Kisah seorang Wanita bernama Sherlly Yuliana atau Ratih, ketegarannya menjalani hidup dengan berbagai masalah yang datang silih berganti.Perselingkuhan,perselisihan mewarnai kehidupannya.Akankah dia mendapatkan kebahagiaan yang diharapkan semua wanita??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Dinozzo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
"Gimana pak,saya gak bisa lama-lama soalnya masih banyak urusan",Edo membuka suara.
Danu terlihat pucat karena melihat nominal yang memang sedikit itu.
"Baik pak,mari kita mulai saja,Jawab Danu sedikit gusar.
"Tunggu dulu,harus ada saksi dong,aku telfon pak RT dulu ya",aku cepat mengambil gawaiku.
Aku menelpon pak RT supaya datang kerumah dan pak RT pun menyanggupi.Aku beralih ke aplikasi hijau,dan mengetik sesuatu di grup anti pelakor.Sambil memainkan rambut,aku melirik Danu.Ternyata dia sedang menatapku tanpa berkedip, seakan ingin memakanku hidup-hidup.
Jangan sampe dia ngiler,liat janda berkilau seperti aku.Aku tersenyum sekilas, pura-pura tidak melihat kelakuan mantan suamiku itu.
Tak lama pak RT pun datang,tidak sendiri.Tapi bersama rombongan ibu-ibu sekomplek.Aku merasa geli sendiri,gercep juga emak-emak datang.
Rosa pun membelalakkan matanya, duduk nya semakin merapat pada Danu.Mungkin dia takut ditimpuki lagi sama ibu-ibu.Sambil sesekali membetulkan bajunya yang hampir mengeluarkan isinya itu,aku jijik melihatnya.
Kami pun segera melakukan akad jual beli di saksikan pak RT dan geng ibu-ibu.Aku melihat di rombongan itu ada Bu Gatot dan Bu Elsa mengacungkan jempolnya padaku.
Aku membalasnya sambil tersenyum,aku berjanji dalam hati akan memberikan imbalan pada duo gibah itu.Karena mereka sudah banyak membantuku.
Semua berkas sudah selesai di tanda tangani.Nama rumah ini masih atas nama Danu,dia pun menawarkan akan mengantar Edo ke notaris untuk mengurus surat menyuratnya.
Tapi Edo beralasan masih sibuk jadi biar saja,nanti akan di urus saat Edo ada waktu.Danu pun mengangguk tanpa berkata apapun lagi.
"Syukurlah semua udah beres,jadi gimana pak sisanya saya transfer ke no rekening siapa?,tanya Edo.
"Rekening saya aja pak,Ratih mana ada rekening.Orang dia selama ini hanya jadi ibu rumah tangga kok.Taunya masak dan ngurusi anak,repet Rosa.
"Huuuuuu... ibu-ibu bersorak di depan pintu membuat Rosa mengkerut takut.
"Betul pak,ini uang cash buat kamu Ratih,biar setengahnya masuk rekening kami saja",jawab Danu.
Dia pun menyebutkan angka-angka.Tanpa menunggu lama Edo pun berhasil mentransfer sisa penjualan rumah kami.Semuanya sudah selesai dan Edo pun pamit pulang,di susul rombongan ibu-ibu yang tadi berhasil membuat ciut Rosa.
Karena mereka datang dengan membawa spanduk bertuliskan "Azab pelakor berharap jadi konglomerat taunya melarat nanti mati jadi hantu lompat-lompat".
Gimana gak jantungan tuh si Rosa baca spanduk itu.Ditambah kasak kusuk sumpah serapah sambil menunjuk Rosa.Kasian sekali nasibmu kini ulbul.
"Ayok mas kita pulang,aku udah haus dan laper.Pengen makan yang enak,spa dan yang lainnya.O,iya buat kamu kebanyakan tuh duit,aku ambil sedikit lagi ya,ujarnya lagi.
Ulbul ini memang tak punya malu,duit aja di otaknya.
"Silahkan kamu ambil,tapi kamu jangan marah kalau suatu saat aku minta nafkah anak pada suamimu,jawabku enteng.
"Enak aja kamu",tangan yang tadi akan mengambil uang kembali di angkatnya.
Takut juga si ulat bulu itu.Padahal amit-amit aku mau minta-minta sama Danu.Duitku banyak kok gak akan abis sampe tujuh turunan.Lebih tepatnya duit keluargaku.
"Cepet urus surat cerai kita,jangan di persulit.Aku mengalihkan pandangan pada Danu.
"Kenapa kamu seperti tergesa-gesa sekali ingin segera mendapatkan surat cerai.Mau nikah lagi apa gimana",tanya Danu gusar.
"Terserah aku lah mau ngapain tah ngapain bukan urusan kamu lagi,kita udah cerai".Aku menekan kata cerai di depan Danu.
"Ayok sayang kita pulang,Rosa menarik tangan Danu.
Tapi Danu belum ingin beranjak sepertinya.
"Setelah ini kamu mau pindah kemana?Jangan lupa kabari aku, katanya lagi.
Rosa memutar bola matanya dan sekuat tenaga menarik Danu.Mereka pun pergi meninggalkanku yang masih berdiri mematung di depan pintu.Ahh kenapa sikap Danu berubah lembut seperti pertama bertemu dulu...
beraaaat...