[SUDAH TERBIT]
Ingin beli, chat me atau DM di @diagaa11
Dengan sengaja aku menggantikan kakakku di hari pernikahan kakakku. Namun pada akhirnya aku kehilangan pria yang kucintai, inikah karma?
***
Zora: Aku ini istrimu apa peliharaan yang selalu di kurung?
Gavin: Sekali kau menjadi milikku, jangan berharap orang lain bisa menyentuhmu
Cek lanjutannya...
Note: Part tidak lengkap karena untuk kepentingan penerbitan.
#My Third Novel#
Ig: @diagaa11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiAgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Istimewa
"Aku..." bingung Zora
"Jangan pergi jika hatimu tidak rela," ucap Jennie sambil memegang pundak Zora
"Aku akan pergi, ayo berangkat!" ajak Zora
Zora melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kedalam pesawat. Sungguh pesawat yang mewah, memang pantas jika pesawat seperti ini dimiliki oleh perdana menteri.
"Ayo duduk," ajak Jennie
"Oh baiklah," kaget Zora
Zora terkejut dan langsung duduk di samping Jennie. Sementara Bryant yang melihat Zora sudah duduk, ia berdiri dan menghampiri Zora.
"Boleh join?" tanya Bryant
"Im sorry, gak boleh! Sana balik!" cegah Jennie
"Biarkan saja Jen," ucap Zora lembut
"Tidak bisa! Sana balik," ucap Jennie sambil menekankan kata-katanya
Benar-benar wanita yang lemah lembut - Batin Bryant
"Kau tidak asik," ujar Bryant
"I dont care," tukas Jennie
Bryant meninggalkan Jennie dan Zora untuk mengobrol. Sebenarnya dari awal Bryant sudah mengagumi Zora, namun menurut Bryant itu sekedar perasaan kagum.
"Oh iya Zora, saat kita tiba di London namaku bukan lagi Jennie," jelas Jennie
"Lalu?" tanya Zora
"Rose," jawab Jennie
"Oh iya, beberapa orang memanggilmu Rose ya. Seperti Bryant dan Gavin...." ucap Zora yang langsung terdiam
"Jangan dipikirkan lagi," ucap Jennie
"Hmm...." jawab Zora tak senang
"Sebenarnya kata 'Jennifer' itu tidak ada di dalam namaku. Itu hanya pencitraan karena dari dulu aku selalu ingin punya nama Jennifer," ucap Jennie
"Lalu siapa namamu sebenarnya?" tanya Zora
"Rosalyne Clammie I," ucap Jennie
"Namamu cantik," ucap Zora
"Terima kasih, lalu bagaimana identitas mu di London nanti?" tanya Jennie
"Aku memakai identitas lamaku," ucap Zora
"Identitas lama? Memang kau punya berapa identitas?" tanya Jennie
"Zora Agustin bukanlah nama asliku. Namaku dulu adalah Zora Lee," ucap Zora
"Lee? Korea?" tanya Jennie
"Yup, ibuku dulu asli Korea. Dia seorang pianis dan violis yang handal, alasan aku menyukai seni karena ibuku juga menyukainya," jelas Zora
"Oh begitu, lalu kenapa kau ada di sini?" tanya Jennie
"Ibuku dulu istri kedua, ayahku menikah dengan ibuku karena istri pertama divonis tidak bisa hamil. Dan saat jalan-jalan ke Korea, ayahku bertemu ibuku yang dulunya teman SMA. Ayahku pernah menaksir ibuku, namun tidak berani mengungkapkannya. Akhirnya dengan persetujuan kedua belah pihak, mereka menikah. Namun saat ibuku baru hamil, ibu mendengar kalau istri pertama ayahku sudah hamil 6 bulan," jelas Zora
"Mengandung Kak Viola?" tanya Jennie
"Iya, alasan kakakku diberi nama Viola karena ibuku seorang violis. Jadi ayah dan ibu tiriku memberi nama kakakku Viola. Setelah kelahiran Kak Vio, ibu tidak mau ikut ayah pulang. Ibu lebih memilih tinggal di Korea dengan tenang karena takut berselisih dengan ibu tiriku," jelas Zora
"Pengorbanan ibumu sungguh besar," ucap Jennie
"Itulah yang membuatku sangat menyayanginya. Ayahku sering berkunjung ke Korea sesekali, aku dulu membencinya karena berpikir jika ayahku lebih sayang ke Kak Vio dan ku pikir ayah tidak sayang lagi ke ibuku, hanya memanfaatkan ibuku," jelas Zora
"Kau membencinya?" tanya Jennie
"Iya, sampai aku berumur 10 tahun. Namun saat umurku 10 tahun, ibuku meninggal karena kanker. Ayahku membawa paksa diriku untuk pulang kerumahnya. Saat dirumah aku membaca surat peninggalan ibuku, isinya hanya menjelaskan semuanya. Ia berharap kalau aku tidak salah paham dengan ayahku," jelas Zora
"Lalu hubungan mu dengan ibu tirimu bagaimana?" tanya Jennie
"Awalnya aku sangat membencinya karena berpikir jika dia merebut ayah dari ibuku. Aku mengira kalau semua ibu tiri itu jahat, namun dia berbeda. Ia selalu tekun menjaga dan menyayangi ku sama seperti Kak Vio walau aku membencinya. Lambat laun aku mengenalnya dengan baik dan hubungan kami membaik. Bahkan terkadang ia lebih perhatian kepadaku dibandingkan Kak Vio, sampai kadang-kadang Kak Vio jengkel dan mogok makan," jelas Zora sambil senyam-senyum
"Ada akhir yang indah untuk semua masalah Zora. Selalu ada awan yang cerah setelah badai yang gelap," ucap Jennie
"Iya, aku bersyukur memiliki keluarga seperti mereka. Ibu tiriku menyayangiku seperti putri kandungnya, ayahku yang sangat bertanggung jawab dan kakakku yang amat sangat menyayangiku," ucap Zora
"Percayalah, semua akan membaik Zora. Walau sebenarnya tidak baik lari dari masalah," lirih Jennie
"Andai aku bisa menyelesaikannya Jen, tapi sifat Gavin yang keras kepala dan semaunya sendiri menghalangiku untuk menyelesaikan masalah," ucap Zora
"Sudah-sudah! Jangan bahas yang sedih-sedih, kita nikmati saja perjalanan ini!" ucap Jennie menghibur
"Hmm...." jawab Zora sambil tersenyum
*****
Di Kantor Gavin
Bruakkk....
Gavin membanting semua dokumen yang ada di atas mejanya.
"Apa kalian bodoh? Seperti ini saja tidak bisa, untuk apa aku membayar kalian bekerja jika hasil pekerjaan kalian saja seperti ini!" bentak Gavin
"Ma maaf presdir, kami akan memperbaikinya," gugup karyawan
"Pergi cepat!" bentak Gavin
"Bos.. Bos... Ada masalah di rumah kok di bawa ke kantor," ledek Andy
Seperti biasa, Andy tidak duduk di ruangannya sendiri melainkan duduk di atas sofa di dalam ruangan Gavin sambil sesekali menjahili dan meledek Gavin yang menjadi hoby nya.
"Kau jangan ikut-ikutan, sana pergi ke kantormu sendiri!" ketus Gavin
"Apa masalah apa sih boss? Katakan, siapa tau aku bisa membantumu," ujar Andy
"Lacak keberadaan istriku sekarang!" ketus Gavin
"Istrimu? Zora maksudnya?" tanya Andy
"Iyalah istriku cuma 1, siapa lagi!" kesal Gavin
"Memang dia kemana?" tanya Andy
"Kabur," jawab Gavin singkat
"Bwahahahahahahaha.... Kabur, kau apakan dia? Hahahaha," tawa Andy
"Tertawalah sepuasmu karena itu akan menjadi tawa terakhirmu," ancam Gavin
"Ehem... Baiklah, memang ada apa? Dia kenapa?" tanya Andy
"Mana ku tau. Memang aku bisa paham dengan hati wanita yang sangat rumit melebihi matematika itu?" tanya Gavin
"Kau menyuruhku mencari Zora dan menyuruhku mencari gadis itu. Siapa yang kau inginkan sebenarnya?" tanya Andy
"Entahlah, aku tidak bisa berpikir jernih sekarang," ucap Gavin
"Tapi kenapa kau sekeras ini mencari seorang gadis yang sudah hilang selama 12 tahun. Ada rahasia apa sih sebenarnya?" tanya Andy
"Dia bukan gadis biasa, dia istimewa. Saat itu badannya memang kecil, namun keberaniannya melebihi orang dewasa," ucap Gavin
"Maksudnya?" tanya Andy
Flashback On...
12 Tahun yang lalu...
Di Korea di adakan sebuah pesta khusus pebisnis kalangan atas. Pesta itu dihadiri oleh berbagai pebisnis dari berbagai negara. Mulai dari Indonesia, Singapura, Korea, China, Amerika, Prancis, Spanyol, Jepang dan lainnya. Tak jarang para pebisnis membawa anggota keluarganya untuk dikenalkan ke beberapa rekan bisnis.
Ada yang hanya datang bersama sekretaris, datang bersama istri ataupun datang bersama anak dan istri. Malam itu Gavin pergi bersama ayahnya.
"Kau hati-hati ya jangan kemana-mana, pertemuan bisnis juga bisa menjadi bahaya! Ayah akan bertemu beberapa klien, kau tetap di samping Robert ok!" ucap ayah Gavin
"Baik yah," jawab Gavin kecil
"Robert, selalu awasi Gavin tanpa lengah!" ucap ayah Gavin
"Siap Tuan," jawab Robert
Ayah Gavin pergi menemui beberapa klien, namun ada seorang gadis kecil imut dengan gaun ungu bertabur glitter yang tak sengaja menabrak Gavin lalu terjatuh.
"Aduh..." keluh gadis kecil itu
"Kau ini jalan lihat-lihat dong!" kesal Gavin
"Aku yang jatuh kenapa aku yang di salahkan?" kesal gadis kecil itu
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Happy reading:)
Rasain tuh Vin,saat kamu di tinggal baru kamu tau arti kehilangan dan penyesalan..😡😡