Gadis remaja cantik, manis dan sederhana ALUNA MYSHA , 'Luna' itu yang sering di panggil oleh teman teman sekelas nya sekarang, maka dari itu gadis ini terbiasa dengan panggilan 'Luna'.
Gadis remaja yang memiliki masa lalu yang suram, yang berusaha gadis ini lupakan, namun suatu ketika kejadian itu terjadi kembali membuat ALUNA kembali merasakan masa sulit yang sulit dijelaskan..
Akibat sesosok pria yang bernama REYNAD BATARA BREE. Pria yang sering kali di panggil 'Rey' itu adalah anak bungsu dari keluarga 'BREE' pengusaha terkaya di Asia, namun berbeda dengan anak anak pengusaha lainnya, Rey tidak terlalu membanggakan latar belakangnya dan nama marganya. Meskipun seantero sekolah tau dia dari anak pengusaha, dan sifatnya yang kalem tak banyak bicara hanya kepada ketiga sahabatnya saja yang tau sifat dibalik dingin dan kalemnya Rey.
"Sorry gue gak sengaja!" Reynad Batara.
"Gak papa gue juga salah." Aluna Mysha.
Pertemuan pertama yang tidak disengaja membawa perasaan mereka seperti berada di atas perahu yang terombang ambing di tengah laut.
Penasaran sama kisahnya Aluna?
Langsung baca saja..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kencan dan Bakso!! Roti dan Susu? v_v
Tidak menyangka saat ini Aluna tengah di bonceng oleh sang pacar, gadis itu memakai kaos polos warna hitam yang kebesaran percis sama dengan yang di gunakan Rey dan celana bahan zaman sekarang.
Pertama dan terakhir kemarin di bonceng waktu pulang sekolah bersama, sekarang kali kedua di bonceng sekalian jalan berdua, apa ini yang di sebut kencan?
Waw kencan.
"Mau makan?" Tanya Rey yang sedikit bergumam karena terhalang helm fullface nya.
"Hah apa Kak?" Aluna bertanya kembali karena memang tidam terdengar oleh gadis itu yang fokus melihat jalan ibu kota.
"Mau makan?" Rey sedikit meninggikan suaranya.
dan Aluna mengangguk.
"Mau baso boleh?" Tanya gadis itu.
"Boleh ko mau apa juga." Jawab Rey sambil mengusap punggung lengan gadisnya yang di paksa harus melingkar erat di perutnya.
"Hemm okee." Rey pun melajukan motornya ke mang baso langganannya dan juga temannya di dekat sekolah mereka.
Motor Rey pun terparkir teoat di samping grobak baso, "Mang 2 ya- Kamu apa aja?" Tanya Rey beralih menatap gadisnya.
"Aku baso nya aja deh." Jawab gadis itu yang di angguki oleh mang baso nya.
Rey menarik lengan Aluna untuk duduk di bangku panjang disana, tangannya tidak pernah lepas menggengam Aluna menunjukan bahwa gadis itu adalah miliknya.
Alunae mencebik, "Kaka kita gak akan nyebrang loh."
Rey menoleh," Iya emang kan lagi mau makan baso, terus?"
"Ihh ini masa gak akan di lepasin?" Tanya gadis itu sambil mengangkat tangan yang di genggam.
Rey menggeleng, "Gak mau nanti kamu di ambil orang."
Oh astaga apa Rey sekarang ini menunjukan sifat aslinya? posesif?
"Ini basoknya silahkan." Untung saja si mang baso keburu dateng kalau engga mungkin Aluna sudah mengomel. Namun benar apa yang di sebutkan pria itu tangan nya tidak pernah dia lepas.
Susah kan makan satu tangan, kalian bayangin??
"Terimakasih!" Ucap Rey lalu mulai meracik basoknya, begitu juga Aluna hanya saja kesusahan. Gadis itu meringis lalu menoleh kearah Rey dan cemberut.
"Ampun..!" Ucap Aluna yang matanya kini di buat berkaca kaca.
Rey menoleh satu kata dalam hati nya menggemaskan, Rey sebenarnya hanya tengah isek namun melihat mata cantik itu berkaca kaca akhirnya Rey menghembuskan nafasnya, "Hahh, iya deh iya ini di lepas, tapi jangan jauh jauh!" Terlihat jelas senyum mengembang di susud bibirnya Aluna bernafas lega.
"Iya tuan posesif." Jawab Aluna yang kini sudah fokus sama baksonya.
"Jangan pedes pedes."
"Aish, belum juga dituangin sambelnya." Pekik Aluna baru saja menyendok sambal tapi pria posesif ini lebih dulu mengeritik.
"Sedikit saja ya." Bagai terhipnotis suara lembut Rey membuat Aluna menganggukan kepalanya, dan benar hanya sedikit sambal yang di tuangkan.
Mereka berdua menikmati baksonya sesekali Rey selalu menggoda Aluna, membuat para pengunjung lainnya merasa iri melihat sepasang pria dan wanita yang cantik dan tampan.
Serasa nonton sinetron. Entah batin dari siapa ini.
"Awsss sakit yang!" Desis Rey saat tangan mungil Aluna mencubit kecil perutnya.
Di panggil 'yang' Aluna langsung membuang muka ada rasa malu dan senang, jantungnya kembali berpacu, jika saja ini di kamarnya mungkin Aluma sudah loncat loncat di atas kasur.
"Rasain! Wlueeee." Aluna menjulurkan lidahnya, biarkan saja pacar posesif nya kesakitan karena memang ulahnya yang selalu menggoda Aluna saat menikmati makan baksonya.
Siang menuju senja yang Aluna rasakan saat ini berbeda karena kehadiran Rey bersamanya, dan yang akhir akhir ini membuatnya selalu tersenyum tanpa alasan, namun terkadang pikirannya selalu bertanya tanya, Apa ini nyata? Apa Rey benar mencintai nya? Karena memang tidak ada alasan pasti yang kuat untuk meyakinkan bahwa benar Rey miliknya saat ini, sekarang, dan nanti.
Semoga pikiran aneh itu tidak benar dan hanya bualan saja, Aluna berharap itu karena rasa bahagia ini tidak ingin hilang lagi.
*******
Pukul 06:40 Wib
Sekolah SMAN Galaxy.
Aluna tengah berjalan menyusuri lorong kelasnya tanoa di temani oleh Andri, entahlah katanya Ada rapat mendadak, jadi setelah di parkiran tadi Andri langsung berlari meninggalkan Aluna.
Sudah tidak masalah lagi sekarang karena Aluna mulai terbiasa dengan sekolah ini, dan tadi pun sempat bertukar pesan dengan Nadia bahwa temannya itu sudah ada di kelas.
"Hai!! Selamat pagi." Aluna terkejut bahkan sampai terlonjak, lalu menoleh kepada pelaku.
"Ehh Kakak." Jawab Aluna masih terkejut.
"Sorry kaget ya? jalan kok bengong sih." Mereka berdua kembali berjalan yang sempat terhenti akibat Aluna kaget.
"Ehmm engga kok Kak gak bengong ini." Jawab Aluna sesekali menoleh pada pria di sampingnya, "Ka Al ko tumben lewat sini?" Yah, pria itu adalah Aldan Kakak kelad dan sahabat dari pacar nya.
"Nih buat kamu! Tadi belinya kebanyakan." Al mengulurkan tangannya yang membawa satu kantong plastik kecil, dan entah apa isinya Aluna belum tau karena belum lihat.
"Apa ini Kak?" Tanya Aluna yang kembali menghentikan langkahnya.
"Roti sama susu, kamu suka kan?" Al menggoyangkan tangannya agar Aluna mengambil kantong plastik itu.
"Tapi kenapa di kasih Aluna, gak Kakak makan?" Tanya Aluna yang memang ragu untuk menerimanya, Aluna takut ada maksud lain dari semua ini, namun setidak pengetahuan Aluna memang Al ada maksud lain.
"Udah kok, ini lebihnya buat Aluna dan kasih temen kamu juga." Al terpaksa harus mengatakan itu agar Aluna menerimanya, dan benar Aluna menganggu dan mengambil apa yang Al beri.
Sebenarnya Al ingin hanya untuk Aluna saja, tapi dia yakin Aluna akan menolak jika dia memaksa dan terpaksa harus berbicara seperti itu.
"Makasih Kak!" Ucap Aluna senang, bukan senang untuknya tapi membayangkan wajah Nadia jiga dapat makanan gratis pasti bocah itu akan girang gak ketulungan.
Al tersenyum simpul, ternyata Aluna sesenang itu mendapatkan makanan darinya, namun pemikiran Al ternyata salah.
"Kalau begitu Aluna masuk kelas dulu ya Kak, sekali lagi makasih lohhh..!" Ucap Aluna sambil mengangkat kantok plastik yang iya berikan.
"Iya sama sama, belajar yang rajin ya, dahh Luna." Ucap Al melambaikan tangannya dan dibalas oleh Aluna.
Al pun hikang di balik belokan koridor kelas dan Aluna masuk kedalam kelasnya lalu menghampiri teman setianya Nadia.
"Doorrr..!"
"Astajimmm...." Pekik Nadia karena terkejut.
"Astaghfirulloh bukan Astajim." Ucap Aluna lempeng tanpa rasa bersalah.
"Lo ngagetin gue." Geram Nadia namun tiba tiba luluh karena Aluna mengulurkan kantong plastik yang tadi diberikan Al.
"Buat Lo makanan gratis." Ucap Aluna yang sekarang duduk di bangkunya dan mengambil buku dalam tasnya guna memeriksa pekerjaan rumah yang sempat ia kerjakan dengan Andri tempo hari dan membaca ulang agar lebih paham.
"Lagi?" Tanya Nadia, memang bukan sekali ini saja Aluna mendapatkan makanan gratis namun ini kali ketiga yang dia dapatkan, dan Aluna mengangguk sebagai jawaban tanpa bersuara karena masih fokus pada bukunya.
"Orang yang sama?" Tanya Nadia lagi dan di angguki lagi oleh Aluna. "Fix gue yakin dia suka sama lo!" Ucapnya menggebu.
"Ishh, gak mungkin kan gue udah punya Kak Rey lah." Sangkal Aluna dengan cepat, ya Nadia sudah tau perihal Aluna dan Rey karena memang Aluna menceritakannya kewat pesan dan telpon hingga menghabiskan waktu 2jam.
"Kan siapa tau sih lun." Nadia masih menyangka bahwa orang yang memberikan Aluna makanan hingga berkali kali seperti ini menyimpulkan bahwa orang itu menyukai teman sebangkunya ini, namun sayang Aluna selalu menepis ucapannya.
"Hati hati aja jangan terlalu di anggepin nanti lo kenapa kenapa." Nadia menasehatinya namun Aluna menoleh dengan mata memicing.
"Ishh, lo sumpahin gue kenapa kenapa gitu?" Desis Aluna.
"Heyy mulai deh salah pahamnya." Nadia hanya memutar bola mata malas. Salah paham mulu Alunanya.
Bel masuk pun berbunyi dan beberapa saat guru sudah masuk, mereka melakukan kegiatan belajar mengajar dengan ya di bilang serius kadang bosan, kalau becanda ya kena marah.
Hahaha..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc.
**Ada bau bau aura mencekam!!
Tapi apa?
Tunggu kelanjutannya yaa...
Tetep pantengin cerita Luna..
Jadikan favorit subaya ada notif jika up episode baru...
Jangan lupa lika and komen juga...
Terimakasih Readers....
❤❤❤❤
See you**...
kan Aluna gk sengaja nabrak Rey...
koq ketakutan bgt sih....
Salken,Kak Usan
Aq mampir nih...🙏
seru ciritanya
semangat yakkkk