NovelToon NovelToon
Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nurmay

Brrruk


"Hei, apa kau tidak punya mata, Hah!" Bentak Daniel pada seorang gadis, yang tidak sengaja menabraknya dan menumpahkan minuman kejas Daniel.

"Ma-afkan sa-ya tu-an," ucap wanita itu dengan nada gugup dan sedikit gemetar.

Daniel Carroll, adalah seorang CEO yang terkenal sangat dingin, dan Arrogant. Dan bukan hanya itu, Daniel juga terkenal sebagai pria yang tidak tersentuh sama sekali, karena Trauma di masa kecilnya.

Hingga sifat Arogan dan juga dingin Daniel, perlahan bisa pudar akibat tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita, yang merubah hidupnya.

Apakah trauma yang Daniel pernah alami akan hilang? Dan bagaimanakah kisah cinta mereka?

Yuk, simak di novel ini.....

JANGAN LUPA TEKAN LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAV NYA YA😊KARENA ITU SANGAT BERHARGA BUAT AUTHOR

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta Di Antarkan

Pagi telah tiba dengan mentari yang menyinari dunia, burung-burung ikut bernyanyi nenyambut hari yang cerah ini, tetesan Air hujan yang tersisah di dedaunan menambah kesan sejuknya.

Seorang gadis masih bergelung di dalam selimut tebalnya, sampai ada suara deringan ponsel membangunkan nya.

Jari-jari lentiknya mencari letak dimana benda pipih itu tergeletak dengan mata yang masi malas untuk mengerjap ia mengarahkannya ke telinganya.

''Emmmm.'' Hanya suara itu yang keluar dari mulutnya.

''Kamu masih tidur Dev, Astagaaa sebentar lagi mata kuliah Pak Galih Dev.'' Ucap seseorang di sebrang sana.

''Emmmm,''..

''Oh ya sudah jika kau masih mengantuk, mungkin nilai mu yang akan jeblok.'' Ucap nya lagi seraya mematikan sambungan telpon setelah berbicara dengan nada menakuti.

''Emmm,''..

1 detik

2 detik

3 detik

"😳Haaaaahhh, mata kuliah Pak Galih.'' Dengan segera ia langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 10 menit, Devita sudah keluar dari dalam kamar mandi hanya memakai baju handuknya.

''Kenapa aku bisa kesiangan seperti ini, tidak seperti biasanya.'' Gerutunya dengan tangan yang sibuk memilah pakaian yang ingin di pakai.

Setelah berpakaian lengkap, Devita hanya menyisir rambut basahnya serta mengoleskan lipbalm ke bibir tipisnya.

Dengan sedikit berlari, Devita menekan aplikasi untuk memesan taxi online tapi semua menolak, ia pun mulai gusar.

''Kalau naik bis, pasti akan terlambat.'' Devita melihat jam yang melingkar indah di tangan mungilnya yang menunjukan di arah angka 7, sedangkan jam pelajaran Pak galih jam 8.

Masih ada waktu jika menggunakan Taxi online tapi kalau memakai jasa Bis, Devita tidak akan bisa menjamin, karena Bis akan memutar dulu dan menunggu penumpang sampai penuh.

''Daniel.'' Hanya nama itu yang Devita ingat.

''Aah iya, Tuan Daniel pasti mau mengantarkan aku ke kampus, tapi jika tidakk.'' Devita terlihat menjeda ucapannya.

''Aah itu masalah nanti.''

Dengan berlari secepat mungkin, Devita menuju tangga darurat, ya jika pakai Lift menurut dia akan memakan waktu lama, toh hanya berbeda Satu lantai.

Dengan nafas yang tersenggal-sengal, Devita mengetuk pintu kamar Daniel dengan lambat.

''Isshh kemana ya, atau sudah berangkat kerja.'' Gumamnya, dengan kaki berjinjit Devita mencoba ingin melihat isi kamar Daniel dari lubang kecil yang ada di pintu.

Terlihat ada Jas yang tergantung di sebuah kayu ukiran khusus tempat menggantungkan topi dan jaket.

''Itu Jassnya kan, berarti belum berangkat.'' ucap Devita pada dirinya sendiri.

Devita terus mengetuk pintu, tapi tidak ada yang membukakannya.

''Haisssshhh ini kan ada tombol Bel, kenapa juga aku susah-susah mengetuknya.'' Gerutu Devita merutuki kebodohan nya sendiri.

''Haaahhh siapa sih yang menganggu waktu tidur ku.'' Gerutu Daniel yang baru bangun dari tidurnya.

Hanya Dua kali Devita memencet tombol berwarna hitam itu, Pintu pun terbuka karena seseorang yang membukakannya dari dalam.

''Vita, kamu tidak kuliah?'' tanya Daniel dengan lembut, yang semula rasa emosi sudah menjalar seketika lenyap begitu saja saat melihat orang yang sudah menganggu tidurnya itu ternyata Devita.

''Justru itu, aku ingin minta tolong sama kamu.'' ucap Devita dengan pelan.

Ucapan Devita membuat Daniel semakin gemas dibuatnya.

''Minta tolong apa?'' Tanya Daniel yang Masih memakai piama tidur nya, kadar ketampanan Daniel bahkan tidak luntur sama sekali.

''Bisa tidak antarkan aku ke kampus.'' Ucap Devita dengan memberanikan diri menatap langsung reaksi Daniel.

''Masuk, aku cuci muka dulu.'' Daniel berlalu pergi setelah mempersilahkan masuk.

''Tidak ada jawaban dan penolakan, sebenarnya dia mau atau tidak sih,'' gerutu Devita.

Baru saja Devita akan menempelkan bokongnya di sofa, sosok Daniel sudah muncul.

''Ayo nanti kau telat,'' ucapnya.

''Kau mau mengantarkan aku?'' tanya Devita memastikan.

''Kalau aku tidak mau, sedari tadi aku sudah mengusir mu Vit,'' jawab Daniel.

''Oh iya iya, kenapa aku jadi bodoh seperti ini.'' Gumam Devita.

.

Mereka sudah berada di mobil menuju kampus Devita.

''Mmm kamu tidak ke kantor?'' tanya Devita memulai pembicaraan.

''Hari ini aku Free, kalau hari ini aku pergi ke kantor kamu tidak akan bisa menaiki mobil ku.'' Ucapnya.

''Memangnya kenapa?'' tanya Devita dengan polosnya.

''Ya karena biasanya, jam 7 pagi Aku sudah berada di kantor.'' jawabnya dengan mata yang masih terfokus ke depan.

''Berarti aku menganggu waktu istirahat mu ya.'' Lirih Devita merasa bersalah.

''Jangan pernah berpikiran seperti itu.'' Ucap lembut Daniel dengan tangan yang mengusap rambut lembab Devita.

''Aku tidak akan pernah bisa marah dengan mu Vit, walau seharian aku harus mengantarkan ke beberapa tempat tujuan mu.'' Ucapan Daniel membuat Devita menahan senyumnya.

'' Ya Tuhan kenapa hati ku senang mendengar ucapan Tuan Daniel ini, dan kenapa juga jantung ku berdebar begitu cepat.'' Gumam Devita dalam hati.

*Ekhemmm

Deheman Daniel menyadarkan lamunan Devita.

''Kamu tidak lagi takut telat Vit?'' Ucap Daniel.

''Maksudnya?''..

''Lihat kita sudah dimana?'' Dengan wajah yang menghadap Devita dan mata yang melirik kedepan untuk menunjukkan keberadaan mereka.

''Haaahh sudah sampai ya, heheh.'' Ucap Devita dengan salah tingkah karena terpergok melamun.

''Terima Kasih ya Tuan.'' ..

''Daniel.'' Ucap Daniel yang kembali mengingatkan.

''Eh iya maksud ku, Daniel.'' ..

''Ya sudah aku masuk kelas ya, bye bye.'' Dengan terus tersenyum Devita melambaikan tangannya dan berbalik menuju fakultas nya.

''Tingkah mu yang polos itu, membuat aku semakin menahan rasa ini Vit.''..

Heemmmm

Daniel menghela nafasnya dengan kasar.

''Bagaimana bisa aku menjadi pengecut seperti ini,'' gumamnya.

Daniel mengingat kejadian semalam yang baru pertama kalinya dia bisa bercanda gurau dengan Devita di balkon Apartemen sampai berakhir di kamar Devita.

...Flashback on...

''Hujannya Anarkhis ya.'' Ucap Daniel yang berada cukup jauh dari belakng Devita.

Devita membalikan badannya.

''Anarkhis bagaimana?'' tanya Devita.

''Iya lihat deh, hujannya satu, temannya banyak.'' Gurau Daniel.

''Iisshhh garing.'' Ucap Devita dengan mengalihkan wajahnya karena ingin menyembunyikan wajah yang sedang menahan senyuman nya.

''Ohh garing ya, maaf aku tidak pandai bergurau.'' Ucap Daniel dengan muka kecewanya.

Devita sedikit melirik wajah Daniel yang sudah di tekuk Tiga belas itu.

Tawa yang di tahannya seketika pecah.

''Hahahahah, wajah mu lucu Tuan Jass.'' Ucap Devita dengan memanggil Daniel dengan sebutan awal lagi.

Daniel mengangkat satu alisnya. ''Apa yang lucu?'' batin Daniel heran.

Tawa Devita semakin pecah karena wajah bingung Daniel.

''Wajah mu konyol sekali Daniel, Hahahaha'' Devita semakin tertawa sampai posisi dia membungkuk dengan tangan memegangi perutnya.

''Ooh rupanya kamu mentertawakan wajah ku, awas kamu ya.'' Daniel melangkahkan kakinya menuju Devita.

''Terus tertawa, aku menunggu kamu sampai berhenti mentertawakan aku.'' Ucap Daniel dengan suara dinginnya.

Devita yang menyadari Expresi Daniel yang datar, berusaha menghentikan tawanya.

''Maaf,'' lirih Devita.

1 detik

2 detik

3 detik

''Kena kamu, ampun tidak.'' Daniel menggelitik pinggang ramping Devita dengan tak ada ampun.

''Hahahha ampun Daniel ampun.'' ..

''Tidak ada, ini hukuman mu.'' Daniel terus menggelitik Devita.

''Tuan lihat itu apa?'' Ucapan Devita membuat Daniel menghentikan tangan nya.

''Mana?'' Daniel memperhatikan arah telunjuk Devita.

''Kena tipu kena tipu.'' Devita berlari dan Daniel pun terus mengejarnya.

Dari memutari meja makan, sofa ruang tamu dan Devita berlari ke arah tangga dan menuju kamarnya.

HAP

Devita tertangkap tepat di kamar dekat ranjangnya, Dengan Devita terus memberontak Daniel tidak bisa menjaga keseimbangan nya dan pada akhirnya.

Bruukk

Keduanya terjatuh di ranjang luas itu dengan posisi tubuh Devita tertindih tubuh kekar Daniel.

Mata mereka saling bertemu, cukup lama mereka saling pandang.

''Kau lelah?'' tanya Daniel dengan lembut.

Devita hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suaranya.

Daniel tersenyum hangat.

''Ya sudah, tidurlah. malam pun sudah terlalu larut.'' Ucap Daniel dengan mengusap kepala Devita.

Cup

Daniel mengecup singkat kening Devita, dan Danielpun beranjak.

''Selamat malam.'' Ucap Daniel sebelum meninggalkan kamar Devita.

Tinggalah Devita sendirian yang masih dengan rasa keterkejutannya dengan perlakuan Daniel yang secara tiba-tiba itu.

''Iisshh kenapa harus bangun sekarang kau, ini belum waktunya kawan, tunggu Sah dulu oke.'' ucap Daniel dengan sesuatu yang sudah mulai hidup di bawah sana.

...*Flashback off...

Bersambung*...

1
cetom😘😘
mansion torr
echa purin
/Good/
siti fatimah
Luar biasa
Dewi Fajar
hehehehe maaf ya Thor sampai di sini bacanya..aq skip ya...saya kurang nyaman ceritanya...maaf aktornya teramat murah..maaf
Dewi Fajar
devita belagu..coba hidup bersama lagi dengan keluarga tirinya.. diperlakukan istimewa gitu nggak mau merasa tidak nyaman segala
Dewi Fajar
sombonglah namanya juga CEO penguasa /Grin/
Dewi Fajar
pemain tapi tidak mau di sentuh..ini gimana melakukan nya thor.. namanya tidak mau di sentuh itu ya bersih..kok celap celup
Dewi Fajar
mampir thor
SARI MEUTIA
Luar biasa
Ika Sujarwo
daniel suka marah² nggak jelas ntar gantian devita marah br tau rasa
Me Ta
payah Devitanya lemah😡😡😡
Al Mumtaz
👍👍👍
kinan kinan
Ceritanya bagus..
the🐻
lebih baik gituh ayah mahen,dari pada bersama tapi berantakan tidak gantle😌
Febe Yanuarti
pie to ki...
Bundane Adit
galak amat sih daniel😌😌
Ica Susanti
coba mampir
maredni Jiba
jangan menilai orang seperti itu Zen,kenapa kamu harus marah,hu dasar kulkas
maredni Jiba
awas benci beda tipis ya bang,bisa cinta loh
maredni Jiba
semoga jodoh ya Jo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!