Bertengkarnya Mama dan Papa Erin,membuat Mama Erin pergi entah kemana dan Papa Erin disibukkan oleh keluarga barunya.Sehingga Erin tinggal sendirian dirumahnya tanpa pengawasan orangtua.
Rafan,teman sekelas Erin juga orang yang selalu berdebat dengannya.Tiba-tiba datang ke rumah Erin dalam keadaan mabuk dan dibawah kendali obat perangsang.
Membuat Rafan melakukan hal yang tidak terduga,yaitu mengambil mahkota Erin.Karena tidak orang di dalam rumah itu kecuali mereka berdua,membuat kejadian itu tidak bisa dicegah.
Kejadian itu membuat Rafan harus tanggung jawab atas apa yang dilakukannya.Membuat mereka harus menikah dini.
Erin adalah gadis yang bertubuh mungil dan memiliki sifat yang jahil.Rafan,laki-laki yang memiliki wajah yang tampan,pewaris keluarga konglomerat,cuek juga emosian.
Bagaimana jika kedua orang tersebut disatukan dengan hubungan pernikahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon InaNa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
"Lo kenal dekat dengan Rafan?"tanya Erin ke Niel.
"Si Rafan itu mantan ketua genk gue,dia memberikan jabatannya ke gue,dan dia mengundurkan diri untuk berhenti." kata Niel sambil mengaduk-ngaduk coklat panasnya.
"Emang kenapa dia berhenti?" tanya Erin penasaran.
"Katanya sih,Mama nya larang,Rafan itu menurut banget sama Mama nya."
"Bhahaha anak Mama banget dia ya." tawa Erin.
"Terus,terus,selain Mama nya,dia nurut sama siapa lagi?" sambung Erin.
"Thisa,lo kenal Thisa kan?dia itu pacar nya Rafan."
"Kenal,menurut lo si Thisa gimana?"
"Thisa itu baik,cantik,manja,lembut.Ahhh pokoknya jauh dari kata badgirl lah."
Erin mengangguk-angguk,dia mulai membandingkan dirinya dengan Thisa.
"Ahhh jauh banget sama gue." gumam Erin frustasi sambil mengacak rambutnya sendiri.
"Eh eh lo kenapa?" tanya Niel saat melihat Erin begitu.
"Nggak papa." jawab Erin singkat lalu membenarkan rambutnya kembali.
"Lo udah punya pacar?" tanya Niel.
Yang dijawab hanya gelengan pelan dari Erin.
"Kalau lo?" tanya Erin balik.
"Udah dong,emang lo jomblo." kata Niel mengejek.
Gue nggak jomblo ya,malah status gue sekarang jadi istri.
"Sombong lo,paling-paling cewek itu nggak suka sama lo." kata Erin lalu memakan stik kentangnya.
"Malah dia yang tergila-gila sama gue,gue minta apapun diberinya."
"Beneran?"tanya Erin melotot.
" Iya,lo perlu bukti?gue chat dia sekarang ya,biar dia datang kesini dan bayarin makanan kita."kata Niel menunjukkan handphonenya.
"Nggak,nggak usah." kata Erin cepat.
"Lo nggak kasian apa sama dia?lo nggak boleh mainin perasaan cewek,kalau lo nggak mau,lo tinggal putusin." kata Erin memberi nasehat.
"Gue sih udah nolak,tapi dia ngikutin gue kemana pun,dia akan berhenti sampai gue jadi pacarnya,ya gue kan risih diikutin terus,jadi gue mau."kata Niel mengangkat bahu acuh.
Erin merampas handphone Niel dan menyembunyikan dibelakang tubuhnya.
"Beb,lo kenapa ambil hp gue?" tanya Niel.
"Siapa nama cewek lo dikontak hp lo?" tanya Erin.
"Untuk apa?" tanya Niel bingung.
"Cepatin!" kata Erin lalu menyodongkan garfu ke Niel untuk mengancam.
"Cewek jelek." kata Niel singkat.
Erin mencarinya dihandphone Niel dan mengirimkan pesan ke"Cewek jelek" yang ada dikontak Niel.Dan meletakkan handphone Niel dimeja kembali.
"Gue udah putusin cewek lo,lo nggak boleh manfaatin dia,coba kalau adik atau saudara lo digituin?"kata Erin.
" Iya sih, makasih ya."kata Niel tersenyum manis.
*****
"Aduh capeknya." kata Erin menelentangkan badannya disofa ruang tamu rumahnya.
Sehabis dari cafe tadi bersama Niel,Erin terus pulang kerumahnya.
"Woi,lo masakin gue nasi goreng dulu,gue lapar." kata Rafan datang-datang.
Erin membenarkan posisinya menjadi duduk dan menatap Rafan meneliti.
"Ketagihan ya sama nasi goreng yang aku masak" kata Erin mengoda.
"Iya, aku itu dulu cita-cita nya jadi chef terkenal dan memiliki banyak restoran,makanya itu aku belajar masak sama Mama." sambung Erin.
"Lo jangan kebanyakan mengoceh,cepat buatin."kata Rafan memutar matanya.
" Iya-Iya."kata Erin bangkit dari duduknya dan berjalan kedapur,Rafan menyusul.
Erin memasak nasi goreng nya dengan mengkucir rambutnya tinggi dan menggunakan celemek.Rafan menopang dagunya di meja makan dan memerhatikan Erin yang memasak dengan wajah serius dan ligat,seakan sudah sangat terbiasa.
"Nah!" kata Erin memberikan sepiring nasi goreng ke Rafan.
Rafan menerimanya dan langsung memakannya.Erin memperhatikan Rafan yang memakan nasi goreng nya.
Erin menyingkirkan rambut Rafan yang panjangnya sedikit lagi mengenai mata.Rafan berhenti mengunyah dan melihat Erin.Pandangan mereka bertemu,Erin tersenyum manis,sedangkan Rafan terdiam.
"Biar gantengnya nambah." cengir Erin
semangat buat novel lagi kak