalam hati,membututi zizah dari belakang
Di perjalan zizah menghentikan langkahnya
"Ka evan tunggu aja di sini ya aku mau ambil kelapa dulu di kebun emak"
"Emangnya kamu bisa?" tanya evan
"Yang beginian cetek" zizah menyentil ujung jari tangannya
Tanpa ragu zizah memenjat pohon kelapa yang sangat tinggi
Mata evan melongo melihat zizah dengan mudah memajat pohon itu
"Bener bener kera sakti" evan menggeleng gelengkan kepala melihat zizah mengambil kelapa muda di atas pohon
"pluk....pluk...pluk" tiga buah kelapa jatuh
"Bagai mana?" tanya zizah yang sudah turun dari pohon kelapa,
"Kamu turunan kera ke berapa?"ledek evan
"Ke seratus sepuluh"jawab zizah asal asalan,cemberut dirinya disamakan dengan hewan
"Jangan ngomong yang tidak tidak,entar aku suruh jin mansyur untuk mengangkat badan ka evan ke atas pohon kelapa" ancam zizah
"Siapa takut" jawab evan padahal sebenarnya dia sangat takut kalau benar benar dirinya berada diatas pohon kelapa,tidak bisa turun
"Jin mansyur....datanglah aku zizah membu....." zizah berteriak di kebun yang begitu luas,tapi suara zizah langsung terhenti
"Syuuuut akukan hanya bercanda,aku tidak mau melihat dia untuk kedua kalinya"evan menutup mulut zizah dari belakang sedangkan tangan satunya lagi melingkar di dada zizah
Evan memutar bola matanya takut dengan si mansyur yang tiba tiba datang
Hembusan nafas evan sangat terasa di pipi zizah,membuat bulu kuduk zizah berdiri di tambah tangan evan melingkar di dadanyah,membuat zizah tidak nyaman dengan sentuhan itu
Zizah meronta ronta dan menggigit jari evan ,sehingga evan melepaskannya
"Kamu doyan banget gigit gue,apa gue ini terasa manis bagimu?"
"Kalau pegang kira kira dong jangan di sini" tujuk zizah dengan polosnya menunjuk dadanya
"Oh...jadi yang kenyal kenyal besar itu punya kamu?" evan senyum mendekati zizah,ia ingin sekali menjaili zizah sampai menangis
"Jangan macam macam" zizah melempar dua buah kelapa yang ada di bawahnya
"Et....ga kena...." evan dengan mudah menghindar dari lemparan zizah
Tinggal satu kelapa lagi yang tersisa
'Kali ini aku ga boleh gagal' batin zizah membawa kelapa yang akan di lempar ke arah evan
"Neng zizah...." teriak lelaki tua membawa dua kelapa
"Mang darto?" zizah heran dengan jidat mang darto yang menonjol sebesar telur ayam
"Pokoknya emang ga mau tau,minta ganti rugi" tegas mang darto yang sudah berada di depan evan dan zizah
"Emangnya ganti rugi buat apa mang?"
"Malah nanya...enengkan yang tadi melempar dua buah kelapa ini ke jidat mang darto?"
"Tapi saya gak bermaksud gitu mang,maafkan saya gak sengaja"
"Maaf.... maaf tiada maaf bagimu, pokoknya saya minta ganti rugi untuk mengobati luka saya"
"Tenang mang nanti saya obatin pake beras kencur pasti sembuh" dengan pedenya zizah menjawab
"Enak saja jidat mamang yang bengkak hampir segede dua telor ayam gini,hanya dihargai beras kencur!terlalu......emang mau ganti rugi dengan uang lima ratus ribu" jawab mang darto tegas
"Itu namanya pemerasan mang....mana mungkin aku punya uang sebanyak itu "
"Tapikan dia punya" mata mang darto melirik ke arah evan yang berpenampilan orang kota kaya
Evan merogok kantong celana menyerahkan uang yang di minta mang darto
"Gitu dooong" mang darto mencium uang dan menyerahkan dua kelapa muda ke zizah
"Hatur nuhun" mang darto pergi meninggalkan mereka berdua
senyum zizah mengembang, merasa senang baru pertama kali evan rela berkorban untuk dirinya
"makasih" zizah tersipu malu
"Sama sama...jangan lupa ya hutang loe ke gue jadi nambah sama jumlah yang tadi gue bayar"
Zizah mengerutkan bibirnya
"Aku tarik kembali ucapan makasihnya!"
"Tarik aja... yang gue butuhin uang bukan ucapan makasih"jawab evan datar
"Dasar orang kaya pelit" zizah meninggalkan evan menuju rumah teh dian
Kasih like ya....biar aku semangat bikin novelnya,menguras pikiran dan hayalan