NovelToon NovelToon
My Perfect Husband

My Perfect Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Listri Amanda Putri

SELAMAT MEMBACA🤗🤗🤗





Tentang perjodohan konyol yang dilakukan oleh kedua orang tua mereka membuat Raffa dan Kaila tumbuh dewasa lebih cepat

Raffa Arsenio mau tak mau menyetujui permintaan papanya untuk menikah karena terlibat janji dengan sahabatnya.

Kaila Leteshia diam-diam menyukai Raffa namun ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya kepada Raffa dan entah keberuntungan apa yang ia dapat hingga suatu hari orang tuanya menjodohkannya dengan laki-laki yang ia cintai.

Awal pernikahan mereka saling berusaha untuk terbiasa satu sama lain dan Raffa berusaha untuk mencintai Kaila dengan hatinya.

Namun apakah cinta keduanya akan berjalan mulus? apa saja masalah yang akan dihadapi oleh keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Listri Amanda Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memperhatikan

Kaila masuk ke dalam kelas dengan langkah tertatih, Elisa yang tadinya sibuk dengan liptint miliknya langsung berlari menghampiri Kaila dan tersirat kekhawatiran di wajah cantiknya.

"Astaga La, elo kenapa?" tanya Elisa khawatir.

Elisa membantu Kaila duduk dengan perlahan, padahal Kaila sendiri merasa tidak apa-apa dan tidak merasa sakit.

"Jawab La, ini dengkul lo trus siku elo dan ini-astaga... bibir lo ini kenapa La?" tanya Elisa, ia memegang sudut bibir Kaila perlahan, masih terlihat bekas luka diujung bibirnya.

"Gue gak papa Sa, gak papa kok.." jawab Kaila sambil tersenyum manis.

"La... segini doang kadar persahabatan kita? lo ngerahasiain ini dari gue..." Elisa menatap sendu ke arah Kaila.

Kaila menelan salivanya dengan susah payah, ah ayolah Elisa pandai sekali membuat Kaila diam tak berkutik dan akhirnya akan mengatakan segalanya.

"Elisa..." lirihnya.

"Kasih tau gue La, kenapa elo bisa kaya gini?" tanya Elisa sekali lagi, rasa khawatirnya tidak surut walau Kaila mengatakan ia tidak apa-apa.

"Gue... ini..." Kaila meremat jemarinya di bawah meja, ia melirik Elisa dengan ragu.

"Kaila.. kasih tau gue!" Elisa menatap Kaila dengam tatapan tajam.

"Iya iya... jadi kemarin sore gue diganggu sama beberapa preman, mereka nyakitin gue tapi untungnya ada dokter baik yang nolongin gue kemarin dan ngobatin luka gue." jelasnya secara singkat.

Elisa terpekik kaget, ia menutup mulutnya tak percaya. "Ya ampun La, ini serius? Raffa dimana sampai lo kaya gini?" tanya Elisa lagi.

Kaila meringis, huh Elisa pasti akan menanyakannya dan Kaila tahu hal ini.

"Raffa... dia pergi ke cafe sebentar." jawab Kaila cepat dan segera mengalihkan pandangannya dari Elisa.

Elisa menatap Kaila menelisik, ia ragu dengan perkataan sahabatnya itu, karena ia berteman dengan Kaila sejak kecil maka ia tahu betul bagaimana gelagat Kaila saat dirinya tengah berbohong.

"La, gue tau lo bohong kan? jangan bilang Raffa kemarin lagi sama pacarnya?" tanya Elisa tiba-tiba.

Kaila langsung terperenjat kaget, ia merasakan skait di dadanya, "Apa iya Raffa sama Celine? tapi Raffa bilang dia ada di cafe, gue harus percaya sama Raffa." gumam Kaila.

Kaila menatap Elisa perlahan, "Gue gak bohong kok Sa, beneran Raffa bilang kalo dia ke cafe bukan sama pacarnya." jelasnya.

Elisa menghela nafasnya perlahan, "Oke kali ini gue percaya sama elo La, tapi kalau hal kaya gini terjadi lagi gue mau lo jangan mudah percaya sama sesuatu yang cuma lo denger, lo harus buktiin dan liat sendiri." ucap Elisa.

Kaila menatap sendu ke arah Elisa lalu menganggukkan kepalanya mengerti.

...💜💜💜...

Raffa masuk ke dalam kelasnya dan meletakkan tasnya diatas meja, tak lama ketiga sahabatnya datang bersamaan.

Alex menepuk pundak Raffa dan duduk disampingnya, "Naik mobil bro? tumbenan?" tanya Alex tiba-tiba.

Raffa terperenjat kaget, apa Alex melihat Kaila tadi? gumamnya.

Namun saat dilihatnya ketiga temannya itu tidak terlihat menyimpan rahasia apapun, mereka terlihat sama seperti biasanya.

"Iya, bosen naik motor." jawab Raffa asal.

Ravi mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti, begitu pula dengan Aksa dan juga Alex.

"Bro kapan kita bisa main ke apart? lo gak rindu main bareng sama kita-kita?" tanya Aksa lagi.

Ravi dan Alex memperhatikan setiap ekspresi Raffa dengan jelas, mereka melihat gelagat tidak biasa yang Raffa perlihatkan, ia terlihat seperti baru tertangkap basah.

"Soon deh, gue masih sibuk banget ngurusin cafe bro." jawab Raffa.

"Oke deh bro, lo info aja kalau kita-kita bisa ngumpul bareng di apart lo because yeah you know cuma apart lo tempat paling aman buat kita-kita." ucap Aksa.

Raffa menganggukkan kepalanya, namun ia merasa dirinya harus tetap waspada karena ketiga sahabatnya ini memiliki sifat dingin, terutama Aksa diam-diam menghanyutkan.

Tak lama jam pelajaran pertama dimulai, suasana di sekolah hening dan sepi, terdengar suara guru menerangkan dari setiap ruang kelas walau tidak semua murid mendengarkan dengan baik.

Dan suasana mencekam terasa di ruang kelas unggulan, dimana Kaila dan teman sekelas lainnya tengah mengadakan ulangan harian diawasi oleh guru killer.

Kaila mengerjakan soal dengan baik, menjawan semampunya dan apa yang ia ingat di dalam otaknya, berbeda dengan teman sekelasnya yang lain yang terlihat gelisah sepanjang waktu dan terus melirik ke kanan dan kiri.

"Psstt... La.. sstt..." Elisa memanggil Kaila dengan suara pelan, berulang kali ia melirik ke arah guru yang tengah membaca buku di depan, mengawasi mereka semua dalam diam.

"Ssstt... La, nomor 3 apa?" tanya Elisa pelan, ia tak mau kertas ujiannya di robek dengan tidak terhormat karena ketahuan menyontek dari temannya.

Kaila menatap kearah Elisa perlahan, lebih baik ia meladeni sahabatnya yang berisik itu daripada seluruh kelas menjadi sasaran karena suara berisik dari Elisa.

"Apa?" tanya Kaila tanpa suara.

Elisa menatap ke kertas ujiannya tak mau mencolok, ia meletakkan sebelah tangannya di atas meja melipat dua jarinya dan menyisakan tiga jari lainnya.

Kaila menatap lembar ujiannya lalu menggelengkan kepalanya, dirinya sudah menyelesaikan 7 soal dan Elisa baru bertanya nomor 3 batinnya.

Kaila menatap Elisa perlahan, Elisa pun melirik ke arahnya hati-hati. Kaila mulai menyebutkan jawabannya satu persatu, dan langsung di tulis oleh Elisa dengan cepat.

"Apaan La? yang jelas gue gak ngerti." ucap Elisa.

Namun Kaila tetap mengatakan jawabannya tanpa suara, tak ingin gegabah apalagi ini ujian mata pelajaran guru paling killer di sekolahnya.

"Gue gak ngerti La, apaansih? difaktorkan?" tanya Elisa lagi.

Guru yang tadinya tengah membaca langsung menggebrak mejanya membuat semua murid langsung terperenjat kaget.

Brak!

"SIAPA YANG BERANI BERSUARA DISAAT JAM UJIAN?!" Bentak guru tersebut.

Semua murid langsung menundukkan kepalanya takut tak terkecuali Elisa yang langsung gemetar ketakutan.

"SIAPA?!" Bentaknya lagi.

Murid yang ada di dekat Elisa langsung menatap tajam ke arahnya, karena Elisa seluruh temannya terkena semprotan dari guru killernya itu.

"SEKALI LAGI SAYA MENDENGAR ADA SUARA ATAU BISIKAN, SEMUA KERTAS KALIAN AKAN SAYA ROBEK! MENGERTI?!!"

Semua murid langsung menganggukkan kepalanya, "Mengerti bu.." jawab mereka dengan gemetar.

Elisa langsung melemas, huh hilang sudah kesempatannya untuk menyontek kepada Kaila.

Selesai mengerjakan ujian, Elisa langsung berjalan ke kantin, diikuti oleh Kaila yang berjalan agak jauh di belakangngnya. Bagaimana tidak, Elisa berjalan dengan tergesa-gesa sedangkan Kaila tengah kesulitan berjalan karena luka di lututnya.

Elisa masuk ke dalam kantin, memesan teh botol dingin untuk dirinya dan juga Kaila. Sedangkan Kaila saat dirinya mau masuk ke dalam kantin, ia berpapasan dengan Raffa dan ketiga temannya yang juga ingin masuk ke dalam kantin.

Raffa menatap Kaila dengan tajam, ia ingin bertanha kenapa Kaila sendirian dan dimana sahabatnya namun mengingat masih ada ketiga temannya ia mengurungkan niatnya.

Raffa memberikan kode kepada Kaila dengan mengeluarkan sedikit ponselnya dari saku sebelum pergi, dan hal itu tak luput dari penglihatan tiga sahabatnya yang diam-diam memperhatikan, terutama Aksa yang langsung mengingat nama panjang Kaila yang terpampang jelas di seragam sekolahnya.

1
Hasma Semma
.
Inaya irdina
ko ortunya bisa g tau kalo mereka satu sekolahan? kan kenal deket seperti sodara
Nurhayati
seru banget nih
Tuningsih
lanjut thooor makin seru ceritanya
Arif Nur Muhammad
kalo ngantuk TDR dulu thour jangan ngetik kan typo tulisannya, jadinya nggak bagus bacaannya kebanyakan typo tulisannya
Amelia Lia
wah ternyata si raffa msh limbung dg hati n perasaanx sm Kayla hmmmm.... mayak 😏
Amelia Lia
nie si alvaro yg punya sklh apa yyy...... gitu amet ngmongx 🤔🙄
Amelia Lia
wah siapa penguntit misterius itu yyyy 🤔🤔
Amelia Lia
si micin msh krg paham sm bahasa manusia 🤣🤣
Amelia Lia
so sweet.......
btw siapa yg d'pesan raffa TF uang yyyy 🤔
Amelia Lia
jungkir balik dunia raffa..... 😱😱🤪🤪
Amelia Lia
keren 😎😎😎😎
Amelia Lia
affa Iyah tu first kissx si raffa 🤔🤪
Amelia Lia
meleleh liat sikap raffa ke kaila.....
moga aja celine g'ada niatan n rencana jahat buat misah'in kaila n raffa 😏
Amelia Lia
jgn smpai si micin jd jahat sm kaila setelah d'putusin raffa 😟
Amelia Lia
klo cemburu yg bnr donk jgn semua d'pertahanin 🙄
Amelia Lia
woow ternyata kaila si juara umum 😱😱
Amelia Lia
jomblo berisik 🤣🤣
Amelia Lia
ntix ada hati yg tersakiti entah hati yg mana 🤪
Amelia Lia
tu para sahabat knp mrh segitux sm raffa.... saat tau raffa uda nikah 🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!