Kisah ini mengisahkan seorang perempuan yang ditakdirkan menjadi istri ketiga untuk murid kesayangan abahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Permata_Indah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part-21 Keliling Asrama
Ali dan Abah berkeliling asrama menyelusuri sudut-sudut asrama.
“Ali abah faham kalau kamu cemburu dengan pelukan Lizza tadi pada Hasbi” ucap abah disela-sela langkah kakinya.
Iya nama sepupu Lizza namanya Hasbi, umi Hasbi dan ummah Lizza kakak beradik dari jalur itulah keduanya menjadi sepupu.
“Entah dengan cara apa lagi bah, Ali harus melakukan apa lagi agar Lizza bisa belajar mencintai Ali” jawab Ali.
“Ingat Ali kamu memiliki tiga istri berlakulah adil, abah tidak akan menyuruhmu untuk mengistimewakan Lizza perantara dia putri abah. Tidak, abah tidak mengistimewahkan siapapun. Kamu sebagai kepala keluarga kamu harus bisa bersikap adil” ucap Abah.
“Abah Ali berfikir untuk menceraikan Dinda dan Sarah, Ali ingin menjadikan Lizza istri satu-satunya. Bagaimana menurut Abah?” jawab Ali meminta nasihat dari sang abah.
“Sementara tetaplah bertahan dulu Ali, jangan ceraikan karena mereka juga punya perasaan takut mereka akan kecewa nantinya” ucap Abah.
Saya harus mulai dari mana untuk menceritakan kepada abuya, bahwa selama ini saya tidak pernah memberikan nafkah batin kepada Dinda dan Sarah pasti abuya marah. Ucap Ali dalam hatinya.
“Ali kamu jangan cemburu dengan Hasbi dia kakak Lizza, karena uminya dulu pernah menyusuhi Lizza saat ummahnya meninggal. Jadi Hasbi dan Lizza mahrom karena uminya hasbi pernah menjadi ibu susu sambung untuk Lizza” jelas abah pada Ali.
“Itu alasannya Lizza sangat dekat dengan Hasbi, Ali fikir Lizza suka sama Hasbi bah” jawab Ali tersenyum.
Abah tertawa mendengar jawaban Ali, langkah keduanya masih terus menelusuri lorong-lorong asrama.
“Abah Ali tidur dikamar pengurus aja sama pengurus lain, abah pulang sendirian engga papa” ucap Ali langkahnya terhenti didepan gerbang kecil dan kalau masuk kesana itu khusus pengurus.
“Kenapa tidak tidur dikamar Lizza?” tanya Abah.
“Ali menghargai syarat Lizza yang diajukan untuk menerima lamaran Ali bah, jadi Ali akan menjaga jarak dengan Lizza sampai putri abah yang meminta langsung pada Ali” jawab Ali.
“Beruntungnya Lizza dinikahi kamu Ali” jawab Abah tersenyum.
“Ali yang lebih beruntung karena abah percayakan Ali untuk menjaga Lizza seperti abah menjaganya” ucap Ali.
“Yasudah tidurlah sana abah juga mau istirahat” jawab Abah lengkah pergi meninggalkan Ali.
Ali juga masuk kedalam ruangan pengasuh untuk menumpang tidur disana, dan sekedar memberi tahu pengasuh juga engga ada yang tidur dispring bed. Semua sama rata tidur dilantai yang hanya beralaskan kasur tipis yang tidak terlalu empuk, disebut kasur lantai yang bisa dilipat fungsinya agar tidak terlalu nyenyak dalam tidur biar bisa segera bangun dan tidak bermalas-malasan.
Saat abah sampai didepan rumah dan ingin masuk, abah melihat Lizza didepan teras sedang berdiri dan abah menghampiri Lizza.
“Kenapa belum tidur” tanya abah.
“Ka Ali mana bah? Ko engga sama abah” tanya balik Lizza.
“Ali tidur dikamar pengurus karena dia menghargai syarat yang kamu berikan, sudah masuk san tidur” ucap abahnya melangkah masuk kedalam rumah.
Lizza masih tetap diluar, dia pun mengeluarkan ponselnya dan menelfon Ali. Tidak lama kemudian Ali mengangkatnya,
Lizza: Hallo ka Ali
Ali : Emm..
Lizza: Ka Ali tidur dimana
Ali : Tidur diasrama
Lizza: Kakak yakin bisa tidur disana, disana kan
pake kasur lantai
Ali : Udah biasa Lizz udah sana kamu tidur
Lizza: Ka Ali tidur dikamar Lizza aja ada hal
penting yang mau Lizza omongin ke kakak
Ali : Iya nanti kakak kesana
Tut.. tut.. tut..
Telfon dimatikan oleh Ali, Lizza masuk kedalam rumah menuju kamarnya. Lizza duduk dipinggir kasur menunggu Ali datang.
Selamat membaca!!🤗🤗
thanks bt author dan jg NT uda ksih bacaan grts