NovelToon NovelToon
Karena Kamu Jodohku

Karena Kamu Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Ketos
Popularitas:886
Nilai: 5
Nama Author: Witan Alfariski

bersatu demi keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya,demi keperntingan bisnis dan pertemanan,yang dimana sepasang kekasih tersebut menerima keinginan orang tua mereka,tapi dengan awal yang berat akhirnya benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Witan Alfariski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Ditempat lain

Roy tidak mengantarkan Lisa kerumah nya, melainkan dia bawa ke sebuah butik pakaian.

"Ngapain lo bawa gua kesini,gua lagi gak nyari baju"

Tapi laki laki itu tidak menjawab,dia turun dari mobil dan memutari mobil nya untuk membuka kan pintu buat Lisa.

"Turun,ada bunda didalam" Ujarnya dengan nada datar seperti biasanya.

"Bunda" Jawab Lisa bingung.

"Hemm"

Mereka berdua berjalan beriringan memasuki butik itu.

"Assalamu'alaikum,bun" Sapa mereka berdua ketika melihat Mia ada didalam butik sedang memilih pakaian.

"Waalaikum salam,eh,anak anak Bunda sudah datang" Jawab Mia.

Lisa dan Roy hanya tersenyum dan mendekat untuk mencium tangan Mia.

"Ayo,duduk dulu" Perintah Mia kepada kedua anak anaknya.

"Bun,sebenarnya ada apa ya,kok aku disuruh kesini,aku juga tidak ingin membeli baju,baju dirumahku banyak" Cerocos Lisa.

"Mia hanya tersenyum geli,melihat tingkah laku calon menantunya yang polos itu.

"Sayang,kita kesini memang sedang memesan gaun untuk pernikahan kamu,nak" Jelas Mia.

Deggg

Lisa jadi kaget dan bingung.

"Kok jadi bengong"ujar Mia bingung sambil memperhatikan Lisa yang seperti orang kaget.

"Gak kok bun,gak ada apa apa,aku hanya bingung saja,kok bajunya sudah dipesan dari sekarang,nanti kalau gak pas gimanagimana"tanya Lisa kepada Mia yang dari tadi dengan setia mendengar celotehan Lisa.

"Maksudnya gak cukup gimana" Ganti an Mia yang tak paham dengan ucapan Lisa,

"Maksud aku,baju nya kan dipakai nya masih lama,takutnya badan Lisa nanti agak berisi bun,"

"Ha..ha..kamu ini ada ada saja,mana mungkin dalam waktu dua hari badan kamu berubah drastis nak"

"Apa dia hari..." Lisa dan Roy kaget mendengar penjelasan Mia.

Yang mereka tahu pernikahan mereka masih lama,bukan dia hari lagi.

"Cieee kompak,wah,kalau sudah halal nanti tambah kompak lagi dong" Goda Mia kepada kedua orang remaja dihadapan nya sekarang.

Dengan cepat Lisa berubah ekpresi kagetnya sedangkan Roy langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Ditengah kecanggungan diantara mereka,tiba tiba ada pelayanan menghampiri mereka.

"Maaf,mbak sekarang giliran mbak untuk diukur"

"Ayo nak,sekarang giliran kamu" Ujar Mia.

"Iya,bun.."

"Sayang,Bunda sekali an mau pamit ya,soalnya ayah menyuruh bunda pulang sekarang gak apa apa kan,sayang" Pamit Mia kepada Lisa.

"I iya bun,gak apa apa kok,Bunda hati hati ya,salam sama ayah atmaja"

"Nanti Bunda sampai i sama ayah,oiya Roy nanti kamu anterin Lisa pulang,apalagi sekarang sudah Sore dan Lisa gak bawa mobil" Perintah Mia kepada Roy.

"Iya,bun nanti aku antar Lisa pulang"

"Ya,sudah Bunda pamit dulu ya, assalamu'alaikum"

"Waalaikum salam"

Setelah kepergian Mia,Lisa berjalan ke sebuah ruangan untuk melakukan pengukuran, sedangkan Roy yang sudah selesai melakukan pengukuran menunggu Lisa,tapi tiba tiba ponsel Roy berbunyi,entah siapa yang menelponnya sore sore gini.

"Walaikum salah,ada apa ya,tan" Jawab Roy setelah mengangkat telponnya.

"O,ya tan,Roy lagi ada urusan,tapi gak apa apa kan tan" Jawab Roy lagi,Entah apa yang dibicarakan lawan bicara nya.

Setelah mematikan panggilannya,Roy menarik nafas dalam sambil menjambak rambut nya kasar,Roy bergegas ke parkiran dan masuk kedalam mobilnya,dan melanjutkan mobilnya entah kemana.

Sedangkan Lisa yang masih di dalam butik setelah selesai melakukan pengukuran,dia bergegas keluar dan mencari Roy untuk mengantarkan nya pulang,

"Kemana si playboy tengil itu" Ujarnya setelah mencari keberadaan Roy yang dari tadi tidak dia temukan keberadaannya.

Karena tidak menemukan keberadaan Roy,Lisa memutuskan untuk menunggu,dia berfikir kalau Roy lagi ada urusan di luar,Lisa pikir kalau pulang duluan dia takut Roy akan mencari nya.

Sudah hampir 1 jam Lisa menunggu Roy, tapi yang dia tunggu gak datang juga,apalagi sudah sore dan mulai gelap dan turun hujan.

Lisa memegangi perut nya,selain dia kelelahan hari ini dia juga belum makan sejak tadi siang.

Akhirnya Lisa memutuskan untuk pulang naik taksi,dia keluar dari butik dan mencari taksi dibawah guyuran hujan,tak tau kenapa waktu dia sedang menunggu taksi tiba tiba saja kepalanya pusing dan keseimbangannya hilang membuat dia jatuh.

Beruntung ada Jerry,yang entah dari mana datangnya,Tiba-tiba menahan tubuh Lisa supaya tidak jatuh ke lantai.

"Lisa,hey" Ujar Jerry sambil menahan tubuh Lisa di pangkuan nya.

"Sayang kenapa kamu bisa seperti ini,sih" Ujar Jerry dan mulai frustrasi apalagi dibawah guyuran hujan.

Jerry langsung membawa Lisa yang sedang pingsan itu kedalam mobilnya.lalu laki laki itu melepas jaketnya dan memakainya ketubuh Lisa yang sudah basah kuyup.

Dengan segera dia melajukan mobilnya dan mengantarkan Lisa pulang.

Jerry menggendong tubuh Lisa ketika sudah sampai.

"Assalamu'alaikum" Salam Roy yang masih menggendong tubuh Lisa.

"Waalaikum salam,sia...pa..ya.."ujar Rina kaget ketika melihat tubuh Lisa berada di gendongan seorang laki laki yang asing di mata nya,apalagi tubuh Lisa basah.

" Lisa,kenapa kamu,nak"

"Tante,sekarang tunjukkan dimana kamar Lisa sekarang,nanti saya jelaskan" Ujar Jerry yang masih menggendong Lisa.

Rina langsung berlari kecil menuju kamar Lisa, sedangkan Jerry mengikuti nya dari belakang. Setelah pintu kamar Lisa terbuka,Jerry langsung menidurkan tubuh Lisa di kasurnya.

Setelah itu Jerry keluar dari kamar Lisa,karena Rina sedang mengantikan baju anaknya yang sudah basah.

Wijaya yang mendengar keributan,laki laki paruh baya itu langsung menuju ke kamar Lisa,saat sampai di depan kamar anak nya dia melihat sosok Jerry yang berpakaian setelah basah sedang bersandar pada dinding kamar anaknya.

"Om..." Sapa Jerry ketika melihat Wijaya sudah ada didepannya.

"Ya" Jawab singkat Wijaya dan terus melanjutkan langkah nya masuk kedalam kamar Lisa.

"Ada apa,ini" Ujar Wijaya ketika dia sudah masuk kedalam kamar Lisa,tapi anaknya sudah tertidur di kasur nya.

"Yah,panggil kan dokter sekarang,Lisa pingsan" Ujar Rina kepada Wijaya.

Dengan cepat Wijaya mengambil ponselnya dan terlihat menghubungi seseorang.

Tak lama dokter datang dan memeriksa keadaan Lisa,

"Dia hanya kelelahan dan perut nya kosong,mungkin sebentar lagi dia akan sadar" Ujar dokter itu setelah memeriksa keadaan Lisa.

Setelah itu Wijaya mengantarkan dokter itu keluar,sedang kan Rina dan Jerry terlihat serius menjaga Lisa.

Jerry mulai menceritakan kejadian sebenarnya kepada Rina,saat dia melihat Lisa sedang berdiri dibawah guyuran hujan yang tak jauh dari sebuah butik,sehingga Lisa jatuh pingsan.

"Nama kamu siapa dan siapa nya Lisa" Tanya Rina ketika Jerry selesai dengan ceritanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!