Fatimah dan Farrel, dua nama yang kalau disebut bareng, seluruh sekolah pasti langsung heboh. Bukan karena mereka pacaran, tapi karena setiap kali bertemu, pasti berantem. Farrel terkenal sebagai cowok jenius yang santai tapi super jail, tapi herannya jailnya cuma sama Fatimah. Sementara Fatimah dikenal sebagai cewek pintar yang gampang kesal dan nggak tahan lihat tingkah konyolnya.
Mereka dijuluki “Tom & Jerry versi sekolah” selalu ribut. Sampai suatu malam, sebuah kecelakaan tak terduga mengubah segalanya, setelah pertengkaran besar.
Saat sadar di rumah sakit, dunia mereka terbalik — Fatimah terjebak di tubuh Farrel, dan Farrel di tubuh Fatimah.
Dunia seakan berputar terbalik.
Farrel harus belajar jadi cewek yang biasa dandan, sementara Fatimah harus berpura-pura jadi cowok santai yang senyumnya bisa bikin satu sekolah teriak walaupun di saat dengannya kayak monyet. Bisa gak mereka bertahan di tubuh yang salah dan gak sesuai dengan gander mereka? Penasaran yuk baca Guys😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah Cutꪻᶠᵃᵗᶦ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Wylza harus ditindaklanjuti caranya dengan operasi...
🧸🦋 Happy Reading 🦋🧸
"Assalamualaikum, hallo Fati, gue bingung jirr! Adek lu Zaza masuk RS jadi–" perkataan Farrel terputus, saat di seberang telpon ada suara berat yang berteriak kaget, membuat ia menjauhi hp di telinga.
"APA?!" teriak Fatimah yang ada di rumah Farrel, saat ini dia langsung bangun dari tidurnya dengan panik.
"Lu gak becanda kan!? Kenapa Zaza sampai masuk rumah sakit?!" seru Fatimah dengan terburu-buru sambil mengambil jaket dan kunci mobil, dan berjalan ke luar rumah.
"Gue juga gak tau, katanya dia di tampar. Setelah itu pingsan. Gue buru-buru bawa dia ke RS, dan gue bingung jirr, gue gak apa-apain Zaza tapi kenapa gue yang di salahin! Malah Papa lu nuduh gue yang nampar Zaza!" jelas Farrel dengan kesel setelah itu mengerut keningnya saat mendengar suara mobil yang di hidupin.
"Okeh, gue ke sana sekarang! Kirim alamat rumah sakitnya. Lu tunggu di sana kalo ada apa-apa, langsung kasih tau gue, lu jangan matiin hpnya biarin aja," ucap Fatimah cepat dan menjalankan mobilnya.
"Hufff, okeh..." ucap Farrel sambil menatap pintu UGD, berharap Zaza baik-baik aja walaupun dia gak yakin.
"Far, lu ada di mana gue udah di depan RS nih," tanya Fatimah cepat terdengar dari hp Farrel.
"Di depan ruang UGD, buru sini!" kata Farrel tegas. Entah kenapa Farrel merasa khawatir takut Zaza yang manis kenapa-kenapa.
PUK!
Merasa ada yang menepuk bahunya, Farrel menoleh ternyata itu Fatimah, saat ini mata Fatimah berkaca-kaca siap menjatuhkan butiran bening. "Zaza gak kenapa-kenapa kan Far? Dia kenapa selalu dalam keadaan buruk sih? Hufft ... gue bener-bener gak becus jadi Kakak..." lirih Fatimah menahan sesak di dada, perih banget saat mengetahui adeknya masuk RS, lagi.
Farrel menatap Fatimah iba, menggenggam tangan Fatimah berusaha menguatkan. Ia baru kali ini melihat musuhnya serapuh ini.
Tap
Tap
Tap
CKLEK!
Pintu ruang UGD terbuka memperlihatkan raut lelah Dokter tampan. Bersamaan dengan kedatangan Zendra setelah memastikan istrinya aman, sedang istirahat di salah satu ruang inap.
"Gimana anak saya Dokter? Dia baik-baik saja kan," tanya Zendra tegas, menatap Dokter tajam, membuat Dokter itu merasa akan mati berdiri di tatap oleh pengusaha terkaya no. 2 di negara F.
Menelan salivanya dengan susah payah, tapi ia sebagai dokter harus tenang. "Anak Pak Zendra tidak baik-baik saja, dia mengalami gejala panik dan ketakutan membuat jantungnya berdetak kencang, itu tidak baik baginya, akibatnya membuat ia sesek nafas. Mungkin itu yang membuat Nona Wylza pingsan karena sulit bernafas. Sudah saya bilang kepada anda, jika mau anak anda sembuh ... Wylza harus ditindaklanjuti caranya dengan operasi," jelas dokter itu dengan berkeringat dingin.
Tubuh Zendra menegang, menggepal tangannya erat hingga buku-buku jarinya memutih, "Apakah tidak ada cara lain agar Zazaku sembuh selain dengan operasi?" tanyanya dengan frustasi tapi ia menutupinya.
Sedangkan saat ini Fatimah terduduk di lantai sambil menonjok lantai dengan keras, Farrel yang tadi syok langsung menghentikan tangan Fatimah. Saat ini wajah Fatimah sangat memerah badannya bergetar. Membuat Farrel kasihan memeluk Fatimah, pecah sudah tangis Fatimah, dengan tubuh yang bergetar, "Farrel, Zaza ... Zaza gue, k-kenapa harus a-adek gue yang alamin penyakit itu, hiks g-gue gak kuat liat adek gue kesakitan. K-kenapa gak gue aja yang punya penyakit mematikan itu..." racau Fatimah menangis sesenggukan, Farrel hanya bisa mengelus punggung rapuh itu sambil membisikkan 'Zaza bakal baik-baik aja, okeh' ia berharap semoga Fatimah sedikit tenang.
Dokter menghela nafas panjang, "Tidak. Tidak ada cara lain selain dengan operasi. Jika mau anak anda sembuh, berusahalah agar anak anda mau melakukan operasi."
"Tapi anak saya tidak mau Dokter, ia sangat ketakutan hanya saat mendengar kata 'operasi' saya tidak tau karena apa," jelas Zendra sambil menunduk sedikit saat cairan bening akan turun dari matanya. Setelah itu menatap Dokter dalam, menghembuskan nafas kasar, "Tapi ... akan saya usahakan, saya akan membujuk anak saya untuk mau operasi."
Dokter mengerut keningnya, "Sepertinya dari yang saya dengar, ini hanya asumsi saya ... anak anda seperti di ancam yang membuat ia ketakutan, tidak mungkin tidak ada penyebabnya. Dan dari pengecekan saya, anak anda drop karena ketakutan yang membuat penyakit jantungnya kambuh. Apakah sebelumnya ada sesuatu yang terjadi pada pasien?" tanya Dokter serius, karena merasa hal janggal.
🧸🦋 Bersambung 🦋🧸
NOTE: Nama panggilan anak keluarga Gaxela
Fatimah: Fafa
Wylya: Yaya
Wylza: Zaza
Begitulah rasanya yaya sebelum ini 🤭
itu pantas bagi kalian... karena kalian telah melakukan kejahatan yang begitu mengerikan/Angry/
Kok bisa g saling cinta punya anak 2 🤭
Sekarang terjadi di kalian 🤭
Mungkin alasan ini jg jiwa Fatimah & Farel ketukar 🤗