Bagaimana ceritanya jika kita masih berumur 17tahun tepatnya kelas Xll SMA dojodohkan dengan seorang laki laki yang tidak kita ketahui asal usulnya seluk beluknya? Umurnyapun berselisih jauh dengan kita.
Mau tau kisahnya pantengin terus ya:)
Tiap baca plis tinggalkan jejak kalian:)karna author butuh dukungan kalian:d. Jangan Cuman baca doang:(.
_______
Selamat MEMBACA:)
Budayakan Setelah membaca tinggalkan jejak ya 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei Sella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Satu
Setelah kepergian Adit,asisten Ray masuk keruang Kanya.
"Pagi nona" sapa Rey meletakkan Bubur ayam pesanan Kanya.
"pagi om" sapa balik kanya
"Apakah tuan adit meninggalkan nona lagi? " tanya rey
"Ah sepertinya dia hanya kekantin,baru saja keluar" ucap Kanya bangun dari tidurnya ia berniat kekamar mandi.
"Nona mau kemana? " tanya Rey menghampiri kanya.
"Saya mau kekamar mandi, apa asisten rey mau ikut? " goda Kanya
"ah tidak tidak,apakah nona butuh bantuan? " tanya rey gelagapan
"seprtinya tuntun aku kedepan kamar mandi saja. Tubuhku sangat lemas sekali rasanya" ucap Kanya berdiri dan langsung dituntun oleh Rey.
ceklekk
Pintu terbuka dan nampak lah Adit masuk dengan membawa plastik dan langsung meletakkanya dia berjalan kearah Kanya dan menarik tangan kanya dari rey.
"apaan sih om ini sakit tau" ketus Kanya merintih karna lengan yg ditarik Adit adalah lengan yang Terinfus dan lepas sehingga mengeluarkan darah.
"apaan apaan maksudnya apa kamu digandeng Rey itu. Apa benar kamu mau menjadikan rey sebagai suami sambungmu ha"geram Adit
"maaf tuan itu...
"diam lah rey"sarkas Adit tak mau diganggu gugat dengan lebih menekan lengan Kanya.
"ashhhhh sakit om " rintih kanya dengan sekuat tenaga melepas cengkeraman Adit.
Dengen cepat Rey keluar dan memanggil dokter untuk memasang ulang infus kanya yg terlepas sedangkan Adit hanya menatap kanya tanpa bersalah.
"Kanya yallah kamu kenapa nak" panik Susi karna melihat Kanya merintih memegangi lenganya. Sontak Adit langsung terkejut karna melihat Sang momy ada disana.
"Gapapa mah" jawab Kanya tersenyum. Dan Dokter masuk
"mari nona saya pasang ulang infusnya" ajak Suster yang diangguki oleh Kanya.
Setelah memasang infus kanya. Domter dan suster keluar dari kamar kanya. Dan hanya tersisa Kanya. Mahesa. Adit. Susi. Serta Rey.
"mah kapan mamah pulang? " tanya Adit. Tapi tak ada sautan dari susi.
"kanya apa. kamu sudah makan nak? " tanya Susi
"belum mah" jawab kanya
"makan ya mamah suapin" ucap Susi
"ah tidak usah mah. Kanya makan sendiri saja" tolak kanya
"oh begitu Rey tolong suapi Kanya ya" suruh Susi pada rey. Sedangkan Adit jangan ditanya dia sudah menampilkan wajah sebal karna Susi ditanya tapi tak dijawab palah memerhatikan Rey.
Mahesa yang melihat raut wajah kekesalan pada anaknya hanya tersenyum simpul.
"ah iya nyonya" ucap Rey sesuai Rencana. Diapun langsung menyuapi Kanya.
Adit hanya menahan emosi saja. Entah kenapa rasanya tidak rela diapun maju dan mengambil alih cendok serta bubur dari tangan rey
'maafkan saya tuan muda saya hanya disuruh sama nyonya besar" jerit Rey dalam hati
"Biar aku saja" uluk Adit
"emm Mah seprtinya kanya sudah kenyang" ucap Kanya
Adit yg mendengar itu langsung meletakkan sendok dan bubur dinakas dengan kesal dan berjalan keluar.
"Yesss" sorak Mereka karna rencana mereka berhasil.
@@@@@@@@@@
like 🌞komen ☀️vote 😘rate 🤗
maaf typo bertebaran😅
Nanti malam insyallah Author up lagi seeyu next time.
ko sekarang ganti
baca karna ada notif dari noveltoon
lnjut dong