Indry gadis religius yang lembut dan terlalu baik pada semua orang.
Zaki lelaki yang selalu hadir dan memberi namun perbedaan keyakinan selalu menjadi tembok pemisah yang tak terlihat diantara mereka.
pertemuan di stasiun tegal setelah 15 Tahun berpisah, menjadi awal dari kisah yang entah apa ujung nya.
tawa kecil, telfonan larut malam dan rasa nyaman pelan pelan berubah jadi kangen dan terbiasa.
tapi bagaimana jika cinta saja tak cukup?
bagaimana kalau Tuhan punya rencana lain....
dan satu keputusan yang harus dipilih,
melanjutkan.... atau melepaskan....
karna kadang, kangen terbesar adalah kangen yang hanya Tuhan yang tau....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andri Yuliantina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 21 Cerita Ibu, Kerja Keras Zaki, dan Hampir Bablas
*Ep 21: Cerita Ibu, Kerja Keras Zaki, dan Hampir Bablas
Minggu pagi. Jam 7:30 pagi. Rumah Mama Zaki, Tegal
Hujan kecil semalam bikin udara dingin. Indry bangun lebih dulu. Dari kamar tamu terdengar suara wajan dan suara Mama Zaki nyanyi pelan.
Indry keluar. Mama Zaki lagi ngaduk adonan martabak. Apron lusuh, rambut diiket seadanya.
Mama: “Pagi, Nak. Nggak bisa tidur ya?”
Indry: “Iya, Tante. Kebiasaan bangun pagi.”
Mama: “Sini bantu Ibu. Sambil kita ngobrol.”
Mereka duduk di meja kayu dapur. Bau minyak kelapa masih hangat.
Mama: “Indry, Ibu mau cerita Zaki kecil.”
Indry: “Iya, Tante. Aku mau denger.”
Mama berhenti ngaduk. Matanya jauh.
Mama: “Bapaknya Zaki itu sopir angkot jurusan Slawi-Tegal. Dari Zaki SD sampai SMA, Bapaknya kerja siang malam. Pernah 3 hari nggak pulang karena angkotnya mogok di Brebes.”
Indry: “Zaki cerita dikit. Katanya Bapaknya meninggal pas dia kelas 2 SMA.”
Mama mengangguk. “Iya, Nak. Kecelakaan. Angkot ketabrak truk.
Sejak itu Zaki yang jadi kepala keluarga. Umur 17 tahun, dia jualan martabak keliling. Dingin, hujan, dia tetap dorong gerobak.”
Indry menelan ludah. “Zaki nggak pernah cerita segitu beratnya.”
Mama: “Zaki nggak mau kamu kasihan. Dia mau kamu bangga.”
Mama nyodorin martabak panas.
Mama: “Zaki remaja itu pendiam, Nak. Nggak pernah pacaran. Teman-temannya nongkrong, dia jualan.
Teman-temannya nonton, dia nabung. Zain, sepupu Zaki, pernah bilang ke Ibu: ‘Bu, Zaki kerja keras biar kalau ketemu lagi sama ceweknya, dia siap nikah. Nggak mau malu’.”
Indry terdiam. Dadanya sesak.
Mama: “Cewek itu kamu ya, Nak. Dari waktu ikut Pak Lek nya jualan di Kalimantan kan kalian ketemu nya?
Zaki nunggu kamu. 15 tahun.”
Indry menutup mulut. Air mata jatuh.
Mama: “Jangan nangis, Nak. Zaki kuat karena kamu. Kalau kamu nggak datang lagi, Ibu takut Zaki patah.”
---
_Siang. Jam 12:15 siang. Rumah Paman Topo, 2 gang dari rumah Mama Zaki._
Mama Zaki diundang arisan. Zaki, Indry, dan adik Zaki tinggal di rumah.
Zaki: “Sayang, Ibu pergi 3 jam. Mau ke mana?”
Indry: “Nggak ke mana-mana, Zaki. Aku capek.”
Zaki: “Tidur yuk. Di ruang tamu aja.”
Mereka duduk di sofa. TV nyala tapi nggak ditonton.
Zaki: “Sayang… 3 jam itu lama.”
Indry: “Zaki, jangan ya. Kita janji.”
Zaki: “Aku tahu, Indry. Tapi aku kangen.”
Zaki geser duduk. Pelan. Pelukannya hangat dari belakang.
Zaki: “Aku tahan 15 tahun, Indry. 3 jam rasanya nggak adil.”
Indry menutup mata. Nafasnya pelan.
Zaki menunduk. Ciuman mendarat di leher. Pendek. Menuntut.
Zaki: “Bentar lagi sah, sayang. Bentar lagi…”
Tangan Zaki mulai gemetar. Indry merasakan batasnya hampir lepas.
Indry: “Zaki… berhenti.”
Zaki: “Aku…”
Indry: “Kalau kita jatuh sekarang, 15 tahun kita sia-sia. Aku nggak mau kamu malu di depan Ibu.”
Zaki mundur. Nafasnya berat.
Zaki: “Maaf, sayang. Aku egois.”
Indry: “Aku juga kangen, Zaki. Tapi kita janji sama Tuhan.”
Pintu depan berderit. Mama Zaki pulang lebih cepat.
Mama: “ZAKIII!!! KALAU KETAHUAN NGAPAIN, IBU SAPU KAMU SEKARANG!!!”
Zaki loncat mundur. Indry pura-pura merapikan bantal.
Mama: “IBU BARU 1 JAM PERGI!!! KELUAR KAMU!!!”
Zaki keluar sambil garuk kepala. Pintu ditutup.
Dari luar terdengar Mama ngomel: “ZAKI! NANTI KALAU UDAH NIKAH, MAU CIUMAN SAMPAI PAGI JUGA SILAHKAN!”
Indry ketawa pelan sambil tutup mulut. Dadanya hangat. Dijaga.
---
_Malam. Jam 9:30 malam. Kamar tamu._
Zaki chat dari kamar sebelah.
Zaki: “Sayang, maaf ya. Aku hampir… maaf.”
Indry: “Aku juga hampir kelepas, Zaki. Tapi Ibu benar.”
Zaki: “5 hari lagi kita ketemu di Karawaci. Tahan ya?”
Indry: “Tahan, Zaki. Demi yang halal.”
Zaki: “Sayang, Ibu cerita masa kecil aku ke kamu ya?”
Indry: “Iya. Aku jadi makin bangga sama kamu.”
Zaki: “Tidur ya, sayang. Aku jagain kamu dari jauh.”
Indry: “Iya, Zaki. Selamat malam, calon suamiku.”
Zaki: “Selamat malam, calon istriku.”
---
_Senin malam. Jam 10:45 malam. Kost Karawaci._
Meta VC. Background apartemen bule, meja makan ada steak, lilin, wine.
Meta: “DRY!!! GUE MAKAN ALA BARAT!!! PAKAI GARPU PISAU!!! GUE NGGAK BISA POTONG STEAK!!!”
Indry ketawa. “Met, pelan. Itu pisau bukan buat mukul orang.”
Meta: “EH DRY! CERITA DONG! MAMA ZAKI GALAK NGGAK? UDAH DIRUMAHIN BELUM? UDAH DIKENALIN KE TETANGGA BELUM?”
Indry: “Udah, Met. Mama Zaki baik. Aku diajak ke pasar, dikenalkan sebagai calon menantu.”
Meta: “WAH!!! CALON MENANTU!!! JADI NIKAH KAPAN?! GUE MAU JADI BRIDESMAID!!!”
Indry: “Met, baru 3 bulan pacaran.”
Meta: “3 BULAN CUKUP!!! LO KAN UDAH NUNGGU 15 TAHUN!!!”
Indry: “Met… Zaki kerja keras biar siap nikah. Aku nggak mau buru-buru.”
Meta: “IYA-IYA. TAPI KALAU ZAKI AJAK NIKAH BULAN DEPAN, GUE ANGGUK!”
---
_Selasa malam. Jam 9:55 malam. Grup WA “Keluarga AndreBetari”._
Mauba kirim foto: dia dan Dara makan bakso bareng.
Mauba: “Misa selesai. Dara tunggu aku di luar. Dia nggak masuk, tapi dia tunggu.”
Paul: “Keren, Ba. Saling hormat.”
Carel: “Kak Indry, jadi nggak nikah sama Zaki?”
Indry: “Rel, baru 3 bulan. Kita jaga batas dulu.”
Ogah: “KAK!!! KALAU KAK NIKAH, GUE MAU JADI MC!!!”
Meta: “DRY!!! GUE MAU JADI BRIDESMAID!!! BULE GUE MAU JADI PAJANGAN!!!”
Paul: “Meta, bule itu ada nama nggak sih?”
Meta: “ADA! TAPI GUE LUPA!!! YANG PENTING GANTENG!!!”
Semua ketawa.
Indry ketik pelan: “Makasih ya, kalian semua. Doain aku sama Zaki ya. Kita mau jaga yang halal.”
Carel: “Siap Kak. Kalau Zaki kurang ajar, aku yang marahin.”
Zaki yang kebetulan dipinjami HP Indry baca chat itu. Dia balas pakai HP Indry:
Zaki: “Siap, Rel. Kalau aku kurang ajar, Rel boleh pukul aku.”
Grup meledak ketawa.
---
_Malam. Jam 11:30 malam. Kamar tamu rumah Mama Zaki._
Indry chat Zaki.
Indry: “Zaki, kamu tidur?”
Zaki: “Belum. Aku dengar cerita Ibu. Aku malu, sayang.”
Indry: “Malu kenapa? Aku bangga sama kamu.”
Zaki: “Aku nggak mau kamu kasihan. Aku mau kamu bangga.”
Indry: “Aku bangga, Zaki. Sangat bangga.”
Zaki: “Tidur ya, sayang. Besok kita balik Karawaci.”
Indry: “Iya, Zaki. Selamat malam.”
Zaki: “Selamat malam, calon istriku.”
Di luar, hujan Tegal turun pelan.
Di dua kamar berbeda, dua hati yang hampir kelewatan batas, memilih menunggu yang halal.
Karena 15 tahun menunggu sudah cukup. Mereka nggak mau gagal sekarang.