NovelToon NovelToon
Kehilangan Di Hari Pelantikan

Kehilangan Di Hari Pelantikan

Status: tamat
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Nathan Han yang mengejar ambisinya sehingga mengabaikan tunangannya. Pada hari ia terpilih sebagai pemimpin organisasi terbesar di kota itu, tunangannya, Calista Li, ditemukan terjun ke laut dan dinyatakan meninggal. Tanpa pesan. Tanpa alasan.

Lima tahun kemudian, Nathan Han menjadi pemimpin yang ditakuti. Dingin dan tanpa belas kasihan. Suatu malam, saat ia diburu musuh, ia bertemu dengan seorang gadis. Wajah gadis itu sangat mirip dengan Calista yang telah mati.

Siapakah gadis itu sebenarnya? Dan apakah Nathan akan mencintai gadis yang begitu mirip dengan tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Malam itu.

Mobil Nathan kembali berhenti di kejauhan dari apartemen elit milik Liang Wei.

Kali ini tidak ada pergerakan terburu-buru. Semuanya sunyi.

Terlalu sunyi.

Nathan duduk tenang di dalam mobil, matanya menatap gedung tinggi di depannya.

“Dia menunggu kita masuk,” ucapnya pelan.

Marcus mengangguk. “Dan kali ini, kita benar-benar masuk?”

Nathan tersenyum tipis.

“Iya… tapi bukan seperti yang dia harapkan.”

Ia membuka pintu mobil.

“Bagi tim menjadi dua. Satu tetap di luar, awasi semua jalur keluar.”

“Baik, Tuan.”

“Tim kedua ikut denganku… tapi kita tidak lewat pintu utama.”

Marcus langsung mengerti.

Beberapa menit kemudian.

Di sisi belakang gedung.

Nathan dan beberapa anak buahnya sudah berada di jalur servis.

Tanpa suara.

Tanpa jejak.

Mereka masuk melalui akses darurat yang jarang digunakan. Lift tidak digunakan. Tangga darurat menjadi pilihan.

Langkah mereka ringan, teratur, seperti bayangan yang bergerak dalam gelap.

Sementara itu…

Di ruang kontrol.

Liang Wei menatap layar monitor. Alisnya sedikit berkerut. “Mereka tidak masuk dari depan…” gumamnya.

Seorang anak buah langsung panik. “Tuan, mereka berpencar!”

Liang Wei tersenyum tipis.

“Menarik.”

Namun ... beberapa layar tiba-tiba mati.

Satu.

Dua.

Tiga.

“Gangguan sistem?” tanya anak buahnya.

Liang Wei kini tidak lagi santai.

“Bukan…”

Tatapannya menajam.

“Mereka sudah masuk!"

Di lantai atas.

Nathan berjalan di lorong gelap.

Tangannya menggenggam pistol. Langkahnya berhenti di depan sebuah pintu besar.

Ia memberi isyarat kecil.

Tiga…

Dua…

Satu—

BRAK!

Pintu didobrak.

DOR! DOR! DOR!

Tembakan langsung dilepaskan.

Dua penjaga di dalam ruangan tumbang seketika.

Nathan masuk lebih dalam. Matanya menyapu ruangan.

Kosong.

Ia menyipitkan mata. “Dia tidak di sini…”

Marcus langsung bergerak memeriksa area lain. “Tuan, ini ruang palsu.”

Nathan tersenyum tipis. “Tentu saja.” Ia berbalik. “Dia ada di atas.”

Di lantai tertinggi.

Pintu lift terbuka perlahan.

Liang Wei berdiri di tengah ruangan luas, menghadap jendela besar.

Tangan di saku. Tenang... Namun matanya tajam.

Suara langkah terdengar dari belakang.

Nathan muncul.

Keduanya akhirnya berdiri saling berhadapan.

Hening.

Udara terasa berat.

“Lama tidak bertemu, Nathan Han,” ucap Liang Wei santai.

Nathan tidak menjawab.

Tatapannya dingin.

“Semua ini… hanya untuk memancingku keluar?” tanyanya datar.

Liang Wei tersenyum.

“Dan kau datang. Sepertinya kau sangat yakin pada dirimu sendiri."

Nathan melangkah satu langkah ke depan.

“Dan sekarang… kau tidak punya tempat untuk lari.”

Tawa kecil keluar dari Liang Wei. “Lari?” ulangnya. “Kau pikir aku akan lari?”

Ia menatap Nathan dalam.

“Aku justru menunggumu.”

Suasana menegang.

Dua kekuatan besar...akhirnya berhadapan langsung.

Nathan mengangkat pistolnya perlahan.

Liang Wei tetap diam, tidak bergerak.

“Kalau begitu…” gumam Nathan pelan. “Permainan ini selesai di sini.”

Hening.

Tidak ada suara selain napas pelan dua pria yang saling berhadapan.

Nathan berdiri tegak, pistolnya terarah lurus ke depan.

Sementara Liang Wei...tetap santai, seolah laras senjata itu tidak berarti apa-apa baginya.

“Lima tahun…” ucap Liang Wei pelan, memecah keheningan. “Kau berubah jauh.”

Nathan tidak menjawab.

Tatapannya tetap dingin.

“Aku pikir kehilangan tunanganmu akan menghancurkanmu,” lanjut Liang Wei. “Ternyata… malah membuatmu lebih berbahaya.”

“Tidak perlu basa-basi,” ucap Nathan akhirnya. "Aku tidak datang untuk bicara.”

Ia menekan pelatuk sedikit, cukup untuk memberi tekanan.

Liang Wei tersenyum tipis.

“Kalau begitu… kenapa kau tidak tembak?”

Nathan menyipitkan mata dan di saat itulah ia menyadari sesuatu.

Lalu—

klik.

Suara kecil itu terdengar lagi.

Sangat halus.

Nathan langsung menarik napas pendek. “Bom lagi…” gumamnya.

Liang Wei tertawa pelan. “Akhirnya kau menyadarinya.”

Ia melangkah satu langkah maju, masih tanpa rasa takut.

“Seluruh lantai ini sudah kupasangi bahan peledak,” lanjutnya santai. “Satu gerakan salah saja…”

Ia mengangkat tangannya sedikit.

“Boom.”

Marcus yang berada di belakang langsung menegang.

“Tuan…”

Nathan tidak bergerak. “Jadi ini rencanamu?” tanyanya datar. “Mati bersama?”

Liang Wei menggeleng pelan.“Tidak, hanya kau yang mati," jawabnya.

Detik itu juga...

DOR!

Satu tembakan terdengar dari arah lain.

Peluru melesat cepat...

Nathan refleks menggeser tubuhnya. Peluru hanya menggores bahunya.

“Tch…”

Darah merembes tipis.

Dari balik bayangan... beberapa pria bersenjata muncul.

Mengurung mereka.

“Sekarang…” ucap Liang Wei pelan, senyumnya semakin dalam. kau benar-benar terjebak.”

Nathan berdiri di tengah kepungan. Luka di bahunya tidak ia pedulikan.

Tatapannya justru semakin dingin. Perlahan ia menurunkan pistolnya.

Senyum tipis muncul di bibirnya. “Liang Wei… kalau kau pikir aku datang tanpa persiapan …kau benar-benar meremehkanku.”

Detik berikutnya...

Suara ledakan kecil terdengar dari bawah.

BOOM!

Gedung sedikit bergetar.

Wajah Liang Wei berubah. Untuk pertama kalinya ia tidak tersenyum.

Nathan menatapnya dingin.

“Aku bilang…”

Ia mengangkat kembali pistolnya.

“…jebakan ini akan jadi kuburanmu.”

1
awesome moment
pembalasan yg indah
awesome moment
bnr kn? james. jd tpt bgts. smua dibabat habis
awesome moment
mgk bukan jims yg melecehkan calista. tp...james. dgn imbalan posisi utk nathan.
awesome moment
nathan tahu klo dia diperalat
awesome moment
jims melecehkan calista. dan calista g bisa cerita ke nathan. dibonusi...nathan g peduli. jd calista pilih pergi
awesome moment
jgn2 n kek cerita film. yg mbak istri kabur krn udh g tahan dgn sikap mas bojo. dia memalsukan kematiannya sndiri demi ttp waras dan happy. merubah total dirinya bahkan smp suara.
Anonim
Ceritanya kesan terburu2 di akhir… sejujurnya Cinta yg kembali di hari vonis lbh menarik dan tegang … semangat Thor.. terima ksh atas karya2mu
Kinara Widya
yaaa tamat
Dirga Ayunda Dirga
lanjut thour
Kinara Widya
lanjut kak
Dini Anggraini
Nathan sebaiknya kamu pasang CCTV canggih yang bisa melihat video beserta suara orang di dalamnya jangan sampai kejadian dulu calista depresi dan gak mau kembali sama kamu terjadi lagi. Dia sekarang merasa tubuhnya sudah kotor dan gak pantas buatmu lagi nathan jangan sampai kamu kehilangan calista untuk kedua kalinya... 🥰🥰
Kinara Widya
semoga Liora baik2 saja
Kinara Widya
apakah Liora sudah sadar...
Dian Fitriana
update
Kinara Widya
di suruh siapa Ruby...apa jangan2 Ruby menyukai nathan
Kinara Widya
aduh ada penghianat kah...atau pelayan itu menyukai Nathan...
Kinara Widya
jadi perawat Nathan selamanya..liora
Fortu
Tanda tanda ingatan mulai pulih ini
Fortu
semoga musuh Nathan tidak menyakiti Liora lagi
Fortu
syukurlah kalau tes DNA
dan semoga tidak menjadi korban lagi sebab musuh Nathan banyak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!