Aditya adalah seorang pewaris tunggal dari perusahaan terkenal dan terbesar di Indonesia, suatu hari Aditya di pinta kedua orang tuanya untuk menikah karena usianya sudah mendekati kepala tiga, Aditya terus di desak agar cepat menikah oleh kedua orang tuanya. sampai akhirnya Aditya menjalankan penyamarannya dan bertemu dengan seorang gadis sederhana dan cantik yang menolongnya memberikan makanan dan minuman pada saat masa penyamarannya mencari pendamping hidup yang benar-benar mencintai dan menerima dia apa adanya tidak hanya memandang kemewahan dan kekayaan.
Apakah gadis cantik tersebut adalah pilihan Aditya? atau Aditya lebih memilih gadis cantik yang lain?
yuk kepo-in novel saya yang kedua...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sischa cintara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ACS 21
Bima adalah adik angkat Aditya yang di besarkan oleh kedua orang tua Aditya, Bima anak yatim piatu yang datang ke panti asuhan yang di dirikan oleh kedua orang tua Aditya, saat berusia 10 tahun, seiring berjalannya waktu sampai akhirnya Bima di minta mengurus panti asuhan permata kasih yang didirikan oleh keluarga Aditya tersebut.
Aditya tersenyum setalah mendapatkan Restu dari kedua orang tuanya, dan kemudian dia mengambil ponselnya yang berada di meja yang ada di depannya, Aditya mencari nomor Bima dan menghubunginya
"halo assalamualaikum" sapa Aditya.
"waalaikumsalam "jawab Bima
"kamu di mana Bim sekarang?"tanya Aditya
"Di panti kak, ada apa ya kak?"Jawab Bima.
" Aku perlu bantuan mu "
" Bantuan apa kak?"
" Kamu bisa kerumah sekarang nggak?"
" Bisa kak, ya udah Bima ke berangkat sekarang" ucapnya lagi.
" Ya udah kalau gitu kakak tunggu ya sekarang"
" Iya kak, assalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
Aditya dan Bima langsung memutus telpon mereka.
" Apa katanya dit?" Tanya Ayah Bowo.
" Bima udah mau berangkat ke sini Yah.." ucapnya.
Di anggukkan oleh kedua orang tuanya.
Sambil menunggu Bima datang Aditya dan kedua orang tuanya saling bercerita dan sesekali terdengar tawa mereka bersahutan.
Di tempat lain...
Sebuah mobil putih mulus terlihat sangat mahal memasuki komplek perumahan elit, mobil tersebut memasuki halaman sebuah rumah yang mewah dan seorang wanita keluar dari mobil tersebut dan membuka pintu rumah tersebut, siapa lagi kalau bukan si Tata yang berkunjung kerumah papi nya. Dan si papi yang selalu di banggakan oleh si Tata di hadapan orang tua Aditya dan dihadapan Aditya sendiri ternyata sangat bejat perlakuannya, siapa lagi dia kalau bukan si pak Farid.
" Gimana sekarang keadaan papi?" Tanya nya pada sang papi.
" Sudah mendingan" ucap nya.
" Kenapa sih, papi tidak melaporkan orang itu kepolisi karena sudah menganiaya papi?" Tanya Tata.
" Tidak usah, biarkan saja nanti papi yang akan mengurusnya" ucapnya.
Pak Farid tidak ingin mencerita detail tentang penganiayaan terhadap dirinya, karena dia tidak ingin anaknya tahu siapa penganiaya dirinya, karena sebenarnya adalah kesalahan dirinya terhadap si penganiaya tersebut.
Siapa lagi yang menganiaya dirinya kalau bukan si Suci yang sudah memberikan jurus mautnya kepada sang bangkotan.
" Kalau Tata tahu siapa yang menganiaya papi, Tata sendiri yang akan menyeret dia kepenjara, biar dia membusuk di penjara" ucapnya lagi.
" Udah lah Ta, nggak usah di ambil pusing, nanti papi akan mencarinya beserta anak buah papi dan akan memberikan pelajaran pada nya setelah papi sembuh nanti." Ucapnya lagi pada anak nya tersebut.
Terlihat marah Tata, karena sang papi tidak ingin jujur pada dirinya.
" Gimana sekarang? Berhasil kah kamu mendekati Aditya?" Tanya Pak Farid pada Tata.
" Belum pap, masih dalam proses, sedikit demi sedikit nantinya Aditya akan jatuh kepelukan Tata, secara, Tata adalah cinta masa kecil Aditya" ujarnya sambil tersenyum.
" Ya sudah perjuangkan kan lah cinta mu pada Aditya, kalau perlu papi yang akan melamar aditya." Ucapnya lagi pada sang anak.
" Iya pi, " ucapnya singkat.
" Kalau kamu mau mendapatkan Cinta Aditya, kamu harus mendekati Bundanya Aditya, karena yang papi tahu adalah Aditya sangat menurut dengan omongan Bundanya." Ucap Pak Farid lagi sambil tersenyum.
Tata menganggukkan kepalanya dan tersenyum kemenangan berhayal kalau usahanya akan berhasil untuk menarik perhatian Aditya yang sangat di inginkannya cinta Aditya padanya.
" Ya udah pi, Tata malam ini nginap di rumah papi, besok langsung kerumah Aditya" ucapnya lagi.
Pak Farid hanya bisa mengangguk kan kepalanya, dan memperhatikan sang anak masuk kedalam menuju kamar yang sering di tempatinya setiap menginap di tempat papi nya.
***
Di rumah Aditya....
Bima memarkirkan mobilnya dan menuju pintu rumah orang tua angkatnya, yang masih terbuka.
" Assalamualaikum.." ucapnya
" Waalaikumsalam" jawab ketiganya.
Bima berjalan menuju kearah ruang Tv di mana keluarga angkatnya berkumpul.
"Bun, Yah,..Kak," ucapnya sambil menyalami kedua orang tua angkatnya dan kakak angkatnya tersebut.
" Ada apa kak?" Tanya Bima.
" Ada tugas buat kamu adik ku yang ganteng" ucapnya sambil tersenyum.
" Tugas apa nih kak? Ngerayu cewek kah? Mumpung adikmu yang ganteng ini lagi jomblo" ucapnya terkekeh.
" Hahaha" ucap Aditya tertawa.
Kedua orang tuanya tersenyum melihat ulah mereka berdua.
" jangan kan buat kamu, buat kakak aja belum dapat" ucapnya tersenyum.
" Udah yang sama sama jomblo di harapkan diam aja" ucap ayah Bowo terkekeh.
Mereka tertawa mendengar gurauan ayah Bowo tersebut.
" Sebenarnya ada apa kak?" Ucap Bima.
" Begini dek, kakak mau kamu sementara waktu ngurusi pekerjaan kantor mulai besok" ucap Aditya.
" Hah..! Yang benar aja kak, mang kakak mau kemana?" Ucapnya lagi sambil menatap tajam Aditya dengan lekat.
" Kakak nggak kemana mana, kakak cuma mau melakukan penyamaran demi seorang gadis impian kakak" ucapnya.
" Tapi jangan bilang bilang ya" lanjut nya lagi.
" Kamu masih bisa menemui kakak kalau mau minta tanda tangan kakak" ujarnya lagi.
Bima menganggukkan kepalanya.
" Tapi, kalau mau menemui kaka harus liat liat kondisinya,jangan asal nyelonong menemuinya" ujarnya lagi.
" Buat apa sih kakak, melakukan penyamaran tersebut? Bikin susah diri aja sih, tinggal tembak aja kan selesai, jadian deh, mau lebih ya tinggal di halalin aja kan beres tuh" ucap Bima sambil tersenyum.
" Lah kalau ngomong mah, emang gampang, yang ngejalaninya itu yang sulit." Ucap Aditya lagi.
" Sekarang kamu gimana? Sudah belum, kamu katakan pada cewek incaranmu tersebut? Tanya Aditya.
" Hehehe" Bima hanya tersenyum saja.
" Jangan cuma dipikirkan aja, dan jangan juga di liati mulu, ntar lama lama di embat orang baru tahu rasa kamu" ucap nya lagi terkekeh.
" Belum saatnya kak, tunggu aja waktunya hehehe...film layar lebar aja mau di putar di bioskop juga harus melalu proses kok, sama aja sama cinta nya Bima juga butuh proses" ujarnya tertawa.
" Nah, sama juga tuh sama kakak, kakak juga harus melalui proses juga buat mendapatkan sang pujaan hati" ucapnya.
" Oke kak, mulai besok Bima akan jadi Bos nya di perusahan kakak, " ucapnya lagi mantap.
" Siippp.." ucap Aditya.
" Ya udah kalau gitu, sudah bereskan? Kita langsung makan aja yuk, udah laper nih " ucap ayah Bowo lagi sambil berdiri mengajak mereka makan bersama.