Aira Cantika Putri seorang perempuan cantik , pintar dan rendah hati. Mahasiswa kedokteran yang banyak di sukai pria kampus karna kecantikan dan kerendahan hati nya. Terlahir dari keluarga yang sederhana dan penuh kehangatan.
Kendra Aditya Nugraha seorang dokter muda yang tampan tapi sikapnya begitu dingin dan kaku namun di dalam hati nya begitu hangat dan rapuh. Anak pemilik rumah sakit ternama di jakarta juga satu satu nya pewaris rumah sakit.
Reyhan Adi Utama seorang calon dokter sekaligus anak pebisnis sukses. Sikapnya yang begitu ramah dan hangat terlebih terhadap Aira wanita yang dia suka sejak kuliah. Dia pun teman seangkatan dengan Kendra.
Aira terjebak di antara dua hati pria tampan itu.
Manakah yang mampu meluluhkan hati Aira?
Kendra yang dingin dan kaku atau Reyhan yang hangat dan lembut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deti apriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Keluarga
Setelah makan malam berlangsung kedua keluarga sedang ngobrol sambil bersantai
Para orang tua sedang mengobrol santai di ruang tamu sedangkan para anak-anak sedang asik di ruang Tv
"Kak Rara pertama kali ketemu Kak Ken dimana?" tanya Renata yang sedang duduk di samping Rara
"Hhmm.. di cafe kalau gak salah" ucap Rara
"Apa kalian kencan buta?" tanya Renata lagi
"Eh bukan kita gak sengaja ketemu" jawab Rara
"Apa kak Ken yang ajak kenalan duluan?"
"Kita di kenalkan sama teman"
"Siapa temannya kak? Apa kak Bayu atau kak Dinda?"
"Bukan dia kakak senior aku di kampus"
"Siapa kak? Apa dia ganteng kaya Kak Ken?"
"Anak kecil berenti nanya hal yang gak penting" seru Ken
"Kan aku cuma mau tau kak siapa yang jadi mak comblang kalian" dengus Renata kesal
"Oh iya Renata kamu dan Renaldi kembar ya?" tanya Dinda karna penasaran wajah mereka mirip
"Bukan, kita itu cuman selisih usia 1 tahun. Renaldi sekarang kelas 2 SMA kalau aku baru kelas 1 SMA , wajah kita emang mirip makanya sering di bilang kembar" jawab Renata
"Oh gitu" ucap Dinda
"Oh iya kak apa Kak Dinda dan Kak Bayu pacaran?" tanya Renata sambil melirik Bayu yang sedang asik adu game dengan Renaldi
"Hahaha bukanlah, Bayu aku dan Rara itu udah bersahabat dari SMP jadi mana mungkin aku pacaran sama dia" jawab Dinda
"Oh gitu, apa kak Bayu punya pacar?" tanya Renata lagi
"Enggak tau" jawba Dinda
"Hhmm.. tipe cewe kak Bayu kaya apa sih Kak?" tanya Renata lagi
"Ini anak emang kepo sama urusan orang atau jangan jangan dia suka sama Bayu dari tadi tanya tentang Bayu terus" batin Dinda
"Aku gak tau" ucap Dinda ketus
"Gimana sih kok katanya sahabatan dari SMP tapi gak tau tipe cewe nya" celetuk Renata
"Memangnya kalau sahabatan harus ngurusin semua urusan pribadi nya juga" jawab Dinda kesal
"Eh udah-udah kok malah ribut" rerai Rara
Ken yang sedari tadi hanya duduk dan memperhatikan mereka sesekali memilih keluar untuk menghirup udara segar
Ken berjalan keluar melewati ruang tamu
"Ken mau kemana?" tanya Wisnu
"Mau cari udara segar Pah" jawab Ken
"Yasudah di temani sama Rara saja ya" ucap Irwan
"Ra.. Rara.. sini" panggil Irwan
"Iya yah" Rara lalu menghampiri ayahnya
"Ada apa yah?" tanya Rara
"Kamu temani Ken di luar ya dia mau cari udara segar" titah Irwan
"Iya yah" jawab Rara
Ken pun berlalu di ikuti oleh Rara dari belakang
"Mereka tampak serasi ya yang satu ganteng yang satu cantik dan sama-sama pintar" ucap Tante Siska yang di setujui oleh semua orang yang memperhatikan Ken dan Rara keluar
Rara dan Ken pun berdiri di luar sekitar halaman rumah Rara
Mereka pun hanya saling diam satu sama lain
"Apa mantan kamu tau kalo kamu di lamar?" tanya Ken memecah keheningan
"Mantan?" ucap Rara bingung
"Iya mantan mu Rey" ucap Ken ketus
"Kak Rey itu bukan mantan aku, kita cuman dekat dan gak ada hubungan lebih" ucap Rara
"Ya terserah apalah itu, apa dia tau?" ketus Ken
"Enggak" Rara menggelengkan kepala nya
"Kenapa tidak di kasih tau apa kamu takut ketauan orang orang lalu pamor mu berkurang? Aku dengar kamu cukup populer di kalangan laki-laki" ucap Ken dengan dingin
"Enggak sama sekali, kalau memang satu kampus tau juga aku gak masalah" jawab Rara kesal mendengar ucapan Ken
"Toh dua bulan lagi kita juga akan menikah, semua orang pasti akan tau jadi kenapa aku harus takut" ucap Rara yang masih kesal
Ya pernikahan mereka memang mereka di tentukan dua bulan lagi keputusan ini di pilih oleh Wisnu papa Ken karna sudah tidak sabar ingin anaknya segera menikah dan juga sudah di setujui oleh semua keluarga termasuk Ken dan Rara
"Karna kita sudah lamaran dan akan segera menikah meski itu tanpa cinta sekalipun jangan pernah sekali sekali kamu coba dekat dengan laki-laki lain karna aku paling benci orang pengkhianatan" nada bicara Ken seakan penuh penekanan
"Tenang saja aku juga bukan tipe perempuan seperti itu" ucap Rara ketus
"Memangnya dia anggap aku perempuan seperti apa bicara seenaknya" batin Rara kesal
Setelah acara keluarga itu pun selesai dengan lancar dan penuh kebahagian kecuali Ken dan Rara
***
Seminggu setelah acara lamaran berlangsung Ken dan Rara menjalankan aktivitas seperti biasannya
Hari itu Ken bekerja seperti biasa di rumah sakit
"Dokter Ken" seru suster itu memanggil Ken
"Ada apa?" tanya Ken
"Dokter saya dapet pesan dari Bapak Wisnu katanya dokter di tunggu di ruangannya sekarang" ucap suster itu
"Baiklah, terima kasih info nya" ucap Ken
"Baik dok saya permisi dulu" pamit suster itu
Ken pun berjalan menuju ruangan papa nya
Tok.. tok.. tok..
"Masuk.. " ucap Wisnu
Ken pun masuk ke dalam ruangan papa nya
"Ada apa Pah manggil Ken?" tanya Ken
"Duduk dulu" Wisnu mengisyaratkan mata nya pada sofa
Ken pun duduk di sofa lalu Wisnu pun pindah dari kursi meja nya ikut duduk di sofa
"Ken bagaimana jadwal kerja kamu?"
"Jadwal kerja Ken baik-baik saja Pah memang nya kenapa?"
"Begini kan keluarga kita dan keluarga Rara sudah sepakat menentukan tanggal pernikahan kalian, karna waktu kita sekarang cuma 2 bulan kurang buat mempersiapkan semua nya jadi papa harap kamu mengurangi jadwal kerja kamu. Papa harap kamu dan Rara juga bisa ikut andil dalam persiapan ini" ucap Papa Wisnu
"Tapi kalau Ken mengurangi jadwal kerja Ken nanti rumah sakit bisa kekurangan tenanga dokter Pah" jawab Ken
"Soal itu kamu gak perlu khawatir, Papa bisa rekrut dokter di tempat lain. Papa mau kamu dan Rara persiapkan pernikahan kalian bersama, Papa ingin pernikahan kalian ini membuat kalian semakin dekat bukan kalian menikah hanya karna permintaan papa saja" ucap Papa Wisnu
"Ken kamu harus mulai belajar menerima Rara di hidup kamu karna kalian sebentar lagi akan menikah" ucap Papa wisnu lagi
"Baiklah Pah nanti Ken akan atur ulang jadwal Ken" jawab Ken
"Yasudah kalau begitu akhir pekan depan Papa tunggu kamu untuk bawa Rara memilih gaun pengantin dan cincin nikah kalian ya" ucap Papa Wisnu
Ken pun hanya mengangguk
"Yaudah Ken pamit kerja lagi ya pah" pamit Ken yang di iya kan oleh Papa nya
Ken pun berlalu keluar ruangan Papa nya lalu kembali bekerja
"Siapa juga yang mau menikah cepat-cepat cuma bikin ribet aja" gerutu Ken sambil berjalan
Ken pun menuju ke kantin Rumah sakit untuk makan siang dulu sebelum kembali bekerja
***
Di kantin Rumah sakit Ken di sapa beberapa dokter dan perawat mereka tampak segan pada Ken karna mereka tau Ken calon penerus rumah sakit itu, ada beberapa juga yang mengajak makan bareng tapi Ken menuju satu meja di mana sudah ada seorang dokter lelaki yang duduk di sana
Ken menaruh makanan nya di meja itu lalu duduk di salah satu kursi meja itu
"Hey Ken" sapa orang itu setelah melihat siapa yang duduk di sampingnya
dia Dika dokter spesialis kandungan yang juga sahabat Ken di rumah sakit itu
"Tumben lo gak nungguin" ucap Ken
"Tadi kan gue liat lo pergi ke ruangan bokap lo makanya gue makan duluan gue kira bakal lama" jawab Dika
"Ohh.. " jawab Ken
"Emang bokap lo ngomongin apaan? Suruh lo cepet-cepet gantiin dia ya?" tanya Dika kepo
"Bukanlah sembarangan" jawab Ken dan Dika hanya tertawa
Ketika Ken sedang asik makan tiba-tiba mata Ken tertuju pada jari manis tangan kiri Ken yang tersemat sebuah cincin
"Ken sejak kapan lo pake cincin?" tanya Dika
"Seminggu yang lalu" jawab Ken singkat
Dika lalu menarik tangan Ken memperhatikan cincin itu dengan seksama
"Kok keliatan kaya cincin tunangan ya?" ucap Dika sambil asik mengunyah makanannya
"Emang iya" jawab Ken santai tiba-tiba membuat Dika tersedak karna kaget
"Uhuk.. uhukk.. uhukk.. " Dika batuk-batuk sambil memukul-mukul dadanya
"Woy minum dulu lo" ucap Ken
Dika langsung mengambil minumannya dan meminumnya lalu menarik nafas dalam dalam
"Bercanda lo bikin gue kaget aja Ken" ucap Dika sambil memukul pundak Ken
"Siapa yang bercanda gue serius" ucap Ken masih dengan santai nya mengunyah makanan nya
Dika seketika langsung mendekatkan wajahnya ke hadapan Ken
"Lo bener-bener serius Ken?"
"Bawel lo jauhin tuh muka lo dan gue bukan tunangan tapi udah lamaran" ucap Ken sambil mendorong wajah Dika dengan tangannya
Ucapan Ken barusan membuat Dika semakin terbelalak dan shock hingga memamtung beberapa saat
"Waw Amazing seorang Kendra Aditya Nugraha yang kaku dan dingin sama perempuan ini udah lamaran dan sebentar lagi menikah waw waw waw" ucap Dika sedikit teriak dan bertepuk tangan
"Siapa sudah lamaran dan mau menikah" tanya seorang perempuan yang sudah berdiri di depan meja Ken dan Dika
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa minta vote nya dan like serta coment nya ya teman-teman Reader
Dukung terus karya ku, maaf kalo masih banya typo
ibaratnya ga praktis panjang lebar
mau nikah aja sama orang asing
ini adalah novel pertama yg aku baca di NT dan pertama kali aku baca novel gara" liat prolognya sw temen haaaa terharu bgt dua th llu ini aku msih blom download apk NT ah perjuangan ngingat judulnya😭😭😅😂