NovelToon NovelToon
Anakku! Diceraikan Setelah Melahirkan

Anakku! Diceraikan Setelah Melahirkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Ibu susu
Popularitas:21k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Larasati, gadis desa sederhana, percaya bahwa pernikahannya dengan Reza Adiguna akan membawa kebahagiaan. Namun semua harapan itu hancur di hari ia melahirkan—anaknya direbut, dirinya diceraikan, dan ia dicampakkan tanpa sempat memeluk buah hatinya.

Sendiri dan hancur, Larasati berjuang bertahan hidup di tengah kota yang asing. Hingga takdir mempertemukannya dengan Hajoon Albra Brajamusti, pria yang dulu pernah dikenalnya tanpa sengaja.

Dengan keberanian yang tumbuh dari luka, Larasati menyamar sebagai ibu susu demi bisa dekat dengan anaknya kembali.

Di tengah perjuangannya, hadir perasaan yang tak pernah ia duga.

Apakah Larasati sanggup merebut kembali anaknya sekaligus menemukan arti cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nggak Usah Datang 21

Seminggu sudah Laras berada di kediaman Adiguna menjadi seroang ibu susu. Dia juga meninggalkan banyak kantong ASIP untuk diberikan kepada Elio ketika dirinya pulang.

"Kalau gitu aku pulang dulu ya Mbak Ani, ini udah sore soalnya. Bu Eva dan Bu RIni ada di rumah kan? Jadi pasti mereka pasti akan menemui Elio kan habis ini?"

Sebenarnya Laras tak ingin buru-buru pulang. Bahkan jika bisa dia ingin selalu berada di sisi Elio lebih lama.

Namu Laras juga menghindari pertemuannya dengan Reza. Ia tahu bahwa jadwal kepulangan Reza sebentar lagi. Jadi setiap hatinya Laras berusaha untuk pergi sebelum Reza pulang.

"Ehm nggak juga sih Mbak. Bu Eva dan Bu Rini nggak selalu datang buat nemenin Baby El. Mbak lihat sendiri kan selama di sini. Dari pagi sampai sore mereka nggak sekalipun buat nengokiin Baby El. Apalagi malem, tambah-tambah lagi nggak pernah muncul." Ani menjelaskan seperti apa adanya. Tak ada yang ditambahkan dan tak ada yang dikurangi. Semua sesuai dengan apa yang terjadi.

"Masa sih mereka nggak ada yang nengokin ke sini. Ini bayi mereka lho, ini bagian dari keluarga mereka lho. Terus Pak Reza, apa nggak nengokin juga?"

"Ehmm ada sih ke sini, tapi ya cuma sesekali. Paling nanya, gimana Elio? Dan gitu aja."

Dibalik cadarnya, Laras merasakan kemarahan yang luar biasa. Dia pikir anaknya direbut, untuk mendapatkan kasih sayang. Tapi ternyata tidak, Elio benar-benar diabaikan.

Sungguh miris sekali rasanya, mengetahui bayi yang usianya bahkan baru 2 bulan itu tidak dipedulikan. Terbuat dari apa hati orang-orang yang ada di sini? Laras benar-benar tak habis pikir.

"Terimakasih Mbak Ani, udah ngejaga Baby El,"ucap Laras dengan sepenuh hati. Jika tidak dad Ani, entah apa yang akan terjadi pada Elio.

"Sudah jadi tugas saya Mbak. Dan saya pun iba sama bayi ini. Udah dipisahin dari ibunya, eh nggak dapat kasih sayang juga dari ayahnya. Kayak cuma dijadiin pajangan aja."

Ingin sekali menangis rasanya mendengar ucapan dari Ani, tapi Laras harus menahan ini dengan baik.

Setelah memasukkan kantong ASI ke freezer khusus yang dibeli khusus untuk wadah ASIP, Laras pamit undur diri. Dia bernafas lega karena sampai di depan pintu, mobil Reza belum ada. Itu berarti pria tersebut belum pulang dari bekerja.

"Alhamdulillah,"ucap Laras lega. Dia pun melenggang pergi, namun langkahnya terhenti karena ada suara yang memanggil namanya.

"Mbak Saras, tunggu!"

Laras membalikkan tubuhnya, Ternyata Eva lah yang memanggilnya. Ia pun berhenti di tempatnya selagi Eva berjalan ke arahnya.

"Ada apa, Bu Eva?" tanya Laras saat Eva sudah sampai di dekatnya.

"Begini, Mbak Saras udah nyimpen ASIP kan? Banyak nggak?"

"Iya Bu, sudah. Lumayan banyak. Pokoknya aman, baby El tidak akan kelaparan."

Eva tersenyum kecil lalu berkata, "Besok Mbak Saras nggak usah kesini. Aku ingin ngabisin waktu seharian sama Elio."

Degh!

Terkejut, Laras sangat terkejut dengan ucapan Eva. Bagiamana bisa tiba-tiba dirinya tidak boleh datang? Laras yakin seminggu ini dia tidak berbuat apapun yang merugikan. Dia juga bersikap baik dan yakin betul bahwa mereka juga tidak tahu tentang identitasnya.

"Kenapa Bu, kok tiba-tiba begitu?" tanya Laras. Dia tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.

"Nggak apa-apa, Mbak Laras. Cuma pengen bonding aja sama Baby El. Jadi Mbak Laras nggak usah kesini dulu. Nanti aku kabari lagi. Ya udah hati-hati ya kalau mau pulang."

Tanpa mendengar jawaban dari Laras, Eva langsung masuk kembali ke rumah. Wajah wanita itu nampak berseri-seri sekali.

Sedangkan Laras, dia hanya berdiri terpaku. Bingung dan seolah waktu berhenti.

"Kenapa? Apa ada yang salah? Apa aku ngelakuin kesalahan?"

Laras berjalan seperti orang linglung. Dia bahkan melewati mobil yang biasa menjemputnya.

"Non, Non Laras sebelah sini,"ucap supir keluarga Brajamusti.

"Ah maaf Pak Jarwo. Saya ngelamun tadi. Maaf ya, Pak."

"Nggak masalah Non, yuk pulang."

Laras mengusap matanya yang basah. Tanpa sadar air matanya keluar begitu saja tanpa permisi. Dia bingung kenapa tiba-tiba Eva bersikap demikian.

"Nggak, aku nggak boleh kehilangan Elio. Aku harus bisa mengambil Elio dari mereka. Bang Hajoon, kapan dia akan pulang ya," gumam Laras dalam hati.

Sudah empat hari lebih Hajoon pergi. Laras sangat berharap Hajoon segera kembali dan melakukan rencana mereka, akan tetapi agaknya pekerjaan Hajoon di negeri ginseng itu lebih banyak dari dugaan.

Dan memang benar demikian. Saat ini Hajoon sangat sibuk sekali. Dia bahkan sampai membawa pekerjaannya ke apartemen karena ingin segera bisa menyelesaikannya.

"Ah ini lebih banyak dari pada yang aku bayangin. Kenapa sih harus ada masalah kayak gini,"gerutu Hajoon. Dia juga memijit pangkal hidungnya yang terasa sangat pegal.

"Kamu kok nggak bilang sih, kalau kerjaan di sini banyak banget," protes Hajoon kepada Adli.

"Ya kan kemarin udah dibilang kan kalau kerjaan di sini nggak bisa lagi ditunda. Itu ya karena kerjaannya banyak,"jawab Adli sambil memeriksa dokumen.

Haaah

Hajoon membuang nafasnya kasar. Dia sudah berjanji kepada Laras bahwa dirinya akan membantu membawa Elio kepada Laras. Tapi Hajoon tidak menyangka bahwa pekerjaan di sini begitu banyaknya. Dan dia sendiri tidak tahu kapan akan selesai.

"Tunggu ya Ras, aku mohon tunggu dulu. Tunggu sampai aku selesai baru kita mengambil putramu dari orang-orang itu."

TBC

1
Yul Kin
lanjut kak
Sugiharti Rusli
entah apa yang akan seperti apa si Reza yang pada akhirnya harus membayar mahal apa yang dia perbuat pada Laras saat baru melahirkan Ezio dulu,,,
Sugiharti Rusli
ah pasti Laras akan sangat terpukul dengan kematian putranya yah nanti😔😔😔
Sugiharti Rusli
dan saat dia bersama Laras, itu seperti memberi kesempatan kepada ibunya buat dekat dengannya walo hanya beberapa saat saja,,,
Sugiharti Rusli
kalo ga salah meningitis itu penyakit karena virus kan yah, entah Elio terjangkit saat kapan,,,
Sugiharti Rusli
apa sejatinya Elio sudah lama yah mengidap sakit saat dua bulan pertama dia ga mau minum ASI si Eva dan selalu menangis kejar,,,
A R
elll 😭😭😭😭😭 mimpii laras lahhhh ini???? masa el nya pergi 😭😭😭😭
Yunita Sophi
pasti akan tenang dan senanglah biar masih baby... krn dia tau Laras yg dulu mengandung dia...
Yunita Sophi
semangat Laras kamu pasti bisa dan tentu aja kamu akan berhasil...
Yunita Sophi
yah Hajoon kan baik Laras... kamu baru keluar rumah sakit kan emang harus istirahat dulu... Hajoon modus nya tepat kan 😄😄
Yunita Sophi
orang tua yg baik dan pengertian... semoga Laras mendapat kan mertua yg seperti mereka baik nya..
Yunita Sophi
Alhamdulillah semoga Hajoon bisa membalaskan sakit hati nya Laras...
Yunita Sophi
untung Laras bertemu teman lama yg baik...
dewi rofiqoh
Sepertinya tubuh elio tidak bisa menerima adi kamu Eva! Makanya ia kejang
Esther
iti pasti efek dari susu yang dicampur Eva
Yunita Sophi
nah ya Hajoon bawa anak orag ke rumah orang tua mu..
A R
😭😭😭😭 eliooo.. asi nya beracunb krn org nya punya niat jahatt
Sugiharti Rusli
kira" apa yang akan terjadi nanti saat di rumah sakit, dan apa Laras akan langsung berangkat saat itu juga ke kota,,,
Sugiharti Rusli
anak itu memberi sinyal dengan reaksi tubuhnya yang menolak dengan keras ASI dari ibunya yang dicampur meski hanya setetes,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya reaksi tubuh baby Elio hisa sangat sensitif meski ASI yang Eva beri hanya sedikit yah,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!