NovelToon NovelToon
Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Nikahmuda
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: adelita

Delina Azzahra Gustia, gadis 21 tahun yang paling anti dengan yang namanya duda, harus menghadapi kenyataan pahit... ancaman dari ayahnya.

"Kalau kamu masih bangun siang terus, Bapak nikahkan kamu sama duda!"

Ancaman itu selalu ia anggap angin lalu.
Sampai suatu hari... semuanya berubah.

Sebuah kejadian konyol yang tak pernah ia bayangkan-kepeleset, lalu jatuh tepat di atas seorang pria asing-membuat hidupnya jungkir balik.

Lebih parahnya lagi, warga memergoki mereka dalam posisi yang... tak bisa dijelaskan.

Pria itu adalah Muhammad Agam Alfariz. Seorang gus berusia 30 tahun.

Dan sialnya... dia adalah tipe pria yang paling Delina benci. Namun karena fitnah yang terlanjur melebar, satu keputusan harus diambil.

Menikah...

Dalam semalam, Delina yang anti duda... justru sah menjadi istri seorang gus mantan duda.

Hidupnya yang dulu bebas, kini berubah total.

ig: adelgustian_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Butuh waktu satu jam, sampai mereka tiba ditoko perabotan.

" Kamu yang pilih, ya. Saya kurang ngerti kalau cari barang-barang elektronik begiini."" Ucap Agam sat mereka memasuki toko.

" Memangnya kita beli apa aja Om? gak cuman kompor aja kah?" Tanya Delina.

" Apa saja yang kita butuhkan dirumah, yang pastinya kita beli kompor buat masak dulu. "

" Ayo pilih, setelah ini masih banyak yang harus kita beli."

" Emang apaan lagi Om? Kan cuman belanja bulanan sama beli perabotan terus beli alat masak aja." Ucap Delina.

" Iya, memilihnya pasti lama. " Ucap Agam.

" Kita beli yang dibutuhkan aja dulu Om, kompor sama kulkas aja dulu." Ucap Delina.

" Loh kenapa? " Tentu saja Agam heran, tumbenan banget. Biasanya juga melunjak.

" Gak, apa-apa. Om." Jawab Delina sembari melihat-lihat merk apa yang bagus untuk dipakai sekali tapi awet bertahuntahun.

" Langsung beli semuanya aja, nanti biar diantarkan pihak toko nya."

" Tapi, Om-"

" Ayo pilih, saya gak akan jatuh miskin kalau untuk beli kebutuhan rumah dan keperluan istri." Jawab Agam lagi.

Ia tahu, pasti kekhawatiran Delina adalah perkara uang tabungan nya. Asalkan Delina tahu saja uang yang di milikin Agam sudah mencapai unlimited.

Kurang lebih satu jam, mereka di toko elektronik. Nyatanya pria itu kagum dengan cara pikir Delina dalam setiap memilih barang. Terbukti walaupun hanya membeli 4 item memang uangnya lumayan besar tapi kegunaan nya sudah terjamin awet pemakaiannya.

Delina juga membeli peralatan masak lengkap dan peralatan makan. Kini mereka sudah dalam perjalanan kembali kerumah, tapi mobil mereka tidak menuju arah sana.

Mereka berbelanja kebutuhan pokok mengisi isi kulkas baru mereka.

Delina berdiri dii dpan sayur-sayuran segar, ia memilah-milah. Agam hanya memperhatikan Delina sjaa. Tdak ikut memlih. Biarlah istrnya yang mengurus keperluan perut mereka.

" Om suka sayuran apa? " tanya Delina ia mengangkat kankung satu iket dan sawi hijau.

" Saya sembarang, apa saja saya makan."

" Berarti suka sayuran kan?

" Iya, semua saya suka."

" Gak ada elergi apapun itu?"

" Saya elergi Udang sama seafood aja."

" Ikan bisa makan? Ayam? Cumi? "

" Bisa, kecuali cumi saya gak bisa."

" Kalau gitu kita beli dulu sayuran nya." Ucap Delina bersemangat mengambil sayur-sayuran yang masih segar dimasukan kedalam keranjang.

Mereka menuju ke bahan olahan siap saji, seperti nugget sosis dan bahan lain nya untuk sarapan pagi. Pikir Delina. Persiapan saja, jika dirinya telat bangun pagi ada bahan darurat yang langsung disajikan.

" Om bisa makan olahan siap sajikan?" Tanya Delina.

" Nugget? Sosis? Bisa." Jawab Agam.

" Daging mentahan?"

" Kalau mentah gak bisa, kalaua sudah dimasak bisa." Jawab Agam.

" Eh, iya maksud aku gitu Hehehe..." jawab Delina tekekeh pelan membuat Agm menggeleng pelan melihat kelakuan delina.

Delina mengambil masing-masing satu saja, ia takut uang Agm nanti tidak ckup.

" Kenapa ambil sedikit? Ambi lagi, camilan nya juga sekalian." Ucap Agam saat Delina mengambil yang ukuran kecil masing-masing cuman satu.

"Cukp aja itu Om."

" Gak sampai seblan habis sudah itu nuggetnya."

" Ambil lagi. " Ucap Agam ia mengambil lagi yang lebih besar dan juga camilan seafood buat Delina.

Delina dan agam menuju ikan-ikan segar , Delina meminta yang baru saja di potongkan langsung. biar awet segernya, pikir Delina.

Setelah semuanya, mereka langsung pulang tidak lpa menghubunggi pihak barang elektronik untuk mengantar barang mereka.

Sesampainya dirumah, disusul dua mobil pick-up dibelakang. Agam membukakan pintu membantu memindahkan barang-barang belanjaan mereka kedalam.

" Wah, belanja banyak kalian ya? Kirain gak bisa belanja gituan." Celetuk seseorang dari arah samping.

Delina menoleh kesampiing, tenryata anaknya Pak Gatot.

" Hadeh, cabe bohay ini lagi." Batin Delina muak.

" Iya,namanya juga pegantin baru Mbak. Harus belanja keperluan isi rumah." Jawab Delina sedikit ketus.

" Tumben, emang nya suami mu ada duit? Yaa, walaupun dia ustads pasti ada lah jobya dimna-mana. Cuman emang cukup uangnya? "

" Kalian kan, habis keluar duit banyak... Ups, mungkin uang kamu kali yaa? Kan bapak mu kaya Lin, beda samma suami mu." Ucap Wirta julid.

" Dari pada urusin rmah tangga orang lain, mending urusin hidup embak aja deh. Noh, suami sampean sering ku liat mampir di warung remang lagi." Jawab Delina kesal.

" Kurang ajar kamu! Nuduh, suami saya sembarangan! Mentang-mentang dapat spek alim, jangan memfitnah sembarangan."

" Sampean duluan yang mulai, ngata-ngatain saya. Tapi mmang kenyataan nya gitu, tanyai aja ke warung mbulek sri, banyak saksinya." Jawb Delina nyelonong masuk kedalam rmahnya meninggalkan Wirta yang memasang wajah garang

" Dasar bocah gendeng! Sok, wenak sendiri congor Rek! " Gerutu Wirta.

Agam melihat kedatangan Delina, yang misuh-misuh sendiran.

" Kenapa? Muka mu jelek banget." Jawab Agam ia menyusun-nyusun masakan kedalam kulkas.

" Itu si Mbk Rawit, ngeselin banget! Kenapa bisa tetanggaan sama tuh makhluk dedemit." Kesal Delina ia melampiaskna nya dengan menyusun perabotan dapur.

" Rawit siapa Dek? "Tanya Agam tidak mengeti.

" Anaknya Pak Gatot kaca itu loh Om, yang ngegas sok-sok an nuduh kita berbuat iya-iya di pos kamling. "

Agam baru teringat dengan pria tua yang giginya sudah setengah ilangg itu. " Oh, yang setengah ompong itu ya? " Tanya Agam.

" Iya, yang itu. Heran banget deh, kenapa tuh satu keluarga sering banget ikut campur keluarga bapak."

" Memang dia, baik kali dek."

" Mana ada Om, dia tuh memang dari dulu gak suka sama bapak. Kirain cuman Pak Gatot sekalinya se anak-istrinya juga. "

" Emang kalian penah ada maslah? Smapai segitunya dia benci sama Bapak?"

" Kata Bapak, gak pernah. Kenal juga gak terlalu kok, cuman iri aja dia tuh sama Bapak yang lebih maju usaha nya."

" Eh, sekarang kita malah tetanggaan sma anaknya. Kenapa juga Om, beli rumah sampingan sama rawit itu."

" Saya kan gak tahu dek, kalau tahu. Mungkin kita gak akan tinggal disini, tapi saya udah beli ini lama. Sebelumnya disampingnya kosong."

" Mungkin baru pindah juga. "

" Jangan ngomel-ngomel terus, nanti cepet tua."

"Doa Om jelek banget." Sungut Delina.

...➰➰➰➰...

Har-hari berjalan seperti biasa, kehidupa yang cukup monoton bagi Delina. Awalnya memang agak kaget, harus terbiasa bangun pagi, buat srapan. Mikirin menu makan siang sampai malam, belanja sayuran apa aja di warung depan,harus cuci baju sendirian.

Semua pekerjaan Delina lakukan, tekadang Agam akan membantunya. Mereka lebih sering mengejakan berdua saat Agam libur atau lagi dirumah.

Hari ini, tidka ada angin dan hujan. Seseorang datang tanpa diundang kerumah Delina dan Agam.

Ia sdah berdiri didepan pintu sambil nyengir tak jelas, Delina hanya memasang wajah datarnya.

" Cepet amat lo buka pintuya."

" Kirain suami gue, ternyata dedemit." Jawab Delina ngasal.

" Jangan marah lah, kan sudah berhasil nikh sama pujaan hati lo."

" Ini, gue. Gak di persilahkan masuk atau gimana dah?" Tanya Aldo keheranan saat dirnya hanya disuruh berdiri didepan pintu saja, sedangkan Delina menghadang didepan pntu.

" Ngapain lo disni?" Tanya Delina.

" Mau jenguk sahabat karib gue lah." Jawab Aldo.

" Gak mungkin, pasti ada sebabnya kan?" Tuding Delina.

" IYa, sekalian disuruh Bu Lela ngasih ini ke lo." Ucap Aldo memberikan bungkusan hitam.

"Apaan isinya? Buah ya?" Tanya Delina menerimanya.

" Iya, buah mangga." Jawab Aldo.

" Wah, pas banget. Gue pengen makan mangga, kebetulan gue buat Es buah juga sekalian pencokan ." Ucap Delina kesenangan.

" L-lo beneran ngidam Lin?" Tanya Aldo tidak menyangka.

" Hah? Maksudnya?" Tanya delina.

"Bener, yang dikatakan mak lo, lo tekdung kan..."

" HAH!!!!! "

1
Dhika Bundanya Dedeg Afnan
bagus lanjut lgi donk
Eu Angel Lie
kena omongan ortu dapat duda ya🤣
Aimee Aiko
kok lama kelanjutannya
Anime aikō-kā
p
Aimee Aiko
kok lama gak muncul" lanjutannya
Adelita0305: Malam ini mimin update ka ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!