NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Arga Bimantara

Kelahiran Kembali Arga Bimantara

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Di kehidupan sebelumnya, Arga Bimantara adalah pria malang yang terjebak dalam jerat cinta buta kepada Tiara. Namun, pengabdiannya hanya dibalas pengkhianatan. Ia harus melihat kedua orang tuanya meninggal dalam kemiskinan dan kehinaan, sementara dirinya sendiri habis dikuras sebagai "sapi perah" oleh keluarga Tiara yang parasit. Arga mati dalam penyesalan mendalam, menyia-nyiakan hidup tanpa sisa.
​Tak disangka, takdir memberinya kesempatan kedua. Arga terlempar kembali ke tahun 2000—titik awal di mana segalanya masih bisa diperbaiki.
​Kali ini, Arga tidak akan lagi menjadi "si penjilat" yang lemah. Dengan ingatan masa depan dan modal miliaran rupiah dari keberuntungan yang ia rebut, ia memulai langkah pertamanya dengan satu tindakan tegas: Memutuskan hubungan dengan Tiara dan menghancurkan skema licik keluarga wanita itu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Barulah Arga paham. Ini adalah adik perempuan Sherly—Shelina.

“Maaf, kalian benar-benar mirip dari belakang,” Arga menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Mirip?” Shelina tertawa sinis. “Dengar ya, jangan mimpi ketinggian. Kakakku itu levelnya langit, kau itu cuma tanah. Orang yang pantas bersanding dengannya itu cuma Kak Kevin!”

Shelina mendengus dan berbalik pergi menuju seorang pemuda bertubuh tegap yang sedang berbincang akrab dengan Pak Rendra. Pemuda itu adalah Kevin, putra mahkota dari sebuah grup konglomerat otomotif.

“Rendra, anak muda ini bibit unggul,” ujar rekan bisnis Pak Rendra sambil menunjuk Kevin. Pak Rendra hanya tersenyum tipis, matanya sempat melirik Arga di kejauhan dengan tatapan datar.

Kevin yang merasa mendapat dukungan, melangkah santai menuju Arga dan mengulurkan tangan. “Boleh kita kenalan? Aku Kevin, tunangan Sherly.”

Udara di sekitar mereka seakan membeku. Arga menyambut uluran tangan itu dengan senyum tenang. “Halo, aku Arga. Pacar Sherly.”

“Tunangan?” Arga menaikkan sebelah alisnya.

Shelina yang tiba-tiba muncul di samping Kevin menyambar, “Iya! Kak Kevin ini lulusan luar negeri, CEO muda, dan calon suami pilihan Papa buat Kak Sherly!”

Tepat saat ketegangan memuncak, suara tepuk tangan riuh bergema di aula. “Tokoh utama kita sudah datang!”

Di ujung tangga besar, Sherly muncul mengenakan gaun putih pualam yang elegan. Mahkota kecil di rambutnya berkilau terkena cahaya lampu, membuatnya tampak seperti putri keraton modern yang sangat memesona. Arga terpaku; meski sering bertemu, kecantikan Sherly malam ini benar-benar membuatnya kehilangan kata-kata.

Sherly melangkah turun menuju arah Kevin dan Arga. Kevin tersenyum lebar, merasa di atas angin, lalu membuka tangannya bersiap menyambut pelukan Sherly.

Namun—

Sherly justru melewati Kevin begitu saja seolah pria itu adalah tiang bangunan.

“Mas Arga, akhirnya kau datang!”

Sherly langsung menghambur ke pelukan Arga di depan ratusan pasang mata yang terperangah. Aula seketika sunyi senyap. Mulut Shelina menganga, sementara wajah Kevin berubah gelap menahan malu yang luar biasa.

Arga tersenyum kecut sambil mengelus rambut Sherly. “Kau benar-benar pandai membuatku jadi musuh publik nomor satu malam ini.”

Sherly mengedipkan mata nakal. “Biar semua orang tahu siapa pemilik hatiku.”

“Sherly!” Kevin mendekat dengan suara tertahan. “Ingat apa yang dibicarakan orang tua kita?”

Sherly menoleh dengan tatapan dingin. “Kalau kau merasa sudah sepakat dengan Papaku, silakan menikah dengan Papa. Pernikahanku, aku sendiri yang tentukan.”

Kevin mengertakkan gigi. “Aku sudah main saham sejak remaja. Dengan modal kecil, aku bangun perusahaan valuasi miliaran. Sekarang aku CEO sukses. Coba katakan—apa yang membuatmu merasa lebih layak dariku untuk Sherly?”

“Aku lebih ganteng darimu,” jawab Arga santai sambil tersenyum lebar.

Satu kalimat itu hampir membuat Kevin meledak karena marah. Sherly pun tertawa lepas mendengar jawaban Arga yang tak terduga.

Menahan amarahnya, Kevin mengeluarkan sebuah kotak beludru dan membukanya. Di dalamnya terbaring sebuah cincin berlian biru yang sangat langka dan berkilau mewah.

“Ini berlian biru koleksi khusus, nilainya 1 miliar. Ini kado ulang tahunku untuk Sherly,” ucap Kevin dengan sombong, mengundang decak kagum dari para tamu.

“Gila, 1 miliar buat kado!” bisik tamu-tamu di sekitar.

Kevin menatap Arga dengan pandangan menghina. “Ketampanan tidak bisa beli berlian, Arga. Sekali aku bergerak, kadoku 1 miliar. Lalu kau? Apa yang bisa kau berikan pada Sherly? Jam tangan KW atau janji manis?”

Arga hanya tenang, lalu perlahan merogoh saku jasnya. “Kado, ya? Kebetulan aku juga bawa sesuatu yang lumayan.”

Sherly Gunawan jelas bukan perempuan sembarangan. Hanya bermodal tampang saja, seseorang sama sekali tidak akan layak bersanding dengannya. Jika ingin menjadi pria di sisinya, dibutuhkan kekuatan nyata sebagai sandaran hidup!

Dan jelas, Kevin—yang mampu menghadiahkan cincin berlian senilai satu miliar—dianggap memiliki kemampuan itu oleh banyak orang di ruangan tersebut.

Menghadapi tatapan penuh penilaian dari para tamu undangan serta sikap agresif Kevin, Arga hanya terkekeh ringan. Dengan tenang ia berkata,

“Apa yang bisa kau berikan, aku juga bisa. Namun apa yang bisa kuberikan, belum tentu kau sanggup beli.”

“Hah, menggelikan!”

Kevin mencibir dengan wajah meremehkan. “Maksudmu, kau bisa memberi hadiah yang lebih mewah dariku?”

“Ya.” Arga mengangguk santai.

“Baik!” Kevin tertawa dingin. “Kalau hari ini kau bisa mengeluarkan hadiah yang nilainya lebih tinggi dari cincin berlianku, aku akan sujud dan memanggilmu bapak!”

Hadiah ulang tahun senilai satu miliar rupiah sudah berada di puncak kemewahan untuk ukuran kelas atas Semarang. Dari informasi Pak Rendra, Kevin telah mengetahui bahwa Arga hanyalah pemuda dari desa. Bagaimana mungkin ia mampu mengeluarkan hadiah yang lebih berharga darinya?

Di hadapan semua orang, Arga perlahan mengeluarkan sebuah kotak hadiah berbentuk persegi panjang dari tasnya. Ia menyerahkannya kepada Sherly sambil tersenyum hangat.

"Sherly, selamat ulang tahun. Buka saja, lihat apakah kau menyukainya.”

“Selama itu darimu, aku pasti menyukainya, Mas.”

Sherly tak sabar membuka kotak tersebut. Seketika, seluruh pandangan di aula tertuju ke arah hadiah itu. Di dalam kotak yang beludrunya sangat halus, terbaring satu set perhiasan giok yang memancarkan cahaya hijau tua nan elegan dan sangat jernih.

“Ini…”

Sherly mendongak dengan mata terkejut, menatap Arga penuh emosi.

“Ya,” jawab Arga ringan. “Ini dibuat dari bongkahan giok Imperial Green kualitas tertinggi yang kupotong di pameran batu mulia kemarin. Ukurannya pas, jadi kujadikan satu set perhiasan lengkap.”

“Pameran Batu Mulia? Giok Imperial Green?”

Tiba-tiba seseorang di kerumunan tamu berseru,

“Ya Tuhan, aku tahu siapa dia!”

“Dia Arga! Si Titisan Naga yang memenangkan taruhan aset lebih dari sepuluh miliar dari Joni Hartono dalam 'Pertempuran Milenium' kemarin!”

Wush!

Kerumunan langsung gempar. Seruan keheranan menggema di seluruh aula mansion.

“Jadi dia Titisan Naga legendaris yang baru muncul di dunia finansial itu!”

“Kudengar orang ini sangat cerdik dan sakti. Siapa pun yang menantangnya, pasti berakhir bangkrut.”

“Kalau begitu… berarti perhiasan giok itu terbuat dari giok Imperial miliknya yang ditaksir bernilai dua puluh miliar?”

“Dua puluh miliar?! Astaga!”

Kabar tentang Pertempuran Milenium hampir dikenal luas di kalangan elite, begitu pula penemuan batu giok Imperial Green kelas puncak yang membuat Arga meraup keuntungan fantastis.

Suasana menjadi sangat canggung bagi Kevin. Tentu saja ia mengenal nama Titisan Naga yang sedang viral itu, tetapi ia sama sekali tidak menyangka bahwa orang itu adalah Arga! Cincin berlian senilai satu miliar dibandingkan dengan satu set perhiasan giok senilai dua puluh miliar—mana yang lebih berharga, tak perlu lagi diperdebatkan.

“Mas Arga, terima kasih banyak!” ucap Sherly penuh haru.

“Jangan terburu-buru berterima kasih,” kata Arga sambil tersenyum misterius. “Aku masih punya hadiah kedua.”

“Masih ada?” Sherly sedikit terkejut. Semua orang pun menatap Arga tanpa berkedip.

1
Jujun Adnin
lagi
Dewiendahsetiowati
senjata makan tuan,pingin Arga bangkrut ternyata malah untung
Fajar Fathur rizky
cepat bongkar kebusukan kevin bikin bangkrut thor
LING: gbklan langsung di bongkar biar muter2 dlu karna belum nyampe target dpt uang
total 1 replies
Fauziah Daud
Keren.. trusemangattt
Jujun Adnin
lanjutkan
Dewiendahsetiowati
ternyata yang dihina adalah orang terkaya yang ditunggu banyak orang🤣🤣
sitanggang
gak bisa yaa kok masalahnya di mantan/kluarganya terus siih, JD nampak monoton jln ceritanya...membosankan 🤣🤣🤦
Fauziah Daud
hahaha.. tercengang 🤣🤣
Dewiendahsetiowati
Shelina makanya jangan meremehkan orang lain,malu kan ternyata yang diremehkan membela kamu
Dewiendahsetiowati
kalau Rendra dan Kevin tahu Arga yang terkaya langsung stroke 🤣🤣
Fauziah Daud
Keren.. trusemangattt
Jujun Adnin
lanjut
Fauziah Daud
hahaha rasakan.. trusemangattt
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Sastra Aksara: Terimakasih kak😍
support terus yaa
total 1 replies
Fauziah Daud
sudah terlambat Lahan udah di borang.... trusemangattt
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
Jack Strom
Lanjuuut!!! 😁
Jack Strom: Eh jangan, entar leduk... 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!