NovelToon NovelToon
CENAYANG PALSU

CENAYANG PALSU

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Iblis
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Damon terbangun dari mimpi buruknya.
Ia seperti mendapatkan ilham.
Ibaratnya, Damon bisa melihat makhluk-makhluk tak kasat mata dalam mimpinya.

Semua terjadi setelah ia tak sengaja menabrak batu nisan kuno di area Sungai Qinghe.

Apakah benar Damon bisa melihat sesuatu?
Mari ikuti kisah Damon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Ritual Bawah Sadar

"Tapi... Ngomong-ngomong, kenapa tidak aku sendiri yang memeriksanya, maksudku keadaan anak laki-laki itu..." kata Muchen disertai bunyi Ting dari dua belas Liu giok nya yang diam.

"Silahkan... Jika Kaisar mampu coba periksa kondisi Juang Liang, mungkin Kaisar bisa menyembuhkan nya." kata Damon.

"Umm... Baiklah... Aku akan mencobanya..." kata Muchen sambil menggosok-nggosok dua telapak tangannya.

"Tapi, tunggu..." cegah Damon.

"Ya, apa?" tanya Muchen.

"Kira-kira Kaisar bisa tidak menyembuhkan nya, jangan-jangan tambah parah saja kondisi Juang Liang." sahut Damon.

"Tenang saja, serahkan padaku, pasti semua akan baik-baik saja." kata Muchen meyakinkan.

"Kaisar yakin?" tanya Damon masih ragu-ragu.

"Sudahlah. Beri aku jalan, aku mau lewat." kata Muchen sembari menyingkirkan tangan Damon yang menghalangi jalannya. "Minggir sana!"

Muchen melewati Damon yang terdorong oleh tangannya.

"Coba aku lihat keadaan anak laki-laki ini..." kata Muchen lalu memeriksa denyut nadi Juang Liang.

Lama Muchen terdiam saat dia memeriksa kondisi Juang Liang, dia tampak serius, menghayati pekerjaannya.

"Bagaimana?" tanya Damon penasaran.

"Sssttt !!!" sahut Muchen. "Biar ku periksa dulu, diamlah sebentar."

Damon terdiam, menurut yang dikatakan oleh Muchen, dia patuh dan duduk di samping sang Kaisar.

Muchen berkonsentrasi penuh, ia berusaha memeriksa kondisi Juang Liang dengan hati-hati dan seksama.

"Sepertinya dia baik-baik saja, tapi anehnya dia tidak sadarkan diri. Anak ini tertidur tapi dia merasa bahwa dia beraktivitas." kata Muchen.

"Aku tidak mengerti." kata Damon.

"Jiwanya diantara sadar dan tidak..." tegas Muchen.

"Koma???" tanya Damon.

"Bukan. Dia tidak koma melainkan dia tertidur terlalu nyenyak, saking nyenyak nya dia tidur, anak ini lupa untuk bangun." sahut Muchen.

"Apa ada yang mempengaruhinya hingga dia demikian?" tanya Damon.

"Kita tidak bisa melihat alam tidurnya tanpa kita masuk ke dalam alam tidurnya kecuali ada orang yang rela melakukan nya." sahut Muchen.

"Maksud Kaisar, orang lain harus ikut tidur seperti dia?" tanya Damon.

"Ya, benar. Saat ada orang lain yang mau melakukan ritual itu maka aku akan menstransfer kekuatan spiritual ku pada orang itu agar dia bisa masuk ke alam tidur Juang Liang." sahut Muchen.

Damon berpikir serius, ia menoleh ke anak laki-laki yang terbaring tak sadarkan diri itu, lama ia berpikir lalu dia berkata pada Muchen.

"Aku saja yang melakukannya, Kaisar." kata Damon.

"Tapi... ini sangat berisiko tinggi, berbahaya bagi mu jika kamu tidak mampu melakukannya, kemungkinan kamu akan terjebak selamanya di alam tidur Juang Liang dan kalian tidak pernah kembali." kata Muchen.

"Jika kita tidak mencobanya maka anak ini tidak akan pernah terbangun lagi, dan selamanya kondisi Juang Liang tetap seperti ini." kata Damon.

"Memang seperti itu resikonya, mau bagaimana lagi, kita hanya bisa pasrah dan menunggu keajaiban terjadi." ucap Muchen.

"Tidak ada keajaiban terjadi secara tiba-tiba tanpa berusaha keras untuk mencobanya, kita lakukan saja semaksimal mungkin, dan selebihnya kita serahkan pada kuasa langit." tegas Damon menatap serius.

"Kamu yakin mengatakan hal itu, dan kita tahu bahwa resikonya sangat besar jika kita nekat melakukan nya, Damon." kata Kaisar Muchen.

"Ya, aku yakin dan percaya." tegas Damon sembari mengangguk cepat.

"Tidak takut ?" tanya Muchen.

Damon menggeleng tegas, sorot matanya tajam tanda dia benar-benar serius dengan keputusannya.

Muchen menatap lama Damon, terdiam sejenak kemudian dia mengangguk paham.

"Baiklah, kita lakukan ritual itu sekarang." kata Muchen.

"Ya..." sahut Damon dengan anggukkan kepala tegas.

Damon membaringkan tubuhnya ke dekat sisi kanan Juang Liang, memantapkan hatinya dan yakin dia bisa menolong anak laki-laki itu.

"Bersiap-siap lah, kita akan memulai ritual masuk ke alam tidur Juang Liang." kata Muchen.

"Ya, Kaisar. Aku siap melakukannya." sahut Damon sembari memejamkan mata.

"Baiklah... Bersiaplah, Damon!" kata Muchen.

Kaisar Muchen segera membuka jalan ghaib ke alam tidur Juang Liang, ia menstransfer energi spiritual nya kepada Damon melalui mata batin Damon yang ada di pusat kening Damon.

Asap dupa cendana tua menyerbak luas dari arah telapak tangan Kaisar Muchen, aromanya menyengat keras. Dan Damon terbaring di lantai ruangan apartemen bersama Juang Liang yang tidak sadarkan diri itu.

"BOOOM... !!!" suara dentuman keras menggema kuat di seluruh ruangan apartemen Damon tinggal. Lantas muncul asap putih tebal dimana-mana disertai suara langkah kaki melangkah.

"Apa yang kalian lakukan? " tiba-tiba suara berat terdengar menggema kuat.

Sedetik kemudian, sebuah telapak tangan berukuran besar menarik Damon.

"Sreeet...!" Damon terangkat naik dari atas lantai ruangan apartemen, ia melirik tajam ke arah Muchen yang ketakutan.

"Kau!!!" ucap suara gema itu seraya menunjuk ke arah Kaisar Muchen. Sontak saja Muchen beringsut mundur lalu berdiri mengambang.

"A-ampun... beribu ampunan, saya tidak mengetahui kedatangan Dewa Zhen Wu kemari..." kata Muchen dengan kepala menunduk.

"Apa yang kau lakukan pada mereka? " suara Dewa Zhen Wu bergetar keras.

"Ka-kami sedang melakukan ritual menuju alam mimpi Juang Liang yang katanya dia kerasukan sesuatu..." sahut Muchen tak berani menatap Dewa Zhen Wu.

"Ceroboh !" ucap Dewa Zhen Wu menatap dingin. "Dia bisa saja mati dan tak pernah kembali dari alam tidur milik orang lain, Kaisar Muchen. Kenapa kamu tidak meminta izin padaku?"

Gemelegar suara Dewa Zhen Wu terdengar menggema keras di ruangan ini lalu Dewa meletakkan Damon yang kebingungan kembali ke lantai ruangan apartemen.

"Ceritakan padaku apa yang terjadi!" kata Dewa Zhen Wu lalu mengubah wujudnya seukuran tubuh manusia tanpa lupa dengan tumpakan nya yang berwujud kura-kura dililit ular hitam-putih.

"Sebenarnya anak laki-laki ini kerasukan sesuatu, Damon bertemu iring-iringan orang dari Klenteng Birokrasi Surga yang dipimpin oleh seorang Tangki, mereka membawa anak ini bersamanya." kata Muchen.

"Hmm..., begitu rupanya..." kata Dewa Zhen Wu menatap tajam, sembari mengusap-usap jenggotnya.

"Kami tidak tahu penyebab anak laki-laki bernama Juang Liang seperti ini keadaannya, karena itulah kami mencari tahu penyebab nya dengan memasuki alam tidur anak tersebut." kata Muchen.

"Dan apa yang dilakukan oleh Damon tadi?" tanya Dewa Zhen Wu seraya melirik tajam ke arah Damon serta Juang Liang yang masih terbaring diam.

"Kami bermaksud melakukan ritual khusus memasuki alam tidur Juang Liang, dengan mengirim Damon ke sana." sahut Muchen.

"Benar-benar ngawur, kalian bisa tersesat dan tidak pernah kembali ke dunia nyata. Ada larangan memasuki atau mengintip alam tidur manusia lainnya." kata Dewa Zhen Wu serius.

"Maafkan atas kelancangan saya, sebab saya lah yang meminta pada Damon untuk melakukan ritual tersebut, Dewa." kata Muchen.

"Dan siapa laki-laki dewasa aneh yang terbaring di sana?" tanya Dewa Zhen Wu seraya menunjuk ke arah Tangki Mazu.

"Tangki Mazu... Tangki Klenteng Birokrasi Surga..." kata Muchen.

"Bangunkan dia ssekarang!" perintah Dewa Zhen Wu.

"Ba-Baik, Dewa..." sahut Muchen tergesa-gesa menghampiri Tangki Mazu yang tergeletak pingsan.

Kaisar Muchen segera membangunkan Tangki Mazu dari Klenteng Birokrasi Surga, ia mengarahkan telapak tangannya ke arah kening Tangki.

Sekejap saja, Tangki Mazu langsung tersadar bangun lalu duduk seperti orang kebingungan.

"Di-Dimana aku???" tanyanya linglung seraya menolehkan kepalanya ke sekeliling ruang apartemen.

"Tangki Mazu ada di apartemen Damon." sahut Muchen dengan disertai bunyi Ting... Ting... dari dua belas Liu Giok nya yang diam tak bergerak.

Tangki Mazu menoleh ke arah Kaisar Muchen, saat dia melihat penampakan sang Kaisar langsung saja dia tersentak kaget. Mendadak tubuhnya menggigil kuat, serta tubuhnya lemas tanpa sebab.

"Hahaha..." ucapnya dangkal dengan manik hitam di matanya membesar bulat sempurna saat dia melihat penampilan pucat Kaisar Muchen yang sangat menyeramkan seperti mayat keluar dari kuburan.

Sedetik kemudian...

Tangki Mazu jatuh pingsan kembali. Tergeletak asal di lantai ruangan apartemen, tempat Damon tinggal, dan dia tidak bergerak lagi.

"Bruuuk...!"

Dewa Zhen Wu, Kaisar Muchen serta Damon saling berpandangan, terdiam tertegun, bahkan mereka tidak percaya ada seorang Tangki utama dari Klenteng Birokrasi Surga bisa takut menghadapi hantu.

1
Katarina Samuel
gak bisa ngalahin nih 👍
Katarina Samuel
pil obat penyembuh jiwa aja damon aku saranin ke psikiater atau ke pemuka agama disana biar hantunya keusir dari hidupmu
Katarina Samuel
ini paling ditakutin ketemu dewa beneran gak sih
Katarina Samuel
damono damono
Katarina Samuel
dah megap megap kalau aku mimpi kayak gini damon
Katarina Samuel
kasihan juga jadi damon kalau aku sih bisa pindah alam
Katarina Samuel
lebih nyebelin dari kaisar
Katarina Samuel
sulit bayangin tinggal dihunian seseram ini
Katarina Samuel
👍
Katarina Samuel
hantu paling ngeselin
Katarina Samuel
apes dah si damon
Katarina Samuel
🤣🤣🤣 ya aelah damon damon
Katarina Samuel
konyol sih
Katarina Samuel
serem juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!