NovelToon NovelToon
JUST TO MEET

JUST TO MEET

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Badboy / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:95.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: sindi putri aulia

Ada yang lo pengen banget, itu bisa lo liat, tapi gak bisa lo gapai, itu gimana sih rasanya?

***
S1—
Diary Of Jane.

Jane terpaksa kok buat sama Ares, karena dia Ares cuma punya dia. Bahkan sama sekali gak cinta dengan Ares, tapi Ares selalu berusaha, selalu ada di samping Jane, berharap cewek itu pada akhirnya akan jatuh cinta sama dia.

Pahit di awal, manis di akhir. Pada akhirnya Jane jatuh cinta dengan Ares.

S2—
I love you Bramasta.

Kisah bagaimana Bramasta juga ingin di cintai.

——— 🌟

ig. @sindipaulia_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sindi putri aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#21. Ada apa dengan Jane (AADJ)

Diary of Jane 21.

Tuut...

Jane menjatuhkan ponselnya, "sinyal." kenapa sinyal menghianati Jane? itu tapi udah di ujung lidah banget

hiks.

📝📝📝

Kata yang paling gue benci.

"tapi."

Benci banget, bunyinya gantung banget astaga.

Bukan cuma gue yang benci kata tapi. Gue pribadi iman kalo lo juga benci.

Selain kata tapi, ada kata nanti.

Nanti itu gak pasti, jadi kalo ada yang bilang, "oke, nanti ya." jangan sekalipun lo jawab iya atau oke.

Dahlah, gue berasa di gantung.

Sama dia.

—Arka.

📝📝📝

***

Jane memakai baju dan memakai riasan sederhana untuk pergi ke tempat yang Johan bilang tempat makan gratis, "Jane, cepetan dong! Telat nih!" Johan menunjuk jam tangannya sendiri.

"Oke." Jane memakai sepatunya dan mengambil tasnya.

"Ternyata kakak gue cantik." Puji Johan yang sepertinya terdengar tidak ikhlas. Tapi Jane udah bahagia di puji gitu, "eh? Ini tas kenapa pake acara nyangkut segala sih!"

Yang awalnya terpesona oleh Jane kini justru menghilangkan pemikiran jika Jane sangat anggun, "Hehe, nyangkut tadi."

"..." Tanpa suara Jane di tarik oleh Johan masuk ke mobil, "makan malam di mana sih? Kenapa lo ngajak gue? Kan lo punya pacar yang bisa dampingi lo."

Merasa di acuhkan, Jane memilih diam dan memakan permen mint sambil memandang ke luar jendela. Belum sampai 2 menit tapi mereka sudah sampai di tujuan.

"Beneran di sini?" Jane keluar dari mobil. Kok deket banget?

"Yoi. Disini." Jawab Johan singkat kemudian memberi isyarat agar Jane mengandeng lengan kanannya.

"Rumah siapa? Gue ingat rumah ini dulu gak ada orang yang punya."

"Sekarang udah ada yang punya, dan makan malam ini di adain buat semacam syukuran gitu." Johan menjelaskan sambil tersenyum pada pelayan yang berdiri di depan pintu.

"Oh." Jane melihat sekelilingnya. Mewah banget, padahal dulu ini rumah sepi gersang dan katanya ada hantunya. "Mama." Jane melepaskan gandengannya dan berjalan ke arah mamanya yang sedang berbicara dengan seorang ibu-ibu lain.

"Kok lama?"

"Jane itu lambat." Sebut Johan dan membuat Jane malu di depan orang. "Kalo gak tempat rame udah gue sleding lo." Gertak Jane lemah sambil mencubit lengan kanan Johan.

"Ternyata Jane datang." Suara yang itu membuat Jane bergidik ngeri. Selvia Amanta Zee yang sekarang memakai dress super bagus dan epic serta sedikit mencolok.

"Oh, hai kak." Sapa Jane. Singhhh... Jane makhluk halus cuma di lewatin gitu aja, perasaan tadi nyapa kok sekarang? Ah bodo. Jane mencari tempat duduk, lebih baik ia memenangkan diri daripada emosi liat Selvia, apalagi lengket banget sama Johan.

"Lo cantik."

"Uhuk." Ganteng banget sih lo pake jas gitu. Jane melotot melihat Arka yang sedang tersenyum ramah padanya. "Lo kok bisa kesini?"

"Kan gue yang punya rumah, lo gak tau?"

Lebih tepatnya gue gak dikasih tau. "Gak, gue tadi tiba-tiba di ajak Johan kesini, mama papa gue juga disini," Jane menunjuk keberadaan kedua orangtuanya yang sedang berbicara dengan tamu lain.

"Oh."

"Ya." Jane mengangguk, ia masih memikirkan perkataan Arka waktu itu, tentang Arka yang bilang suka dia. Astaga kenapa gue ngarep sih! Mungkin gue halu aja.

"Jane, gue suka lo."

"Ha?" Jane menoleh dengan cepat ke Arka dan membuat jarak antara wajah mereka jadi sangat tipis. "Tapi..."

"Tapi gue gak suka lo juga." Arka menatap mata Jane lama, "gue gak suka lo yang selalu merendah, anggap diri lo sendiri kurang dari orang lain. Lo yang diam, gue gak suka juga, gue suka lo yang cerewet, ribut, ketawa, suka halu, puitis, dan lo yang sederhana."

Menyentuh banget sih.

"lo sakit ka?" Jane tersenyum canggung, "gue gak pernah ngerendah. Tapi gue cuma... Ya gitu gue gak mau terlalu percaya diri sampai jatuhnya ke sombong. Gitu."

"Gue suka lo, gimana kalo kita..."

"Jadi sahabat."

OH SAHABAT. Kayaknya gak apa-apa. Dari dulu gue emang gak berniat bahkan gak mengharap lo bakalan ngasih hubungan lebih sama gue. Tapi kenapa banyak banget pasang mata plus pasang telinga yang mau denger keputusan gue.

"Gue ke toilet dulu."

*

*

"Lo kenapa sih?"

"Gak apa-apa bang, gue cuma lagi sad." Jane menarik selimutnya dan kembali tidur. Kay yang melihatnya jadi kasihan kali pertamanya melihat gadis yang biasanya ditimpa sial terus menerus itu jadi lemah seperti ini, "lo istirahat aja, gue bakal izin sama guru lo. Cepat sembuh lo, gue gak punya radio gratis lagi entar." Tenang Kay sambil mengelus kepala Jane lembut.

"hmm."

Kay memakai almaternya dan berjalan keluar lalu berangkat bersama Johan ke sekolah, "Jane kenapa? Lo tau?"

"Gak tau gue, yang penting gue bakal balas orang yang bikin dia jadi lemah gitu. Dari dulu dia gak pernah selemah itu dan lo tau." Johan merapikan dasinya.

"Tangan lo udah sembuh?"

"Ajaib. Tapi gak tau, rasanya udah mendingan," Johan mengangkat lengan kirinya perlahan.

"Gue rasa dokter itu bohongin lo anj*r, mungkin lo cuma keseleo, gak sampai retak."

"Bodo ah, yang penting gue gak suka jadi cacat. Ralat, gue gak mau jadi cacat."

"Yaudah sih." Kay turun dari mobilnya dan masuk ke gedung sekolah.

"Bang, Jane mana?" sambutan dari orang bernama Arka untuk Kay membuat Johan turun dari mobilnya, "lo boleh mainin perasaan cewek lain, tapi jangan kakak gue." Ucapnya sedikit mengancam.

Mainin perasaan? Arka mengernyitkan dahinya. Tapi sebelum ia sempat bertanya Johan sudah menoleh kesal lalu kembali masuk ke mobil.

"Jane sakit." Kay menepuk pundak Arka, "karena lo." Tuduhan? Karena Arka? Bahkan ia tidak tau darimana alibi itu berasal.

"Lo mau jadi sahabat gue?" Arka tersenyum lebar pada Jane.

"Gak."

Kenapa? Tadi Jane tampak aneh sampai izin ketoilet, tapi ketika keluar dari toilet Jane berwajah serius dan menolak Arka. "Sorry ka, gue gak akan bisa jadi sahabat yang baik buat lo."

Kenapa jadi rumit begini? Sebenarnya permasalahan hidup itu apa? Kenapa menginginkan sedikit yang lebih tidak bisa?

Arka bahkan tidak tau.

📝📝📝

Kenapa gue gak akan bisa jadi sahabat yang baik buat lo?

Itu karena gue suka sama lo.

Gue gak bisa nyembunyiin perasaan gue.

Kenapa hidup jadi Jane Radista itu sulit sih?

Hidup itu cukup bernafas kan?

Hidup itu cukup makan kan?

Hidup itu cukup bergerak ke depan kan?

Gue bahagia dengan semua kesimpelan itu.

Tapi kenapa? Kenapa dalam hidup harus ada masalah, masalah hati.

📝📝📝

Bersambung.

next ntar, gak tau kapan.

mood author lagi ancor.

makasih buat lagu "savange love" kiriman dari temenku yang bikin author dapat mood walaupun dikit.

tau aja, author selalu dapat mood dari lagu, jadi kalo ada recommendasi lagu yg bagus buat mood booster tulung kasih saran di komen😀

1
Ayuwidia
Aku baca dari awal lagi, Sind
SyaSyi
trus semangat y thor
salam dari aku dan mantan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya y
khairi
👭👭
Sindi Paulia: kenapa?
total 1 replies
KHARDHA LOVE
Authornya masih ABG ya makanya di marahin mamanya 😁 Semoga kamu bisa menjadi anak yang menjadi kebanggaan ortunya ya.
Sindi Paulia: Amin makasih hehe. Kaka juga semangat yah.
Mwehehehe. Makasih udah baca sampai sejauh ini.
Maaf kalau ceritanya bramasta harus berakhir di sini.
Ini juga karena faktor kondisi. 😭😭😭😭


Kaka semangat yah!!!🤗
Terus nulis, jangan kayak aku🤗
total 1 replies
KHARDHA LOVE
Dasar cewek bar-bar
KHARDHA LOVE
Minta maaf tapi nyolot
KHARDHA LOVE
Dokter kok mulutnya gak bisa di filter 🤦
KHARDHA LOVE
Lanjut baca dulu ya 😉
KHARDHA LOVE
Kirain Verrel Bramasta😁
Andariasrtka
huaaa dah end ajaaaaa
sebulan ga buka noveltoon, ceritanya dah end🥺🥺🥺🥺

di tunggu karya barunya thor
Sindi Paulia: Mwehehehe, tunggu tanggal 20 February ya😌
total 1 replies
𝐓𝐢𝐟𝐟𝐚𝐧𝐲
Semangat up kakak author ☺️ ditunggu next up nya 💪 MDL mampir mendaratkan likenya di karya kakak, feedback ❤️
ᵖᵇ🌧️🍾⃝wuwu.ikoy🎐ˢᵖʸ🐋🐯🧚
wahh...udah tamat
maaf ya aku lm baru mampir, dh boom like smua_<
Sindi Paulia: Makasih hehe
total 1 replies
Ulfa
udah end aja kak ,10 like mendarat kak
Sindi Paulia: Makasih hehe
total 1 replies
Gusmandora
waaahhh
akhirnyaa
selamat thir karyamu kereen
Sindi Paulia: Makasihhh
total 1 replies
ILS
Seruu.. lanjut thor
Susi Ana
wah tamat
Tilyt🧚
like ku selalu hadir, semangat kaaa

feedback to yokk ka🤗
Lux Pras
ditunggu up terbarunya y
Lux Pras
Semangat & Lanjut 🆙
Lux Pras
ditunggu up terbarunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!