Ini kelanjutan cerita Tumbal Cinta Tuan Muda (Season 1 dan 2).
Harap membaca season 1 dan 2 nya dulu.
Karena kesalahpahaman dimasa lalu dan sebuah alasan yang menjadi rahasia Vie, gadis cantik bin somplak itu harus terpisah dari Andra, lelaki yang sebenarnya dia cintai.
Begitu pun dengan Andra, merasa tak pantas mencintai anak majikannya dan sebuah kesalahpahaman, dia memutuskan untuk mengubur rasa cintanya kepada Vie.
Namun apa yang terjadi jika mereka dipertemukan lagi empat tahun kemudian? Saat Vie sudah menjadi kekasih Davin. Akankah Andra memperjuangkan cintanya setelah tahu alasan Vie dan rahasia besar itu terbongkar atau malah merelakannya untuk Davin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Tanpa mereka sadari, seseorang sedari tadi mendengarkan semua pembicaraan mereka dengan hati yang hancur, air matanya menetes tanpa henti.
"Kau pembohong!"
"Aaaaaakkkhhh ..." Seseorang itu berteriak sambil memegangi kepalanya yang mendadak sakit. Sontak membuat Vie dan Andra menoleh kearah suaranya.
"Davin!!!" Vie melepas pelukan Andra dan berlari menghampiri seseorang itu yang tak lain adalah Davin.
Tanpa sepengetahuan Vie, Davin hanya berpura-pura tertidur, setelah Vie pergi dari ruangannya, Davin bangun dan meraih ponsel gadis itu lalu membuka pesan yang tadi dikirimkan Andra, kebetulan Davin tahu sandi ponsel Vie.
Setelah membaca pesan dari Andra itu, Davin segera melepaskan jarum infus ditangannya dan turun dari ranjang kemudian menyusul Vie ke taman dengan lamgkah yang lemah.
Sedari tadi Davin sudah curiga dengan sikap Vie.
"Vin, bagaimana kamu bisa ada disini?" Tanya Vie panik.
"Kenapa? Kau terkejut?"Davin menatap tajam kearah Vie sambil memegangi kepalanya. "Dasar pembohong!!!" Davin berteriak membentak Vie, kemudian meringis kesakitan.
Mendengar Davin berteriak membentak Vie, Andra segera berjalan mendekati gadis itu.
"Vin ... aku bisa jelaskan semuanya. Ku mohon jangan marah." Vie memelas dan memohon. Dia tahu emosi dan marah bisa memperparah sakit Davin, makanya selama ini Vie selalu menjaga perasaannya.
"Cukup!!! Berhenti berpura-pura baik kepadaku! Aku tak menyangka kau tega membohongiku, selama ini kau hanya mengasihaniku. Aktingmu sangat bagus, kau penuh sandiwara. Pantas saja kau tidak terkejut saat tahu aku sakit dan kau juga ragu menerima lamaranku." Davin kembali membentak Vie dan berbicara dengan nada yang tinggi.
"Hey ... jangan membentaknya!!! Selama ini dia sudah banyak berkorban untukmu, tapi kau malah melakukan ini." Andra membela Vie yang kini semakin terisak pilu. Dia sedikit terusik dengan kalimat terakhir Davin.
"Jangan ikut campur, berengsek!!! Harusnya dari awal aku curiga dengan kalian!" Davin membentak Andra. "Aaaaaakkkhhh ..." Davin kembali berteriak kesakitan sambil memegangi kepalanya bahkan dia sampai sempoyongan.
"Vin ..." Vie berusaha memegangi Davin.
"Jangan sentuh aku!!! Berhenti mengasihaniku!!!" Davin menepis tangan Vie.
"Vin ... maafkan aku!"
"Aaaaaakkkhhh ..."Davin kembali berteriak sambil memegangi kepalanya yang sakit.
Dan akhirnya Davin jatuh tak sadarkan diri.
"Davin ...!!!" Vie menghampiri Davin.
"Aku akan mencari bantuan!" Andra berlari memanggil tim medis.
***
Davin sudah mendapatkan pertolongan medis, kini dia sudah terbaring lemah dengan infus yang kembali tertancap ditangannya dan selang oksigen yang bertengger di hidungnya.
Kondisinya ngedrop dan sangat lemah, Vie benar-benar merasa bersalah.
Gadis itu berdiri disamping ranjang Davin dan memandang lekat wajah pucat itu.
"Ini salahku. Davin pasti sangat sedih." Vie masih terisak.
"Ini bukan salahmu. Ini takdir, mungkin sudah saatnya dia tahu yang sebenarnya. Apapun alasannya, kebohongan itu memang menyakitkan." Andra berusaha menenangkan gadis disebelahnya itu.
"Tapi aku tetap merasa bersalah. Dia sangat baik kepadaku, selama ini aku selalu menjaga perasaannya, tapi akhirnya, aku juga yang menyakitinya." Ucap Vie penuh sesal.
"Sudahlah, semua sudah terjadi." Andra kembali menarik Vie ke dalam pelukannya.
"Apa aku jahat?"
"Ssstt ... sudah jangan berpikiran yang tidak-tidak." Andra mengusap kepala Vie untuk menenangkannya.
Vie masih terisak di dalam pelukan Andra, tubuhnya sampai bergetar karena menangis. Andra membiarkan gadis yang dia cintai itu menumpahkan kesedihannya meskipun ada rasa tidak suka melihat Vie menangis karena Davin.
"Apa dia melamar mu?" Andra bertanya setelah memastikan Vie lebih tenang.
"Iya. Tapi aku belum menjawabnya, aku minta waktu untuk berpikir." Jawab Vie.
"Kenapa kau tidak menerimanya karena kasihan juga?" Andra menyindir Vie. Sebenarnya hati lelaki itu cemburu, tapi dia berusaha menutupinya.
"Menikah itu bukan main-main, tidak seperti pacaran yang bisa putus begitu saja. Menikah itu ikatan seumur hidup. Aku tak mungkin menerima lamaran dan menikah dengan orang yang tidak aku cintai." Vie berkata dengan jujur. Tanpa mereka sadari setetes air mata jatuh dari sudut mata Davin yang tertutup rapat. Entahlah, mungkin dia mendengar kata-kata Vie walaupun dalam keadaan tidak sadar.
"Jadi siapa yang kau cintai?" Pancing Andra. Dia ingin mendengar pengakuan langsung dari mulut gadis itu.
Vie menjauhkan tubuhnya dari Andra dan memandang netra lelaki itu.
"Lee Min Ho." Jawab Vie asal kemudian berjalan kearah sofa di ruangan itu.
Andra terkekeh mendengar jawaban Vie, dia mengikuti Vie melangkah ke sofa.
"Ayolah, katakan!" Andra memaksa.
"Sudah tahu masih saja bertanya." Vie menggerutu pelan. Dan Andra masih bisa mendengarnya, lelaki itu senang karena Vie mulai kembali seperti biasanya.
"Kau bicara apa tadi?" Andra semakin usil menggoda Vie.
" Sudahlah. Aku lelah." Vie membanting tubuhnya di sofa. Dia masih menunggu kedatangan Alvin yang sedang ada meeting.
Andra juga ikut duduk di samping Vie, dan segera merogoh ponselnya yang bergetar di dalam saku celana, ada panggilan masuk dari Fara, tapi dia mengabaikannya.
Tak butuh waktu lama, Vie sudah terlelap dengan meletakkan kepalanya di sandaran sofa, sepertinya gadis itu benar-benar lelah karena seharian ini menjaga Davin di rumah sakit.
Andra yang melihat Vie terlelap, mengelus pelan pipinya. "Sekarang aku tahu, kau memang mencintaiku."
Entah apa yang merasukinya, Andra mendekatkan bibirnya ke bibir Vie, dia bermaksud menciumnya tapi niatnya gagal karena tiba-tiba Alvin masuk ke ruang perawatan Davin. Andra yang kaget menjadi salah tingkah.
Alvin yang melihat Andra pun bingung dan bertanya-tanya.
"Apa yang kau lakukan disini?" Alvin memandangi Vie yang terlelap.
"Hmm ... tadi saya menjenguk Davin, Tuan." Andra berbohong. Dan Alvin berhenti mengintrogasinya.
"Bagaimana kondisinya?" Tanya Alvin cemas.
"Kata dokter dia ngedrop dan kondisinya sangat lemah." Jawab Andra.
"Kenapa bisa seperti ini? Apa yang terjadi?" Alvin memandang curiga kearah Vie dan Andra.
Andra hanya tertunduk diam, dia tak tahu harus mengatakan apa dan memulainya darimana.
"Sudahlah, nanti saya akan tanya kepada Vie saja." Lanjut Alvin. Lelaki itu terlihat tidak menyukai kehadiran Andra.
***
Sementara itu di CR7 Cafe and Resto, Fara sedang panik mencari keberadaan Andra. Dia berusaha menghubungi lelaki itu, tapi tak ada jawaban.
"Andra kemana sih?" Fara mendengus kesal.
Wanita itu kembali ke dapur dan bertanya keberadaan Andra kepada semua karyawan cafe.
"Apa kalian tahu Andra pergi kemana?" Tanya Fara dengan gaya angkuhnya.
"Tidak tahu, Mbak. Tadi saya lihat Pak Andra pergi terburu-buru setelah dua orang itu keluar dari ruangannya." Salah satu karyawan yang bernama Egi menjelaskan.
"Dua orang siapa?" Fara menautkan kedua alisnya. Saat dua gesrek datang tadi, Fara kebetulan sedang berada di ruang karyawan.
"Mereka melamar pekerjaan, Mbak."Jawab Egi.
"Oh ... ya sudah, kembali bekerja!" Fara berlalu dan kembali ke ruangan Andra.
Selepas kepergian Fara, beberapa karyawan menggosipinya.
"Mbak Fara itu siapa sih? Gayanya itu seolah-olah seperti dia pemilik cafe ini." Oceh salah seorang karyawan wanita.
"Aku dengar katanya dia kekasihnya Pak Andra." Cicit karyawan yang satu lagi.
"Bahkan mereka sudah tinggal bersama loh. Itu sih aku dengar langsung dari Mbak Fara." Lanjutnya.
"Ssstt ... jangan bergosip! Kalau di dengar Pak Andra atau Mbak Fara, kalian bisa dipecat." Seorang karyawan lelaki mengingatkan dan berhasil membuat dua karyawan wanita yang bergosip itu terdiam.
Sementara itu di ruangan Andra ...
"Sebenarnya dia kemana sih? Apa dia menemui gadis sialan itu? Aku akan cari tahu nanti. Kalau sampai benar dia menemui gadis itu, aku akan memberinya pelajaran." Ucap Fara dengan wajah kesal.
***
Hari ini author crazy up lagi, jangan lupa like nya ya sayang akuh ...
tapi panggilan nya cuma Al....🤭🤭🤭
Makasih ya thor... Tetap semangat dan slalu jaga kesehatan ya thor...
sukses....semangat
mksh