NovelToon NovelToon
Your Wife Is Not Your Wife

Your Wife Is Not Your Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Areum Kang

■■■■

Batalnya pernikahan Zach dengan wanita yang dicintainya karena pergi hilang entah kemana.

Dalam keputus asaannya Zach bertemu dengan Celo gadis manis yang polos dalam sebuah kecelakaan yang disebabkan oleh Celo.

Pertemuan yang berakhir dengan terperangkapnya Celo dalam sebuah jebakan yang diciptakan oleh Zach.

Jebakan apa sehingga Celo harus terperangkap oleh Zach, si pria tampan nan angkuh, sombong, dingin dan berkuasa namun sangat sayang dan peduli pada keluarganya.

Bagaimana nasib Celo kedepannya??

■■■■

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Areum Kang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dunianya runtuh

"Setiap orang mempunyai jalan hidup mereka masing-masing dan cara mereka menjalaninya juga pasti berbeda-beda. Kebetulan kami dipertemukan dijalan yang sama, namun jalan itu tak selalu sama dan akan terpisah cepat atau lambat. Bukankah hidup memang begitu."

■■■■

Malam ini selepas mengantar Celo, Eric lansung pulang ke apartnya.

"Belum tidur kau?" Baru saja masuk, Eric melihat Zach sedang bersantai disofa sambil menonton televisi

"Belum. Sesekali aku ingin menikmati hidup sebagai seorang pengangguran. Enak lo Ric, bisa bagadang sampai malam trus besoknya bisa bangun siang." Cengir Zach dengan tampang bodohnya.

"Ku rasa kau mulai gila sekarang!" Ejeknya. Eric mengambil tempat disamping Zach.

"Tadi, aku bertemu gadis itu. Apa kau tak ingin mengatakan sesuatu padanya, misalnya kau akan pergi begitu." Ucap Eric lansung.

"Ya. Aku akan menemuinya, tapi belum sekarang."

"Terserah kau sajalah."

"Apa yang akan kau lakukan di Holland?"

"Ntahlah, menunggu mungkin." Jawab Zach asal.

"Menunggu apa?" Tanya Eric.

"Menunggu sampai dia melahirkan, dan kami akan menikah setelahnya." Ucapnya cuek.

"Kau gila HAH!!" Emosi Eric akhirnya meledak juga.

"Kau tak tau apa-apa. Dan juga aku akan menetap selamanya disana."

"Aku benar-benar tak habis pikir dengan isi otakmu itu!! Dia sudah menghianatimu!! Kau bodoh Zach!! Sangat bodoh!!" Eric mengeluarkan semua sumpah serapahnya.

"Kau tak tau apa-apa Ric!!" Mereka mulai bersitegang setelahnya.

"Kau yang tak tau siapa dirimu Zach. Aku sungguh tak lagi mengenal kau yang sekarang." Nada suara Eric mulai melunak, namun penuh tekanan dan mengena dihati Zach.

Tak mau berdebat lebih lama lagi dan berakhir dengan mereka beradu otot, Eric yang lebih tua mengalah. Ia berjalan masuk kekamarnya tak baik jika ia terus-terusan beradu mulut dengan Zach yang menurutnya sudah berada di luar jangkauannya.

"Mau kemana kau? Kau selalu saja pergi saat kita bicara, apa kau mau menunjukkan bahwa aku yang salah HAH!!" Zach berteriak melihat Eric yang pergi meninggalkannya.

"Mereka yang salah. Mereka semua salah tapi mereka semua juga benar. Hiks…hikss.." Zach jadi lebih cengeng belakangan, semua orang menentangnya dan membuat ia mengalami guncangan emosi.

°°°°

Eric belum juga bisa memejamkan matanya, sebenarnya ia tak mau berdebat dengan Zach, karena ia tau tujuan sahabatnya menginap ditempatnya untuk menenangkan diri. Ia juga tau kalau Zach tertekan beberapa hari belakangan.

Dia bingung harus bagaimana menghadapi sikap Zach yang sekarang. Ia tau Zach sangat mencintai Melodi, tapi wanita itu sangat tidak baik untuknya dan segala yang berhubungan dengan Zach entah itu keluarga dan persahabatan mereka.

Semua orang tau bahwa Eric sangat menjunjung tinggi wanita, dimatanya setiap wanita harus dihormati dan dilindungi tak peduli siapa mereka, dan apa pekerjaan mereka. Itu semua jelas terlihat dari cara ia membantu mba-mba pelayan restoran dan juga Celo. Tapi tidak untuk Melodi, mungkin sebagian orang akan berpikir ia cemburu atau apalah. Namun itulah kenyataannya.

Bagi Eric, Melodi tak pantas untuk dilahirkan sebagai seorang wanita. Entah apa alasannya, itu hanya Eric dan Melodi sendiri yang mengetahuinya.

Terlalu larut dalam lamunannya, terdengar suara ketukan pintu.

"Ric, dengarkan aku. Jangan tinggalkan aku sendiri Ric. Disini sangat dingin, semuanya dingin." Terdengar suara Zach dibalik pintu kamarnya sepertinya dia sedang mengigau karena mabuk.

"Ric, Melodi tidak menghianatiku, pria itu yang memaksanya. Mamaksa, lalu membawanya pergi. Pria itu jahat…hik..hik.." ucapnya diselingi cegukan.

"Kami sudah berjanji hik…hik akan selalu bersama selamanya."

"Dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi hik.. sedangkan Celo, hik…gadis itu masih punya keluarga hik.."

"Semua orang sayang padanya…"

"Sementara Melodi, hanya aku yang sayang padanya. Kenapa kalian membencinya?"

"Kami akan hidup berdua selamanya. Hanya kami..hik…"

"Lalu..hik…lalu…"

Brakk

Kata-kata Zach terputus, nampaknya dia sudah kehilangan kesadarannya. Tubuhnya ia sandarkan didaun pintu kamar Eric.

Didalam kamar, Eric tak bergeming sedikitpun, ia merasa sangat jijik dengan kata-kata yang baru saja diungkapkan Zach. Kata orang, perkataan orang mabuk selalu jujur. Tapi itu sangat menjijikkan menurutnya. Dan dengan teganya Eric membiarkan Zach tidur dipintunya semalaman.

Menjelang fajar, Zach terbangun dengan kepala serasa terhantam batu besar berat sekali, belum lagi tubuhnya yang pegal karena posisi tidur yang tak nyaman. Ia beranjak menuju kamar, dan menyambung tidurnya.

°°°°

Hari ini, Zach bangun terlambat lagi, ia sudah tak mendapati Eric disana. Seperti biasa, tetap saja sahabatnya itu sudah membuatkan sarapan untuknya. Tapi kali ini tak ada note, hanya makanan saja.

"Dia benar-benar marah." Gumam Zach.

Eric sangatlah dewasa dalam berpikir, jika ia melakukan kesalah akan segera diperbaikinya begitupun dengan maaf. Jika ia tak pernah minta maaf pada Zach, karena perbuatannya itu berarti Zachlah yang bersalah dan sepenuhnya ia menyadari itu. Namun tetap saja ia kekeh untuk mempertahankan keegoisannya.

Zach berencana pulang kerumahnya hari ini, ia merindukan maminya dan juga berniat membujuknya.

"Tuan muda sudah pulang?" Bibi melihat kedatangan tuannya menyambut dengan hangat.

"Mm…mana mami bi?"

"Dibelakang tuan muda. Mau bibi ambilkan minum?" Tawar bibi Yan.

"Tidak usah bi, Zach sudah minum. Bagaimana kabar mami?"

"Huft…kesehatan nyonya sudah membaik, hanya saja nyonya jarang sekali bicara apalagi tersenyum tuan. Lebih baik tuan temui nyonya, barangkali beliau bisa senang." Ucap bibi.

"Baiklah. Zach kebelakang dulu."

"Baik tuan."

"Bagaimana mami bisa senang jika biang masalahnya aku sendiri." Batin Zach sedih.

°°°°

Zach mendekat kearah maminya, nampak disana beliau sedang menyemprot sebuah tanaman kaktus.

"Mi…" Zach menyapa maminya dengan mengusap perlahan pundak sang mami. Tapi sayang, beliau hanya menoleh sekilas tanpa membalas sapaan putranya.

"Mami sudah makan?"

"Sudah." Kali ini beliau menjawab basa basi putranya. Sebenarnya ia juga tak ingin begini pada Zach, tapi jika hati sudah kecewa akan sangat sulit memulihkannya.

"Zach cuma mau lihat keadaan mami. Syukurlah mami sudah membaik, Zach senang malihatnya." Tangannya beranjak menggenggam tangan maminya.

"Mm.."

"Zach kangen mi, Zach merindukan mami." Pemuda itu menghambur memeluk maminya, wanita yang sangat dirindukannya.

Sebaliknya, mami yang juga merindukan anaknya juga balas memeluk putranya. Zach terkejut, ia sangat senang dibuatnya.

Zach merasakan bahunya basah, jelas nampak dari kemejanya.

"Mami kenapa menangis?" Zach melepas pelukannya, beralih menatap wajah maminya yang basah karena air mata, perlahan diusap air mata kesedihan itu.

"Maafkan mami nak." Ucapnya, namun terdengar pilu dan menyakitkan.

"Nggak mi, jangan minta maaf. Tak pantas seorang ibu minta maaf pada anaknya." Zach menggelengkan kepalanya.

"Tidak nak. Harusnya dari kemarin mami minta maaf, mami sudah kelewatan, mami egois. Mami hanya mengemukakan kesedihan dan kekecewaan mami tapi mami lupa, bahwa kaulah yang paling kecewa dan tersakiti." Jelas mami seraya mengusap wajah putranya yang belakangan tampak tak terurus lagi, bulu-bulu halus menggerayangi wajah anaknya.

"Nggak mi, jangan katakan itu." Tolak Zach lagi, ia merasakan sesak yang luar biasa.

"Zach, dengarkan mami, mulai sekarang carilah kebahagiaanmu. Jika kau bahagia bersama wanita itu kejarlah dia, mami ikhlas nak." Beliau memejamkan matanya.

Deg

"Mm-makksud mm-mammi apa?" Ia merasa ada yang tak beres dengan maminya itu.

"Ya. Pergilah nak, kau bebas mulai sekarang. Mami melepaskanmu."

Zach merasa dunianya runtuh seketika itu, apa jadinya dia jika tanpa dorongan dan dukungan dari maminya. Wanita yang merupakan separuh dari hidupnya.

■■■■

maaf baru bisa up...

terima kasih buat semua teman-teman yang sudah mampir.

especially, buat yang Like, Vote dan Comment...🥰🥰🥰

btw, untuk kali ini focus ke Zach dulu, kalo kemaren kan focus ke Celo.

temen-temen jangan lupa tiap habis baca tekan Like ya...

biar lebih semangat ngetiknya...

terimakasih....😘😘😘

1
Ani Ali
aku sudah tebak klo dialah orangnya ,dn memang mudah ditebak
Kasma Ramadhan
suka ceritanya
Pak Gogot
alurnya runtut
Danars 1703_
top
Rosmery Napitu
😭😭😭😭
Rosmery Napitu
selain kata bodoh,ada gk ya buat si Zach ini... greget aku
Rosmery Napitu
Zach,. sungguh terlalu...😭
Ika Sulistyarini
eh skip unboxing 😅😂🤣
Ika Sulistyarini
hmm
Ika Sulistyarini
nyimak sek
Lely Su
celo typlh celo yg bodoh dn naif
Lely Su
zach aja yg buta mata kiri knan jg buta hati nya,,smp sgitunya dibhogi melodi tp ttp ga sadar",, smp g prcya sm semua shbt baiknya,,dasar cwok bego
Lely Su
kyaknya org terdekat zack deh
Lely Su
slalu cwek yg jtuh cinta duluan ke ceoknya, heran aq, knp cwek sllu lemah dn mudah baper, ujung nya sakit hti dn hny bisa mewek
Mas Lucky
celo merepotkan.bego dan keras kepala
Mas Lucky
awal2 jg konflik thor.
Royani Arofat
teruslah spti itu Zach.... agar kamu bisa segera mengetahui "rasa sakit" yg sesungguhnya dan belajar untuk tak menyakiti yg lain. hati memang tak bisa d paksa. drpd kamu nikahin celo tp g bisa cintai dia itu lbh menyakitkan.
Royani Arofat
disini penuh cinta buta.
Royani Arofat
berarti melodi sebenarnya baik, cinta sama Zach cuma g "tahan" dg keegoisan Zach, kelabilan Zach, ketidaknyamanannya dewasaan Zach, sikap memaksa Zach hingga membuat dia berpaling pd pria lain
Royani Arofat
cinta emang buta. Zach labil. dilepasin d bebasin mau ngapain aja. alah bingung dia. biarin aja dia lihat kenyataan ttg melodi dg mata kepalanya sendiri untuk membuat dia " dewasa"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!