NovelToon NovelToon
Cinta Suci Seorang Selir

Cinta Suci Seorang Selir

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / TimeTravel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: souzouzuki

Ikuti aturan. Dibawah 21 jangan baca.

Belum pernah ada yang bisa merebut hati Kaisar Zhou Shen Wang sebelumnya. Setiap pernikahan hanya ia laksanakan sebagai formalitas semata. Itupun karena permintaan ibunya Shen Wang agar ia dapat segera menimang cucu pewaris bagi Kerajaan Zhou.

Bagi Shen Wang tak ada yang spesial dari wanita, selain dari pada kecantikan dan sikap manis palsunya dihadapan seorang kaisar bermartabat sepertinya.

Tapi karena sebuah kejadian yang tak terduga, Shen Wang mengalami sakit parah. Satu satunya tabib yang handal pun sedang diutus mengatasi perang di wilayah perbatasan. Akhirnya seorang gadis bernama Liang Kim Hwa, putri dari tabib handal itu dipaksa untuk mengobati Shen Wang.

Dengan tekun Kim Hwa mengobati sang kaisar muda dalam waktu yang cukup lama. Tak disangka, akhirnya Shen Wang dapat merasakan yang namanya jatuh cinta. Ternyata cinta itu rasanya tidak masuk akal. Ternyata cinta itu tak mengenal waktu dan tempat.

Tapi apakah ia akan mengambil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon souzouzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 21 - Pergantian Rencana Ban Poo

"Pangeran... karena San San sudah tiada, hamba lah yang akan menjadi pelayan pribadi Pangeran." A Yong terus berbicara dengan polos sembari berjalan cepat mengikuti Shen Wang.

A Yong masih begitu muda sampai sampai ia tak tahu situasi. Jelas-jelas pangeran sedang sedih dan kecewa sekarang, tapi A Yong malah sibuk mengurusi siapa yang akan menjadi pelayan pribadi pangeran.

Shen Wang menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur. Ia langsung terdiam tak bergerak, tinggal isakan-isakan tangisnya saja yang terdengar.

"Pangeran..." A Yong menatap khawatir Shen Wang.

"Kakak Yauw... hiks hiks hiks."

A Yong mendekat dan perlahan-lahan melingkarkan tangannya pada punggung Shen Wang.

"Kakak Yauw..." Shen Wang terus memanggil-manggil kakaknya di sela tangisnya.

"Kakak Yauw..."

"Kakak Yauw..."

A Yong menggeleng, tak terasa air matanya jatuh. "Pangeran... aku ada disini. Pangeran jangan sedih." hiburnya.

"Huuuhuu huuu..." Tangisan Shen Wang kembali terdengar, lama kelamaan tangisnya itu mereda sendiri. Kini ia terdiam dengan sisa-sisa sesenggukannya.

Dengan tatapan kosong Shen Wang menyentuh pipinya. "Ibuku menamparku." kata Shen Wang.

"Kenapa dia menamparku... apa kakak meninggal karena aku?" Shen Wang menatap A Yong dengan tatapan kosong.

A Yong menggeleng keras. "Tidak Pangeran. Itu adalah kesalahan pemberontaknya! Pangeran tidak salah."

"Tapi ibu menamparku. Kau lihat itu kan..." Shen Wang mengangguk-angguk agar A Yong menyetujui pemikirannya.

A Yong menggeleng lagi. "Tidak. Permaisuri hanya sedang tertekan. Permaisuri tidak menyalahkan Pangeran."

"Iya, dia menamparku." lirih Shen Wang dengan kesimpulannya sendiri.

"Sejak dulu dia hanya mau mendengarkan Kak Yauw. Kata-kataku hanya debu lewat yang tak ada artinya." Shen Wang menatap A Yong dengan tatapan kosong lagi.

Melihat itu A Yong semakin cemas, ia terus menggeleng tak membenarkan.

"Tapi semua orang tahu kalau aku sayang pada ibu." Shen Wang masih berbicara dengan tatapan kosong.

"Apa karena aku adalah anak kedua, ibu tidak terlalu menganggapku? Aku ini anak kandungnya atau bukan?" Shen Wang menoleh lagi pada A Yong.

"Ayahku juga sama. Dia lebih mendengarkan kata-kata kakak walau dia dan ibu masih menganggapku sebagai anak."

A Yong terus menggeleng. "Tidak Pangeran."

"Iya. Memang begitu." Shen Wang tersenyum pahit.

Suara derap kaki seseorang dengan gemericik perhiasannya itu memasuki kamar Shen Wang.

Shen Wang yang hafal dengan suara itu segera merebahkan dirinya dan menutupi dirinya dengan selimut.

A Yong menyatukan tangannya ke depan sebagai sapaan hormat pada Permaisuri Jin Lian.

"Shen Wang..." panggil permaisuri dengan lembut.

Permaisuri duduk perlahan di atas kasur Shen Wang. "Shen Wang, ibu minta maaf..."

"Tidak. Ibu menamparku!!" seru Shen Wang dari balik selimut.

"Maafkan ibu sayang. Ibu tidak bermaksud begitu..." Permaisuri membuka selimut yang menutupi tubuh putra keduanya itu.

"Hiks... hiks."

Mendengar isakan anaknya itu, dengan tatapan kasih ia membantu Shen Wang duduk dan langsung memeluknya.

"Maaf hiks." ucap permaisuri.

"Aku tidak bohong Bu. Perdana menteri itu pelakunya... Ibu harus memikirkan ini." Shen Wang mendongak dalam dekapan ibunya.

"Tidak sayang, kau pasti salah. Dia tidak akan melakukan hal itu..." jawab permaisuri dengan lembut.

"Ibu lebih percaya padanya dari pada anak Ibu sendiri?" Shen Wang melepas pelukannya.

"Dia memang pelakunya bu... memang dia. Hukum mati dia Bu!" ulang Shen Wang.

"Cukup Shen Wang! Dia bukan pelakunya. Memangnya kenapa ia melakukan hal itu ha?"

Shen Wang menatap ibunya tanpa berkedip sedikitpun. "Ibu sampai membentakku karenanya??" tanya Shen Wang dengan nada tinggi.

"Dia melakukannya karena dia menyukai Ibu! Ibu pasti tahu sendiri kalau selama ini dia selalu bersikap manis di depan Ibu saat ayah tidak tahu. Dia pasti mengincar tahta ayah!" teriak Shen Wang.

Permaisuri terdiam, ia membuang pandangannya untuk menyembunyikan wajahnya.

"Atau jangan-jangan Ibu juga membalas perasaannya?" lirih Shen Wang dengan tatapan tajam.

Permaisuri sudah mengayunkan tangannya hendak menampar Shen Wang lagi, tapi ia menahan diri dan menurunkan tangannya.

"Ibu ingin menamparku lagi? Kenapa tidak jadi?!" Shen Wang mulai berani meneriaki ibunya lagi.

Ban Poo menolak cintaku. Sampai aku punya anak pun dia tidak berbuat mencurigakan. Sudah pasti bukan Ban Poo. Anak ini tetap menuduh yang tidak-tidak. batin Permaisuri.

"Tampar aku!!" teriak Shen Wang.

"Pangeran..." lirih A Yong dengan takut.

Permaisuri tidak bereaksi. Ia memutar tubuhnya dan berjalan keluar bersama pelayan-pelayan bawaannya.

"Xiao Rong, aku ingin istirahat." lirih permaisuri.

"Nona baik-baik saja?" Xiao Rong menatap cemas nonanya.

Rombongan permaisuri terus berjalan menuju kediamannya. Seorang pelayan dari puluhan pelayan yang mengikut di belakang Permaisuri Jin Lian itu tiba-tiba keluar dari barisan dan bersembunyi di balik semak-semak.

Setelah rombongan itu sudah berjalan lebih jauh lagi, pelayan mencurigakan itu keluar dari balik semak dan segera memasang cadarnya. Ia berjalan mengendap-endap dan memanjat tembok untuk keluar dengan bantuan seorang prajurit.

Pelayan itu berlari kencang menuju tembok kediaman Perdana Menteri Ban Poo dan kembali melompat dengan lincahnya.

"Tuan, hamba ada berita!" ucapnya tegas. Tangan pelayan wanita lincah ini menyatu ke depan dan mendunduk hormat.

"Katakan." kata Ban Poo.

"Pangeran terus menghasut permaisuri bahwa Tuan lah pelaku pembertontakannya. Pangeran juga mengatakan kalau Tuan menyukai ibunya." lapor pelayan itu dengan suara tegas.

Ban Poo tersenyum miring. "Begitu ya. Mudah saja."

"Tuan, sebaiknya Tuan jangan bunuh pangeran, kecurigaan permaisuri pada Tuan bisa semakin membesar." saran pelayan itu.

Ban Poo mengangkat dagu pelayan wanita itu. "Kau diam saja. Aku tidak perlu mendengar nasehat orang lain. Apa kau kira aku ini bodoh dan mudah dipergoki bersalah?"

"Hamba mohon ampun, Tuan." Pelayan itu menyatukan tangannya ke depan.

Ban Poo mengeluarkan sekantong uang koin dari bajunya. "Pergilah. Lanjutkan tugasmu." katanya sambil menekan kantong itu di atas tangan pelayan misterius itu.

"Terimakasih Tuan." Pelayan itu tersenyum lebar dari balik cadar saat menatap sekantong koin yang ia peroleh. Dengan lincahnya ia berlari dan melompat keluar melewati tembok kediaman perdana menteri.

"Bagaimana selanjutnya ayah?" Yue Xi mendekati ayahnya yang sedang berfikir itu.

Ban Poo menoleh pada putri tunggalnya itu. "Ayah tidak mungkin membunuh Shen Wang disaat seperti ini. Atau riwayat ayah akan ikut tamat karena ketahuan. Ayah juga tidak bisa merayu menikahi Jin Lian, atau Shen Wang akan semakin meyakini dugaannya." kata Ban Poo.

"Duduklah di pangkuan ayah." Ban Poo mengangkat putrinya itu dan memangkunya. Mereka berdua duduk berhadap-hadapan.

Ban Poo terus menatap tatapan mata polos putri kecilnya yang baru berumur dua belas tahun itu.

"Yue Xi. Ayah punya hadiah besar untukmu." Ban Poo tersenyum miring sembari menyibakkan rambut panjang anaknya ke belakang dengan lembut.

1
Murni Murniati
apa tak cari tau soal mentri bakpao itu,, kan hrs cari tau scra rahasia gitu
Iyus Iyus
bagusssss
Rachmahsetiawardani
Di sini ramai ya,thor.
Beda ma Yuzhen..
reva
apaan sich..??!! baik mmg.. !! tp trlalu naif..!! asli nyampe' sini nyesel aq baca.a..!!
reva
ko' gw sakit hati y.. klo si kaisar cinta k tiga".a..
ahh jgn gitu lah thor.. kasian si kim hwa.. biarpun ini ttg keadilan tp ini kisah conta tragis menurutq sih..
kaisar menang banyak.. jg melambangkan ke egoisan laki" menang telak d sini..!!!! 😥😥😥
reva
fix..!! kek.a ibu.a kim hwa adalah anak dr bai liu (paman.a permasuri) yg f buang oleh nenek.a permaisuri..
oh y thor,, bawang putih cina itu yg kek mana yak?? serius nanya.. mihon d jawab..🙏
reva: eh ralat.. mksd.a ibu.a kim hwa adik dr bai liu
total 1 replies
reva
saya suka.. saya suka..
reva
m"f thor.. d sini asli gw skip..
Afrina Nurulhikmah
Luar biasa
Surati
bagus ceritanya
A&R
bagus
azka aldric Pratama
ini maksudnya Kim hwa lupa GK inget am kehidupan yg di alami am pemilik tubuh/ada ingatan dr zaman modern yg kehapus🤔🤔🤔
azka aldric Pratama
mampir LG di karyamu Thor 😉😉
Ariyanti💫
kalo Kim sama an Ming
bukannya itu GK nyambung dengan judul yha
Ariyanti💫
apaan sih tour ini
kalo mau flashback yh GK harus gini juga udh dari kemarin GK selesai ²+sekarang bikin pembaca kecewa aj terlalu lama flashback ny😢
souzouzuki: anu... di lompati ke eps selanjutnya langsung gapapa
total 1 replies
Ariyanti💫
knp nyeritain masa lalu ny terlalu lama tour bikin pembaca menunggu SJ
menunggu itu GK menyebalkan tour
Lhady Uriyama
wkwkwk, seperti suami istri aja ngambekan ni yee
LUOZR X
kenapa ya aq benci sma pameran utama wanita ya...rela dijadikan isteri keempat dan kaisarnya jga...lelaki yg punya banyak isteri itu terlalu menjijikan
Anisatul Faiqoh
aku cari kok enggan ada ya kk ?
Four.
ceritanya keren kak, semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!